
saat yori mengatakan bahwa bara jatuh cinta kepada ima, seketika itu juga ima tidak mempercayai ucapan suaminya itu.
“ iya, tampaknya kakakku jatuh cinta pada mu. ” ucap yori tidak bisa menutupi kebenaran yang membuat hatinya gundah.
“ hah ? jatuh cinta ? apakah kau sedang tidak sehat suamiku ? kau tau bukan, aku dan dia seperti air dan minyak, setiap kami bertemu tidak akan pernah bisa menyatu. dia membenciku hingga kedalam tulangnya. ” ucap ima heran.
“ istriku, kakakku mengatakan bahwa dia jatuh cinta kepada bidadari dalam mimpinya. ” ucap yori menjelaskan perlahan.
“ maksudmu dia masih ingat wajah asli ku saat dia terbangun ??? benarkah itu ? apakah aku harus menjadi buruk rupa agar dia tidak menyerangku lagi ? bagaimana menurutmu suamiku ? ” tanya ima dengan wajah panik.
“ bagaimanapun, 3 tahun dari sekarang kita akan memberitahukan kebenarannya pada kakakmu ! bagaimana ini ? “ tambah ima.
Melihat istrinya panik, yori lebih panik lagi.
Jika istrinya yang cerdas bisa panik, apalagi yori yang kepalanya jarang memunculkan ide– ide unik.
“ tenang istriku, masih ada waktu 3 tahun lagi. mungkin kakakku bisa jatuh cinta lagi dengan wanita lain. " jawab yori menenangkan istrinya.
“ benar juga, kita harus mencarikan istri untuknya dalam waktu 3 tahun ini. bagaimana menurutmu suamiku ? dia tidak boleh jatuh cinta kepadaku, bagaimanapun aku adalah istrimu dan hanya bisa menjadi milikmu. aku tidak mau bersama orang lain ! ” ucap ima sambil cemberut.
Mendengar ucapan istrinya yori tersenyum dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
“ aku tau.. kau sangat mencintaiku sampai - sampai kau rela menjadi pembunuh jika aku berani tidur dengan wanita lain bukan ? ”ucap yori mulai menggoda istrinya.
ima hanya diam dan mencium bibir yori tanpa ampun, malam itu mereka berdua sangat bahagia.
...
Pagi harinya..
Ima sudah bangun dan bersiap, begitu juga yori dan paman sam.
Bara sudah terlebih dahulu berangkat ke kantor dikarenakan ada meeting yang kemarin ditunda karena dia tidak berangkat ke kantor.
ima, yori dan paman sam segera pergi ke rumah sakit setelah sarapan.
Seperti biasa, sesampainya dirumah sakit, ima dan yori menunggu didepan ruangan dokter doni.
Setelah beberapa saat menunggu, assisten dokter doni memanggil yori dan ima untuk masuk keruangan dokter doni.
Ima dan yori masuk kedalam ruangan dokter doni dengan dibukakan pintu oleh assisten dokter doni.
“ selamat pagi dok. “ ucap ima.
“ selamat pagi nyonya ima dan tuan yori. Silahkan duduk. " jawab dokter doni.
“ saya sudah membaca semua hasil tes dan pengecekan yang kita lakukan kemarin. melihat kondisi kaki tuan yori, maka anda membutuhkan waktu 5 tahun untuk dapat berjalan kembali dengan normal. ” ucap dokter doni.
“ apa ? 5 tahun dok ? kenapa bisa selama itu ? ” tanya ima terkejut.
Yori pun sangat terkejut dengan pernyataan dokter doni.
Yori benar – benar tidak menyangka bahwa dia membutuhkan waktu selama itu hanya karena kakinya sudah 1 tahun tidak digunakan.
“ nyonya, itu adalah waktu tercepat, beberapa pasien bahkan ada yang butuh waktu 10 tahun. yang lebih menyedihkan lagi, ada juga pasien yang hingga akhir hidupnya masih belum bisa berjalan. ” jawab dokter doni apa adanya.
Yori semakin terkejut, dia mulai takut tidak bisa berjalan lagi.
Ima pun terdiam bingung, paling cepat penyembuhan butuh waktu 5 tahun.
Saat itu ima akan berumur 25 tahun dan belum bisa memberikan anak untuk yori.
Masa muda ima akan terbuang percuma.
“ tapi ada solusi yang bisa saya sarankan kepada kalian berdua. ” ucap dokter doni menenangkan kedua pasangan suami istri yang tampak sangat kebingungan itu.
“ jika tuan yori mau berada dirumah sakit saat perawatan maupun terapi, maka kemungkinan untuk berjalan lagi bisa lebih cepat dari perkiraan. ” ucap dokter doni.
Mendengar hal itu, ima berfikir sejenak.
“ *jika tidak ada yori di villa itu, maka hidupku akan terasa seperti dineraka, setiap hari aku harus berdebat dengan si tukang bully itu ! aku tidak mau ! lebih baik aku ikut tinggal dirumah sakit bersama yori.
Tapi bagaimana mungkin ? aku bukanlah pasien, sudah tentu aku tidak boleh berada disini selama 24 jam*..” gumam ima dalam
__ADS_1
hati.
“nah, kenapa tidak terpikirkan olehku ? aku bisa tinggal dengan ibu !!!! Asikk..” gumam ima sekali lagi dalam hatinya.
“ yori, aku punya ide. jika kau setuju maka ini akan sangat baik untuk kita berdua. tapi jika kau tidak setuju, maka kau harus tetap setuju ! ” ucap ima serius.
“ baiklah, apapun ide mu aku akan mengikutinya. ” ucap yori menyerah pada istrinya yang sangat cerdas itu.
“ kau harus tinggal disini untuk melakukan pengobatan dan terapi. aku ingin kau cepat berjalan kembali. 5 tahun sangat lama bagiku. masa mudaku bisa terbuang percuma jika seperti itu, aku ingin segera hamil dan membentuk keluarga kita sendiri. ” ucap ima.
“ tapi.. bagaimana dengan kakakku ? dia tidak akan melepaskanku. kau tau bukan bahwa dia tidak bisa hidup tanpaku. ” ucap yori.
“ apa didalam hatimu hanya ada kakakmu ? apa kau tidak memikirkan perasaanku ? ” ucap ima.
Yori hanya terdiam..
“ serahkan masalah kakakmu padaku, dia pasti akan mengizinkanmu tinggal di rumah sakit hingga kau bisa berjalan kembali. “ ucap ima meyakinkan suaminya itu.
“ benar tuan yori. dengan begitu proses penyembuhan anda bisa lebih cepat. ” ucap dokter doni.
Mendengar ima dan dokter doni mendukungnya, yori pun mengangguk tanda setuju.
“ baiklah kalau begitu, hari ini aku akan mengatur semuanya untuk tuan yori. kita akan segera memulai pengobatan dan terapi nya besok ! ” ucap dokter doni.
Ima dan yori pun setuju.
“ baiklah dok, besok saya akan datang lagi dan menyiapkan semuanya untuk yori agar dapat tinggal dirumah sakit dalam waktu lama. kalau begitu kami pamit dok. " ucap ima sambil mendorong suaminya keluar dari ruangan dokter doni.
Dokter doni pun mengangguk dan mulai menyiapkan laporan tentang pasien baru yang bernama yori.
Ima, yori dan paman sam pulang ke villa.
Dalam perjalanan pulang yori menanyakan tentang keputusan ima yang membiarkan yori tinggal dirumah sakit.
“ istriku, jika aku tinggal dirumah sakit, bagaimana denganmu ? apa kau bisa tinggal berdua dengan kakakku. bukankah hidup mu akan sulit tanpa ada aku dirumah itu ? ” tanya yori cemas.
“ suamiku.. jangan khawatir masalah itu. aku memiliki ide untuk menyelesaikan masalah itu. aku berniat tinggal dengan orang tua ku. aaat pulang kuliah aku akan menemanimu, dan malam harinya aku akan tidur dirumah ayah. " jawab ima dengan riang.
“ tapi siang ini kita harus ke tempat kakek jimo, dan nanti malam kita akan ke rumah orang tuaku untuk membicarakan tentang hal ini. aku yakin orang tua ku akan sangat setuju dengan ideku. ” tambah ima.
“ serahkan pada istrimu ini, biar aku yang berbicara padanya. ” ucap ima percaya diri.
“ benarkah tuan ? “ tanya paman sam yang mulai berkomentar atas percakapan ima dan yori.
“ iya paman, mulai besok hingga beberapa tahun kedepan yori akan berada dirumah sakit untuk melakukan pengobatan dan terapi agar dia bisa kembali berjalan dengan normal. ” jawab ima.
“ aku membutuhkan bantuan mu dan bibi ana untuk mempersiapkan semuanya paman. “ pinta ima.
“ baik nyonya. saya akan mempersiapkan semuanya. nari kita segera pulang ke villa.” ucap paman sam.
“ tidak paman, aku hanya akan turun sebentar untuk mengambil oleh – oleh dan souvenir untuk kakek jimo dan orang tuaku. setelah itu kita langsung menuju villa kakek jimo. ” ucap ima mengatur jadwal hari itu.
Setelah sampai villa, bara belum pulang dari kantor.
“ bibi ana, aku hanya akan mengambil beberapa barang. kami tidak akan makan malam dirumah dan akan menuju villa kakek jimo, lalu menuju rumah orang tuaku. meskipun begitu kami akan pulang kerumah nanti malam untuk mendiskusikan sesuatu dengan kalian semua. ” ucap ima.
“ baiklah nyonya, saya hanya akan memasak untuk tuan muda bara kalau begitu. ” ucap bibi ana.
Ima tersenyum dan bergegas kembali lagi kedalam mobil, ditangannya sudah terlihat banyak barang dan makanan untuk kakek jimo dan orang tuanya.
“ paman sam, langsung menuju kediaman kakek jimo. ” perintah ima sambil masuk kedalam mobil.
“ baik nyonya. " jawab paman sam sambil menginjak gas mobil menuju kediaman kakek jimo.
Yori yang melihat istrinya mengatur semuanya untuknya, merasa sangat beruntung memiliki istri yang sangat cerdas dan mandiri.
Yori semakin kagum terhadap istri nya itu.
“ ima, tau kah kau ? kau sangatlah cerdas dan dengan wajahmu yang sangat cantik, aku yakin kau bahkan bisa mendapatkan dunia dalam genggamanmu. kau tau betapa aku mengagumi kecerdasanmu dan kemandirianmu ? ” ucap yori.
“ suamiku, apakah begitu menurutmu ? aku merasa tidak cerdas, hanya saja otakku sudah terbiasa aku gunakan untuk berfikir dengan keras, sehingga dengan sendirinya kepalaku memunculkan ide – ide baru untuk aku gunakan. ” jawab ima.
“ dan masalah wajah ku, aku tidak akan menggunakannya untuk mendapatkan dunia. aku hanya akan menggunakannya untuk mendapatkan hatimu. “ ucap ima mulai menggoda suaminya.
__ADS_1
Paman sam yang mendengarnya pun berkomentar.
“ tapi memang benar nyonya, tuan muda yori sangat beruntung memiliki anda. saya tidak bisa membayangkan jika tuan muda memiliki istri yang lemah dan tidak bisa merawat tuan muda yori.
Tentu masa depan tuan yori akan berbeda dengan sekarang. selamat tuan yori, anda telah memilih istri yang tepat. " ucap paman sam.
“ iya paman, aku tau itu. aku tidak akan melepaskan istriku ini dan aku sangat bersyukur karena saat kakakku menolak menikah aku memutuskan untuk menikahinya. ” ucap yori tersenyum bahagia.
“ jika saja tuan muda bara tau tentang kebenaran nyonya ima, tentu dia akan sangat menyesal. ” ucap paman sam.
“ paman, biarkan saja dia menyesal. itu hukuman untuknya karena melihat wanita hanya dari penampilan luar tanpa mengenal lebih dalam tentang hati wanita itu. ” ucap ima kepada paman sam.
“ iya nyonya..” jawab paman sam.
Paman sam dan yori pun terdiam mendengar suara ima yang mulai kesal setiap ada nama bara disebutkan.
Tidak lama kemudian mereka sampai dikediaman kakek jimo.
Gerbang terbuka otomatis saat kakek jimo tau bahwa mobil modifikasi itu adalah mobil cucu keduanya, Yori Lang.
Saat sampai didepan pintu, paman sam membukakan pintu mobil.
Ima mendorong yori turun dari mobil dibantu oleh paman sam.
Kakek jimo sangat bahagia cucunya datang kerumahnya.
“ yori, ima, akhirnya kalian datang untuk menemuiku !! ” ucap kakek jimo kegirangan sambil memeluk ima dan yori.
Kakek jimo mendorong yori masuk kedalam rumah menuju halaman belakang yang memiliki kebun bunga mawar.
“ toni, panggil bibi sali untuk segera mempersiapkan makan siang dan jangan lupa buatkan sup iga sapi kesukaan cucu ku ini. ” perintah kakek jimo kepada salah satu pelayannya.
saat sang pelayan sudah pergi, ima segera mengungkapkan niat kedatangannya.
“ kek, kami datang kesini untuk memberikan oleh – oleh dan souvenir dari bali saat kami melakukan honey moon . ” ucap ima.
“ wah, tentu. mana ? mana ? aku sangat ingin melihat dan mencicipi oleh – oleh dari kalian. ” ucap kakek jimo sangat antusias.
Ima memberikan 2 buah kotak, satu kotak besar berisi makanan dan kotak yang kecil berisi souvenir bertuliskan “ I LOVE BALI” dengan gambar pemandangan pantai kuta didalamnya.
Kakek jimo segera membuka semua kotak.
“ apa kau senang dengan oleh – oleh dari kami kek ? “ tanya yori.
“ tentu nak, apapun itu asalkan darimu dan istrimu, kakek akan sangat senang menerimanya. ” ucap kakek jimo sambil memasang gantungan tersebut ditongkat yang selalu dia gunakan untuk berjalan.
“ kek.. kami datang kesini memiliki satu tujuan lain lagi. " ucap ima.
“ apa itu ? katakan saja , apapun akan kakek lakukan untuk kalian berdua. ” ucap kakek jimo.
“ bukan ! bukan yang seperti itu kek ! ” ucap ima.
“ kami datang kesini untuk memberitahu kakek bahwa mulai besok yori akan mulai tinggal dirumah sakit untuk menjalani pengobatan dan terapi agar dia bisa berjalan lagi. ” ucap ima.
Mendengar hal itu, mata kakek jimo memerah karena sangat bahagia, dia pun menangis didepan yori dan ima.
kakek jimo tidak pernah menyangka akan mendapat kabar gembira secepat itu.
“ kek, apakah kau sangat bahagia hingga menangis ? ” tanya yori.
Mendengar ucapan yori, kakek jimo mengusap air matanya dengan sapu tangannya.
“ nak, selama satu tahun lebih tidak ada yang mampu membuatmu melakukan pengobatan bahkan terapi untuk dapat berjalan kembali. bagaimana mungkin hatiku tidak dipenuhi kebahagiaan ? hal apa yang membuatmu berubah pikiran ? " tanya kakek jimo.
Yori melihat ke arah istrinya.
“ aku ingin segera berjalan lagi, bekerja dan membahagiakan istriku kek. aku ingin membangun keluargaku sendiri tanpa harus bergantung kepada kak bara. " ucap yori.
“ oh .. terima kasih ima. kau mampu membuat yori berubah pikiran hanya dalam waktu 1 minggu. aku terlalu bahagia hari ini karena mendengar berita bagus ini. ” ucap kakek jimo dengan wajah bahagianya.
“ iya kek, aku sangat bahagia dengan keputusan yori. aku akan tinggal dengan orang tuaku selama yori berada dirumah sakit kek. setiap pulang kuliah aku akan merawatnya dan tidur dirumah orang tuaku. ” ucap ima mengutarakan idenya.
“ kenapa kau harus ke rumah orang tuamu ? ada villa keluarga Lang yang memiliki banyak pelayan yang akan mempermudahmu dalam hal apapun. " ucap kakek jimo.
__ADS_1
kakek jimo pun memiliki banyak villa, kenapa ima justru memilih tinggal dirumah orang tuanya ?
Bersambung..