My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 61


__ADS_3

Bara menatap papa ling dengan tatapan tajam, papa ling menjadi sedikit takut kepada bara.


Bara belum pernah bersikap seperti itu kepada papa ling sejak kecil, dia selalu menghormati kedua orang tua alma selama ini.


“ hei pelayan ! kenapa kau diam saja ! jelaskan mengapa kau mau melakukan perintah alma atau aku sendiri yang akan membunuh adikmu saat ini juga ! “ teriak bara.


Sasa terkejut, dia langsung menceritakan semuanya dari awal tentang tobat tidur hingga paket tentang obat yang dia berikan kepada alma 1 minggu yang lalu.


Sasa juga menyebutkan tentang imbalan yang akan diterima sasa berupa operasi gratis untuk sang adik.


Papa ling seolah tidak percaya dengan perbuatan alma, alma merupakan wanita yang sangat baik hati dan lemah lembut.


“ bagaimana mungkin alma berbuat hal seperti itu ? “ gumam papa ling dalam hati


Mama ling hanya menangis tersedu – sedu diruangan itu.


ima hanya diam melihat semua situasi yang sangat kacau dihadapannya, dia masih menunggu bentuk hukuman seperti apa yang akan bara berikan kepada alma.


“ apa om sudah percaya ? atas perintah alma, adik pelayan itu di operasi tanpa biaya sepeserpun dan hal itu tepat setelah aku dijebak 2 minggu yang lalu ! “ ucap bara.


Papa ling hanya terdiam membisu, meskipun dia tidak ingin percaya tapi semua bukti menyatakan bahwa putrinya telah bersalah.


Papa ling melihat keadaan keluarganya, sang istri hanya menangis disampingnya dan putri semata wayangnya hanya mampu diam membisu dan menundukkan kepala.


“ oh Tuhan, bagaimana mungkin alma bisa melakukan hal buruk seperti ini dan berbohong kepada kami ? “ gumam papa ling dalam hati.


Semua orang terdiam, suasana diruang tengah menjadi hening..hanya ada suara isak tangis sang mama yang masih menghiasi ruang tengah itu.


“ om ! alma tidak hanya menggunakan obat tidur tapi juga obat perangsang. “ ucap bara.


“ ima tidak sengaja meminum obat yang ditujukan kepadaku, jika bukan karena hal itu tentu rumah tangga bara benar – benar sudah hancur om. “ tambah bara.


Papa ling tidak mampu mengatakan apapun untuk membela dirinya ataupun keluarganya, dia sangat sadar bahwa alma benar – benar telah melakukan semua hal buruk itu.


“ malam itu saat alma mengatakan bahwa ibuku sakit, apakah itu karena dia hendak menjebak bara ? “ gumam papa ling dalam hati.


Papa ling menatap alma yang masih menunduk, putrinya itu benar – benar telah membuatnya sangat malu.


“ alma ! mari kita pulang ! kau benar – benar telah membuat papa malu ! “ teriak papa ling dengan amarah yang dipendamnya kepada putri kesayangannya itu.


“ tidak papa ! aku ingin bersama kak bara.. “ ucap alma sambil mulai menangis tersedu – sedu.


“ tidak ada gunanya lagi kau berada disini ! kau sudah berbohong kepada papa, cepat pulang dan jangan membuat papa lebih malu lagi ! “ ucap papa ling yang mulai menarik tangan alma.


“ om, tunggu sebentar. ada hal yang harus om tandatangani terlebih dahulu ! “ ucap bara yang berusaha menghentikan papa ling pergi dari rumah itu.


“ apa maksudmu bara ? “ tanya papa ling.


Bara mengeluarkan lembaran kertas yang semalam sudah dia persiapkan.


Papa ling membaca semua isi dari lembaran kertas tersebut dan dia pun terkejut.


“ apa maksudmu bara ? bagaimana mungkin kau melakukan hal ini kepada kami ? “ tanya papa ling.


“ bara hanya memastikan masa depan keluarga bara om. “ jawab bara.


Dikertas itu disebutkan bahwa jika terjadi sesuatu terhadap alma yang dilakukan oleh bara baik disengaja ataupun tidak disengaja maka keluarga ling tidak akan pernah meminta pertanggung jawaban kepada bara.


Jika perjanjian itu dilanggar maka keluarga ling bersedia memberikan rumah sakitnya kepada panti asuhan di kota jaya.


“ tapi ini berlebihan bara ! “ ucap papa ling yang merasa sangat keberatan dengan isi perjanjian itu.


“ kenapa om takut ? om hanya perlu mengawasi alma agar dia tidak menjebakku untuk ketiga kalinya. “ ucap bara santai.


“ selama om bisa mengawasi alma maka rumah sakit milik om tidak akan pindah tangan. “ tambah bara.


“ tapi.. “ ucap papa ling.


“ baiklah, kalau begitu bara hanya perlu melaporkan alma kepada pihak berwajib agar dia mendapatkan hukuman atas perbuatan jahatnya terhadap bara. “ ucap bara.


“ kak ! bagaimana bisa kau melakukan itu kepada ku ? “ tanya alma yang masih menangis.


“ alma, aku hanya tidak mau dijebak lagi olehmu dan membuat keluargaku hancur. ini demi melindungi keluargaku. “ jawab bara.


Papa ling berpikir sesaat..


“ jika alma dipenjara, maka orang – orang akan mulai mengatakan bahwa pemilik rumah sakit memiliki anak seorang kriminal. hal itu akan menghancurkan nama baik rumah sakitku. “ gumam papa ling dalam hati.


“ baik bara ! om akan menandatangani surat perjanjian ini. “ ucap papa ling.


“ om sendiri yang akan memastikan bahwa alma tidak akan bisa lagi bertemu denganmu. “ tambah papa ling.


Alma sangat terkejut dengan ucapan sang papa dan mulai memberontak.


“ papa ! apa kau sudah gila ? aku tidak bisa hidup tanpa bara ! “ teriak alma.


“ diam !! “ teriak papa ling.


“ papa akan segera mencarikan suami untukmu agar kau berhenti mempermalukan papa lebih jauh lagi. “ tambah papa ling sambil mulai menandatangani surat perjanjian dari bara.


Alma hanya bisa diam dan pasrah melihat papanya tanda tangan, hatinya telah dihancurkan oleh papanya sendiri.

__ADS_1


“ sekarang om pamit pulang, terima kasih bara karena kau tidak membawa hal ini ke pihak berwajib. “ ucap papa ling.


“ sama – sama om, bara harap kedepannya om bisa menjaga dan mengawasi alma dengan baik agar tidak berbuat hal buruk seperti ini lagi. “ ucap bara.


Alma menatap sasa dengan tatapan kebencian, karena pelayan itu mimpinya untuk menikahi bara telah hancur.


“ sasa ! aku akan membunuh adikmu ! dasar pelayan tidak tau terima kasih !! “ teriak alma sambil ditarik oleh papa ling untuk keluar dari rumah itu.


Sasa hanya menunduk karena merasa bersalah dan rasa takut akan ancaman alma.


“ sekarang lepaskan pelayan itu, dia sudah tidak berguna lagi untukku ! “ ucap bara kepada paman sam.


Ima yang sedari tadi diam mulai berkomentar melihat sasa yang kebingungan dan ingin mengatakan sesuatu tapi takut untuk mengungkapkannya.


“ sasa, apakah ada yang ingin kau katakan ? “ tanya ima.


“ nyonya, demi memberi kesaksian saya harus kehilangan pekerjaan saya. “ ucap sasa sambil menangis dalam diamnya.


Sasa benar – benar tidak berdaya saat itu, pekerjaannya adalah satu – satunya sumber penghasilan untuk keluarganya.


Orang tuanya sangat miskin hingga akhirnya sasa terpaksa menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi seorang pelayan dirumah alma.


“ sasa, memberi kesaksian adalah tanggung jawabmu. “ ucap ima


“ dengan kesaksian ini secara tidak langsung kau telah menebus kesalahanmu. “ tambah ima.


Ima berfikir sejenak, dia kasihan dengan sasa yang berdiri dihadapannya itu.


Seorang gadis yang tidak memiliki apapun dan kebingungan karena kehilangan pekerjaan, 3 mulut yang harus diberi makan oleh sasa terancam kelaparan mulai besok.


“ apakah kau mau bekerja disini ? “ tanya ima.


Semua orang terkejut mendengar tawaran ima kepada pelayan itu.


“ ima ! dia adalah seorang kriminal ! “ sanggah bara.


Paman sam dan bibi ana sebenarnya terkejut, tapi mereka tidak mampu menghentikan ima dirumah itu.


" alma merupakan otak dari tindakan kriminal ini dan kau telah melepaskannya. " ucap ima.


bara terdiam atas kenyataan yang diucapkan oleh ima.


“ aku hanya ingin tau, apakah hati seseorang bisa berubah jika kita memberinya kesempatan kedua ? “ ucap ima.


“ tapi.. “ ucap bara.


“ bara, bukankah kau pun sudah mendapatkan kesempatan kedua mu ? “ tanya ima.


Bara akhirnya menyerah dengan keputusan yang diambil oleh ima, dia tidak mau membuat ima marah atau kecewa lagi.


“ sasa, apakah kau mau menerima tawaranku ? “ tanya ima sambil melangkah menghampiri sasa yang masih berdiri disamping bibi ana.


Sasa menatap mata ima dengan penuh rasa syukur, wanita yang hampir dia hancurkan justru menjadi penyelamatnya disaat tersulit dalam hidupnya itu.


“ sa..saya..saya terima tawaran anda nyonya. “ ucap sasa yang terbata – bata karena tangisan bahagianya.


Ima menatap sasa yang berusaha mengusap air mata yang mengalir tanpa henti itu, ima ikut merasakan betapa bahagianya hati sasa saat itu.


“ terima kasih nyonya, terima kasih banyak.. “ ucap sasa yang masih berusaha berhenti menangis.


“ anda telah menyelamatkan hidup keluarga saya, setidaknya besok kami masih bisa makan. sekali lagi terima kasih banyak nyonya.. “ tambah sasa yang masih belum bisa berhenti mennagis.


“ aku hanya butuh sebuah janji darimu sasa. “ ucap ima.


“ apa itu nyonya ? saya akan melakukan apapun untuk anda ! “ jawab sasa bersemangat.


Ima tertawa kecil melihat semangat yang menyala dari wanita itu..


“ meskipun hidupmu terasa sangat sulit, jangan pernah korbankan kebahagiaan orang lain. “ ucap ima sambil memegang wajah sasa yang sudah penuh air mata itu.


Sasa tidak mampu menjawab dan hanya menangis sejadi – jadinya..


“ maafkan saya nyonya, saya telah berbuat kesalahan yang sangat fatal kepada keluarga anda. saya mohon maafkan saya nyonya ! “ ucap sasa sambil duduk dilantai dan memegangi kaki ima.


Sekali lagi ima tersenyum dengan sikap jujur sasa itu, ima bisa merasakan penyesalan yang sangat dalam dari hati sasa.


“ berdirilah, mulai hari ini kau bisa mulai bekerja sebagai assisten bibi ana. “ ucap ima.


“ bi, maukah kau menjadikan sasa salah satu assistenmu ? “ tanya ima kepada bibi ana.


“ tentu nyonya ! jika itu adakah perintah anda, maka akan saya laksanakan. “ jawab bibi ana.


“ baiklah, masalah hari ini telah selesai, silahkan kembali ke tempat masing- masing. “ ucap ima.


Ruang tengah seketika menjadi sepi, hanya ada bara dan ima yang masih membicarakan banyak hal berdua..


Rima masih tidur dengan nyenyak dengan semua keributan yang terjadi pagi itu..


...


Di rumah keluarga ling..

__ADS_1


Papa ling segera menelepon kelvin siang itu, dia berencana menjodohkan alma dengan kelvin.


“ kring..kring.. “


Ponsel kelvin berbunyi dan dia segera mengangkat telepon itu.


“ halo, selamat siang ! ada apa om ? “ tanya kelvin.


“ nak kelvin, malam ini bisakah kau datang kerumah kami ? ada hal penting yang harus om bicarakan denganmu. “ ucap papa ling.


“ baiklah om, nanti malam kelvin akan segera ke rumah om setelah pulang kerja. “ jawab kelvin.


“ baguslah kalau begitu, sampai jumpa nanti malam nak kelvin. “ ucap papa ling.


“ iya om ! “ ucap kelvin.


“ tut..tut.. “


Sambungan telepon telah diputus oleh papa ling..


“ ada apa ini ? om terlihat sangat panik dan cemas ! “ gumam kelvin dalam hati.


...


Tidak terasa suasana diluar rumah sakit sudah mulai gelap, kelvin pun mulai bersiap – siap pergi ke rumah alma.


Sesampainya dirumah alma, kelvin segera menuju pintu rumah alma.


“ ding..dong.. “


Bel rumah berbunyi, pelayan segera membukakan pintu untuk kelvin.


“ silahkan masuk tuan kelvin, tuan ling sudah menunggu kedatangan anda. “ ucap sang pelayan sambil mempersilahkan kelvin duduk diruang tengah.


Diruang tengah sudah ada papa dan mama ling, tidak terlihat ada alma sama sekali.


“ malam om, kenapa alma tidak ada om ? ” tanya kelvin.


“ alma sedang om kunci didalam kamar. “ jawab papa ling.


“ kenapa om ? apa yang terjadi ? “ tanya kelvin yang mulai panik.


“ dia sudah membuat om malu didepan bara hari ini. “ ucap papa ling.


Lalu papa ling menceritakan kronologis kejadian dari awal mulai dari kebohongan alma tentang neneknya yang sakit, obat tidur lalu obat perangsang.


Papa ling juga tidak lupa menyebutkan tentang surat kesepakatan yang telah dia setujui.


Kelvin sangat shock mendengar cerita dari papa ling, dia tidak pernah menyangka bahwa alma mampu berbuat hal sejauh itu hanya untuk mendapatkan bara.


Saat papa ling menyebutkan obat tidur , akhirnya kelvin mengerti bahwa dia juga telah dibohongi oleh alma.


“ alma ! kenapa kau berubah menjadi buruk dan jahat seperti ini ? kau bahkan memanfaatkanku ? “ gumam kelvin dalam hati dalam keadaan kesal dan sedih.


“ lalu, apa rencana om saat ini ? “ tanya kelvin.


“ om berencana menikahkan alma denganmu secepatnya. “ ucap papa ling dengan seriusnya.


“ tapi om, bagaimana dengan alma ? apakah dia setuju dengan rencana ini ? “ tanya kelvin.


“ kau tidak perlu khawatir nak kelvin, serahkan semuanya kepada om. “ ucap papa ling.


“ apakah kau bersedia menikah dengan alma ? “ tanya papa ling.


“ tentu om ! tapi.. “ ucap kelvin ragu.


Tapi kelvin tidak mau mendapatkan alma secara paksa seperti itu, dia ingin alma sendiri yang bersedia menikah dengannya.


“ aku akan membuat alma mau menikah denganmu nak kelvin, tunggu sebentar. “ ucap papa ling.


Papa ling segera meninggalkan ruang tengah dan pergi menuju kamar alma.


Dibukanya kunci pintu dan papa ling masuk kedalam kamar serta mengunci kembali pintu kamar alma.


Alma masih termenung disamping jendela, jejak air matanya masih membekas, matanya mulai membengkak karena banyaknya dia menangis.


Papa ling sebenarnya sedih melihat kondisi anaknya itu, tapi dia tidak memiliki pilihan lain.


Papa ling sadar, jika dia membiarkan alma bertindak semaunya maka rumah sakit yang sudah diperjuangkan selama puluhan tahun olehnya bisa terancam tutup.


Papa ling perlahan mendekati alma, alma yang termenung tidak melihat ke arah papanya sama sekali.


“ alma, kelvin berada dibawah. papa akan menikahkanmu dengan kelvin secepatnya. “ ucap sang ayah.


Alma segera menoleh ke arah papanya, ditatapnya papanya itu dalam – dalam.


“ aku tidak mau ! “ ucap alma sambil kembali menatap keluar jendela.


Papa ling sudah tau jawaban yang akan diberikan oleh alma, dia pun sudah mempersiapkan rencana lain untuk membuat putrinya itu setuju dengan pernikahan itu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2