
Setelah shane menghilang, suasana didalam kamar itu kembali hening.
“ ima..maukah kau memberikanku kesempatan untuk membuktikan bahwa diriku tidak bersalah ? “ tanya bara.
Ima terdiam, dia memang sudah berfikir untuk memberi bara kesempatan melihat situasi yang dirasa sedikit janggal.
“ baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan. aku harap kau menggunakannya dengan sebaik mungkin. “ ucap ima.
“ dan masalah obat ini, alma harus diberi pelajaran ! bagaimana bisa dia menggunakan obat yang mengerikan seperti itu hanya untuk tidur denganmu ? apa yang terjadi dengan akal sehatnya ? “ tanya ima yang kebingungan dengan sikap jahat alma.
Bara memandangi istrinya yang sedang kesal itu, dilihatnya ima menggigit bibirnya sendiri saking kesalnya.
“ tentu sayangku, jika saja Tuhan tidak menolong kita maka akulah yang akan menjadi korban untuk kedua kalinya. “ ucap bara.
“ tapi kenapa alma melakukan hal itu ? bukankah dia adalah sahabatmu satu – satunya ? “ tanya ima yang heran dengan sikap sahabat bara itu.
“ alma berkata bahwa dia mencintaiku, aku juga baru tau tentang perasaannya itu.
selama ini aku hanya menganggapnya sebagai adik dan tidak lebih. jadi aku tidak menyadari bahwa dia mulai mencintaiku.“ ucap bara sambil mulai berusaha menggerakkan tubuhnya.
“ cinta ? bagaimana mungkin sifat jahat seperti itu disebut cinta ? bagaimana cara berfikir alma sebenarnya ? “ tanya ima.
“ ima, aku tidak membutuhkan cinta yang membawa kehancuran seperti yang dimiliki alma. tapi sebagai sahabat aku harus menyadarkan dia atas kesalahannya. “ ucap bara.
“ apa kau akan membelanya ? “ tanya ima.
“ bukan begitu, jika memang dia terbukti bersalah maka aku akan menghukumnya dengan caraku sendiri.” jawab bara.
“ setidaknya kami pernah menjadi sahabat untuk jangka waktu yang sangat lama. “ tambah bara sambil menatap langit – langit kamarnya.
...
Paman sam membuka kunci kamar alma, bagaimanapun alma butuh sarapan agar tidak sakit.
“ cklek “
Suara kunci pintu dibuka, alma segera berlari keluar menuju kamar bara dan paman sam tidak sempat menghentikannya.
“ bara !! keluar !! “ teriak alma.
Bara dan ima yang belum bisa bergerak dengan leluasa merasa sangat kesal.
“ wanita yang sangat mencintaimu sedang memanggilmu ! “ ucap ima sambil berusaha duduk dan menahan sakit akibat luka ditangannya.
“ biarkan saja, aku sedang malas berurusan dengannya. “ jawab bara yang kembali tidur.
“ bara ! bagaimanapun kau belum memiliki bukti bahwa kau tidak tidur dengan alma.” ucap ima yang marah.
“ kau ingin aku bagaimana ? shane sedang bergerak dan aku yakin bahwa aku tidak bersalah ima.. “ ucap bara mulai membela diri.
“ baiklah, untuk saat ini kita harus bersikap seperti biasa agar dia tidak curiga. “ ucap ima yang sudah bisa turun dari tempat tidur.
Ima melangkah perlahan menuju kamar mandi dengan membawa selimut untuk menutupi tubuhnya.
“ kau keluarlah ! aku mau mandi ! “ pinta ima.
“ kenapa aku harus keluar ? aku sudah melihat semuanya semalaman dan bahkan dari berbagai posisi. apa lagi yang membuatmu malu ? “ ucap bara yang sangat bahagia karena istrinya telah memaafkannya dan memberinya kesempatan untuk membuktikan diri.
Ima kehabisan kata – kata..
“ kau benar – benar menyebalkan. “ ucap ima dengan kesal.
“ tanganmu harus segera diobati, jangan biarkan lukamu terkena air. “ ucap bara mengingatkan.
Tidak ada yang tau bahwa kejadian semalam bisa menghubungkan kembali ikatan antara bara dan ima yang sempat terputus karena alma.
Saat ima sedang mandi, bara membuka pintu karena merasa sangat terganggu dengan teriakan alma.
Bara segera memakai piyama dan menemui alma.
“ cklek “
Bara membuka kunci pintu dan..
Alma menerobos masuk ke dalam kamar bara, dilihatnya ima sedang mandi dengan tubuh ima yang memiliki banyak jejak kejadian semalam karena kamar mandi bara terbuat dari kaca transparan.
Bara tidak bisa bergerak cepat untuk menghentikan alma karena tubuhnya yang masih terasa sakit.
“ alma ! apa yang kau lakukan ? “ tanya bara.
“ kenapa ? kenapa kak ? “ ucap alma yang mulai menangis.
“ aku sangat mencintaimu lebih dari siapapun.. tapi kenapa kau tidak mau menikahiku bahkan setelah kau tidur denganku ? kenapa...? “ tanya alma sambil terduduk lemas.
Ima yang sedang asyik mandi dan suara derasnya air membuatnya tidak tau apa yang sedang terjadi dikamar itu walaupun kaca kamar mandi itu transparan.
“ alma, bukankah papamu sudah menjelaskan semuanya ? “ tanya bara.
“ tapi aku tidak terima kak ! meskipun kau jatuh miskin aku akan tetap menikahimu. “ jawab alma yang masih menangis.
Bara sudah tidak lagi perduli tentang air mata alma mengingat tentang rencana alma untuk memberi bara obat perangsang dengan dosis tinggi seperti itu.
__ADS_1
“ alma, aku benar – benar tidak mau berdebat denganmu. tidakkah kau lihat ima sedang mandi ? tidakkah kau malu berada dikamarku disaat seperti ini ? “ tanya bara.
Alma hanya diam tak bergerak sedikitpun, dia masih shock dengan rencananya yang telah gagal.
“ alma, apakah aku perlu memanggil paman sam untuk membuatmu keluar dari kamarku ? “ tanya bara.
Alma memandang wajah bara yang memang sangat tampan itu..kali ini air matanya bukanlah air mata buaya melainkan air mata dari lubuk hatinya yang paling dalam.
“ apa yang harus aku lakukan agar kau mau mencintaiku kak ? “ tanya alma.
“ alma, aku hanya mencintai ima. apapun yang kau lakukan tidak akan membuatku cinta kepadamu. “ jawab bara.
“ alma, kita adalah sahabat, aku tidak mau berbuat kasar terhadapmu. “ ucap bara.
Mendengar ucapan bara, alma mulai berdiri dan melangkah dengan hati hancur keluar dari kamar bara.
" bagaimana mungkin ima menikmati hasil jerih payahku membeli dan mempersiapkan obat itu ? " gumam alma dalam hati.
Bagaimana bisa alma berpikir seperti itu ? dia tidak tau bagaimana tersiksanya bara dan ima setelah meredam efek obat dengan dosis setinggi itu bahkan hingga mereka berdua tidak bisa bergerak setelahnya.
Bara melihat paman sam yang sedang berdiri didekat pintu kamar bara.
“ paman, tolong sampaikan bibi ana bahwa aku dan ima akan sarapan didalam kamar dan tolong bawa rima kesini. “ ucap bara.
Paman sam segera pergi dari kamar bara dan melangkah menuju dapur dimana para assisten bibi ana sedang menyiapkan sarapan.
Alma hari itu hanya menangis seharian dikamarnya tanpa bisa melakukan apapun.
“ ima tidak mau menceraikan bara dan juga sebaliknya. aku harus membuat bara segera menikahiku ! tapi bagaimana caranya ? “ tanya alma dalam hati.
Hari itu alma sibuk dengan pikirannya sendiri sedangkan bara, ima dan rima sedang menikmati waktu mereka didalam kamar.
...
1 minggu kemudian..
Shane telah kembali kerumah bara dan segera melaporkan temuannya.
“ kak, tidak ada bukti yang bisa aku temukan. semua bukti telah dihancurkan dan dibuang. “ ucap shane apa adanya.
“ kurang ajar ! ima akan mulai membunuhku lagi jika aku tidak mendapatkan bukti apapun. “ ucap bara yang sangat marah dan kesal.
“ tapi kak, adik dari pelayan yang kau sebutkan itu dirawat dan mendapatkan operasi ginjal tepat setelah kejadian malam itu.
dilihat dari kondisi keluarga pelayan itu, dia tidak mungkin memiliki uang sebanyak itu untuk melakukan operasi di rumah sakit milik keluarga alma. “ ucap shane menjelaskan.
Bara langsung menoleh ke arah shane seperti melihat sebuah harapan baru.
Melihat kemarahan bara, shane segera bergerak melaksanakan tugasnya.
Ima dan rima sedang bermain dikebun belakang villa, alma sering pergi keluar villa tidak tau sedang berbuat apa.
Bara menghampiri istri dan anaknya itu..
“ ima, aku akan berangkat kerja lebih dulu..kau jaga diri dirumah. jangan biarkan alma menyakitimu atau menyakiti anak kita. “ ucap bara memperingatkan.
“ baiklah. aku selalu waspada saat berada dirumah, bibi ana dan paman sam juga membantuku mengawasi gerak gerik alma agar dia tidak bisa menyakiti kami. “ jawab ima.
Bara mencium kening ima dan rima dan segera berangkat ke kantor.
Di rumah keluarga ling, shane yang sudah terbiasa menjadi pembunuh bayaran dengan mudah masuk rumah itu dan menculik sasa.
Disebuah gudang kosong ditengah hutan, shane mulai menginterogasi sasa dari kegelapan agar wajahnya tidak terlihat.
setelah pingsan cukup lama sasa akhirnya membuka matanya..
Dilihatnya tangan dan kakinya sudah terikat dan tidak ada orang lain diruangan yang cukup gelap itu.
Hingga tiba – tiba suara shane terdengar..
“ Sasa, memiliki seorang adik yang menderita sakit ginjal kronis. 2 minggu yang lalu mendapatkan donor dan operasi gratis dari rumah sakit keluarga ling. “ ucap shane dari kegelapan.
Sasa mulai panik dan kebingungan..
“ siapa kau ? “ tanya sasa yang mulai takut.
“ kau tidak perlu tau siapa aku ! jawab pertanyaanku atau tidak hanya ginjal tetapi juga nyawa adikmu akan aku ambil saat ini juga ! “ ucap shane.
“ aku mohon..jangan sakiti adikku. dia baru saja bisa mendapatkan ginjal dan mulai sehat. aku akan menjawab apapun pertanyaanmu asalkan kau melepaskan adikku. “ ucap sasa yang mulai menangis.
“ apakah kau memiliki peran saat kejadian tuan bara tidur bersama nona alma ? “ tanya shane.
Jantung sasa seketika berdetak sangat kencang karena merasa ketakutan.
Sasa mulai sadar bahwa alasan dirinya berada ditempat itu adalah karena kejadian 2 minggu lalu.
Terlihat sasa mulai panik dan cemas, sasa hanya diam dan tidak mengatakan apapun karena takut dengan alma.
“ baiklah, tampaknya kau tidak mau bekerja sama denganku. aku akan segera ke rumah sakit dan mengambil nyawa adikmu itu. “ ucap shane untuk menakuti sasa.
“ tidak ! jangan ! aku hanya mengikuti perintah nona alma, aku mohon jangan sakiti adikku. “ ucap sasa sambil menangis sejadi – jadinya.
__ADS_1
“ peran apa yang kau ambil malam itu ? “ tanya shane.
“ nona alma memintaku memberikan teh berisi obat tidur kepada tuan bara dan membantunya membaringkan tuan bara ditempat tidurnya.
hanya itu tuan, aku mohon lepaskan aku dan adikku. “ ucap sasa yang tidak berdaya itu.
“ aku terpaksa melakukan hal itu demi adikku.. “ tambah sasa yang masih menangis tersedu – sedu.
“ berarti tidak terjadi apa – apa antara tuan bara dan nona alma ? “ tanya shane.
“ tidak terjadi apa – apa tuan !! tuan bara hanya tidur semalaman, aku mohon lepaskan aku dan adikku. “ ucap sasa yang sangat ketakutan.
Shane sangat lega mendengar jawaban terakhir dari sasa, setidaknya hati ima terselamatkan kali ini.
Shane sangat sedih jika mengingat kembali 2 minggu yang lalu dimana ima pingsan selama 1 minggu.
Shane dengan setia menjaga ima yang tidak sadarkan diri itu.
“ lalu, apakah kau juga memiliki peran dalam obat perangsang yang dimiliki oleh nona alma ? “ tanya shane.
“ hah ? obat perangsang ? “ tanya sasa heran.
“ oh ! aku memang menerima dan mengantarkan sebuah paket ke nona alma satu minggu yang lalu, tapi aku benar – benar tidak tau apa isinya. “ tambah sasa.
“ dipaket itu hanya tertulis obat sakit kepala. “ ucap sasa apa adanya.
“ baiklah, apa kau menerima bukti tanda terima paket itu ? “ tanya shane.
“ aku memberikan semuanya kepada nona alma ! aku tidak memegang apapun tuan ! “ ucap sasa membela dirinya.
“ baiklah, pertanyaanku habis. sekarang, disampingmu ada roti dan air mineral botol untuk makan dan minum. aku akan melepaskan ikatan ditanganmu. “ ucap shane.
Seketika tali yang mengikat tangan sasa terlepas oleh tebasan sebuah pisau yang sangat tajam, hal itu membuat sasa semakin ketakutan.
" oh Tuhan, tuan yang menculikku ini pastilah pembunuh bayaran ! " gumam sasa dalam hati.
“ jangan coba - coba untuk kabur atau aku akan segera membunuh adikmu, lalu satu lagi kau harus tau bahwa kau saat ini berada jauh didalam hutan dan gudang ini terkunci. “ ucap shane.
“ jika kau berusaha kabur maka hewan buas disekitar sini akan segera memangsamu. Bye ! “ ucap shane sambil menghilang dikegelapan dan meninggalkan sasa sendirian dengan rasa takut yang menyelimuti sasa.
“ aku telah berurusan dengan orang yang sangat berbahaya ! “ gumam sasa dalam hati.
Sore itu shane segera melaporkan hasil temuannya kepada bara yang baru saja pulang dari kantor.
“ kak ! “ ucap shane.
Bara yang sedang membaca buku langsung menoleh ke arah shane.
“ bagaimana ? “ tanya bara.
“ aku sudah mendapatkan informasi yang kau minta. “ ucap shane.
“ katakan ! “ ucap bara.
“ pelayan bernama sasa mengaku telah memberimu teh berisi obat tidur atas perintah nona alma. “ ucap shane.
Bara meletakkan buku kedalam lemari dan...
“ prangg...!!! “
Meja dikamar bara pecah karena telah ditinju oleh bara, tangan bara pun mulai berdarah.
“ apa lagi yang kau dapatkan ? “ tanya bara.
“ malam itu tidak terjadi apa – apa antara kak bara dan nona alma. untuk obat perangsang, kemungkinan nona alma membeli secara online karena sasa mengaku telah menerima dan mengantarkan paket kepada nona alma 1 minggu yang lalu.” ucap shane apa adanya.
“ brukk..!! “
Lemari buku di jatuhkan oleh bara dan buku didalamnya berserakan dimana – mana bercampur dengan pecahan kaca dari meja yang sebelumnya sudah dipecahkan oleh bara.
“ shane, bawa pelayan itu kesini sekarang juga !! “ teriak bara.
“ baik kak ! “ jawab shane sambil menghilang dari kamar bara.
Bara berjalan keruang tengah menghampiri ima dan rima yang sedang bermain dengan bibi ana.
“ ima, bisakah aku berbicara denganmu sebentar ? “ tanya bara.
Ima sebenarnya heran dengan sikap bara, tapi dia hanya menurut dan menghampiri bara.
Rima dipegang oleh bibi ana dan ima berniat hendak masuk kedalam kamar saat dilihatnya kamar sudah menjadi sangat berantakan..
Buku dan kaca berserakan dimana – mana..
“ apa yang telah terjadi ? “ gumam ima dalam hati.
Ima menoleh ke arah bara, dilihatnya tangan bara berdarah.
" bara ? tanganmu ! " tanya ima.
“ abaikan tanganku ! mari kita bicara didalam kamar, ada hal yang lebih penting yang ingin aku sampaikan kepadamu. “ ucap bara.
__ADS_1
Bersambung..