My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 26


__ADS_3

" oh.. paman sam, kau baik sekali. aku sangat terharu.” ucap ima sambil menerima bunga mawar putih dari paman sam.


“ sama – sama nyonya, tuan yori bahkan memberikanmu hadiah yang jauh lebih baik hari ini.” ucap paman sam dengan senyuman lebar diwajahnya.


“ benar paman sam, hadiah darinya adalah hadiah yang sudah aku tunggu selama 3 tahun ini.” ucap ima yang matanya mulai memerah karena bahagia.


“ sudahlah, jangan menangis lagi. make up mu bisa berantakan. ” ucap yori mengusap air mata istrinya.


“ biarkan saja, toh hari ini hari terakhir aku menggunakan kaca mata dan make up palsu ini.” ucap ima sedikit kesal.


“ iya..iya..istriku sayang. ayo kita segera menyusul ayah dan ibu ke villa Lang. ” ucap yori sambil membukakan pintu mobil untuk sang istri.


Ima pun tersenyum malu saat diperlakukan seperti itu.


Setelah ima masuk kedalam mobil, yori pun segera ikut masuk dan menutup pintu mobil.


Mereka menuju villa, dalam perjalanan yori dan ima berbincang tentang banyak hal.


“ yori, terima kasih atas hadiah kejutan hari ini. aku sangat bahagia. ” ucap ima dengan wajah bahagianya.


“ iya sayang, aku sudah bekerja keras selama 3 tahun agar tidak membuatmu kecewa khususnya hari ini. “ ucap yori.


“ oia, masalah penyamaranku. aku senang bisa terlepas dari 2 kehidupan yang aku jalani. jau tidak tau bagaimana repotnya jika setiap hari harus menggunakan make up palsu. “ ucap ima sambil cemberut.


“ iya, aku tau. tentu sangat merepotkan, tapi itu semua berakhir hari ini dan mulai besok semua orang akan tau wajah asli istri yori Lang. mereka semua akan terkejut kecuali bibi ana dan paman sam.” ucap yori sambil tersenyum.


“lalu bagaimana dengan kakakmu ? apakah tidak apa – apa ? dia tidak akan menyerangku seperti 3 tahun yang lalu bukan ???” tanya ima sedikit panik mengingat kejadian 3 tahun yang lalu.


“ jangan panik, suamimu sudah bisa berlari untuk menolongmu. terlebih lagi kakakku akan sadar bahwa kau adalah adik iparnya. dia tidak akan menyakiti istri dari adik kesayangannya ini.“ ucap yori.


Ima pun mengangguk dan kembali memeluk suaminya.


“ tenang nyonya, tuan bara tidak akan berani menyakiti nyonya. saat dia sadar bahwa nyonya adalah istri dari tuan yori, dia akan bersikap lebih sopan kepada anda.” ucap paman sam meyakinkan ima yang sedikit panik.


“ terima kasih paman sam.” ucap ima.


Mereka pun melanjutkan perjalanan.


...


Di villa Lang..


Ayah reno dan ibu rose sudah sampai terlebih dahulu.


Setelah sampai di villa Lang, yori dan ima segera turun bersama untuk ikut bergabung dengan orang tua ima yang sudah berada di ruang tengah.


Saat ima dan yori masuk, dilihatnya kakek jimo dan bara sedang berbincang dengan orang tua ima.


Kedatangan yori dan ima membuat kakek jimo bahagia.


“ cucuku dan cucu menantuku sudah datang. mari duduk bersama.” ucap kakek jimo.


“ ima, selamat atas kelulusanmu dan terima kasih karena kau sudah membuat yori bisa berjalan lagi.” ucap kakek jimo.


“ iya kek, tapi yori berjalan dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri. aku hanya memberinya dukungan dan semangat.” ucap ima.


“ baiklah.. sebenarnya aku sangat ingin memberimu villa pribadi sebagai ucapan terima kasih. tapi yori menghalangiku dengan mengatakan bahwa kau tidak suka hal – hal seperti itu.” ucap kakek jimo sedikit kesal.


“ kek, aku tidak membutuhkan apapun. aku hanya membutuhkan suamiku disisiku.” ucap ima yang masih menggandeng tangan suaminya.


“ baiklah, melihat yori sudah sembuh dan ima sudah lulus. aku rasa sebentar lagi aku bisa memiliki cicit.ha..ha..ha..” ucap kakek jimo sambil tertawa karena sangat bahagia.


Membayangkan menggendong cicit sudah membuat kakek jimo sangat bahagia.


“ kek, aku baru saja sembuh. bagaimana mungkin kau membahas hal ini didepan umum ? apa kau tidak melihat wajah ima merah padam karena malu ??” ucap yori kepada kakek jimo karena melihat istrinya sangat malu.


“ baiklah..baiklah.. maaf kan aku ima. aku hanya sangat bahagia dengan membayangkannya saja.ha..ha..” ucap kakek jimo.


Kakek jimo benar – benar tidak bisa dihentikan.


Ima hanya bisa menahan malu selama perbincangan itu.


mulut bara sangat gatal ingin membully ima, tapi dia menahan diri.


Bara tidak ingin rasa yang sudah 3 tahun dia tahan, muncul kembali ke permukaaan.


“ silahkan saja memiliki cicit, asalkan tidak sejelek ima. dengan begitu aku tidak akan malu membawanya ke kantor setiap hari.” gumam bara dalam hati.


Setelah lama berbincang, bibi ana datang menemui mereka diruang tengah.


“ tuan dan nyonya, makan siang telah siap. silahkan menuju meja makan.” ucap bibi ana.

__ADS_1


“ nah, karena makan siang sudah siap, mari kita segera makan siang bersama.” ucap kakek jimo.


Semuanya melangkah menuju meja makan. Disana sudah tersaji berbagai macam masakan.


Si pria kecil yaser sangat senang melihat banyaknya makanan dimeja.


Semuanya makan siang sambil meneruskan perbincangan mereka.


“ kek, setelah makan siang ada yang ingin aku sampaikan kepada kakek dan kakak.” ucap yori.


“ apa itu ? apa ini ada hubungannya dengan calon cicitku ?” ucap kakek jimo menggoda yori.


“ kek, berhentilah menggodaku dan ima. Ima sudah cukup malu.” ucap yori.


“ baiklah, apa itu ? katakan sekarang.” ucap kakek jimo.


“ tunggu hingga kita selesai makan siang, aku yakin kakek akan suka.” ucap yori membuat kakeknya penasaran.


Ima tidak bisa berkata apapun, dia sudah cukup malu untuk menunjukkan wajahnya.


Ayah reno dan ibu rose hanya tersenyum melihat sikap anak perempuan kesayangannya itu, sedangkan yaser sedang sibuk memilih makanan yang dia sukai.


Setelah makan siang selesai, mereka kembali ke ruang tengah untuk mendengar apa yang akan disampaikan oleh yori.


Kakek jimo sangat penasaran berbeda dengan orang tua ima yang tampak tenang karena mereka sudah tau apa yang akan disampaikan oleh yori.


“ ima, hapuslah make up mu. pergilah kekamar dan siapkan dirimu. kita akan memberi kejutan kepada kakek jimo dan yang lain.” ucap yori.


Ima mengangguk dan berlari menuju kamar. Dikamar, ima mencuci mukanya lalu mengeringkannya dengan handuk.


Didepan kaca kamar mandi ima melihat wajahnya sendiri.


“8 tahun sudah aku menutupi wajah ini dari dunia luar. apa yang akan terjadi kepadaku kedepannya. mau tidak mau aku harus lebih waspada dan mengasah kemampuan karate bersama ibu saat ada waktu luang. aku bersyukur memiliki wajah cantik ataupun jelek karena sekarang aku sudah memiliki yori.” gumam ima didepan kaca.


Ima keluar dari kamar menuju ruang tengah dilantai bawah.


Saat ima menuruni tangga, kakek jimo dan bara terkejut bukan main.


Saat ima sudah berada dihadapan mereka, kakek jimo yang masih tidak percaya bertanya kepada yori.


“ yori.. benarkah ini ima ?? ataukah ini orang lain yang kau sewa untuk menggantikan ima ?” tanya kakek jimo yang masih tidak percaya.


“ kek, orang tua ima akan menjelaskan detailnya kepada kalian.” ucap yori.


Tubuh bara bergetar hebat, hampir – hampir dia terkena serangan jantung karena cepatnya jantungnya berdetak.


Nafasnya terhenti seketika melihat sosok wanita yang berdiri dihadapannya.


Secara otomatis bara berdiri dan melangkah mendekati ima.


Kakek jimo yang berdiri dan bersiap memeluk ima kalah cepat dengan bara.


Bara memeluk ima dengan sangat erat seakan – akan tidak ingin melepaskannya.


Melihat hal itu semua orang mematung dengan pikiran yang sama.


“apa yang sebenarnya sedang terjadi ?” gumam kakek dan orang tua ima.


Ima mencoba melepaskan pelukan bara.


“ bara ! apa kau sudah gila ? aku ima !! adik iparmu !!” teriak ima mencoba mendorong bara.


Bara masih tidak melepaskannya.


Bara tidak mau kehilangan bidadari itu lagi.


Yori segera berdiri dan menarik kakaknya.


“ kak, dia istriku kak. dia ima !! sadarlah..!!” ucap yori mengingatkan kakaknya.


Kakek jimo pun tidak tinggal diam.


“ bara !! bersikaplah dengan sopan. meskipun aku sendiri tidak percaya, ima adalah istri adikmu. tidak pantas jika kau memeluknya seperti itu ?!” ucap kakek jimo dan bara masih tetap memeluk ima.


“ yori, paman sam. tarik bara dan kunci dia dikamarnya. ada apa ini sebenarnya ?” ucap kakek jimo.


Paman sam membantu yori melepaskan tangan bara dari tubuh ima lalu menguncinya didalam kamar.


“ dia bukan ima ! dia adalah bidadari yang selama 3 tahun ini aku cari. dia adalah milikku dan bukan istri yori.” teriak bara dari dalam kamar.


Bara yang syok karena belum bisa menerima kenyataan, kepalanya berhenti berpikir saat pertama kali melihat ima menuruni tangga menuju ruang tengah.

__ADS_1


“ yori, jelaskan kepada kakek apa yang sebenarnya terjadi !” ucap kakek jimo.


Yori menceritakan kisahnya sejak awal bulan madu dimana dia dan ima saling jatuh cinta dan berjanji setia satu sama lain.


“ yang pertama jatuh cinta adalah aku. Aaku jatuh cinta kepada ketulusan dan kebaikan hati ima. saat itu aku tidak peduli apakah dia jelek atau cantik asalkan dia berjanji akan selalu berada disisiku.” ucap yori perlahan.


“ saat itu ima membalas cintaku, dia mengatakan bahwa dia sudah 20 tahun menunggu pria yang mau menerimanya apa adanya. dia sangat bahagia dengan pernyataanku.


Saat itulah dia menunjukkan wajahnya yang asli. awalnya aku pun tidak percaya,lama kelamaan aku terbiasa dengan dua kehidupan yang dijalaninya." ucap yori.


“ ayah, ibu, bisakah kalian menjelaskannya kepada kakekku ?” ucap yori kepada kedua orang tua ima.


“ kakek jimo, bukan maksud kami untuk menipu kalian semua. saat ima masih duduk di bangku SMP kecantikannya sudah mulai terlihat. saat itu banyak kejahatan terjadi pada kaum perempuan. melihat ima yang tumbuh menjadi sangat cantik, kami pun cemas.


Saat dia masuk SMA kami memikirkan ide ini untuk melindunginya. mulai saat itu dia mulai memiliki 2 kehidupan.” ucap ayah reno.


“ jika kakek ingin menyalahkan, maka salahkanlah kami yang hanya mencoba melindungi putri kami.” ucap sang ibu sambil menangis.


“ baiklah, aku tidak akan marah. nendengar alasan kalian, memang wajar jika orang tua melakukan hal yang mustahil agar dapat melidungi anaknya.” ucap kakek jimo.


“ tapi bukankah ima sudah menikah sejak lama ? kenapa baru sekarang dia jujur ?” tanya kakek jimo.


“ aku yang menyetujuinya kek. aku ingin ima fokus kuliah tanpa khawatir diganggu oleh pria – pria usil dikampusnya. saat itupun aku masih cacat dan tidak bisa berbuat banyak untuk melindunginya.


sekarang aku sudah sembuh, aku bisa melindunginya. naka dari itu sekaranglah saat yang tepat mengakhiri ini semua.” ucap yori dengan percaya diri tanpa sadar bahwa dialah yang kelak menyakiti ima hingga terluka sangat dalam.


“ sekarang pertanyaannya. bagaimana bara bisa bersikap seperti itu terhadap ima ?” tanya kakek jimo.


Ayah reno dan ibu rose hanya menggelengkan kepala.


dengan berat hati yori pun menjelaskan akar permasalahannya.


“ ayah dan ibu, sebelumnya aku minta maaf. bibi ana tolong bawa yaser ke halaman belakang untuk bermain.” ucap yori.


“ aku tidak mau ! ” ucap yaser.


Melihat sikap anaknya sang ibu pun segera mengancamnya.


“ apa pantatmu mau ibu pukul ?” ucap sang ibu.


dengan wajah cemberut yaser mengikuti bibi ana ke halaman belakang villa untuk bermain.


Setelah yaser keluar dari ruangan yori mulai menjelaskan.


“ saat itu setelah aku dan ima pulang dari bali. malam itu kakak mengajakku minum dikamarnya dan ima sedang tidur dikamar.


Setelah selesai minum, kakak mengantarku kembali ke kamarku dan saat itu dia melihat wajah asli ima. dia hampir..” ucapan yori terhenti.


Paman sam yang melihat yori sedih pun mengajukan diri untuk melanjutkan menjelaskan.


“ tuan jimo, malam itu nyonya ima hampir saja diperkosa karena nyonya menolak untuk ikut dengan tuan bara. dalam keadaan panik dan tidak bisa berjalan, tuan yori berteriak memanggil saya dan bibi ana untuk mengunci tuan bara dikamarnya.


Hal itu kami jadikan rahasia dari tuan bara, serta saat tuan bara bangun kami meyakinkan bahwa semua yang terjadi hanyalah mimpi dikarenakan dia mabuk.” ucap paman sam.


“ oh Tuhan. Bara !! bagaimana aku mendidiknya hingga dia menjadi seperti itu ? ayah reno dan ibu rose aku benar – benar minta maaf kepada kalian berdua.” ucap kakek jimo sedih.


Ayah dan ibu ima sangat terkejut dan tidak bisa mengutuk siapapun atas kemalangan yang menimpa putrinya.


Mereka hanya tertunduk menahan marah.


“ kek, awalnya kakak yakin bahwa semua itu hanyalah mimpi, tapi saat dia menerobos rumah sakit saat hari pertama aku dirawat. Dia melihat ima yang berada diberanda jendela.


Dari situlah dia yakin bahwa kejadian itu bukan hanya mimpi. sejak hari itu kakak mencari ima selama 3 tahun ini.” ucap yori.


“ aku tidak mampu mengatakan kebenarannya karena takut akan keselamatan ima.” tambah yori.


“ oh.. kepalaku !” ucap kakek jimo.


“ kek ? ada apa kek ?” ucap yori panik.


“ kita harus meyakinkan bara. sam, keluarkan bara. ima, pakai make up dan kacamatamu. “ ucap kakek jimo.


Setelah ima bersiap, bara keluar dari kamar.


“ kek, mana bidadariku kek ? apa kau mengusirnya ??” tanya bara kepada kakeknya.


“ bara ! sadarlah, ima adalah bidadarimu. ima sekarang hapus make up dan lepas kacamatamu.” ucap kakek jimo.


“ jangan takut, ada aku disini. “ ucap yori sambil memegang bahu istrinya.


Ima melepas kacamatanya, menghapus make up nya sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Bara yang menyaksikan perubahan itu sangat terkejut dan seketika terduduk lemas tak percaya diatas sofa.


Bersambung..


__ADS_2