My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 45


__ADS_3

Ima hanya diam mematung, dia tidak menyangka bara mencuri sandwich terakhir miliknya.


“ bara ! “ ucap ima marah.


“ apakah kau sepelit itu kepadaku ? “ tambah ima.


“ kau sendiri yang menyuruhku menggigitmu, aku tidak mungkin menggigitmu karena itu akan membuatmu merasakan sakit. aku memilih menggigit sandwichmu, kau tidak perlu marah seperti itu kepadaku.


bukankah disini kau yang terbukti pelit dan bukan aku ? “ jawab bara sambil mengunyah sandwich hasil curiannya itu.


Ima segera menyerang bara dan berusaha mengganggu bara memakan sandwich curian itu.


Melihat serangan ima, bara segera menelan sandwich itu bulat – bulat.


Dengan wajah kesalnya, ima mencubit pipi bara dengan kuat.


Melihat ima yang semakin menggemaskan membuat bara tidak bisa menahan diri lagi.


Ditariknya wajah ima dan diciumnya serta dilumatnya bulat – bulat bibir mungil ima itu seolah bara ingin mengungkapkan perasaannya melalui ciumannya yang sangat menggoda itu.


Ima sangat terkejut dan tidak dapat menghindar, tapi karena bakat mencium yang dimiliki bara terlalu tinggi membuat ima bertekuk lutut dan mulai menikmati ciuman dari bara bahkan mulai membalas ciuman bara yang sangat dalam dan buas itu.


Melihat ima membalas ciumannya, bara pun semakin menjadi.


Dimasukkan tangannya kedalam baju ima menyusuri gaun ima dan tidak ada reaksi penolakan dari ima.


Dilanjutkannya perjalanan tangannya ke arah bagian yang paling sensitif ditubuh ima.


“ ah..! “


Ima tersadar atas apa yang telah dilakukannya, dia segera menghentikan tangan bara yang hampir saja bermain diarea sensitifnya.


ima melihat sebagian tubuhnya telah terekspos secara sempurna ke dunia luar.


“ bara ! hentikan ini. “ teriak ima.


“ ini tidak benar ! “ tambah ima sambil menarik tangan bara dari dalam gaun tidurnya.


“ ima..biarkan aku tidur denganmu dan memanjakanmu. aku ingin membuatmu bahagia..” ucap bara apa adanya.


" bara, aku menghargai niat baikmu. tapi.. " ucapan ima dipotong oleh bara.


" kenapa kau tidak mau menerimaku ? " tanya bara yang wajah tampannya malam itu diliputi kesedihan dan kemarahan.


“ aku tidak mau kau melakukan hal sejauh ini hanya karena rasa bersalahmu terhadap yori, ini salah, bara ! “ ucap ima mencoba menenangkan bara.


" apa maksudmu ? " tanya bara.


" kau melakukan semua ini karena rasa bersalahmu kepadaku, bukan karena kau mencintaiku. " ucap ima.


" kau tidak perlu berbuat sejauh ini bara, aku benar - benar tidak menyalahkanmu atas kematian yori. " tambah ima.


" aku mohon jangan lakukan hal yang tidak diinginkan oleh hatimu. kau berhak memiliki keluargamu sendiri kelak. " ucap ima mulai menangis.


" aku memang kesepian, tapi itu bukan berarti kau harus mengorbankan dirimu sendiri hanya untuk membuatku bahagia.. " ucap ima yang air matanya mulai mengalir deras.


" maafkan aku bara.. aku tidak bermaksud menangis, hanya saja air mataku tidak mau mendengarkanku. " ucap ima sambil mengusap air matanya berkali - kali.


bara seketika mematung mendengar pernyataan ima.


" ima, bagaimana mungkin kau menganggap semua yang aku lakukan ini didasari oleh rasa bersalah ? ima, tidakkah kau sadar aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu 3 tahun yang lalu saat kita mulai berdebat ? " gumam bara dalam hati.


Bara benar – benar tidak bisa mengatakan apapun, dia masih syok dengan kesalahpahaman yang telah berada dikepala ima selama ini.


Bara mengumpulkan semua keberanian yang dia miliki untuk mengatakan kebenaran kepada ima malam itu.


“ ima, apakah kau ingat saat pertama kali kita bertemu ? “ tanya bara memulai pernyataan cintanya.


“ tentu saja, kau adalah pria paling menyebalkan dan paling merepotkan yang pernah aku temui seumur hidupku. “ jawab ima apa adanya.


Mendengar hal itu bara seketika tertawa, dia mengingat bagaimana mereka berdua selalu bertengkar setiap kali bertemu.


“ kau tau kenapa aku selalu membullymu ? “ tanya bara.


“ tentu saja aku tau. kau benci dengan wajah jelekku, karena itulah kau membullyku agar aku pergi dari pandanganmu. “ jawab ima yang mulai kesal karena mengingat masa lalu dimana bara selalu membullynya dan membuat hidupnya menjadi sulit.


“ apakah kau tau ima, setelah kau pergi dari rumahku karena pengobatan yori 3 tahun yang lalu, saat itulah aku baru sadar bahwa aku telah jatuh cinta padamu. “ ucap bara.


“ saat aku menyadari dan berusaha membuang perasaanku saat itu, itu semua sudah terlambat karena aku sudah jatuh terlalu dalam. “ tambah bara mulai memandang ima yang terdiam karena tidak percaya dengan ucapan bara.


“ apa kau tau kenapa sejak 3 tahun yang lalu aku tidak menyentuh wanita ? itu karena sahabatku fio membantuku menyadari perasaanku sendiri. “ ucap bara mulai menjelaskan.

__ADS_1


“ apakah kau tau kenapa aku tidak membullymu selama 3 tahun terakhir ? dan bahkan saat kau kembali kerumah kami dikala yori sudah sembuh aku tidak juga membullymu, apakah kau tau apa alasannya ? “ tanya bara perlahan.


Kali ini ima hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


Ima mulai teringat bahwa sebelum dia pergi dari rumah bara, bara sempat mengancam akan membalas dendam dan membully ima walaupun ima tidak berada di rumah itu.


Memang benar bahwa setelah itu bara tidak membalas dendam atau membullynya lagi hingga kini.


“ apakah ini berarti bahwa semua ucapannya adalah kebenaran ? ataukah dia hanya ingin membuatku mempercayainya ? “ gumam ima dalam hati.


“ ima, aku telah memendam perasaanku selama 3 tahun ini dan saat kau hidup bahagia dengan yori aku hanya mampu mengubur perasaanku sedalam mungkin dan mendukung kebahagiaan kalian berdua. “ ucap bara sambil mulai menangis.


“ apa kau tau apa yang aku rasakan saat pertama kali aku mendengar bahwa kau sudah melakukan malam pertamamu bersama yori malam itu ? “ tambah bara yang air matanya mulai tak terbendung lagi.


“ aku hancur ima.. aku hancur sehancur – hancurnya hari itu. aku roboh dan koma bukan karena aku kelelahan bekerja... Itu semua karenamu ima..karenamu..! ” ucap bara sambil menangis seolah – olah dia tidak ingin mengingat kejadian terpahit didalam hidupnya itu.


Ima mematung..


“ oh Tuhan.. benarkah ini ? bara sudah mencintaiku sejak dulu ? bahkan saat wajahku jelek ? benarkah ini ? “ tanya ima dalam hati yang masih bingung dengan pernyataan bara.


“ bukankah kau membenciku karena wajahku yang jelek bara ? “ tanya ima dengan wajah bingungnya.


“ oh ima.. apakah kau masih tidak percaya padaku ? aku harus bagaimana agar kau mau mempercayaiku ? “ ucap bara sambil memegang pundak ima.


“ tidakkah kau rasakan perasaan yang ingin aku sampaikan dari tingkah laku dan ciumanku selama ini ? “ tanya bara.


“ bagaimana aku bisa tau tentang perasaanmu, yang aku tau kau hanya membenciku karena aku jelek. “ jawab ima apa adanya.


“ sekarang apakah kau percaya kepadaku ? “ tanya bara yang sudah berhenti menangis dan menatap ima dengan tatapan yang sangat tajam.


“ba..bara.. berita ini terlalu mendadak. aku masih bingung dengan semua ini. “ jawab ima yang masih kebingungan dan tidak percaya.


“ bagaimana mungkin orang yang sangat membenciku ternyata malah mencintaiku? ini tidak masuk akal. “ gumam ima dalam hati.


Bara yang melihat ima kebingungan akhirnya memilih untuk memberi ruang kepada ima.


“ ima, aku akan memberimu waktu untuk memikirkan semua ini. yang perlu kau tau hanyalah bahwa aku, bara lang telah mencintaimu sejak 3 tahun yang lalu terlepas kau jelek atau cantik. “ ucap bara.


“ sekarang, istirahatlah. kau sedang hamil dan membutuhkan istirahat yang cukup. “ ucap bara sambil membawa bantal dan selimutnya kembali ke sofa.


Ima hanya diam dan tidak menghentikan bara yang mulai tidur disofa. Ima sedang mengolah kata – kata bara yang sangat sulit untuk diterima.


Ima mencoba menutup matanya dan berusaha tidur, tapi cara itu tidak berhasil.


anak dalam perutnya bergerak seolah - olah merasakan kegelisahan sang ibu.


Ima mengelus – elus perutnya, baru beberapa saat yang lalu anaknya mendapat kehangatan dari bara dan sekarang tidak ada lagi kehangatan yang bisa ima berikan kepada anaknya itu.


Ima memandang bara yang sudah tidur di sofa, ima ingin sekali memanggil bara untuk memeluk perutnya agar anaknya merasa hangat, tapi dia mengurungkan niatnya.


“ nak, maafkan ibu. ibu sangat bingung dengan semua ini dan tidak mampu membuat keputusan. apakah kau marah kepada ibumu ini ? “ tanya ima dalam hati.


Ima membalikkan tubuhnya kekanan, kekiri, kekanan lagi dan kekiri lagi dan masih belum bisa tertidur, ima akhirnya menyerah demi anaknya.


“ bara, apakah kau sudah tidur ? “ tanya ima sengaja memelankan suaranya agar tidak membangunkan bara.


Bara yang memang tidak tidur mendengar suara ima dengan jelas, dibukanya matanya.


“ ada apa ima ? apakah kau tidak bisa tidur ? “ tanya bara sambil menatap ke arah ima.


Ima menggangguk malu, mau bagaimana lagi, ima dan anak dalam perutnya sangat membutuhkan bara saat itu.


“ apa kau ingin aku tidur disana ? “ tanya bara.


Ima mengangguk..


“ apa kau yakin ? “ tanya bara sekali lagi.


Ima mengangguk..


“ kau siap dengan konsekuensinya ? “ tanya bara mulai serius.


Kali ini ima berpikir sejenak, lalu dia mengangguk..


Bara tersenyum dan mulai membawa bantal dan selimutnya ketempat tidur.


setelah berbaring disamping ima, bara mulai melancarkan serangannya lagi.


“ jika kau menciumku, aku akan memeluk perutmu setiap saat hingga anakmu lahir. “ ucap bara.


Kali ini bara menggunakan serangan langsung kepada ima.

__ADS_1


Ima terkejut..


“ bagaimana bisa kau meminta imbalan atas niat baikmu ? “ tanya ima keheranan.


“ aku tidak mau menutupi perasaanku lagi mulai saat ini. aku ingin kau tau dan percaya bahwa aku benar – benar mencintaimu. “ ucap bara yang rasa malunya entah sedang liburan kemana.


Ima berpikir lagi dan akhirnya berpikir dua kali lagi, setelah itu dia mengangguk.


Terlihat wajah bara malam itu bersinar sangat terang hingga terangnya mengalahkan sinar bulan yang sedang purnama.


Ima sebenarnya ragu, tapi akhirnya dia memberanikan diri mencium bara.


Didekatinya wajah bara, setelah cukup dekat...


Belum sempat ima bersiap mencium bara, bara sudah menarik wajah ima terlebih dahulu dan mulai mengeluarkan ciuman andalannya.


Ima benar – benar tidak bisa mencegah bara dan ciuman bara selalu membuatnya bertekuk lutut tak berdaya.


Mereka berdua berciuman cukup lama dan saling melumat satu sama lain.


Entah bagaimana ceritanya karena ima tidak merasakan bahwa area tubuhnya bagian atas sudah terekspos dan diinvasi oleh bara.


Saat tangan bara mulai menginvasi area sensitifnya, ima seketika tersadar.


“ bara ! Stop ! “ ucap ima.


Bara berhenti mencium ima, sesaat kemudian bara justru menciumi tubuh bagian atas ima yang entah bagaimana prosesnya sudah terekspos.


“ bara ! “ ucap ima mencoba menghentikan bara.


“ ah ! “ teriak ima karena bara menggigit bahu ima.


“ apakah kau gila ? untuk apa kau menggigitku ! “ teriak ima mulai kesal.


“ ah ! Bara !! “ kali ini ima mulai marah karena bara menggigit leher ima.


“ apakah kau sangat ingin menjadi vampire ? berhenti menggigitku ! “ teriak ima yang sudah sangat marah.


Bara seketika berhenti dan memandang ima.


“ ima..aku ingin memakanmu malam ini..” ucap bara sambil menenggelamkan wajahnya ke dada ima.


“ bara, bara. aku tau apa yang kau inginkan. tapi apakah kau lupa aku sedang hamil ? “ tanya ima mencoba membuat bara sadar dan kembali tenang.


“ aku akan melakukannya dengan pelan dan hati – hati.. percayakan padaku. “ jawab bara apa adanya. Disini naluri alami bara yang mengambil alih tubuhnya.


“ bukan itu maksudku bara ! aku sedang hamil anak yori, apakah kau tidak memikirkan perasaannya saat dia menyaksikan tubuh ibunya diinvasi oleh pria lain selain ayah kandungnya ? “ tanya ima yang mencoba menghentikan bara.


“ tapi dia masih bayi dan tidak tau apa – apa.. aku tidak akan mengganggunya selama aku menginvasi tubuhmu. “ ucap bara yang kesadarannya terlalu jauh mengambil rute kembali dari liburannya.


“ bara, kau boleh memakanku.. tapi nanti saat anak ini sudah lahir. aku berjanji padamu ! “ ucap ima meyakinkan bara agar segera menghentikan niat bara terhadap ima.


“ tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi saat kau sudah berada tepat dihadapanku. “ ucap bara yang kesadarannya tampaknya tersesat dan tidak tau arah jalan pulang.


“ kenapa pria ini sangat sulit untuk ditaklukkan !! dasar tukang bully ! apa dia tidak memikirkan anak dalam kandunganku ? “ gumam ima dalam hati.


Otak ima mulai berpikir dengan keras dan... Ting ! sebuah ide keluar dari kepala ima.


“ bara, kau tau aku tidak pernah mengingkari janjiku bukan ? aku akan membiarkanmu memakanku saat anak ini sudah lahir. “ ucap ima mulai menjalankan idenya.


“ bukankah kau sudah menungguku selama hampir 4 tahun ? lalu apa artinya jika kau hanya menungguku selama 4 bulan lagi ? bukankah itu waktu yang cukup cepat ? “ tambah ima melancarkan idenya.


Bara diam sejenak..


“ benar juga yang dikatakan ima, bagaimanapun ini adalah anak yori. anak ini bisa membenciku jika dia menyaksikan aku menginvasi tubuh ibunya saat dia masih didalam perut. “ gumam bara dalam hati.


“ apakah kau berjanji ? “ tanya bara.


“ iya aku berjanji ! “ jawab ima dengan cepat.


“ pria satu ini benar – benar sulit untuk ditundukkan dan sangat keras kepala. “ gumam ima dalam hati tanpa menyadari bahwa watak ima sama persis dengan watak pria didepannya itu.


Mereka berdua masih belum menyadari bahwa mereka berdua merupakan spesies keras kepala dari jenis tumbuhan yang sama.


“ baiklah jika kau sudah berjanji. maka untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku harus ke kamar mandi. “ ucap bara sambil mulai turun dari tempat tidur.


“ kenapa kau harus ke kamar mandi ? “ tanya ima keheranan.


“ kau telah membuat ‘ adikku ‘ terbangun dan sulit dikendalikan ! menurutmu bagaimana aku bisa menenangkannya jika bukan dikamar mandi ? “ tanya bara yang wajahnya merah padam karena malu dan berlari secepatnya ke kamar mandi.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2