
Bara tidak mampu mengatakan apapun dan hanya diam. tanpa menoleh ke arah bara, ima bertanya sekali lagi.
“ bara, apakah kau tidak akan pergi mandi ?” tanya ima santai.
“ jika aku mandi sekarang tidakkah kau malu jika melihatku tanpa busana !” ucap bara yang marah dengan sikap ima yang terkesan tidak lagi memiliki perasaan sebagai manusia.
“ kenapa aku harus malu ? bukankah semua tubuh pria sama ? kebetulan aku membenci pria, jadi walaupun kau berdiri dihadapanku tanpa busana itu bukan masalah buatku. aku hanya tau bahwa semua pria adalah pengkhianat!!!” ucap ima sambil melangkah keluar kamar untuk sarapan.
Bara benar – benar sedih melihat ima berubah seperti itu.
sekali lagi wajah tampan bara diselimuti oleh kesedihan yang mendalam.
“yori.. kenapa kau membuat ima seperti ini !!” gumam bara dalam hati dengan sangat sedih dan marah.
Yori sudah berada dimeja makan, dia melihat wanita yang sangat cantik keluar dari kamar kakaknya.
yori masih percaya bahwa kakaknya tidak akan mengecewakannya dengan meniduri ima.
“ ima, apakah kau mau pergi kekantor bersamaku ?” tanya yori yang berusaha membuat ima kembali padanya.
“ yori, apakah kau suamiku ? kau tidak memiliki hak untuk bersamaku berangkat kekantor saat aku sendiri memiliki suami yang sah.” tanya ima dengan dinginnya.
yori terdiam seketika, dia syok dengan kata – kata menyakitkan yang keluar dari mulut wanita yang dicintainya itu.
Bara turun untuk bergabung dimeja makan.
“ bara, bisakah mobil kita dipisah dengan mobil yori ? " tanya ima kepada bara.
Bara terkejut dengan permintaan ima yang sangat mendadak itu.
“ ima, bagaimana mungkin kau tega memisahkan aku dengan adikku ?” tanya bara sedikit marah.
“ apa kau tidak terima ? Kalau begitu aku akan pergi kekantor sendiri tanpa kalian berdua agar para pegawai tau bahwa pernikahan kita hanyalah pernikahan palsu !” ucap ima sambil berhenti sarapan dan hendak pergi dari meja makan.
Bara segera menghentikannya dan meraih tangan ima.
“ tunggu, aku akan menurutimu ! jangan biarkan dunia tau bahwa pernikahan kita hanyalah trik untuk menyelamatkan perusahaan.” ucap bara.
“ jika begitu, bisakah kau lepaskan tanganku ? aku tidak nyaman disentuh oleh laki – laki dan aku akan menunggumu didalam mobil.” ucap ima sambil melangkah keluar rumah.
Lagi – lagi sikap dingin ima membuat para penghuni rumah hanya bisa diam seribu bahasa.
“ yori, apakah kau lihat akibat perbuatanmu ? Ima saat ini tidak lagi memiliki perasaan sebagai manusia. dia berubah menjadi sangat dingin. saat ini aku hanya bisa menuruti semua kemauan ima mengingat dialah yang menyelamatkan perusahaan kita dari perbuatan konyolmu itu.“ ucap bara sambil mengusap air matanya.
“ ima bahkan mengatakan bahwa dia membenci laki – laki karena dimatanya semua laki – laki adalah penghianat...” ucap bara sambil melangkah keluar rumah menyusul istrinya.
Lagi – lagi yori terdiam, tangannya meletakkan sendok makan yang sedang dipegangnya.
nafsu makan yori tiba - tiba hilang saat itu juga.
ima yang dikenalnya sudah hilang karena kesalahannya sendiri.
...
Pagi itu dikantor, bara mengatur posisi ima sebagai sekertaris pribadinya.
Selly diubah posisi menjadi sekertaris yori.
Semua pegawai mulai bergosip tentang hubungan mereka.
" bukankah ima adalah istri tuan yori ? kenapa sekarang menjadi istri tuan bara ? dia benar – benar pandai menggoda pria, kakak dan adik bertekuk lutut dihadapannya.” bisik salah seorang pegawai.
ima yang sedang mengatur perpindahan posisi dengan selly, tidak sengaja mendengarnya dan tidak perlu menunggu lama ima pun segera bertindak saat itu juga.
kakinya yang ramping berjalan anggun menghampiri pegawai yang baru saja menggosip.
“ siapa namamu ? “ tanya ima kepada pegawai wanita yang baru saja menggosip.
“li..lina nyonya.”jawab lina ketakutan.
“ mulai besok kau tidak perlu bekerja lagi disini karena perusahaan ini tidak memerlukan pegawai yang tidak bisa menjaga mulutnya.” ucap ima dengan nada dinginnya.
“ maaf nyonya, maafkan saya..saya tidak akan bergosip lagi tentang nyonya. tolong jangan pecat saya.” ucap lina memohon kepada ima.
kaki lina menjadi lemas tak bertenaga dan secara otomatis berlutut didepan ima.
“ jika kau tidak tau kebenaran tentang ku, seharusnya kau selidiki terlebih dahulu bukan malah menyebarkan kebohongan yang bisa membuat nama baikku hancur ! jika nama baikku hancur, begitu juga nama baik bara dan perusahaan ini. apakah kau tau bahwa kesalahanmu sangat fatal ?” tanya ima dengan tatapan dinginnya.
__ADS_1
tubuh indah ima berdiri dengan kokohnya dihadapan lina yang membuat lina semakin ketakutan dan tubuhnya gemetar.
" cicilan rumah, cicilan motor, cicilan hp..oh.. bagaimana bisa dibayar kalo aku dipecat ?" gumam lina dalam hati.
“ iya nyonya, saya tau dan paham atas kesalahan saya. saya mohon maafkan saya.." ucap lina memohon sekali lagi seraya menitikkan air mata mengingat semua cicilan yang dia miliki.
Ima yang memaksakan diri agar menjadi orang yang jahat tidak bisa membohongi hati nya yang baik.
ima menarik nafas dalam - dalam, wajah cantiknya terlihat sedih, bibirnya digigit kuat agar tidak menangis melihat pegawai yang sedang berlutut dihadapannya.
" kenapa aku jadi seperti ini ? aku tidak suka diriku yang sekarang !" gumam ima dalam hati.
“ baiklah aku memaafkanmu. Katakan pada semua pegawai tukang gosip yang kau temui. jika ada yang melakukan hal fatal sepertimu dan merusak nama baikku, maka aku akan segera memecatnya saat itu juga.” ucap ima sambil meninggalkan pegawai itu.
Selly yang melihat ima menjadi takut dan takjub sedangkan bara yang keluar dari tadi hanya menyaksikan tanpa ikut campur sedikitpun.
“ima, kebaikan hatimu masih ada disana. jangan biarkan rasa sakit di hatimu menjadikanmu jahat, itu bukan sifat aslimu...aku akan berusaha semampuku untuk menyembuhkan rasa sakit dihatimu !” gumam bara dalam hati.
ima melangkah perlahan menuju toilet sambil menahan air matanya yang hampir jatuh, dia menangis sesaat didalam sana dan membuat suara tangisannya sepelan mungkin agar tidak ada yang mampu mendengarnya.
" harusnya aku tidak kembali kesini... " gumam ima yang menangis dalam diam.
Tau bahwa akar dari semua masalah dan perubahan pada diri ima adalah kebodohan yori, maka bara segera memenui fio di paradise klub.
bara merekrut bodyguard untuk yori, fio yang sudah terbiasa hidup didunia hitam tau banyak tentang hal seperti itu dan menyarankan agar bara menggunakan jasa shadow, bodyguard yang hanya melindungi dari tempat yang tak terlihat.
“ shadow akan menjaga adikmu tanpa dia sadari, tapi bayarannya cukup mahal.” ucap fio.
“ uang bukan masalah bagiku, yang terpenting adikku tidak lagi menemui wanita bernama risa. aku akan memberikan foto wanita itu agar shadow bisa mengenalinya.”ucap bara sambil bersiap melangkah keluar klub.
“bara, tidakkah kau ingin menghabiskan malam disini ? banyak wanita baru disini.” rayu fio yang ingin menahan bara di klubnya.
“ aku sudah 3 tahun tidak menyentuh wanita. aku hanya akan tidur dengan wanita yang aku cintai yaitu istriku dan jika istriku tau aku tidur dengan wanita lain, nasibku akan lebih buruk dari adikku saat ini..” jawab bara sambil melangkahkan kakinya meninggalkan klub.
" mana mungkin aku berani tidur dengan wanita lain saat aku tau resikonya ? ima akan mencincangku jika itu terjadi. " gumam bara dalam hati.
...
Sudah seminggu risa mengamati gerak gerik yori dan tau semua jadwal yori, saat yori sedang makan siang di salah satu restoran langganannya, pria bayaran risa sudah siap dengan obat ditangannya.
pria itu memasukkan obat kedalam kopi milik yori.
Saat yori melihat risa, diletakkannya kopi diatas meja dan mulai mengepalkan tangannya.
" kenapa wanita jahat ini muncul lagi ? " gumam yori dalam hati.
Melihat kejadian itu shadow segera menghubungi bara, bara sangat terkejut dan segera berdiri dari tempat duduknya.
dengan santai risa berjalan dan duduk didepan yori.
yori hanya diam dan menahan amarahnya.
“ risa ! bukankah aku sudah mengatakan hal yang sangat jelas kepadamu seminggu yang lalu ?” tanya yori kesal.
“ aku masih mencintaimu yori, apakah kau tidak mengerti ? aku yakin kau masih mencintaiku. tidakkah kau ingat janji kita untuk menikah setelah kita lulus kuliah ?” tanya risa mulai menangis dengan pilunya.
“ iya, setelah kita lulus aku kecelakaan dan cacat lalu kau meninggalkanku tanpa ada kabar sama sekali dan saat aku sudah berjalan kau datang kepadaku. bukankah kau aneh risa ?“ tanya yori yang mulai luluh dengan tangisan risa.
perlahan yori melepas kepalan tangannya, dia mengingat janji mereka berdua.
“ bukankah aku sudah mengatakan padamu ? saat itu aku bingung dan frustasi, sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu yori.” jawab risa sambil mulai menangis buaya.
Hati yori hampir saja luluh sekali lagi, bagaimana pun yori pernah mencintai risa dengan sepenuh hatinya.
yori sudah mencoba melupakan risa, tapi saat risa berada didepannya, yori tidak bisa berbuat apa - apa untuk membuat risa terluka.
“ risa, aku tau bahwa kau menipuku saat aku datang ke kafe pelangi. aku marah padamu karena hal itu membuat ima menceraikanku. aku akan memaafkanmu jika kau tidak menemuiku lagi...” ucapan yori tidak selesai karena kepalanya mulai pusing.
“maafkan aku yori, aku tidak memiliki cara lain untuk memilikimu dan membuatmu mau menikah denganku.” gumam risa dalam hati.
Risa tau bahwa obat dalam kopi yori sudah memperlihatkan efek dan segera membawa yori keluar dari restoran itu menuju hotel.
shadow mengikuti mereka dan menghubungi bara sekali lagi untuk menanyakan langkah selanjutnya.
“ ikuti mereka, aku akan segera menyusulmu.” jawab bara panik sambil bergegas keluar dari kantornya.
“ ima, aku akan keluar sebentar. jika ada yang mencari, katakan bahwa aku sedang ada urusan penting.” ucap bara sambil melangkah keluar kantor dengan tergesa – gesa.
__ADS_1
ima yang melihat bara keluar tergesa –gesa sebenarnya penasaran dan ingin mengikutinya, tapi setelah melihat file proyek ditangannya, dia memutuskan untuk menyelesaikan laporan yang ada ditangannya itu terlebih dahulu, toh saat dirumah dia bisa menanyakannya kepada bara secara langsung.
“ tapi aku sangat penasaran ! aku akan meminta bantuan selly untuk hari ini. " gumam ima dalam hati.
ima berlari menemui selly dan menyerahkan berkas tersebut lalu meminta sopir untuk mengikuti bara.
Shadow menghubungi bara dan memberitahukan lokasi hotel.
Bara segera melaju menuju hotel tersebut.
Sesampainya dihotel bara segera meminta informasi kepada pihak hotel.
“ permisi, saya ingin menanyakan nomor kamar hotel yang dipesan atas nama risa. saya ada janji bertemu dihotel ini. “ tanya bara kepada bagian resepsionis.
sang resepsionis mengecek data dikomputernya beberapa saat.
“nomor 151 tuan.” jawab sang resepsionis.
Setelah mengetahui nomor kamar, bara segera berlari menuju kamar hotel tersebut.
Didalam kamar hotel, yori yang sudah mulai kehilangan kesadaran melihat risa sebagai ima.
yori menciumi risa dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
Yori membuka baju risa dan menciumi sekujur tubuhnya, dia pun mulai membuka jas dan kemejanya.
“ BANG“
suara pintu kamar hotel ditendang oleh bara.
risa yang merasa terganggu membuka pintu kamar hotel tanpa merasa curiga sama sekali.
Mata risa terbelalak lebar saat melihat bara berdiri didepannya, tubuhnya gemetar ketakutan melihat mata bara yang dipenuhi kemarahan.
" bagaimana bisa bara mengetahui tempat ini ? apa pria bayaranku telah bekerjasama dengan bara ? sialan ! awas kau, aku akan meminta uangku kembali ! " gumam risa dalam hati dengan tubuh yang masih gemetar.
“ ba..bara ? ke..kenapa kau ada disini ?” tanya risa gugup dan panik.
Bara melihat pria setengah telanjang yang berada dibelakang tubuh risa, yori yang sudah hilang kendali memeluk risa dengan erat sambil menciuminya.
“ PLAK!! “
Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat dipipi risa dan membuat risa seketika terjatuh ke lantai.
bara menarik adiknya yang sudah hilang kendali dari tubuh risa.
ima yang baru saja datang sedang bertanya kepada resepsionis tentang laki – laki yang baru saja masuk.
“ oh, apa maksud anda tuan yang sangat tampan tadi ?” tanya resepsionis.
“ iya, tuan yang sangat tampan. saya adalah sekertarisnya dan saya harus segera menemuinya karena perusahaan kami akan bangkrut jika saya tidak menemuinya sekarang juga.” ucap ima meyakinkan sang resepsionis dengan aktingnya.
“ baiklah, dia menuju kamar 151 nona.” jawab sang resepsionis.
dengan langkah teratur ima menuju kamar tersebut.
...
Didalam kamar bara menatap risa dengan penuh kebencian sambil menahan tubuh yori yang sudah hilang kendali.
“ apa kau gila ? apa kau sadar apa yang telah kau lakukan dan apa akibatnya ? “ teriak bara sambil memegangi yori yang lemas karena pengaruh obat perangsang.
“ bu..bukan aku ! Ini kemauan yori sendiri..aku tidak bersalah.” jawab risa mulai berbohong karena takut.
“ jika ini kemauan yori sendiri, apa perlu dia minum obat perangsang untuk dirinya sendiri ? bukankah kau pembohong yang sangat pintar ?” tanya bara sambil membawa yori keluar dari kamar.
betapa terkejutnya dia saat melihat wanita cantik yang berurai air mata dan berada tepat di luar pintu hotel.
“ i..i..ima..?? I..ini bukan seperti dugaanmu, aku mohon jangan salah faham kepada yori.” ucap bara gugup karena terkejut.
ima hanya berdiri tanpa bergerak satu langkah pun karena syok mendalam.
air mata yang ditahan oleh ima mulai menunjukkan eksistensinya.
wajah ima memerah karena marah yang tertahan.
Risa yang melihat ima berada disana tidak menyia – nyiakan kesempatan dan segera
__ADS_1
menghampiri ima dengan hanya memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
Bersambung..