My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 44


__ADS_3

Rasa nyaman yang belum pernah ima rasakan itu membuatnya terlena sesaat dan memeluk bara kembali.


Ima sangat bahagia dengan perasaan baru yang dimilikinya itu.


“ apakah ini yang ibu rasakan saat mengandungku dulu ? apakah ayah sering melakukan hal ini untuk membuat ibu nyaman ? “ gumam ima dalam hati.


“ andaikan yori masih hidup.. “ gumam ima sekali lagi.


Ima teringat yori dan tersadar dari lamunannya dan segera melepaskan pelukannya.


“ ma..maaf bara. aku benar – benar tidak memiliki maksud lain dengan memelukmu. “ ucap ima dengan gugup karena rasa malu dan bersalah.


Ima tidak mau menjadikan bara sebagai alat pengganti untuk mengobati kesepian dan kesendiriannya.


Menurut ima hal itu tidaklah adil untuk bara, bara telah rela memberikan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya dan tidak mungkin ima berani berharap lebih dari itu.


“ ima, bara melakukan semua ini karena rasa bersalahnya terhadap yori. jangan pernah berharap lebih dan mengorbankan perasaan bara hanya untuk mengobati kesendirianmu.” gumam ima dalam hati memperingatkan dirinya sendiri.


“ ima ? ada apa denganmu ? “ tanya bara cemas.


“ apakah kau keberatan jika aku memelukmu dan anak kita seperti ini ? “ tanya bara lagi.


“ bu..bukan begitu. untuk sesaat pikiranku kosong dan tidak sengaja memelukmu. maafkan aku bara.. “ ucap ima merasa bersalah.


“ ima..kau bisa memelukku sesuka hatimu jika itu bisa membuatmu nyaman. aku tidak keberatan sama sekali. “ ucap bara yang belum melepaskan pelukannya.


“ anak yori adalah anakku juga, aku akan memberikan apapun untuk membuatnya bahagia. jangankan sebuah pelukan, aku bisa memberikan yang lebih dari itu jika kau mengizinkanku untuk melakukannya. “ ucap bara sambil menatap ima dengan lembut.


“ oh Tuhan, jangan biarkan aku jatuh cinta kepada kebaikan pria dihadapanku ini. dia melakukan ini semua untuk menebus kesalahannya kepada yori bukan karena cinta kepadaku. “ gumam ima dalam hati.


Tanpa sadar air mata ima jatuh dan mengenai wajah bara yang duduk dibawahnya.


bara segera melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang mengalir dipipi wanita yang sangat dicintainya itu.


“ ima ? kenapa kau menangis ? “ tanya bara mulai panik.


Ima hanya diam dan menggelengkan kepala.


“ apakah aku telah melakukan kesalahan yang membuatmu sedih ? “ tanya bara yang semakin panik.


Ima tetap diam dan mulai mengusap air matanya, dia memandangi wajah bara yang tampak sangat panik karena tangisannya itu.


Disentuhnya wajah bara perlahan, dilihatnya dengan teliti wajah pria yang sedang duduk dibawahnya itu.


“ bara..apakah tidak apa – apa jika aku bergantung padamu hingga anakku ini lahir ? “ tanya ima.


Demi anaknya ima akan menerima semua kebaikan bara meskipun ima merasa bersalah atas keputusannya itu.


“ setelah anak ini lahir, aku akan melepaskan bara dari rasa bersalahnya terhadap kematian yori. bara berhak memiliki keluarganya sendiri. “ gumam ima dalam hati.


“ ima..jangankan hingga anak ini lahir. bahkan jika kau berkenan untuk bergantung kepadaku hingga selama – lamanya aku akan dengan senang hati melakukannya. “ jawab bara dengan sejujurnya.


Mendengar jawaban bara, ima menahan tangisnya sekuat tenaga.


Ima memandang bara dengan tatapan terlembut yang bisa dia berikan kepada pria dihadapannya itu.


“ bukankah kau adalah pria yang sangat baik bara ? “ ucap ima yang masih menyentuh wajah bara.


“ demi menebus kesalahanmu kepada yori kau rela berkorban sebesar ini untukku dan anakku.” gumam ima dalam hati.


Mendengar ucapan ima, bara tidak terlalu mengerti apa maksud dari perkataan ima.


Bara hanya bisa menikmati pandangan yang sangat lembut yang diberikan ima untuknya.


“ ima, jangan merasa sungkan. ini adalah kewajibanku sebagai suami sekaligus ayah dari anak ini. “ ucap bara dengan seriusnya.


“ baiklah, aku tidak akan berdebat lagi denganmu.” ucap ima.


“ kau harus ingat bahwa kedepannya aku akan sangat bergantung padamu.” tambah ima.


“ siap nyonya, saya siap melayani anda. “ ucap bara sambil bergurau.


Mereka berdua tertawa bersama diruang tengah.


Paman sam dan bibi ana sangat bahagia melihat ima sudah kembali ceria seperti dulu dan tidak dingin lagi.


Shane yang mengamati dari tempat yang tak terlihat hanya tersenyum merasakan sakit dihatinya melihat kebahagiaan itu.


Shane jatuh cinta pada pandangan pertama saat dia menemui ima dikamar bara saat kasus yori dibawa ke hotel oleh risa.


Shane sangat sadar bahwa ima adalah wanita yang tidak akan mampu diraihnya dan shane memilih berada disisi ima sebagai adik ipar sekaligus bodyguard.


...


Setelah makan malam, bara dan ima kembali ke kamar mereka.

__ADS_1


didalam kamar, bara bersiap tidur disofa karena takut membuat ima tidak nyaman.


Melihat bara yang tidur disofa, ima menjadi merasa bersalah lagi karena telah mencuri tempat tidur bara.


“ bara, jika kau tidak keberatan..kau bisa tidur disini bersamaku. bagaimanapun ini adalah tempat tidurmu. “ ucap ima.


Mendengar ucapan ima, bara sangat terkejut sekaligus bahagia.


“ benarkah aku boleh tidur disana bersamamu ? “ tanya bara memastikan sekali lagi.


“ tentu, aku tidak keberatan sama sekali. “ jawab ima sambil tersenyum.


Melihat ada kesempatan tentu dimanfaatkan bara dengan sangat baik.


bara membawa bantal dan selimutnya ke tempat tidur dengan senyum lebar diwajahnya, saat sudah berbaring disamping ima, bara melanjutkan rencana jangka panjangnya untuk mendapatkan hati ima.


“ ima, apakah anakmu mau aku peluk ? dengan begitu mungkin dia akan lebih bahagia karena dia tau bahwa ayahnya sangat menyayanginya. “ tanya bara melancarkan serangannya dengan alasan anak didalam perut ima.


Ima yang sudah tau rasa nyaman yang berasal dari pelukan bara tadi sore akhirnya mengangguk.


Bara meletakkan bantalnya sedikit kebawah, sejajar dengan perut ima dan memeluk perut ima dengan lembut lalu tertidur dengan pulas.


Ima yang melihat sikap bara sekali lagi terharu dan merasa bersalah.


“ maafkan aku bara karena telah memanfaatkan rasa bersalahmu demi kepentinganku dan anakku. tapi aku benar – benar membutuhkanmu saat ini. “ gumam ima dalam hati.


Air mata ima mengalir perlahan dipipinya yang mulai berisi itu.


Hampir semua bagian tubuh ima mulai terisi karena kehamilannya dan menjadikannya semakin sexy dimata pria.


Tengah malam ima merasa lapar dan berniat minum susu.


Ima bangun dan hendak turun dari tempat tidur.


Bara terbangun karena perut yang dipeluknya bergerak menjauh.


“ ima ? ada apa ? apa kau membutuhkan sesuatu ? “ tanya bara sambil mengusap – usap matanya.


“ aku hanya merasa lapar, aku akan kedapur sebentar untuk minum susu lalu kembali tidur. “ jawab ima.


“ apa ? lapar ? susu ? “ tanya bara heran.


“ kehamilanku semakin besar bara, begitu pula dengan nafsu makanku. “ jawab ima.


“ kau tetaplah disini, biar aku yang menyiapkannya untukmu.” ucap bara sembari keluar dari kamar dan menuju dapur.


Didapur dibukanya semua lemari yang ada disana, tapi bara tidak menemukan kotak susu untuk wanita hamil milik ima.


Dengan langkah pelan bara menghampiri kamar bibi ana dan mengetuknya perlahan.


“ tok..tok.. “


“ bibi ana, ini bara. bisakah kau keluar sebentar ? “ ucap bara dengan suara pelan.


Suara ketukan dipintu kamar membuat bibi ana terbangun dan segera keluar.


“ oh, tuan bara ? ada apa tuan ? ada yang bisa saya bantu ? “ tanya bibi ana dengan wajah paniknya.


“ssssttt..”


“ jangan keras – keras bi, nanti ima mendengar kita. “ ucap bara.


“ iya tuan, ada yang bisa saya bantu ? “ tanya bibi ana mulai berbisik.


“ mari ikut aku ke dapur. aku tidak bisa menemukan susu hamil milik ima. “ jawab bara yang juga berbisik.


Bibi ana tertawa kecil melihat sikap bara yang belum pernah dilihatnya selama ini.


Bibi ana mengikuti bara menuju dapur.


Setelah berada didapur, betapa terkejutnya bibi ana saat melihat semua lemari didapur terbuka lebar.


“ oh Tuhan, apakah ada pencuri yang baru saja masuk ke dapur ? saya harus segera memanggil paman sam. tuan, tunggulah disini. “ ucap bibi ana yang sangat panik dan hendak berlari memanggil paman sam .


Melihat bibi ana hendak lari bara segera menghadangnya.


“ berhenti bi, aku yang membuka semua lemari yang ada didapur untuk mencari susu hamil milik ima. “ ucap bara sambil berbisik.


Mendengar ucapan bara seketika bibi ana tertawa terbahak – bahak.


“ sssstt..bibi, jangan keras – keras. nanti ima bisa mendengar kita dan turun kesini.” ucap bara memperingatkan bibi ana.


Bibi ana segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sesaat kemudian dia membukanya dan mulai berbicara.


“ tuan, anda sungguh romantis. “ ucap bibi ana apa adanya.

__ADS_1


Wajah bara langsung memerah mendengar ucapan bibi ana, dia sangat malu melihat bibi ana menyadari perasaannya terhadap ima.


“ bi, berhenti menggodaku. aku benar – benar sedang buru – buru, ima sedang kelaparan dan aku tidak menemukan susu kotak milik wanita hamil dimanapun.” ucap bara sambil berbisik.


“ tuan, kotak susu yang anda sebutkan itu sudah saya buang dan saya pindahkan isinya kedalam sebuah toples. “ ucap bibi ana.


Bara mencari lagi dan menemukan banyak toples dengan isi yang sama.


“ apakah susu hamil ima sebanyak ini bi ? “ tanya bara heran.


“ bukan tuan, susu hamil nyonya ima hanya satu toples yang memiliki tutup berwarna merah muda. “ jawab bibi ana.


“ bukankah bentuknya sama semua bi ? semuanya berisi bubuk yang sama.” tanya bara yang masih belum paham.


Sekali lagi bibi ana tertawa kecil melihat kepolosan bara malam itu.


“ tuan, toples lainnya berisi tepung terigu, tepung ketan, tepung tapioka, gula halus, garam halus dan lain – lain. “ ucap bibi ana sambil menahan tawanya.


Bara sangat malu mendengar semua itu dari bibi ana, bara segera meraih toples dengan tutup berwarna merah muda, lalu mengambil gelas dan sebuah sendok.


Diambilnya beberapa sendok susu dan hampir dituang air panas kedalam gelas itu.


“ tuan, hentikan ! susunya terlalu banyak. “ teriak bibi ana menghentikan tindakan bara yang sudah terlanjur menuangkan air.


“ bukankah semakin banyak semakin sehat bi ? “ tanya bara heran.


“ oh Tuhan, tuan bara.. jika susu bubuknya terlalu banyak maka susunya akan menjadi terlalu kental. selain rasanya menjadi terlalu manis, pencernaan nyonya ima harus bekerja lebih keras untuk mengolah susu kental itu, parahnya lagi nyonya ima bisa mengalami konstipasi atau susah bab karena susu yang terlalu kental. “ ucap bibi ana mencoba menjelaskan kepada bara.


Bara segera menutup mulutnya karena terkejut akan akibat perbuatan yang hampir saja dilakukannya tanpa sengaja kepada ima.


“ maafkan aku bi. aku benar – benar tidak tau. “ ucap bara dengan sangat menyesal.


“ tuan, kali ini biarkan saya membantu anda menyiapkan susu nyonya ima. kedepannya anda bisa melakukannya sendiri dengan benar. “ ucap bibi ana sambil mulai mengambil gelas dan sendok baru.


Diambilnya 2 sendok susu bubuk dan dicampur air hangat sebanyak ¾ gelas lalu diletakkannya dimeja, setelah itu bibi ana membuat sandwich dan menyiapkan beberapa buah – buahan yang sudah dipotong untuk dibawa bara kekamarnya.


“ tuan, hanya minum susu biasanya tidak akan cukup untuk wanita yang perutnya sudah mulai membesar seperti nyonya ima. bawalah sandwich dan buah – buahan ini untuknya. “ ucap bibi ana sambil menyerahkan nampan yang dipegangnya kepada bara.


“ terima kasih bi, aku sangat menghargai bantuan bibi ini. “ ucap bara sambil berjalan meninggalkan dapur dengan senyum ceria menghiasi bibirnya yang seksi itu.


Bibi ana hanya tersenyum dan mulai menutup semua lemari yang ada didapur.


Bara melangkah perlahan membawa gelas berisi susu dan makanan ditangannya.


saat sampai dikamar, bara meletakkan nampan diatas meja dekat dengan tempat tidur, diambilnya gelas berisi susu dan kembali ke tempat tidur.


“ ini susu untukmu, aku mendapatkannya dengan susah payah jadi kau harus menghabiskannya.” ucap bara sambil menyerahkan susu ditangannya kepada ima.


“ terima kasih bara, dengan senang hati aku akan menghabiskannya. “ ucap ima sambil mulai meminum susu ditangannya.


Tepat seperti perkiraan bibi ana, setelah menghabiskan susu, ima masih merasa lapar.


Mata ima tertuju ke sebuah sandwich diatas nampan.


melihat hal itu bara segera turun dari tempat tidur dan mengambil sandwich yang berada dimeja.


“ apakah kau masih lapar ? “ tanya bara yang kembali ketempat tidur sambil membawa sandwich ditangannya.


“ makanlah sandwich ini, kau tidak perlu malu.” ucap bara sambil memberikan sandwich kepada ima.


“ um.. baiklah. “ ucap ima walaupun malu ima tetap menerima sandwich itu.


Ima memberikan gelas kosong ke bara dan mulai memakan sandwichnya dengan lahap.


bara meletakkan gelas kosong itu ke meja dan kembali ke tempat tidur.


Melihat ima makan sandwich dengan lahap membuat bara tertawa, ima segera berhenti saat mendengar tawa bara.


“ apakah menurutmu aku rakus ? “ tanya ima yang mulai malu atas rasa laparnya.


“ oh.. tidak ima. menurutku sikapmu itu sangat menggemaskan, hampir – hampir aku ingin menggigitmu.” jawab bara yang masih menahan tawanya.


“ jika memang begitu bisakah kau berhenti tertawa dan membiarkanku makan dengan tenang ? “ ucap ima kesal.


“ baiklah..baiklah...aku akan berhenti tertawa. kau terlalu menggemaskan hingga aku tidak bisa berhenti tertawa. aku sungguh ingin menggigitmu ima. “ ucap bara yang mencoba berhenti tertawa.


“ benarkah sikap rakusku sangat menggemaskan ? jika itu benar tentu kau sudah menggigitku dari tadi. “ ucap ima sangat kesal dengan tawa bara yang terkesan meledeknya.


Ima pun memasukkan potongan sandwich terakhir kedalam mulutnya dan sebelum sempat menutup mulutnya...


Mata ima terbelalak dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh bara.


potongan terakhir sandwich yang belum sempat dikunyah dan sudah berada di ujung mulut ima diambil paksa oleh bara menggunakan mulut dan lidah bara.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2