My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 20


__ADS_3

Yaser terpesona dengan mainan robot yang dibawa oleh paman sam.


“ terima kasih paman sam. berikan semua mainan robot itu kepada yaser. " ucap yori kepada paman sam.


Melihat semua robot mainan impiannya, yaser hanya bisa membelalakkan kedua mata kecilnya, mulut kecilnya pun terbuka lebar dan mematung seperti batu melihat mainan itu.


Beberapa detik kemudian dia mulai sadar dan memeluk semua robot mainan impiannya itu.


Melihat tingkah yaser yang imut, yori mulai bernegosiasi dengan adik iparnya itu.


“ bagaimana ? apakah kau mau memaafkanku sekarang ? ” tanya yori.


“ mau ! mau ! aku sudah memaafkanmu. bahkan jika kau bersalah lagi kedepannya aku pun akan memaafkanmu dan menyayangimu ! ” ucap yaser kegirangan.


“ aha.. ternyata ini kelemahanmu yaser ? kau benar – benar masih anak kecil ! " ucap ima mulai menggoda adiknya.


“ kak, karena hari ini aku sangat bahagia aku tidak akan mempermasalahkan ucapan mu barusan. aku akan memaafkanmu karena hatiku yang sangat baik. " ucap yaser dengan percaya diri.


Sikap imutnya itulah yang membuat keluarga halim selalu ceria.


Beberapa saat kemudian datanglah ayah reno yang baru saja pulang dari kantor.


Sang ayah terkejut melihat anak perempuan dan adik dari bosnya berada dirumahnya.


“ ima ? tuan yori ? ada apa ini ? apakah ada masalah ? ” tanya ayah yang mulai panik tanpa memperdulikan badannya yang lelah setelah bekerja.


“ nah, sekarang keluarga kita sudah lengkap dan aku akan mulai menjelaskan maksud kedatanganku bersama yori kerumah ini. " ucap ima.


“ ayah tenanglah, kami tidak memiliki masalah apapun. kami akan menyampaikan berita gembira kepada kalian semua. " tambah ima.


“ baiklah, apa itu ? ” tanya ayah ima.


“ pertama – tama : mulai besok yori akan tinggal dirumah sakit untuk memulai pengobatan dan terapi agar kakinya bisa berjalan kembali seperti semula. " ucap ima.


“ lalu bagaimana denganmu ? jau tau bara sangat membencimu, saat yori tidak ada dirumah itu bagaimana kau bisa bertahan ? ” ucap sang ayah mulai semakin panik.


“ ayah, tenanglah. aku masih mempunyai 2 berita baik lainnya. " ucap ima menenangkan ayahnya.


“ kedua : selama yori berada dirumah sakit aku akan tinggal disini bersama kalian semua..ha..ha..ha.. Yaser bersiaplah...ha..ha..ha..” ucap ima sambil tertawa terbahak – bahak membayangkan ekspresi wajah adiknya saat mendengar hal itu.


“ apaa ??? kau akan tinggal disini lagi?? Aaaaa… mimpi burukku dimulai “ ucap yaser sambil berlari kedalam kamar untuk menenangkan dirinya dan untuk mencoba menerima kenyataan pahit yang ada dihadapannya.


Melihat tingkah laku yaser tentu seisi ruangan tertawa terbahak – bahak.


“ lihatlah bu, yaser sangat takut hingga dia melupakan semua robot mainan impiannya ini. " ucap ima yang masih tertawa.


“ kau tau sendiri bagaimana yaser, kau terlalu sering menggodanya. jangan harap dia bisa menerimamu dengan mudah. " ucap sang ibu sambil tertawa.


melihat kondisi keluarga ima , yori sangat bahagia karena keluarga itu sangatlah harmonis.


“ lalu apa kabar baik yang terakhir ? ” tanya sang ibu .


“ yang ketiga… aku dan yori saling jatuh cinta. saat kami bulan madu, yori mengungkapkan perasaannya, dia akan menerimaku walaupun aku jelek asalkan aku mau selalu berada disisinya..” ucap ima berhenti sejenak karena malu.


Tanpa dia sadari wajah pria disampingnya mulai memerah karena malu jika mengingat kejadian tersebut.


“ ka..kami sudah membakar kertas perjanjian pernikahan. kami akan menjalani pernikahan ini dengan serius ayah, ibu. setelah dia menerimaku, aku sudah memberi tau dia tentang penyamaranku. ” ucap ima.


“ lalu,kenapa sekarang kau masih menyamar ? ” tanya sang ibu heran.


“ ibu, aku ingin kuliah dan lulus dengan tenang. apa kau bisa membayangkan betapa kagetnya semua mahasiswi dikampus jika aku tiba – tiba menjadi cantik ? bisa – bisa mereka menggosipkan aku telah menjalani operasi plastik.


Saat aku lulus kuliah, aku akan mengakhiri penyamaranku ini. aku juga lelah harus selalu menyamar bu. " ucap ima.


“ nak, ibu akan selalu mendukung mu, ayah pun sama. jangan pernah lupakan itu. ” ucap sang ibu.


“ jika kau ingin tinggal disini, tentu kami akan sangat bahagia. tapi apakah yori dan yang lain sudah setuju ? ” tanya sang ayah.


“ yori dan kakek jimo sudah setuju. tinggal satu orang lagi yaitu bara. aku sudah menyusun siasat agar dia setuju tentang hal ini. tapi aku butuh bantuan ayah dan ibu. " ucap ima.


“ apa itu nak ? ” tanya sang ayah.


“ malam ini temani aku pulang ke villa Lang. bantu aku meyakinkan bara agar dia mengizinkan yori tinggal dirumah sakit dan agar aku bisa tinggal disini. ” ucap ima menjelaskan.


“ naiklah jika itu bisa membantumu, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkannya. " ucap sang ayah.

__ADS_1


“ ini sudah hampir malam. mari kita makan malam bersama, masakan ibu sudah hampir selesai. " ucap sang ibu.


Lalu ima membantu ibunya menyiapkan makan malam.


Setelah makan malam siap,ima mengajak yori dan paman sam untuk makan malam bersama.


“ paman sam, mari kita makan malam terlebih dahulu sebelum pulang karena setelah makan malam orang tuaku akan ikut ke villa keluarga Lang. " ucap ima.


“ tapi saya belum pernah makan satu meja bersama tuan muda yori nyonya. ” ucap paman sam menolak.


“ paman sam,ini adalah rumah keluarga halim. disini tidak ada istrilah tuan rumah atau pelayan. semuanya sama. sudahlah! cepat bergabung dengan kami dimeja makan. " ucap ima.


paman sam pun tidak bisa menolak untuk kedua kalinya.


Paman sam mengikuti ima menuju meja makan lalu dia mengarahkan pandangannya ke arah yori sebagai tanda agar yori memberi keputusan.


Yori pun paham dengan maksud paman sam.


“ tidak apa – apa paman sam. ini adalah rumah ima, bukan rumahku. oeraturan dirumahku tidak berlaku disini. mari kita makan malam bersama. " ucap yori menenangkan paman sam yang kebingungan.


Malam itu mereka makan malam bersama.


Setelah selesai, mereka bersiap – siap untuk ikut ke kediaman keluarga Lang.


Ayah reno mengeluarkan mobil dari garasi.


Paman sam membantu yori dan ima masuk kedalam mobil keluarga Lang.


Yaser yang cemberut pun mau tidak mau ikut dengan orang tuanya karena dia takut jika harus sendirian didalam rumah.


Sesampainya di villa, mereka semua turun disusul dengan suara mobil kakek jimo.


Kakek jimo turun dari mobil.


Ayah,ibu, yaser juga turun dari mobil disusul dengan turunnya ima dan yori.


Bertemu didepan rumah, orang tua ima segera menyapa kakek jimo.


“ selamat malam tuan jimo. " ucap sang ayah.


“ nah ,kau sudah lupa bahwa aku sudah menjadi ayahmu sekarang. ima sudah menikah dengan cucuku. jangan sungkan. " ucap kakek jimo.


“ ah, itu sudah sewajarnya. kalian adalah anakku sekarang, mari kita masuk. aku tau kita memiliki tujuan yang sama disini. " ucap kakek jimo.


Ayah dan ibu ima mengangguk dan mereka semua pun memasuki villa tersebut dan paman sam membukakan pintu untuk mereka semua.


Melihat banyaknya orang yang datang, bahkan kakeknya.


Bara yang sedang berada diruang tengah pun sedikit terkejut.


“ kek, ada apa ini ? kenapa ramai sekali ? ” tanya bara.


paman sam mempersilahkan para tamu untuk duduk.


Bibi ana segera menyiapkan teh dan biskuit untuk para tamu.


“ ada sesuatu yang harus kami semua sampaikan padamu. duduklah bersama kami. " ucap kakek jimo.


bibi ana datang meletakkan teh dan biskuit untuk para tamu.


“ silahkan dinikmati tuan dan nyonya. " ucap bibi ana.


Ibu rose hanya tersenyum lalu bibi ana kembali melangkah ke arah dapur.


Suasana sedikit tegang karena banyaknya orang didalam rumah itu.


Kakek jimo membuka percakapan.


“ bara, kami semua disini memiliki satu tujuan yang sama yaitu mendiskusikan tentang pengobatan yori. mulai besok yori akan tinggal dirumah sakit untuk memulai pengobatan dan terapinya agar dia mampu berjalan kembali. " ucap kakek jimo.


“ kek, kita bisa melakukan pengobatan dan terapi dirumah. aku akan menyiapkan dokter yang akan tinggal disini selama 24 jam. " ucap bara menolak.


“ bara, rumah sakit dan rumah pribadi tentu berbeda. aku sudah memutuskan agar yori dirawat dirumah sakit oleh tim dokter di jaya hospital. apakah kau tidak ingin jika yori bisa segera berjalan. ” ucap kakek jimo.


“ tapi kek, tim dokter bisa tinggal disini. aku akan menyiapkan tempat tinggal mereka secepatnya. ” ucap bara yang berusaha mempertahankan adiknya dirumah.

__ADS_1


“ bara, aku tau bahwa kau tidak bisa berpisah dari adikmu. tapi dengan rencanamu, kita masih tetap membutuhkan waktu untuk merenovasi ruangan yori agar sesuai dengan metode pengobatan dan terapinya. aku ingin yori sesegera mungkin mendapat pengobatan. " ucap kakek jimo tegas.


Mendengar kakeknya, bara pun terdiam.


Perkataan kakek jimo ada benarnya.


Memang membutuhkan waktu untuk mengatur tim dokter dan merenovasi rumah sesuai dengan kebutuhan pengobatan dan terapi yori.


“ baiklah lalu bagaimana dengan wanita itu ? ” ucap yori sambil menatap ke arah ima.


“ kau tidak perlu khawatir, dia akan tinggal dirumah orang tuanya selama yori menjalani pengobatan. jika dia berada disini tanpa yori aku tau bahwa kalian berdua akan selalu bertengkar. ima harus fokus dalam merawat yori tanpa harus menghabiskan tenaga nya untuk bertengkar denganmu. " ucap kakek yori.


melihat situasi tegang antara kakek jimo dan bara, sang ibu segera menengahi mereka berdua.


“ nak bara, ima akan tinggal sementara bersama kami selama nak yori berada dirumah sakit, setelah pulang kuliah dia akan menuju rumah sakit untuk merawat yori dan saat malam dia akan pulang kerumah kami. setidaknya dia tidak akan merepotkanmu jika dia berada dirumah kami. " ucap sang ibu.


Bara tidak bisa membully atau berkata kasar didepan kakeknya dan didepan semua anggota keluarga halim didepannya.


“ wanita ini sungguh licik. dia menggunakan kakek dan orang tuanya sebagai perisai. spa yang sudah dia lakukan ? kenapa semua orang berpihak padanya ? dia membuat kakek menekanku dan membuat orang tuanya menyelamatkannya dari rumah ini.


Aku setuju tanpa syarat terhadap mereka semua sehingga tanpa mengucapkan sepatah katapun dia sudah menang. lawan ku kali ini ternyata bisa lebih licik dariku !! Ima halim. Tunggu saja kau !! " gumam bara mengutuk ima dalam hati.


“ baiklah, aku akan menuruti saran dari kakekku. “ ucap bara.


“ dan masalah ima, biar dia memutuskan apapun yang dia mau. aku hanya ingin adikku segera berjalan lagi. " tambah bara.


“ jika kau sudah setuju, maka aku akan memberitahumu bahwa yori membutuhkan waktu 5 tahun untuk dapat berjalan lagi. " ucap ima yang akhirnya menemukan waktu yang tepat untuk memberi kejutan kepada yang tidak dapat ditolak oleh bara.


Mendengar ucapan ima bara pun marah.


“ apa ?? 5 tahun ?? apa kau serius ?? apakah kau sengaja ingin memisahkan ku dari adikku ? “ tanya bara yang mulai marah.


“ bara ! jaga sikapmu !! ima hanya menyatakan kebenaran. yori membutuhkan waktu minimal 5 tahun untuk dapat berjalan kembali. tapi jika yori bersedia tinggal disana maka waktu yang dibutuhkan bisa lebih singkat. " ucap kakek jimo menahan bara.


“ima ! Ima ! Ima !!! kau benar – benar tau bagaimana membuatku marah hah ? kau memberikan serangan kejutan disaat – saat terakhir ? aku benar – benar akan membalasmu ! tunggu saja !!! ” gumam bara dalam hati dengan sangat marah kepada ima.


“ baiklah kek, apapun itu asalkan demi kesembuhan yori. aku akan setuju. " jawab bara.


Melihat bara tunduk dan patuh tanpa bisa menyerang ima, ima sangat bahagia.


Wajah ima tersenyum puas.


Bara yang melihat ima tersenyum makin kesal dan marah tapi tidak mampu melakukan apapun.


Setelah semua setuju, maka mereka semua bersiap berkemas.


“ paman sam, bibi ana, bantu yori mempersiapkan semua keperluan yori malam ini dan langsung masukkan kedalam mobil. besok pagi dia bisa berangkat secepatnya ke rumah sakit. ” perintah bara.


“ baik tuan. ” jawab paman sam dan bibi ana bersamaan.


Setelah itu mereka segera menuju kamar yori untuk mempersiapkan semua keperluannya.


Ima pun menuju kamar untuk mengemas pakaiannya agar dapat dibawa oleh orang tuanya malam ini, dia tidak ingin kembali lagi kerumah itu saat yori tidak ada disana.


ima berniat pulang kerumahnya mulai besok saat yori sudah masuk ruang perawatan.


Kakek jimo, ayah dan ibu ima berbincang diruang tengah, terlihat yori pun sangat bahagia atas ramainya rumah itu.


Paman sam selesai berkemas, dia menuju mobil untuk meletakkan semua keperluan yori selama dirumah sakit.


Bibi ana pun selesai membersihkan kamar tersebut dan menuju kamar mandi menyiapkan beberapa peralatan mandi untuk yori.


Ima sedang sibuk didalam ruang pakaian mengemas bajunya.


Karena semua sibuk berbincang dan suasana sangat ramai tidak ada yang sadar bahwa bara sudah tidak berada diruang tengah bersama mereka.


Bara bagaikan serigala yang menunggu waktu yang pas untuk menerkam mangsanya.


Melihat paman sam keluar dari kamar yori dan tidak dilihatnya siapapun kecuali ruang pakaian yang terbuka dimana mangsanya sedang sibuk berkemas, bara pun tidak menyia – nyiakan kesempatan berharga itu.


bara menyelinap masuk ruang pakaian dan menutup pintunya perlahan.


Ima yang tidak sadar hanya mengira bahwa itu adalah bibi ana yang sudah selesai mengemas keperluan mandi untuk suaminya.


“ bibi ana , apakah semuanya sudah siap ? sebentar lagi aku akan siap. bantu aku untuk meletakkan koperku ke dalam mobil ayahku. nulai besok aku tidak akan kembali lagi ke rumah ini sebelum yori sembuh. ” ucap ima sambil sibuk mengemas pakaian tanpa menoleh.

__ADS_1


Tidak ada jawaban.. dan pada saat ima menoleh...


Bersambung..


__ADS_2