My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 28


__ADS_3

tanpa menoleh atau menjawab lucy, bara segera masuk ruangan andrew dimana andrew sedang sibuk membaca beberapa berkas ditangannya dengan wajah seriusnya.


pintu terbuka, andre seketika menoleh dan saat melihat bara datang ke ruangannya andrew pun terkejut.


" bara ? ada apa ? " tanya andrew.


" seperti yang tadi pagi sudah aku sampaikan. adikku akan menjadi direktur dan kau akan jadi pembimbingnya. " ucap bara secara langsung.


andrew meletakkan semua berkas yang ada ditangannya dan melangkah mendekati yori.


" baiklah yori, kau akan menjadi muridku. aku akan mengubahmu menjadi direktur yang handal. " ucap andrew sambil tersenyum.


yori hanya mengangguk dan membalas senyuman andrew.


“ terima kasih andrew, aku akan segera kembali ke ruanganku. banyak proyek baru yang belum aku selesaikan.” ucap bara sambil melangkah meninggalkan ruangan andrew.


yori masih berdiri mematung tidak tau apa yang harus dilakukan.


melihat yori gugup, andrew segera kembali ke meja kerjanya lalu menekan tombol telepon dan mulai memberi perintah.


" install satu buah komputer di ruanganku, jangan lupa kursi dan meja kerja baru untuk calon direktur. sekarang ! " perintah andrew.


tampak wajah yori sedikit lega dan tubuhnya lebih rileks.


andrew kembali menghampiri yori.


" jangan sungkan. aku adalah sahabat bara sejak kami kecil. " ucap andrew berusaha mengurangi ketegangan yori.


yori belum mengatakan apapun dan hanya memandang pria berkaca mata didepannya itu.


tidak lama kemudian teknisi dan programmer datang untuk menginstall komputer baru di ruangan andrew.


" ini adalah meja kerja milikmu mulai sekarang. data yang aku miliki akan terlihat langsung dari komputermu. " ucap andrew.


" kebetulan mulai besok aku akan mengadakan perjalanan bisnis. apakah kau bersedia ikut ? " tanya andrew.


" iya, aku akan ikut denganmu. " jawab yori yang akhirnya mulai berbicara


“ kita akan pergi keberbagai kota didalam negri menggantikan bara yang sedang sibuk dengan semua proyek baru. banyak bangunan baru yang harus kita pantau prosesnya. " ucap andrew.


“ berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memantau semua bangunan itu ?” tanya yori.


“ sekitar 3 bulan.” ucap andrew apa adanya.


yori seketika terdiam, baru kemarin dia bisa berjalan dan ingin banyak menghabiskan waktu dengan istrinya.


sekarang dia harus meninggalkan istrinya selama itu.


hati yori pun mulai bimbang.


“ 3 bulan ? apakah ima akan setuju ? tapi ini demi masa depan kami.” gumam yori dalam hati.


" bolehkah aku menjawabnya besok ? aku harus mendiskusikan hal ini dengan istriku. " ucap yori dengan cemas.


" tentu saja. kau sudah berkeluarga, tidak sepertiku yang masih lajang dan bebas. " jawab andrew.


setelah berbincang, yori segera mempelajari data - data bangunan yang akan mereka pantau dalam jangka waktu yang cukup lama.


....


di villa lang..


sore itu sesampainya dirumah, bara, yori dan ima duduk diruang tengah bersama.


yori mulai mengungkapkan kegundahannya kepada ima.


“ istriku, bolehkah aku melakukan perjalanan bisnis dengan andrew selama 3 bulan kedepan ? " tanya yori.


" 3 bulan ? kenapa lama sekali ? " tanya ima keheranan.


" saat ini banyak proyek baru baik yang sudah berjalan maupun yang belum berjalan. untuk proyek yang sudah berjalan dibutuhkan pemantauan agar prosesnya berjalan dengan baik. " ucap bara.


" iya, karena jumlah bangunan yang dipantau lumayan banyak, jadi membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk memantau satu persatu. " ucap yori.


" baiklah, kebetulan aku juga sibuk belajar dalam 1 bulan kedepan. jika memang perjalanan bisnis ini bisa membantumu untuk menjadi direktur, aku akan mendukungmu. " jawab ima.


“ lalu bagaimana dengan cicit yang diminta oleh kakek jimo ? sekarang aku sudah bisa berjalan dan kita belum pernah... " ucapan yori terhenti saat sadar bahwa bara juga berada diruangan itu.


ima tau apa yang hendak dikatakan oleh suaminya itu.


ima pun melihat ke arah bara dengan malu.


“ aku sudah menunggumu selama 3 tahun...bagiku 3 bulan bukan apa - apa." jawab ima sedikit canggung.


sekali lagi bara merasakan sakit didalam hatinya.

__ADS_1


belati kecil dihati bara menusuknya semakin dalam hingga dia sendiri tidak tau sampai kapan bisa bertahan dirumah itu.


“ selama ini mereka belum pernah tidur bersama karena kaki yori yang cacat. sekarang yori sudah sembuh, tentu mereka akan segera tidur bersama. kenapa hatiku sangat sakit mendengarnya ? ingat bara, ima adalah adik iparmu. jangan berharap untuk memilikinya ! ” gumam bara dalam hati mengingatkan hatinya yang sedang terluka parah dan mulai berdarah.


“ baiklah, kalian suami istri lanjutkan berbincang. aku akan ke kamarku terlebih dahulu.” ucap bara yang memilih meninggalkan yori dan ima.


bara berusaha menenangkan hatinya yang sedang memberontak.


yori dan ima yang hanya berdua diruang tengah menjadi malu dan melangkah bersama kedalam kamar mereka.


didalam kamar mereka melanjutkan perbincangan mereka berdua.


“ yori, bekerjalah dengan baik sehingga kau dapat segera membantu kakakmu mengelola perusahaan.” ucap ima sambil bersandar di dada suaminya.


“ baiklah sayang, aku akan berusaha sebaik mungkin. kau jangan terlalu merindukanku oke ? ” ucap yori.


".." ima tidak bisa membalas ucapan suaminya karena dia sadar, 3 bulan adalah waktu yang cukup lama dan tentu dia akan merindukan suaminya itu.


ima hanya terdiam dan semakin menenggelamkan wajahnya didada suaminya untuk mengungkapkan perasaannya.


....


Malam itu mereka bertiga makan malam bersama sambil berbincang.


hati bara sudah sedikit lebih tenang sehingga bisa makan bersama dengan ima dan yori.


“ kak, 3 bulan kedepan aku akan menitipkan ima dalam perlindunganmu baik dirumah maupun dikantor. aku ingin segera menjadi direktur dan membantumu mengelola perusahaan.” ucap yori.


“ baguslah kalau begitu, aku tidak sabar untuk melihatmu bekerja denganku. masalah ima, kita semua tau dia adalah wanita yang kuat. terkadang dia tidak perlu perlindunganku. tapi karena kau sudah meminta secara pribadi, aku tidak memiliki pilihan lain. “ ucap bara.


“ terima kasih kak.” ucap yori sambil melanjutkan makan malamnya.


ima hanya diam tidak berkomentar, dia tau bahwa bara akan melindunginya sebagai kakak ipar.


...


Didalam kamar ima masih sibuk membaca beberapa file bertuliskan “ tanggung jawab seorang sekertaris” dan yang lain.


yori yang melihat wajah serius istrinya sangat terharu dengan kerja keras ima.


“ sayang, apakah kau tidak akan tidur ? " tanya yori sambil memeluk istrinya dari belakang.


Ima membalikkan badan dan menatap suaminya itu.


“ aku hanya akan membaca sebentar, tidur lah terlebih dahulu. besok kau akan melakukan perjalanan. istirahatlah yang cukup.” ucap ima sambil mencium kening suaminya.


Ima meletakkan file yang ada ditangannya dan menuju ruang ganti untuk menyiapkan semua kebutuhan suaminya sebelum melakukan perjalanan bisnis.


ima sengaja tidak meminta bantuan bibi ana atau paman sam, dia ingin menjadi seorang istri yang mampu mengurus suaminya sendiri.


Roda kehidupan selalu berjalan, ada kalanya kita di atas dan sebaliknya.


Ima tidak mau segala hal tentangnya dan suaminya dilakukan oleh pelayan, dia ingin membiasakan hidup mandiri seperti biasanya walaupun suaminya adalah orang kaya raya.


...


Pagi harinya..


ima membawa koper yori, sebelumnya dia menemui bibi ana dan paman sam untuk menanyakan apakah semua hal yang dibutuhkan yori selama perjalanan sudah disiapkan oleh ima dengan benar atau belum.


Paman sam dan bibi ana terkejut dengan sikap ima.


“ nyonya, anda tidak perlu melakukan semua hal ini. “ ucap bibi ana panik.


“ ini adalah tugas kami nyonya. jika tuan muda yori tau, dia akan marah kepada kami.” ucap paman sam tidak kalah panik dari bibi ana.


“ paman, bibi, kalian telah melakukan semua hal dirumah ini. setidaknya biarkan aku melakukan hal ini untuk suamiku.” ucap ima menenangkan kedua orang dihadapannya itu.


paman sam dan bibi ana tidak bisa berkata apa – apa. mereka hanya mengangguk dan mulai mengecek isi koper yori.


“ nyonya, untuk alat mandi. tidak perlu disiapkan karena biasanya pihak hotel sudah menyiapkannya. bahkan tuan yori bisa memesan sesuai kebutuhan didalam hotel. hal ini agar barang bawaan tuan yori tidak begitu banyak.” ucap bibi ana sambil tertawa kecil.


“ah, benarkah ? baiklah aku akan meletakkan kembali semua alat mandi ini.” ucap ima yang terlihat malu.


“ tidak apa – apa nyonya, ini adalah pertama kalinya anda mencoba menyiapkan koper suami anda.” ucap paman sam.


Yori yang melihat hal itu pun berkomentar.


“ ima, biarkan bibi ana dan paman sam yang mengurusnya.” ucap yori melirik ke arah paman sam dan bibi ana.


“ tidak apa – apa. aku hanya tidak ingin bergantung kepada orang lain. “ ucap ima.


yori benar – benar tidak bisa menolak apapun yang dilakukan oleh istri tercintanya itu.


yori pun mengalah dan membiarkan ima melakukan apapun yang ima inginkan.

__ADS_1


bara, yori dan ima berangkat bersama ke kantor dan berbincang selama perjalanan.


“ ima, aku akan segera menemui andrew dan berangkat menuju bandara. kita akan bertemu 3 bulan lagi. aku berjanji akan menjadi direktur yang professional dan membantu kakakku mengelola perusahaan.” ucap yori dengan wajah seriusnya.


“ iya, aku tau. aku akan baik – baik saja dengan bara disisiku. kau harus sering – sering menghubungiku agar aku tau tentang kondisimu. jaga kesehatanmu, jangan sampai kau sakit saat berada jauh dariku.” ucap ima mengingatkan.


“ baiklah, kita akan segera sampai. perpisahan segera dimulai.” ucap bara memecah suasana romantis antara suami dan istri didepannya.


Yori dan ima malu karena mereka terbawa suasana pagi itu.


Setelah sampai kantor, yori segera menemui andrew untuk berangkat ke airport sedangkan ima duduk disebelah selly dan bara segera masuk kedalam ruangannya.


“ ima, mulai pagi ini kau akan bertugas melakukan pengecekan file yang akan ditandatangani oleh tuan bara. aku akan memberikan data tentang proyek – proyek yang sedang kita tangani.” ucap selly.


ima mengangguk dan mulai fokus pada data – data dimonitor komputernya.


Dari pagi hingga siang ima hanya fokus terhadap file didepannya.


Bara yang keluar dari ruangan untuk makan siang berhenti sejenak memperhatikan ima yang sedang fokus bekerja.


“ bukankah wajah seriusnya sangat mempesona ? wanita memang cantik saat sedang melakukan sesuatu dengan serius.” gumam bara dalam hati.


“ ima, mari makan siang dulu. setelah itu kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu. file yang akan aku tandatangani bisa ditunda hingga pukul 2 siang.” ucap bara mengajak ima untuk makan siang.


“ hmm.. baiklah. aku harus mengisi perutku agar bisa bekerja secara optimal.” ucap ima sambil meletakkan semua filenya ke dalam laci meja kerjanya.


Tidak lupa ima mematikan komputernya terlebih dahulu sebelum meninggalkannya.


bara dan ima berjalan keluar kantor berdua.


hati bara siang itu dipenuhi oleh kupu - kupu yang beterbangan kemana - mana karena rasa gembira dapat makan siang bersama wanita pujaan hatinya.


beberapa pegawai melihat hal itu dan hampir seluruh pegawai di perusahaan itu bergosip tentang mereka.


“ suaminya pergi untuk perjalanan bisnis sedangkan dia disini merayu tuan bara. benar – benar tidak tau malu !” ucap salah satu pegawai.


“ itu karena dia memiliki wajah dan tubuh yang terlalu sempurna. bahkan tuan bara yang menjauhi wanita selama 3 tahun belakangan ini bertekuk lutut didepan wanita sempurna seperti itu.” sahut pegawai yang lain.


Gosip pun beredar dari satu mulut ke mulut yang lain.


Setelah pulang dari makan siang, ima duduk kembali dimeja kerjanya sementara bara segera masuk kedalam ruangannya.


Selly yang baru saja datang segera melaporkan gosip terhangat yang baru saja didengarnya.


dengan nafas yang terengah - engah selly menghampiri ima.


“ ima, kau sudah menjadi hot topik di seluruh divisi. mereka mengatakan bahwa kau telah menggoda tuan bara hingga dia bertekuk lutut kepadamu.” ucap selly sambil mengatur nafasnya.


“ selly, abaikan perkataan mereka, jika aku harus menanggapi perkataan mereka bukankah aku memiliki waktu luang yang sangat banyak ?” ucap ima sambil tersenyum.


“ tapi ima ! bukankah kau seharusnya marah ?” tanya selly penasaran.


“jika aku marah mereka hanya akan semakin bersemangat membuat gosip tentangku. walaupun aku menjelaskan tentang kebenarannya kepada mereka semua, mereka tetap tidak akan percaya.” ucap ima yang sibuk mengambil file dari laci meja kerjanya .


“ aku tidak perlu menjelaskan tentang diriku kepada orang yang tidak ingin mengerti tentangku. semua itu hanya akan membuang waktu. walaupun gosip tentangku makin luas, orang yang sudah mengenalku tidak akan mempercayai hal konyol seperti itu.” tambah ima sambil menghidupkan komputernya.


Selly pun terdiam dan siap – siap melanjutkan pekerjaannya.


“ ima sangat keren. dia tidak goyah dengan gosip tentang dirinya dan menanggapinya dengan tenang. jika aku digosipkan oleh seisi gedung tentu aku tidak sanggup lagi menampakkan wajahku diperusahaan ini.” gumam selly dalam hati.


Ima yang melihat selly masih melamun langsung menegurnya.


“ abaikan mereka semua dan fokuslah bekerja. bolehkah aku bertanya kepadamu ?” tanya ima kepada selly yang masih bingung.


“ tentu ima. apa itu ?” jawab selly dengan cepat.


“ apa kau mempercayai gosip tentangku ?” tanya ima kepada selly dengan wajah serius.


“ tentu tidak ! kau adalah adik ipar tuan bara. kau sudah memiliki suami tampan dan kaya, untuk apa kau menggoda tuan bara. konyol !” jawab selly yang sedikit kesal dengan gosip murahan itu.


Ima pun tersenyum mendengarnya.


“ nah, sekarang kau paham tentangku. aku tidak perlu menjelaskan atau berusaha membuat mereka mengerti. biarkan mereka bergosip sesuka mereka. orang yang mengenalku tidak akan percaya gosip konyol seperti itu.” ucap ima sambil menepuk pundak selly.


Sekali lagi selly sungguh kagum terhadap kepribadian ima yang kuat dan elegan.


“ sungguh beruntung pria yang memilikinya.” guman selly dalam hatinya sambil bersyukur bahwa adik ipar bos nya adalah wanita yang luar biasa.


Sejak itu selly bertekad untuk menjadi rekan kerja terbaik untuk ima.


Setelah ima selesai memeriksa file yang akan ditandatangani oleh yori, ima menyerahkannya kepada selly agar dapat diperiksa dan dikoreksi.


Setelah yakin bahwa file tersebut sudah dibuat dengan baik dan benar, ima masuk kedalam ruangan bara.


Melihat ima masuk, bara segera berdiri dan berlari menghampiri ima.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2