
“ otak manusia adalah elemen penting selain jantung tuan, saya harap anda bisa mulai mempersiapkan diri. “ ucap sang dokter.
Bara hanya diam dengan kepala tertunduk dan membiarkan sang dokter pergi dari kamar itu.
Paman sam dan bibi ana mulai menangis dalam diam mereka.
Alma yang menyaksikan dan mendengar kejadian itu sangatlah bahagia.
“ wah, ternyata Tuhan berada dipihakku. “ gumam alma dalam hati
Melihat kesempatan itu alma menjadi sedikit lega, setidaknya satu – satunya penghalang cintanya kepada bara telah hilang.
Alma mendekati bara yang masih terduduk lemas dan menunduk serta memegangi tangan ima.
“ bara, aku akan merawat anakmu dengan baik. bagaimanapun aku adalah sahabatmu dan calon istrimu. “ ucap alma.
Bara tidak menghiraukan alma, dikepalanya hanya ada ima.
" ima tidak mau bangun lagi karena aku ! " gumam bara dalam hati.
“ ima..maafkan aku. “ ucap bara sambil menangis dan memegang tangan ima.
Diciuminya tangan ima, diciuminya pipi dan kening ima.
“ bangunlah sayang..aku akan memberikan nyawaku untukmu. bangunlah sayangku.. “ ucap bara dengan air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya.
“ ambillah nyawaku, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku ima...aku tak akan bisa hidup tanpamu. “ ucap bara yang mulai berkata pada diri sendiri seperti orang gila.
Bara seakan tidak melihat orang lain dan hanya melihat ima yang terbaring tidur tak bergerak dihadapannya.
Bara jatuh kedalam jurang dalam tak bertepi yang telah dia buat sendiri.
Karena kebaikannya, bara telah dimanfaatkan oleh alma.
Orang baik selalu dimanfaatkan oleh orang jahat maka dari itu kita semua harusnya lebih bijaksana dalam memilih sahabat atau teman ya..
Tapi jika ada sahabatmu yang mengkhianatimu, maka itu adalah permainan takdir untuk menguji dan memperingatkan dirimu.
Dengan semua ujian itu maka kau akan menjadi orang yang lebih baik dan lebih bijaksana di masa depan.
....
‘ tidak ada sahabat antara laki – laki dan perempuan, satu diantara mereka berdua selalu memiliki rasa dan saat perasaan itu tak terbalas maka cinta itu kan membutakan sahabatmu itu dan berusaha menghancurkanmu. '
‘ saat kau sudah menikah maka kewajibanmu adalah terhadap istrimu serta keluargamu dan bukan kepada orang lain terlebih lagi kepada lain jenis. ‘
...
Dengan adanya ujian ini takdir berharap bara dan ima mampu memberi batas antara sebuah keluarga dan orang luar.
Meskipun niat bara dan ima adalah untuk menolong hidup orang lain ? bukan seperti itu...
Alma memiliki orang tua, sahabat, teman dan bahkan pelayan tapi kenapa harus bara yang membeli obat ? harusnya bara dan ima berfikir jauuhh sebelum akhirnya niat baik mereka dimanfaatkan dengan baik oleh orang lain.
Jika kau menemukan orang kecelakaan dan membutuhkan bantuanmu sedangkan tidak ada orang lain, maka itu adalah kewajiban kalian sebagai manusia untuk menolong orang itu, beda kasus dengan alma.
Maka, bijaksanalah wahai para kaum muda..saat ini terlalu banyak orang jahat yang ingin memanfaatkan kebaikan kalian.
Bara disadarkan oleh suara tangis rima yang memecah suasana hening dirumah itu.
“ rima ? “ tanya bara.
Bara segera menghampiri anaknya yang menangis dipangkuan bibi ana.
Bara benar – benar tidak melihat alma sama sekali, dikepalanya hanya ada ima dan rima
Melihat bara yang seperti orang bingung membuat alma kesal.
“ sedalam itukah kau jatuh cinta kepada wanita itu ? jika begitu maka aku harus membuatnya benar – benar tidak bisa bangun lagi. “ gumam alma dalam hati, rasa cemburu didalam hati alma benar – benar telah membunuh jiwanya sendiri.
Setelah menenangkan rima, bara mulai sadar sedikit demi sedikit.
“ bi, malam ini biar aku tidur bersama rima dan ima, mungkin dengan adanya rima maka ima bisa segera bangun. “ ucap bara.
“ bara, aku akan membantumu merawat rima. “ ucap alma.
“ alma, aku memang sudah berjanji menikahimu. tapi bisakah kau diam dulu untuk saat ini ? “ tanya bara.
“ bibi ana, siapkan kamar tamu yang lain untuk alma agar dia bisa tinggal disini. “ ucap bara.
Dengan berat hati bibi ana menuruti perintah bara, bibi ana sangat membenci bara saat itu.
“ bagaimana mungkin nyonya ima tidak pingsan mendengar tuan bara telah tidur dan bahkan akan menikahi wanita lain ? oh Tuhan, selamatkanlah nyonya ima. “ gumam bibi ana dalam hati.
“ tapi bara, bukankah kita akan menikah minggu depan ? kenapa kita harus pisah kamar ? “ tanya alma
“ alma, aku benar – benar sedang tidak ingin berdebat. “ ucap bara sambil masuk kedalam kamar bersama rima.
Alma pun harus menyerah, jika dia memaksa bara lebih jauh bisa – bisa bara malah mengusirnya dan memilih dipenjara, jika terbukti bahwa bara tidak bersalah maka hidup alma akan terancam.
__ADS_1
...
Malam itu bara meletakkan rima ditengah – tengah tempat tidur.
“ rima, ibumu sedang tidur..apakah kau bisa membangunkannya ? “ tanya bara.
“ kau adalah jantung ibumu, jangan biarkan ibumu tidur selama – lamanya, ok ? “ tanya bara lagi.
Bara malam itu seperti orang gila yang berbicara dengan diri sendiri dan kadang berbicara kepada ima yang tak sadarkan diri.
Rima yang tidak tau apa – apa hanya perduli dengan susu botolnya dan segera tidur.
“ ima, lihatlah..rima sudah tertidur. bukankah dia sangat cantik ? “ tanya bara kepada ima .
“ saat rima besar nanti, akankah kecantikannya kita tutupi sepertimu ? “ tanya bara lagi.
“ ima sayangku, cepatlah bangun dan hiduplah bahagia bersama rima. aku dengan senang hati akan mati ditanganmu dengan cara apapun yang kau sukai. “ ucap bara sambil memandangi wajah ima yang jiwanya entah sedang pergi kemana.
...
1 minggu kemudian..
Jiwa ima sedang melayang terbang bebas mengelilingi galaksi, jiwanya terbang kesana kemari tanpa tujuan pasti, dilihatnya ada sebuah bintang yang sangat cantik sedang berkelap kelip seolah memanggilnya.
Jiwa ima menghampiri bintang yang indah itu, saat sudah berada cukup dekat, dilihatnya wajah rima didalam bintang itu.
Didalam bintang itu ima melihat rima sedang sendiri dan menangis menunggu ibunya kembali.
“ rima ? “ ucap ima perlahan dengan mata yang masih tertutup dan tubuh yang belum bisa bergerak.
Tidak ada yang mendengar suara ima karena dikamar itu tidak ada siapapun.
Pagi itu bara hendak pergi kekantor seperti biasa, rima pun sudah bersama bibi ana.
Alma menyiapkan sarapan untuk bara sejak berada dirumah itu, shane seperti biasa tidak pernah keluar kamar dan selalu bersembunyi hingga alma pun tidak menyadari bahwa ada orang lain yang tinggal dirumah itu bernama shane lang.
“ bi, mana masakan yang telah kau buat ? “ tanya bara.
“ gurame asam manis dan cap cay tuan. “ jawab bibi ana.
Bara segera mengambil lauk yang dimasak oleh bibi ana dan mulai menyantap sarapannya.
“ kak,kenapa kau tidak pernah memakan masakanku ? apakah kau tidak suka ? “ tanya alma.
“ alma, aku tidak mau berdebat denganmu. aku hanya suka memakan masakan bibi ana. “ ucap bara.
“ aku hanya marah kepada diriku sendiri, bisakah kau diam ? kita sedang sarapan. “ jawab bara.
“ kak, besok kita akan menikah. kenapa kau dingin kepadaku ? kau yang memintaku tidur denganmu. kenapa kau seolah – olah marah kepadaku ? “ tanya alma.
“ alma ! apa kau tau apa kesalahanmu ? kenapa kau tidak menolakku saat itu ?!! kau tau bukan bahwa aku sudah memiliki anak dan istri !” teriak bara.
“ aku mencintaimu kak, sejak kecil aku sudah mencintaimu.. bagaimana mungkin aku bisa menolakmu ? “ jawab alma yang mulai menangis.
" asal kau tau, aku mencintai ima sejak 5 tahun yang lalu tapi aku masih bisa menahan diri demi kebahagiaannya bersama yori !! tidak seperti cinta butamu itu !!" teriak bara yang tidak perduli dengan air mata alma.
" cintamu itu hanya bisa merusak kebahagiaan orang lain !! " teriak bara lagi.
“ kau cinta padaku ? tapi aku tidak mencintaimu sama sekali, aku hanya menganggapmu sebagai adikku dan tidak lebih. “ ucap bara.
“ meskipun begitu aku tetap mencintaimu kak, aku bahkan rela menjadi istri keduamu.. “ ucap alma.
“ alma ! meskipun kau mencintaiku, tidak bisakah kau menahan diri ? tindakanmu itu bisa menghancurkan rumah tangga orang lain ! “ teriak bara.
“ aku tidak tau bagaimana aku bisa memintamu, tapi setidaknya kau bisa menolak dan tidak harus menghancurkan rumah tanggaku ! “ tambah bara sambil berdiri dari tempat duduknya, bara seketika berhenti sarapan.
Bara benar – benar marah dan kesal tidak hanya kepada dirinya sendiri tapi juga kepada alma.
Karena kebodohan bara, sudah satu minggu ini ima belum juga bangun.
Bara tidak mau membentak alma lebih jauh lagi dan memilih meninggalkan meja makan.
Bara segera keluar dari rumah itu tapi bukan untuk menuju kantor melainkan menuju rumah keluarga ling.
Sesampainya dirumah keluarga ling, bara segera menemui orang tua alma.
“ ding..dong.. “
Bel pintu rumah keluarga ling berbunyi dan pelayan segera membukakan pintu.
“ oh ! selamat siang, ada keperluan apa anda kemari tuan ?” tanya sasa yang terkejut melihat bara lagi.
“ aku ingin bertemu dengan om dan tante ling.” ucap bara.
Bara pun dipersilahkan masuk dan duduk diruang tengah sementara sang pelayan memanggil tuan rumah.
Sikap terkejut sasa membuat bara merasa aneh dan mulai ingat bahwa pelayan itu yang menawarkan teh kepadanya malam itu.
" bukankah ini pelayan waktu itu ? kenapa dia gugup melihatku ? aku tau bahwa aku memang sangat tampan. " gumam bara dalam hati.
__ADS_1
Papa ling dan mama ling menghampiri bara dan duduk bersama diruang tengah.
Bara sudah memikirkan rencana ini sejak satu minggu yang lalu, dengan ini setidaknya dia bisa menunggu hingga ima bangun.
“ ada apa bara ? “ tanya papa ling.
“ om, aku hanya akan menyampaikan sesuatu. jika besok aku harus menikahi alma maka om harus bersiap – siap, karena alma akan memiliki suami yang miskin dan tidak memiliki apapun. “ ucap bara.
“ apa maksudmu ? “ tanya papa ling terkejut.
“ perusahaanku telah bekerja sama dengan perusahaan asing yang pemiliknya bernama michael.
Michael mau bekerja sama denganku karena aku setia kepada ima yang merupakan istriku satu - satunya.
Perusahaan kami memiliki kesamaan yaitu menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.” ucap bara.
“ Michael adalah pemilik pusat bahan baku terbaik didunia, jika aku sampai kehilangan kontrak kerja sama karena aku harus menikahi wanita lain, maka perusahaanku akan terbengkalai dan para klien tidak akan menggunakan jasa dan produk kami lagi. “ tambah bara.
“ apa kau akan lari dari tanggung jawab untuk menikahi alma ? “ tanya papa ling.
“ bukan begitu om, aku akan menikahi alma setelah mendapatkan pengganti michael. aku harus melakukan survei data agar bisa mencari supplier bahan baku yang baru untuk menggantikan michael dan menikahi alma. “ ucap bara.
Papa ling diam sejenak dan mulai berfikir.
“ aku mau menikahkan alma karena bara adalah pria terkaya dan terhormat dikota ini. tanpa itu bagaimana hidup putriku kelak ? orang – orang akan memandang rendah rumah sakitku dan mulai memilih rumah sakit yang lain. “ gumam papa ling dalam hati.
“ reputasi rumah sakit dan hidup kami bisa berantakan jika bara jatuh miskin. “ gumam papa ling dalam hati sekali lagi.
“ baiklah, berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk mendapatkan pengganti michael ? “ tanya papa ling.
“ aku belum bisa memastikannya karena aku belum mulai mencari data. “ ucap bara.
“ tetap saja kau harus menentukan batas waktunya. “ ucap papa ling.
“ aku akan segera memberitahu kalian saat aku sudah memegang data orang itu dan berhasil menjalin kerjasama dengannya. “ ucap bara.
Kali ini papa ling tidak bisa memaksa karena masa depan keluarga ling dipertaruhkan.
“ jika saja alma tidak bodoh dan melakukan itu dengan bara. “ gumam papa ling dalam hati.
Papa ling sekilas teringat dengan kelvin yang sudah lama mencintai alma.
“ walaupun alma sudah tidur dengan bara, aku yakin bahwa kelvin akan tetap menerimanya sebagai istri. “ gumam papa ling dalam hati.
“ baiklah, beri kabar kepadaku secepat mungkin. “ ucap papa ling.
“ kalau begitu aku akan pergi dulu om karena hari ini aku akan mulai mencari data. “ ucap bara sambil pergi dari rumah keluarga ling.
Sepanjang perjalanan kekantor, bara sangat bahagia.
Setidaknya bara bisa menunda pernikahannya dengan alma.
Sebenarnya semua proyek yang menggunakan bahan baku dari michael sudah selesai dan bara bisa saja mengakhiri kerjasamanya.
Bara menggunakan michael untuk menunda pernikahannya dengan alma.
...
Malam harinya..
Seperti biasa, bara tidur dikamarnya bersama rima dan ima yang belum bangun dari tidur panjangnya.
Alma sangat gelisah, sejak awal alma tinggal dirumah itu bara tidak menganggap keberadaannya sama sekali.
Setiap pulang kerja bara selalu masuk kamar dan hanya keluar pagi harinya saat akan pergi kekantor.
Alma pun kesal, bara juga tidak membuka omongan tentang pernikahan mereka yang akan diadakan besok.
Dengan hati yang kesal dan marah, alma menghampiri kamar bara.
“ tok..tok.. “
“ bara, ini alma. ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu. “ ucap alma.
Dengan malas bara membuka pintu kamarnya.
“ ada apa ? bisakah kau pelankan suaramu ? anak dan istriku sedang tidur !” ucap bara dengan nada kesal.
“ bisakah aku masuk terlebih dahulu ? kita bisa bicara sambil duduk. “ ucap alma.
“bicara disini saja, sekarang ! “ ucap bara.
Alma terkejut, bara mulai dingin sekali kepadanya.
“ begini, besok adalah hari pernikahan kita tapi kita belum melakukan persiapan apapun. “ ucap alma yang masih berdiri didepan pintu.
“ alma, aku tau bahwa aku membuat kesalahan dan aku hanya perlu menikahimu bukan ? jangan berharap lebih dari itu. menikahimu sudah lebih dari cukup untuk membayar kesalahanku kepadamu. “ ucap bara.
Bersambung..
__ADS_1