
“ satu lagi, pernikahan kita ditunda hingga waktu yang belum bisa dipastikan. “ tambah bara dengan santai.
“ apa maksudmu kak ? bukankah kau sudah berjanji kepada papa ku ? “ tanya alma yang mulai panik.
“ apakah bara sudah mengetahui kebohonganku ? apakah sasa membuka mulutnya ? “ gumam alma dalam hati.
“ tanyakan langsung kepada papamu, aku akan kembali tidur bersama anak dan istriku.” ucap bara sambil menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Malam itu alma kembali kedalam kamarnya dengan hati kebingungan, diambilnya ponsel yang tergeletak disambing bantalnya dan dia mulai menelepon papa nya.
Sang papa menjelaskan secara rinci tentang apa yang telah mereka diskusikan tadi pagi.
Alma sangat terkejut, rencananya ternyata belum berhasil dan dia harus menunggu lagi untuk menjadi istri bara.
“ papa ! meskipun bara menjadi miskin aku akan tetap menikahinya. “ ucap alma yang marah dengan keputusan papanya.
“ alma ! ini tidak hanya tentangmu, rumah sakit kita juga jadi taruhan. masa depan rumah sakit kita bergantung kepada kekayaan dan kehormatan keluarga lang.” ucap sang papa.
“ jika kau tidak mau menurut, maka papa akan mengeluarkanmu dari keluarga ini ! papa tidak membutuhkan anak yang menghancurkan masa depan keluarganya sendiri.” ucap papa ling.
Jika sudah menyangkut tentang rumah sakit maka papa ling bisa sangat tegas, rumah sakit itu sudah dia dirikan dengan susah payah hingga berhasil seperti sekarang.
Dengan rumah sakit sebagai taruhan maka papa ling tidak akan mau memiliki menantu yang miskin.
Papa ling masih berharap kepada kelvin yang berasal dari keluarga dokter.
“ jika bara tidak mau bertanggung jawab maka aku hanya perlu meminta bantuan kelvin. kelvin sangat mencintai alma dan akan menerima alma dalam keadaan apapun. “ gumam papa ling.
Alma yang masih terkejut dengan ucapan sang papa hanya bisa diam didalam kamarnya.
Alma mulai memikirkan cara lain agar bara segera menikahinya tanpa harus menunggu lebih lama lagi.
Dibukanya situs pasar gelap online, dibelinya obat perangsang dosis tinggi untuk pria dewasa.
Malam itu alma benar – benar sudah kehilangan akal sehatnya.
Ima yang mulai bisa menggerakkan jarinya berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan bagian tubuhnya yang lain, dia ingin segera bangun dan melihat rima.
...
Pagi harinya..
Setelah makan masakan bibi ana, bara segera pergi kekantor.
Alma hanya diam dan tidak berulah sama sekali pagi itu, paman sam dan bibi ana heran dengan sikap alma tapi bara tidak perduli dengan perubahan sikap alma yang menjadi diam dan penurut itu.
Alma sebenarnya ingin membeli obat perangsang itu secara langsung dipasar gelap agar tidak ada yang curiga, tapi dia takut jika disana dia nantinya diculik atau diperkosa dan akhirnya memilih membeli secara online.
Paket itu dikirimkan oleh anggota pasar gelap kerumah keluarga ling, sasa sudah berada diluar rumah untuk menunggu obat itu datang.
Setelah menerima obat itu, sasa segera menuju villa keluarga lang.
Siang itu alma sengaja berada diluar rumah seharian menunggu paketnya diantar oleh sasa.
Dilihatnya dari kejauhan sosok sasa yang membawa kotak kecil berlari ke arah alma.
“ nona, ini barang yang anda pesan. “ ucap sasa sambil menyerahkan kotak kecil itu.
“ jangan beritahu siapapun, hanya kita berdua yang tau tentang hal ini. “ bisik alma.
Sasa mengangguk dan kembali naik taxi menuju rumah keluarga ling.
Alma sangat gembira mendapatkan obat itu dengan aman.
Didalam kamar, dibukanya kotak itu, didalamnya ada sebuah botol kecil berisi cairan sebanyak 50 ml yang seharusnya digunakan untuk 10 pria.
Alma tidak tanggung – tanggung, dia sangat ingin memiliki bara bagaimanapun caranya.
Alma diam – diam menuju kamar bara, dituangkannya semua cairan itu kedalam gelas air putih yang selalu berada diatas meja tepat disamping tempat tidur bara itu.
Dilihatnya ima yang belum juga bisa sadar.
“ kau akan menyaksikan secara langsung saat aku dan bara melakukan hubungan intim. rasakan shock yang lebih berat dan kau akan meninggal dengan damai. “ gumam alma dalam hati dengan senyum liciknya itu.
Alma segera keluar dari kamar bara, dilihatnya bibi ana sedang bersama rima dikebun belakang villa dan paman sam sedang sibuk mencuci mobil.
“ aman, tidak ada yang tau tentang hal ini. “ gumam alma dalam hati.
Alma tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang mengamatinya dari awal alma melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar itu hingga alma keluar dari tempat itu.
Shane belum tau pasti apa yang telah dimasukkan alma kedalam air putih didalam gelas itu.
Shane belum bisa bertindak dan mengamati situasi, selama alma tidak menyakiti ima maka shane tidak akan bertindak dan menampakkan dirinya.
__ADS_1
Sore harinya saat bara pulang, dia langsung masuk kedalam kamar.
Ima yang semalam penuh berusaha menggerakkan tubuhnya mulai bisa bergerak.
Bara melihat mata istrinya telah terbuka dan segera berlari menghampiri ima.
“ ima ! kau sudah bangun! “ teriak bara sambil memegang tangan ima.
Paman sam dan bibi ana serta alma yang mendengar teriakan bara segera menuju kamar bara.
Paman sam dan bibi ana melihat ima sudah membuka matanya dan perlahan bangun.
Betapa bahagianya seisi rumah itu kecuali satu orang yaitu alma ling.
“ jika tau dia akan bangun, seharusnya aku bunuh dia tadi siang saat aku masuk kedalam kamar ini. “ gumam alma dalam hati.
“ tapi lebih baik dia bangun untuk menyaksikan pertunjukanku dengan bara malam ini, dengan begitu dia akan mati dengan tenang dan damai..ha..ha..ha.. “ gumam alma sekali lagi dengan hati yang sangat bahagia membayangkan malam yang akan dia habiskan bersama bara malam ini.
Ima bangun dan duduk ditempat tidur, dilihatnya bara yang duduk disamping nya.
Ditariknya tangan ima dari genggaman bara, bara segera melepaskan tangan ima karena takut membuat ima marah.
“ jangan sentuh aku ! pria menjijikkan ! “ ucap ima dengan wajahnya yang tidak memiliki ekspresi apapun.
Bara merasakan belati dihatinya muncul lagi dan mulai menusuknya dengan senang hati.
Perlahan tapi pasti ima mengarahkan kedua tangannya keleher bara, disentuhnya dan dibelainya leher bara itu.
Bara sedikit lega melihat istrinya mau menyentuhnya, wajah ima bagaikan ratu iblis yang sedang bermain dengan mangsanya...
“ ima sungguh menggairahkan.. “ gumam bara dalam hati.
Entah bagaimana cara otak bara berfikir, bisa – bisanya bara memikirkan hal seperti itu disuasana tegang seperti ini.
Semua terlihat indah bagi bara hingga..
Ima mulai mengeratkan kedua tangannya yang berada dileher bara, semakin lama semakin kuat dan kencang.
bara dicekik ima dengan sekuat tenaga, paman sam , bibi ana dan alma hendak berlari dan menyelamatkan bara.
“ berhenti !!! biarkan ima membunuhku agar aku terbebas dari dosaku terhadapnya. “ teriak bara.
Semua orang pun berhenti seketika dan dengan sedih melihat bara yang dengan wajah bahagia menyerahkan nyawanya kepada wanita pujaannya itu.
Alma tidak sanggup melihat bara disiksa dan mencoba menghentikan ima.
“ alma, pergilah atau aku sendiri..yang akan..membunuhmu..jika kau..menghentikan ima saat ini ! “ ucap bara yang mulai sulit untuk berbicara.
Alma berhenti dan mulai berteriak.
“ ima ! jangan bunuh bara, aku mohon..dia adalah hidupku..aku mohon hentikan ini. “ teriak alma sambil memohon untuk melepaskan nyawa pria yang sangat dicintainya itu.
Wajah bara terlihat mulai memerah, lalu membiru..bara menerima semua itu dengan senyuman diwajahnya karena sejak awal bara sudah siap mati untuk menebus dosanya itu.
Tiba – tiba air mata ima menetes, wajah ima yang seperti ratu iblis itu mengeluarkan air mata perlahan.
Entah apa yang membuat tangan ima berhenti mencekik bara..
Ima memandangi kedua tangannya..
Ima heran karena kedua tangan itu tidak mau membunuh orang...
Bara mulai menarik nafas dengan sangat susah payah, malaikat maut bernama ima seolah sudah berada dihadapannya dan siap membawanya ke alam lain sore itu.
Wajah ima yang tidak memiliki ekspresi itu menoleh dan menatap bara..
“ kenapa kau belum mati ? “ tanya ima.
“ aku harusnya tidak menghentikan tanganku ! kenapa tanganku berhenti ? “ tanya ima lagi.
“ ima, jika nyawaku bisa menebus dosaku, maka ambillah ! aku tidak akan menolak, aku akan memberikannya dengan senang hati. “ ucap bara yang sudah bisa bernafas dengan normal.
“ apakah kau pria menjijikkan yang telah mengkhianatiku ? “ tanya ima dengan wajahnya yang benar – benar tidak memiliki ekspresi.
“ benar ! aku adalah pria bodoh dan menjijikkan itu..aku adalah pria yang mengkhianatimu ima...aku..adalah orang itu. “ ucap bara sambil menangis dan menunduk tanpa berani menyentuh ima.
“ aahh, setidaknya aku tidak kehilangan apapun hingga saat ini. aku harusnya bersyukur atas hal ini. “ ucap ima yang wajah dan nada bicaranya mulai dingin.
“ terima kasih alma..setidaknya semalam aku tidak tidur dengan bara..” ucap ima sambil tersenyum mengerikan kepada alma.
“ bibi, temani aku dan bawa rima kemari. aku selalu merindukannya selama aku tidak sadarkan diri. “ ucap ima.
Bibi ana segera menghampiri ima dan memberikan rima kepada ima.
__ADS_1
“ kau, pria menjijikkan dan wanita menjijikkan ! bisakah kalian keluar dari kamar ini ? “ tanya ima sambil tersenyum.
Bara sangat terpukul dengan sikap ima yang berubah menjadi aneh itu.
Bara tidak tau apakah ima sedih, senang, sakit ataukah yang lain.
“ oia satu lagi, aku tidak bisa menceraikan pria itu karena ada alasan yang tidak memperbolehkanku bercerai dengannya.
alma, kau bisa menikah dengan pria itu jika kau mau. “ ucap ima sambil menunjukkan jarinya ke arah bara.
“ besok aku akan segera pergi dari rumah ini, jadi bersabarlah hingga besok pagi. kau akan jadi satu – satunya nyonya dirumah ini, aku tidak akan mengganggumu dan semoga kalian berdua bahagia.” ucap ima kepada alma sambil tersenyum lagi.
“ kau tidak juga mau menceraikan bara ? kita lihat nanti setelah kau menyaksikanku secara langsung melakukan hubungan intim dengan bara. aku yakin kau akan segera menceraikan bara apapun alasannya. “ gumam alma dalam hati.
Mendengar ucapan ima, bara segera berkomentar.
“ ima ! kau tidak harus pergi dari rumah ini. “ ucap bara.
“ apakah menurutmu aku bisa tinggal satu rumah dengan pasangan yang menjijikkan seperti kau dan alma ? “ tanya ima.
“ apakah aku harus tidur dengan pria lain terlebih dahulu agar kau mau melepaskanku ? “ tanya ima dengan senyuman mengukir bibir indahnya itu.
“ jika begitu maka malam ini aku akan tidur dengan pria lain agar besok pagi aku bisa keluar dari rumah ini, bagaimana ? “ tanya ima sekali lagi dengan senyumannya yang mengerikan.
Bara tau bahwa ima akan benar – benar melakukannya jika bara tidak mengizinkannya pergi dari rumah itu.
“ tidak ima ! jangan lakukan itu ! besok pagi kau boleh pergi dari sini..aku mohon jangan berikan dirimu kepada orang lain hanya untuk membuatku menderita. “ ucap bara.
“ bukankah kau egois bara ? “ tanya ima.
“ kau boleh tidur dengan wanita lain sedangkan aku tidak ? “ tanya ima lagi.
Bara terdiam, dia teringat kesalahannya..
“ sudahlah, aku memaafkanmu karena aku tidak kehilangan apapun selama ini. besok tolong siapkan semuanya agar aku bisa pergi dari sini. “ ucap ima.
Semua orang keluar dan bibi ana masih didalam kamar menemani ima.
“ nyonya, saya akan selalu mendukung anda. “ ucap bibi ana.
“ terima kasih bi, seharusnya aku tidak boleh jatuh cinta. tapi setidaknya aku belum pernah tidur dengan bara sehingga aku tidak kehilangan apapun. “ ucap ima sambil mulai bermain dengan rima.
Ima merasa haus karena pingsan untuk waktu yang cukup lama dan meminum air putih yang berada dimeja samping tempat tidurnya.
“ bi, aku akan tidur lebih dulu karena besok aku harus bersiap – siap pulang kerumah orang tuaku. “ ucap ima.
Baru 15 menit ima tertidur, dia merasakan tubuhnya yang terasa aneh dan tidak nyaman.
Ima akhirnya terbangun karena rasa tidak nyaman ditubuhnya itu.
“ bi, tolong dinginkan lagi ac nya. “ ucap ima.
“ baik nyonya. “ ucap bibi ana.
Setelah beberapa saat dimana bibi ana mulai kedinginan ima masih juga belum merasa nyaman.
“ bi, kenapa masih terasa panas sekali ? apakah ac nya rusak ? “ tanya ima yang masih belum paham dengan tubuhnya.
“ nyonya, ac nya sudah dalam mode paling dingin, bahkan saya sudah mulai menggigil. “ ucap bibi ana yang memang mulai kedinginan seperti dinginnya kutub utara mampir sebentar ke kamar bara.
“ benarkah ? kenapa aku masih merasakan panas ? aneh sekali. “ ucap ima.
“ saya akan memanggil dokter nyonya. “ ucap bibi ana.
“ baiklah, tubuhku benar – benar tidak nyaman. oia bi, tolong bawa rima bersamamu malam ini, aku takut dia tertular demamku. “ ucap ima yang memang tidak tau apa – apa tentang air yang telah diminumnya itu.
Bara yang melihat bibi ana keluar dengan rima menjadi panik.
“ ada apa bi ? “ tanya bara.
“ nyonya ima sedang demam, dia memintaku untuk membawa rima malam ini karena dia tidak ingin rima tertular. “ jawab bibi ana apa adanya.
Bara segera memanggil dokter dan dokter pun segera datang.
“ tolong periksa istri saya dokter, dia sedang demam. “ ucap bara kepada dokter yang baru saja datang.
Sang dokter masuk kedalam kamar dan memeriksa ima, dokter segera keluar kamar karena bara tidak berani masuk ke dalam kamar itu.
“ tuan, kenapa anda tidak menemani saya memeriksa istri anda ? “ tanya sang dokter yang keluar dari kamar setelah memeriksa ima.
" jika saja saya belum beristri tentu saya sudah tergoda dengan wajah dan sikap nona ima barusan. “ ucap sang dokter yang wajahnya memerah karena melihat ekspresi sexy ima didalam kamar.
“ istri saya sedang marah kepada saya dan apa maksud dari perkataan anda dokter ? “ tanya bara yang kebingungan.
__ADS_1
Bersambung..