
“ tuan bara terlalu lelah sehingga mengalami shock pada tubuhnya. saya berharap tuan bara tidak bekerja selama beberapa hari mengingat kondisinya yang sangat lemah mendekati pingsan.” ucap sang dokter apa adanya.
Semua orang dirumah itu paham bahwa bara bekerja terlalu keras beberapa bulan ini.
Tapi tidak ada yang tau bahwa robohnya bara disebabkan oleh ucapan yori yang bara dengar dimeja makan.
“ baiklah, aku akan kekantor hari ini dan mengurus semuanya. paman sam tolong tebus obat yang ditulis oleh dokter.” ucap yori sambil melangkahkan kakinya keluar kamar bara untuk segera berangkat ke kantor.
“ benarkah itu ? ima telah dimiliki oleh yori ? perasaan berkecamuk apa ini ? kenapa aku tidak bisa merasakan tubuhku sendiri ? ” gumam bara dalam hati.
Didalam kamar, sang dokter sudah memasang infus ditangan bara.
Paman sam datang sambil berlari membawa obat.
Dokter segera menyuntikkan obat tersebut ketubuh bara yang masih tidak bergerak.
“bagaimana bisa kondisi tuan bara seperti keadaan pasien yang sedang koma ? matanya masih terbuka, semua organnya berjalan dengan baik, tapi tubuhnya tidak bergerak sama sekali. " gumam sang dokter dalam hati.
" berikan obat ini agar diminum olehnya. besok pagi saya akan datang lagi untuk menyuntikkan obat lain jika dia masih belum bergerak.” ucap sang dokter sambil berjalan keluar kamar.
Paman sam menunggu bara dikamarnya dan bibi ana pergi kekamar ima untuk mengganti sprei dan selimut.
“ tok..tok..”
“ nyonya, ini bibi ana. saya ingin mengganti sprei dan selimut atas perintah dari tuan muda yori.” ucap bibi ana dari luar pintu.
“dasar yori, dia benar- benar memanggil bibi ana ! apakah dia tidak merasa malu sama sekali ??!!” gumam ima dalam hati dengan kesal dan sangat malu.
“ masuklah bi.” jawab ima dari dalam kamar, ima pun segera mengenakan gaun tidurnya.
“ bagaimana mungkin gaunku sudah berada disampingku ? deingatku tadi pagi masih berada dilantai. Yori !! Dasar !!” gumam ima dalam hati.
bibi ana melangkah masuk kedalam kamar, dilihatnya ima sedang panik memakai baju.
bibi ana segera mengganti sprei dan selimut yang banyak terdapat noda darah itu.
Bibi ana tersenyum bahagia sedangkan ima sangat malu sekali berhadapan dengan bibi ana.
“ nyonya, jangan malu kepada wanita tua ini. saya sangat bahagia kalian berdua telah menjadi suami dan istri sepenuhnya. saya berharap kalian akan selalu bahagia..” ucap bibi ana sedih.
“ bi..kenapa kau menangis ?” tanya ima heran.
“ tuan bara nyonya.. dia baru saja terjatuh dimeja makan dan sekarang tubuhnya tidak bergerak sama sekali. dokter bilang itu karena dia terlalu lelah dan badannya mengalami shock sehingga tuan bara berada dalam kondisinya saat ini.” jawab bibi ana sambil mulai menangis.
Mendengar hal itu ima segera berlari menuju kamar bara tapi langkahnya terhenti karena kakinya sangat lemas.
“ nyonya, jangan berlari terlebih dahulu. tubuhmu masih masih sakit karena kejadian semalam bukan ?” tanya bibi ana.
ima pun hanya mengangguk menahan malu.
“ aku akan membuatkan sup penambah stamina, saat tubuh nyonya sudah terasa lebih baik, nyonya bisa melihat tuan bara dikamarnya.” ucap bibi ana.
Ima mengangguk dan kembali berbaring. Bibi ana keluar kamar dengan membawa sprei dan selimut yang sudah dihiasi banyak noda darah disemua sisinya.
Tidak lama kemudian bibi ana datang lagi membawa semangkuk sup penambah stamina untuk ima.
Ima segera meminumnya dengan harapan tubuhnya segera kuat kembali.
“ terima kasih bi.”ucap ima kepada bibi ana.
“ sama – sama nyonya. itu sudah menjadi tugas saya !” ucap bibi ana sambil kembali menuju dapur.
Setelah beberapa saat ima merasakan tubuhnya sedikit lebih bertenaga, dia pun berjalan perlahan menuju kamar bara.
ima melihat bara yang tidak bergerak sama sekali sedang terbaring ditempat tidur.
Ima mendekati bara dan memandanginya.
“ ada apa denganmu bara ? apa kau kelelahan ? yori sudah datang dan akan membantu meringankan pekerjaanmu sehingga kedepannya kau tidak akan mengalami hal seperti ini lagi." ucap ima kepada bara yang pandangan matanya masih kosong.
Ima menyentuh wajah bara yang tampak pucat pasi seperti tidak ada lagi roh didalam tubuh bara.
“ bangunlah.. yori akan sangat sedih jika kau tidak segera bangun.” ucap ima sambil mulai menitikkan air mata.
Ima melihat jari bara mulai bergerak sedikit.
“ bara, apakah kau merasakan kehadiranku ?” tanya ima bahagia.
tubuh bara masih tidak bergerak dan pandangan matanya masih kosong.
Tiba – tiba bibi ana datang membawa obat yang harus diminum oleh bara dan meletakkannya dimeja yang terletak disamping tempat tidur bara.
“ apa itu bi ?” tanya ima heran.
“ ini adalah obat dari dokter dan harus diminum tuan bara siang ini nyonya.” jawab bibi ana.
__ADS_1
“ biar aku yang memberikannya bi.” ucap ima sambil meraih obat bara dari atas meja.
“baiklah nyonya. saya permisi terlebih dahulu.” ucap bibi ana sambil meninggalkan kamar bara.
Ima menuangkan obat ke sendok yang sudah disiapkan oleh bibi ana.
Ima membuka mulut bara untuk memasukkan obat, tapi semua obat yang ima masukkan kedalam mulut bara mengalir keluar kembali.
Ima mengusap obat yang keluar dari mulut bara dengan tissue, lalu menuangkan obat lagi dan memasukkannya lagi.
Hal yang sama terjadi sampai 3 kali. ima bingung harus bagaimana agar obat itu bisa masuk kedalam tubuh bara.
Dia teringat dengan komik yang pernah dibacanya, dengan segera ima meminum obat bara kedalam mulutnya lalu memasukkannya kedalam mulut bara.
Ima tidak melepas bibirnya, dia tidak mau obatnya keluar lagi, dengan penuh harap ima menunggu bara menelan obat itu, hingga beberapa lama bara tidak juga menelan obat itu.
Ima melepaskan bibirnya dan obatnya pun mengalir keluar.
Ima tidak putus harapan, dia minum obat itu sekali lagi dan memasukkannya kedalam mulut bara, kali ini dia akan menunggu selama yang dibutuhkan agar bara bisa menelan obat itu.
Ima menunggu sambil menangis, air matanya jatuh dan menetes diwajah bara.
“ bangunlah bara. jangan seperti ini. yori tidak bisa hidup tanpamu !! bangunlah !!! ” gumam ima dalam hati.
Setelah sangat lama menunggu dan menangis, suara obat tertelan menghentikan tangisan ima.
Ima pun melepaskan bibirnya perlahan dari bibir bara dan memandang wajah bara.
pandangan mata bara tidak kosong lagi, bara menatap ima dengan tatapan yang sangat dalam.
Melihat bara terbangun ima segera memeluknya.
“ akhirnya kau bangun juga. aku sangat panik dan khawatir..huuaaaa.” ucap ima sambil menangis tersedu - sedu.
Bara memeluk ima kembali, dia masih tidak percaya bahwa wanita yang memberinya obat melalui mulutnya adalah ima, wanita yang sangat dicintainya.
Gembok pada kotak kecil dalam hati bara terbuka satu – persatu.
Sebelum gembok terakhir terbuka, bara melepaskan pelukannya dengan segera.
“ ima, kenapa kau menangis ?” tanya bara .
“ apa kau bodoh ? tentu aku menangis karena mu ! bagaimana bisa kau tidak bergerak sama sekali bahkan setelah aku memberimu obat dengan mulutku sendiri ? tidak hanya sekali, tapi dua kali. apa kau tidak tau betapa khawatirnya aku saat melihatmu tidak bergerak sama sekali ???” tanya ima bertubi – tubi.
“ tenanglah, aku sudah sadar dan bergerak kembali.” jawab bara sambil membelai rambut ima dengan lembut.
“ iya, maafkan aku. lain kali aku tidak akan bekerja berlebihan. “ ucap bara menenangkan ima.
Bara sangat bahagia dengan apa yang baru saja ima lakukan untuknya dan mencoba menerima bahwa ima sudah dimiliki oleh yori.
setidaknya bara mendapatkan perhatian dan dua buah ciuman yang sangat panjang dari wanita pujaan hatinya itu.
Bagi bara dua buah ciuman dari ima sudah membantunya keluar dari neraka yang baru saja dikunjungi olehnya didalam mimpi.
Didalam mimpi bara, ima meninggalkannya tanpa menoleh sedikitpun kepada bara. Sehingga saat dia terbangun dia sangat bersyukur bahwa ima masih berada disisinya walaupun dengan status sebagai adik ipar.
...
Ima tidak ingin yori bekerja dengan tidak tenang karena khawatir dengan kondisi kakaknya.
siang itu ima segera menghubungi yori tentang keadaan bara.
mendengar kabar itu yori pun sangat bahagia.
Sore harinya saat yori pulang kerja bara sudah duduk diruang tengah bersama ima.
“ kak ? kau sudah sembuh ?” tanya yori sambil memegang tubuh kakaknya.
”aku sudah sembuh dan sangat sehat. besok aku akan mulai bekerja kembali.” jawab bara santai.
“ tidak ! kau harus istirahat total. aku akan membantu mengurus perusahaan, kau jangan khawatir kak !”ucap yori meyakinkan bara.
“ baiklah.. aku akan istirahat beberapa hari. aku juga merasa lelah karena beberapa bulan ini terlalu bekerja keras.” ucap bara.
Mendengar hal itu yori pun sangat bahagia. Setelah makan malam mereka segera kembali ke kamar masing – masing.
Didalam kamar yori berbincang dengan istrinya.
“ ima, bagaimana kakakku bisa sadar ?” tanya yori penasaran.
“ aku memaksanya minum obat dengan mulutku karena sudah 3 kali aku menggunakan sendok tapi obatnya keluar lagi.” jawab ima apa adanya.
“ hah ? Dengan mulut ?” tanya yori heran.
“ iya, tidak hanya sekali tapi dua kali. aku sampai menangis tersedu – sedu diwajahnya.” ucap ima menjelaskan.
__ADS_1
“ maksudmu kau menciumnya sampai dua kali ?” tanya yori yang hampir marah.
“ aku tidak menciumnya. aku hanya memberikan obat untuknya dengan cara yang lebih menjanjikan, dengan begitu aku bisa menahan obatnya didalam mulut bara dan menunggu agar bara menelannya.” jawab ima menenangkan suaminya.
“ bukankah cara itu berhasil ? bara terbangun dan kau sangat bahagia.” tambah ima.
“ sebenarnya aku tidak setuju dengan caramu. kau adalah istriku,bagaimana mungkin kau mencium pria lain.” ucap yori sambil menggerutu.
“ apa kau bodoh ? dihadapan maut tidak ada yang namanya jenis kelamin. yang ada dikepalaku hanya cara apa yang bisa digunakan agar membuatnya bangun!” ucap ima kesal.
Yori memeluk istrinya dan meminta maaf, ima yang merasakan kehangatan pelukan dari suaminya pun luluh dan memaafkannya dengan sedikit kesal.
Tidak lama kemudian ponsel yori berbunyi.
“ hallo.”ucap yori.
“ yori.. ini aku risa. aku merindukanmu !”ucap risa manja.
Ima yang mendengar ucapan risa hanya diam mengamati wajah yori yang terkejut.
“ risa ? benarkah ini kau ?” tanya yori masih tidak percaya.
Diujung telepon ada wanita yang pernah mengisi seluruh ruang dihatinya.
Ima hanya mulai mengerutkan dahinya dan menyimak dengan seksama.
“ a..ada apa risa ? kenapa kau meneleponku ?” tanya yori dengan gugup melihat wajah ima yang mulai menaikkan sebelah alisnya tanda akan marah.
“ aku ingin bertemu denganmu besok. aku tidak percaya kau sudah menikah ! bukankah kau hanya mencintaiku ? “ tanya risa yang menunggu jawaban dari yori.
“ risa ,aku sudah menikah dan hidup bahagia bersama istriku.” jawab yori.
“ aku tidak percaya. kau hanya mencintaiku dan akan terus seperti itu !” ucap risa.
“ aku akan menunggumu dikafe tempat biasa kita bertemu . aku akan menunggu hingga kau datang.” tambah risa sambil menutup teleponnya.
Ima yang diam dan menyimak mulai berkomentar.
“ siapa itu ?” tanya ima perlahan.
“ dia adalah pacarku sebelum aku menikah denganmu. saat tau aku cacat dan tidak bisa bekerja diperusahaan Lang, dia meninggalkanku tanpa mengucapkan apapun.” jawab yori apa adanya.
“ apa kau akan menemui wanita itu ?” tanya ima.
yori terdiam, dalam hati yori masih merindukan risa, wanita yang pernah dicintai dengan seluruh jiwa dan raganya.
Tapi disisi lain sekarang dia sudah mencintai wanita lain yaitu istrinya yang sedang duduk dihadapannya dan menginterogasi nya seperti polisi menangkap penjahat.
rasa rindunya untuk bertemu dengan risa sekali lagi kalah dengan rasa takutnya terhadap amarah sang istri yang berada didepannya.
Kemarahan istrinya bahkan bisa menghancurkan kakinya yang sudah susah payah dia sembuhkan.
“ aku tidak akan menemuinya.” jawab yori ragu.
Ima yang tau gerak gerik suaminya hanya diam dan pura – pura percaya.
“baguslah kalau begitu, aku akan tidur terlebih dahulu.” ucap ima sambil berbaring dan memejamkan matanya.
Yori pun ikut berbaring dengan keadaan hatinya yang kacau dan masih memiliki keinginan bertemu dengan risa karena sudah 4 tahun tidak bertemu.
" apakah risa masih seperti dulu ?
ataukah dia sudah berubah ?" gumam yori dalam hati tanpa tau bahwa pikirannya itu sudah termasuk perselingkuhan didalam kepala.
....
Pagi harinya ima sengaja izin tidak masuk kerja dengan alasan tubuhnya yang masih sakit. Yori pun percaya dan segera berangkat ke kantor.
Setelah yori berangkat kekantor, ima mengganti baju dan menggunakan make up terbaiknya agar terlihat lebih cantik dari biasanya.
Setelah siap, ima meminta paman sam menemaninya ke kantor menggunakan mobil sewaan.
sesampainya dikantor, ima tidak turun melainkan meminta paman sam menunggu didalam mobil bersamanya.
Satu jam kemudian yori keluar dari kantor dan memasuki mobil menuju tempat pertemuannya dengan risa.
Ima meminta paman sam mengikuti suaminya itu.
Tidak perlu waktu lama, yori sudah sampai ditempat tujuannya karena letaknya tidak begitu jauh dari perusahaan.
Kafe itu menyediakan pemandangan luar seperti kafe didalam kebun dan banyak kursi dan meja tertata rapi disisi jalan.
perlahan yori menghampiri seorang wanita cantik yang memiliki rambut berwarna gold, ima hanya mengamati situasi dari dalam kaca mobil.
dengan mobil sewaan tentu yori tidak sadar bahwa didalam mobil tersebut ada sang istri yang memantaunya.
__ADS_1
Bersambung..