My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 47


__ADS_3

Ima memandang bara yang panik dan heran didepannya..


“ rasa sakitnya seketika hilang. “ ucap ima sambil bersandar dimobil.


“ benarkah ? jadi kita akan kerumah sakit atau tidak sekarang ? “ tanya bara yang bingung.


“ tidak usah, kita pulang saja. “ ucap ima.


“ baiklah. “ ucap bara.


Paman sam segera memutar balik arah mobilnya menuju villa.


Sesampainya didepan villa, tampak bibi ana yang berlari menghampiri ima.


“ nyonya ? kenapa kembali lagi ? bukankah anda akan melahirkan ? “ tanya bibi ana panik.


“ tidak bi, rasa sakitnya sudah hilang.... “ belum sempat ima menyelesaikan kalimatnya, rasa sakit itu kembali lagi.


“ ah ! “


Ima berteriak karena rasa sakit diperutnya dimulai lagi.


“ nyonya ! “ teriak bibi ana.


“ ima !! “ teriak bara yang langsung membawa tubuh ima kembali ke dalam mobil.


“ segera kerumah sakit paman ! apapun yang terjadi kita akan tetap kerumah sakit. “ ucap bara.


Kali ini bibi ana ikut menuju rumah sakit, shane masih seperti biasa mengawasi dari jarak jauh dan tak terlihat.


“ bagaimana bisa rasa sakitnya hilang dan muncul bi ? “ tanya bara panik.


“ tuan, seperti itulah mekanisme wanita yang akan melahirkan. semakin dekat waktu melahirkan semakin sering rasa sakit itu muncul dan saat waktu melahirkan telah tiba maka rasa sakit itu tidak akan berhenti hingga sang bayi lahir. “ jawab bibi ana menjelaskan.


“ nyam “


Sekali lagi gigi ima yang sangat rapi dan kuat itu menancap dengan sempurna dileher bara.


“ ah ! “


Teriak bara merasakan sakit dibagian yang sama.


“ ima.. ima... gigitlah tanganku. jangan dileherku lagi, leherku sudah mulai berdarah.. “ teriak bara.


Bara mendekatkan lengannya ke arah lehernya dan.. “ nyam “ ..gigi ima pun berpindah ke lengan bara.


Bara hanya diam menahan sakit dileher dan lengannya, jika hal itu bisa membuat ima tenang maka dengan senang hati bara akan melakukannya walaupun dia harus menderita dan kesakitan.


Tanpa rasa bersalah sama sekali ima memandang bara dengan wajah yang mulai berkeringat lagi.


“ ima.. bolehkah gigitanmu pindah ke lenganku yang satunya ? “ tanya bara yang mulai kesakitan karena lengan kanannya sudah mulai berdarah.


Ima mengangguk..didekatkannya lengan kiri bara ke mulut ima dan.. “ nyam “


Gigi ima mendapatkan tempat gigitan baru.


Bara menahan sakit sebisa mungkin tanpa dia sadari bahwa rasa sakit yang sedang dirasakan ima saat ini 100 kali lipat lebih sakit daripada rasa sakit dilengan atau leher bara.


“ paman sam, apakah kita masih lama sampai dirumah sakit ? “ tanya bara yang masih menahan sakit dilengan kirinya yang sedang digigit ima.


“ tidak lama lagi tuan, ini adalah jam malam yang sibuk sehingga lalu lintas cukup padat tuan. “ jawab paman sam apa adanya.


“ jika ini berlangsung lebih lama, maka bukan hanya ima yang akan dirawat dirumah sakit, aku pun akan segera dirawat karena banyaknya gigitan ditubuhku paman sam ! “ ucap bara dengan geram.


Mendengar ucapan bara, paman sam semakin sering membunyikan klakson mobilnya agar dapat segera melewati padatnya lalu lintas malam itu.


Sesampainya dirumah sakit, hampir semua pegawai di ugd menyaksikan hal yang jarang bisa dilihat oleh orang lain.


Ada pula yang mulai merekamnya karena melihat pasangan yang sangat indah dihadapan mereka.


Seorang pria yang sangat tampan dan seorang wanita hamil yang sangatlah cantik.


Tapi kali ini bukan hanya karena ketampanan bara atau kecantikan ima yang menyita perhatian melainkan keadaan mereka berdua.


Seorang suami yang menggendong istrinya yang sedang hamil dengan lengannya yang berdarah dan seorang istri yang hamil besar sedang memeluk dan menggigit leher suaminya hingga berdarah.


“ pemandangan macam apa ini ? apakah mereka pasangan vampire ? “ gumam semua pegawai dan dokter yang ada diruangan ugd itu.


“ apakah mereka sepasang vampire dalam dunia nyata ? “ bisik salah seorang pegawai.


“ tentu saja ! apa kau pikir ada pria normal setampan itu ? serta tidak mungkin wanita secantik itu adalah manusia biasa. “ jawab pegawai yang lain.


Dengan rasa takut para pegawai membawa ima menuju ruang periksa dan para dokter yang tidak kalah takutnya mulai memeriksa ima dan bayinya.


“ apakah mungkin ini bayi vampire dokter ? “ tanya seorang assisten dokter kepada sang dokter sambil berbisik.


“ diamlah, aku sudah cukup gemetar saat ini ! “ jawab sang dokter dengan tangannya yang sedang gemetar.

__ADS_1


Tiba – tiba...


“ ah ! “


Ima berteriak sekuat tenaga karena perutnya semakin sakit dan tidak ada tanda – tanda berhenti seperti sebelumnya.


hal itu membuat semua pegawai dan para dokter mundur seketika karena takut diserang atau digigit oleh ima yang menurut mereka adalah vampire yang nyata karena terlalu cantiknya.


Tidak lama kemudian dokter helda datang dan segera mengambil alih pasien tetap nya itu.


“ biarkan saya yang menangani nyonya ini, dia adalah pasien tetap ku selama ini. “ ucap dokter helda sambil mulai memeriksa ima.


Alat usg dikeluarkan, dilihatnya bayi sudah siap keluar tapi tidak ada jalan yang cukup lebar untuk keluar.


Bara hanya memegangi tangan ima tanpa mampu berbuat hal lain, wajah tampan bara mulai dihiasi oleh keringat karena terlalu cemas.


Bara pun tidak perduli kepada luka gigitan disekujur tubuhnya saat melihat ima merintih kesakitan dan berusaha bertahan.


Setelah memeriksa ima dan bayi didalam perutnya, dokter helda mengecek bagian intim ima.


Betapa terkejutnya dokter helda saat tau bahwa jalan keluar untuk sang bayi sangatlah sempit.


dokter helda menatap bara dengan tatapan tajam.


“ tuan bara ! apakah kau tidak pernah melakukan hubungan suami istri sejak awal kehamilan istrimu ??! “ ucap dokter helda yang mulai marah besar.


“ apa maksud anda dokter ? saya tidak mengerti. “ jawab bara apa adanya.


“ jika anda ingin istri anda tidak menderita selamanya, maka dia harus segera dioperasi cesar. “ ucap dokter helda yang masih marah.


“ hah ? kenapa operasi dokter ? ada apa ini ? “ tanya bara keheranan sekaligus panik.


“ tuan, apakah anda tau bahwa melakukan hubungan suami istri saat kehamilan bisa membantu sang ibu untuk melahirkan secara normal ! “ jawab dokter helda ketus.


“ bagian intim nyonya ima masih seperti seorang perawan yang sangat sempit, bagaimana mungkin anaknya bisa keluar lewat sana ? “ ucap dokter helda.


“ tuan, dengan hanya bukti ini saya sangat tau bahwa anda tidak pernah menyentuh istri anda sejak awal kehamilan ! bagaimana mungkin anda bisa melakukan hal sekejam itu kepada istri anda ?” tambah dokter helda.


“ saya akan segera menyiapkan operasi cesar untuk istri anda karena rasa sakit ini tidak akan berakhir sebelum kita mengeluarkan bayinya dan bayinya tidak akan keluar jika kita tidak melakukan operasi mengingat bagian intim nyonya ima terlalu sempit. “ ucap dokter helda sambil mulai menelepon tim dokter bedah.


Bara terduduk lemas mendengar ucapan dokter helda.


“ jika tau seperti itu, tentu aku akan memperkosa ima setiap malam dan dia tidak akan menolak jika itu untuk kebaikan anaknya. “ gumam bara dalam hati.


sekali lagi disini naluri alami bara mengendalikan otaknya.


Ima sudah masuk ruang ganti bersama perawat, bara dan bibi ana menunggu didepan pintu ruang operasi.


“ apakah itu semua gigitan dari nyonya ima ? “ tanya dokter helda yang akan masuk ruang operasi.


Bara hanya mengangguk..


“ anda pantas mendapatkannya ! “ ucap dokter helda sambil berlalu masuk kedalam ruang operasi.


Bara benar – benar tidak dapat membela diri. bagaimana mungkin dia mengatakan pada dunia bahwa istrinya sendiri yang tidak mau tidur dengan suaminya karena sedang hamil anak adiknya ? bukankah itu sangat rumit ?


“ ima ! awas kau. aku benar – benar akan memperkosamu saat kau sudah sehat. “ gumam bara dalam hati dengan kesal.


Hanya butuh waktu 1 jam dan terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi.


Tidak lama kemudian ima dan bayinya keluar dari ruang operasi, ima masih tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius selama operasi.


“ tuan, selamat karena anda hari ini telah menjadi seorang ayah dari bayi perempuan yang sangat cantik ini. “ ucap dokter helda yang sudah tidak marah lagi.


Melihat anak dan istrinya selamat, bara melupakan niatnya untuk membalas dendam kepada istrinya yang telah membuatnya tampak sangat buruk didepan dokter helda.


“ sebelumnya nyonya ima sudah berpesan agar anaknya berada disampingnya dan tidak berada diruangan bayi. “ ucap dokter helda.


Bara menciumi ima yang sedang tidak sadar dan menciumi anaknya yang baru lahir.


Mereka mengikuti dokter helda ke ruang perawatan ima.


...


Setelah sampai dikamar perawatan, bara duduk disamping tempat tidur ima dan anaknya.


Bibi ana pulang kerumah sebentar untuk mempersiapkan segalanya.


“ ima, jika kau tau apa yang dikatakan oleh dokter helda, tentu kau akan menyesal karena telah menolakku selama 4 bulan ini. “ ucap bara sambil mencium kening ima yang sedang tidak sadar.


Bibi ana datang dengan semua perlengkapan yang diperlukan untuk ima dan bayinya.


“ tuan, pulang dan istirahatlah. biar saya yang menemani nyonya ima dan anaknya. “ ucap bibi ana.


“ tidak bi, aku yang akan menemani istri dan anakku. “ ucap bara.


...

__ADS_1


Pagi harinya ima baru terbangun, dilihatnya bara sedang tertidur pulas disofa kamarnya.


Anaknya sedang tidur pulas diranjang kecil disisinya.


“ nyonya ima.. anda sudah bangun. “ ucap bibi ana sambil menghampiri tempat tidur ima.


“ Sejak kapan aku tidur bi ? “ tanya ima.


“ setelah operasi selesai anda tidak sadarkan diri hingga pagi ini nyonya. “ jawab bibi ana apa adanya.


“ hah ? operasi ? siapa yang dioperasi bi ? “ tanya ima heran.


“ tentu anda nyonya, anak anda tidak bisa keluar sehingga dokter helda memutuskan anda harus dioperasi.” jawab bibi ana sejujurnya.


“ kenapa anakku tidak bisa keluar bi ? apakah anakku baik – baik saja bi ?” tanya ima panik dan hendak mendekati ranjang anaknya lalu...


“ ah ! “


Teriak ima merasakan sakit seperti teriris dibagian perutnya,


efek obat bius sudah pergi berlibur entah kemana.


Teriakan ima membangunkan bara yang baru saja tertidur.


“ ima ? apakah dia sudah sadar bi ? “ tanya bara kepada bibi ana.


Bara melihat ima yang memegangi perutnya karena sakit, bara segera menghampiri ima.


“ ima, jangan terlalu banyak bergerak dulu. kau baru saja dioperasi. “ ucap bara mengingatkan ima.


“ Kenapa bibi ana bilang anakku tidak bisa keluar dan aku harus dioperasi, bara ? “ tanya ima bingung.


Bara menarik nafas dalam – dalam dan mulai menjelaskan semuanya kepada ima.


“ apa kau ingin tau kenapa rima tidak bisa keluar dan kau harus dioperasi agar kalian berdua selamat ? “ tanya bara.


Ima mengangguk sambil masih memegangi perutnya.


“ apa kau ingat 4 bulan yang lalu saat kau menolak untuk melakukan hubungan suami istri dengan ku ? “ tanya bara.


Ima mengangguk..


“ ima.. sejak awal kehamilan kau tidak pernah melakukan hubungan intim sama sekali. hal itu yang membuat bagian intim milikmu tidak bisa dilewati oleh rima karena terlalu sempit .” ucap bara.


“ jika selama 4 bulan ini kau tidak menolakku, maka hal ini tidak akan terjadi . “ tambah bara.


“ dokter helda mengatakan bahwa hubungan intim bisa membantumu untuk melahirkan dengan normal, dia bahkan menyalahkanku atas kasusmu ini. “ ucap bara yang masih memegang tangan ima.


“ maafkan aku bara.. karena sikap keras kepalaku aku hampir membuat rima dalam bahaya. “ ucap ima sambil menangis.


“ tidak ima. kita berdua sama – sama tidak tau, dengan begini kita bisa mengambil pelajaran penting. jika aku memintamu melakukan hubungan intim, kau tidak boleh lagi menolakku. “ ucap bara sambil menambahkan sedikit keinginan pribadi kedalam kalimatnya.


Ima hanya mengangguk karena masih merasa bersalah kepada rima dan bara.


“ sudahlah, jangan sedih. kau dan rima sudah selamat. “ ucap bara sambil memeluk istrinya itu.


“ aku akan pergi kekantor karena ada rapat dengan klien. bibi ana akan menemanimu, setelah pulang kerja aku akan segera kembali kesini. “ ucap bara.


“ sebenarnya hari ini aku tidak ingin bekerja dan hanya ingin menemanimu dan rima seharian dirumah sakit.“ ucap bara seperti biasa.


“ apa kau tidak lelah mengulangi kata – kata itu setiap pagi ? “ ucap ima.


“ aku hanya jujur dan ingin membuatmu percaya bahwa aku sangat mencintaimu ima.. “ jawab bara santai.


“ bara, aku sudah mempercayaimu dan bahkan aku sudah berjanji untuk memberimu anak bukan ? “ tanya ima yang malas berdebat karena merasakan sakit diperutnya.


“ sekarang pergilah bekerja dan cari uang untuk membeli susu rima. “ ucap ima.


“ nah, seperti itu lebih baik. baiklah, aku akan berangkat bekerja istriku tercintaa... “ ucap bara yang mulai kembali ke mode manjanya.


Bara segera berdiri dan mencium rima lalu mencium bibir ima dan menghisapnya seperti biasa, setelah bibir istrinya bengkak dan kemerahan bara segera pergi dari kamar itu dengan senyum lebar menghiasi bibirnya.


Ima melihat tubuh bara yang penuh gigitan sebelum pergi menghilang dari pandangan ima, ima sangat terharu dengan apa yang telah bara lakukan untuknya selama ini.


...


Dikantor, gigitan dilengan bara tidak terlihat, tetapi leher bara yang jenjang dan putih itu tidak bisa menyembunyikan beberapa gigitan dari istrinya semalam.


Pagi itu bara menjadi hot topik dikantor karena banyaknya gigitan dilehernya, jika mereka tau bahwa gigitan dilengannya lebih banyak sudah tentu pikiran semua pegawai akan terbang liar kemana – mana.


Seperti biasa selly masuk ke ruangan bara untuk menyerahkan laporan, dengan ragu selly mulai memberi laporan.


“ tuan..apakah anda tau bahwa anda dan nyonya pagi ini menjadi hot topik di lala tube ? “ ucap selly mulai bertanya.


“ hah ? lala tube lagi ? kali ini tentang apa ? “ tanya bara heran.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2