
Bara dan ima pergi menuju rumah sakit meninggalkan yori dan perasaannya yang sedang gelisah.
sesampainya dirumah sakit, bara dan ima masuk kedalam ruangan dokter ob/gyn.
Perut ima pun di usg 4D.
“ tuan, anak yang saat ini berada dalam kandungan istri anda masih sangat kecil, hanya berukuran beberapa sentimeter. Saya tau anda sangat bahagia saat ini. Dalam waktu 7 bulan kedepan anda akan resmi menjadi seorang ayah.” ucap dokter helda sambil tersenyum.
“ menemani istri periksa kerumah sakit sudah membuat saya bahagia dokter walaupun anak dalam kandungannya bukanlah anak saya.” gumam bara dalam hati.
“ iya dokter, saya sangat bahagia. jika anak ini sehat, saya akan lebih bahagia lagi.” ucap bara dengan senyum yang dipaksakan.
“ tentu, anak anda sangat sehat dan tidak memiliki gangguan kesehatan apapun. Saya harap anda bisa menemani istri anda setiap bulan untuk memeriksakan kehamilannya.” ucap dokter helda sambil mencetak foto hasil usg tersebut.
Bara mengangguk dan membantu ima bangun dari tempat tidur lalu membantu ima duduk dikursi.
“ ini adalah obat dan vitamin yang secara rutin harus di minum oleh istri anda. jika dia merasa mual berikan obat ini 3x sehari. “ ucap dokter helda memberikan resep dan foto usg.
Bara menerimanya dan mengajak ima keluar ruangan untuk mengambil obat.
Ima duduk menunggu dikursi sedangkan bara berdiri panik menunggu obat.
Setelah mendapatkan obat, bara dan ima segera pulang dan sesampainya dirumah, yori sudah menunggu dengan cemas.
“ ima, bagaimana kondisi anak kita ?” tanya yori bersemangat.
“ yori, anak ini masih sangat kecil. aku hanya tau bahwa dia sehat dan tidak memiliki gangguan kesehatan apapun.” ucap ima sambil terus berjalan kekamar bara.
ima masih belum bisa percaya bahwa dalam waktu satu malam dia bisa hamil.
sakit di hati ima karena kesalahan yori belum sembuh, tapi anak yori didalam perutnya tidak berdosa sama sekali.
“ yori, aku punya hadiah untukmu. tunggulah disini dengan tenang.” ucap bara kepada adiknya yang terlihat sedih karena sikap cuek ima.
Yori mengangguk dan kembali duduk diruang tengah.
setelah mengantarkan ima ke tempat tidur, bara kembali lagi keruang tengah menghampiri adiknya yang menunggu dengan cemas.
“ yori, ini adalah hadiah untukmu.” ucap bara sambil menyerahkan sebuah foto kecil.
“ apa ini kak ?” tanya yori heran.
“ itu adalah foto anakmu yang saat ini berada dalam perut ima. ukurannya baru beberapa sentimeter kata dokter helda.” jawab bara.
Wajah yori seketika menjadi sangat bahagia, dicium dan dipeluknya foto itu.
Melihat sikap adiknya, semua rasa cemburu, marah, kesal dalam hati bara seketika hilang.
Bagaimanapun yori adalah adik yang sangat disayanginya.
Saat yori bahagia tentu bara akan ikut bahagia seberapa pahitnya kenyataan itu.
“ aku akan segera tidur, kau istirahatlah. Kau baru saja sembuh dari obat perangsang yang risa gunakan untuk menjebakmu. kedepannya kau harus ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu.” ucap bara mengingatkan adiknya.
“ iya kak, maafkan aku. aku tidak menyangka risa berbuat sejauh itu hanya untuk dapat menikahiku dan mendapatkan hartaku. terima kasih karena telah menyelamatkanku kak.” ucap yori dengan sedih.
“ jangan pernah temui risa, jika kau melihatnya segera hindari. semua yang ada pada wanita itu adalah keburukan untukmu. Sekarang kau akan menjadi seorang ayah, maka jadilah ayah yang baik dan bisa diandalkan oleh ima dan anakmu.” ucap bara sambil melangkah kembali ke kamarnya.
Yori hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi menuju kamarnya. di dalam kamar bara melihat ima yang masih belum bisa tidur.
“ ima ? kenapa kau belum tidur ?” tanya bara heran.
“ bara, bolehkah aku meminta bantuanmu ?” tanya ima.
“ tentu, bantuan apa itu ? jika aku dapat melakukannya akan segera aku lakukan saat ini juga !” jawab bara dengan cepat.
Ima tau bahwa anaknya butuh kasih sayang seorang ayah walaupun ukurannya masih sangat kecil.
sekecil apapun, itu adalah sebuah kehidupan didalam perut ima yang harus dia sayangi dan dia lindungi.
“ bara aku ingin kau tidur dengan memeluk perutku. aku belum bisa memaafkan yori sepenuhnya, jadi tidak mungkin aku minta dia untuk menyentuhku. mau kah kau menolongku ?” tanya ima sambil menatap bara dengan tatapan memohon dengan kesedihan didalamnya.
Bara terkejut dengan permintaan ima, hal yang diharapkan olehnya sejak menikah dengan ima baru malam ini dia dengar walaupun hanya tidur disamping ima, itu sudah membuat hati bara penuh dengan kebahagiaan.
“ baiklah..” ucap bara sambil membaringkan tubuhnya disamping ima.
Saat itu jantung bara sudah berdetak tak terkendali.
bara berusaha menenangkan jantungnya hingga ima mengambil tangan bara dan meletakkannya diatas perut ima.
__ADS_1
“oh Tuhan, sanggupkah aku melewati malam ini dengan aman ?” gumam bara dalam hati.
Bara melihat ima memejamkan mata dengan masih memegangi tangan bara diatas perutnya.
“ ima..kau tidak perlu memegangi tanganku sekuat itu... tanganku tidak akan berpindah dari perutmu, percayalah padaku.” ucap bara sambil tertawa kecil.
Bara sangatlah bahagia malam itu. Ima yang mendengar ucapan bara sangatlah malu lalu membalikkan badannya ke arah bara.
“ baiklah, aku percaya padamu. saat anak ini lahir kau boleh menjadi ayah angkatnya.” ucap ima sambil tertawa kecil.
Bara hanya bisa terpesona oleh wanita dipelukannya itu.
Tidak perlu menunggu lama ima pum tertidur pulas.
Saat ima sudah tertidur, bara masih terjaga tanpa bisa memejamkan mata.
Dipandanginya wajah wanita cantik didepannya itu, dicubitnya pipi ima.
Ima tidak bergeming karena pulasnya, bara tidak membuang kesempatan emas yang bisa membuatnya tidur dengan tenang.
Perlahan tapi pasti, diciumnya bibir ima cukup lama dan akhirnya bara melepaskan bibir ima karena takut ketauan.
Setelah mendapatkan obat tidur dari ima, bara pun segera tertidur dengan nyenyak sambil memegangi perut ima.
...
Pagi – pagi sekali kakek jimo sudah berada dirumah bara dan yori.
Semalam yori sudah memberitahukan berita gembira perihal kehamilan ima.
Sebenarnya semalam kakek jimo hendak datang, tapi yori mencegahnya karena takut mengganggu istirahat ima.
Saat bara dan ima turun untuk sarapan, kakek jimo dan yori sudah siap dimeja makan.
Melihat ima turun bergandengan tangan dengan bara, kakek jimo sangat bahagia.
Baginya yang terpenting adalah anak dalam perut ima adalah cicit dari keluarga Lang.
“ ima..! mari kita sarapan bersama. Kakek sudah membawakanmu sum – sum tulang sapi yang sangat sehat untuk calon cicitku. Ha..ha..” ucap kakek jimo sambil menghampiri ima dan mengajaknya duduk disampingnya.
“ bara, yori, bagaimana jika ima tidak perlu bekerja dan fokus dengan kehamilannya ? bukankah itu baik untuk kesehatan ima dan calon cicitku ?” ucap kakek jimo.
Mendengar kakek jimo dan yori sudah memutuskan apapun tanpa bertanya tentang pendapat ima, ima pun marah.
“ maaf kek, tapi aku akan tetap bekerja. dengan bekerja aku akan banyak bergerak dan itu sangat baik untuk kesehatan anakku. aku tidak mau kelak jika anakku lahir, dia terancam memiliki fisik yang lemah karena ibunya tidak pernah berolahraga dan hanya berdiam diri dirumah.” ucap ima ketus.
Kakek jimo dan yori saling memandang dan melihat kearah bara secara bersamaan.
Semua orang tau bahwa ima adalah type wanita yang tidak bisa dipaksa melakukan apapun.
Bara yang menyadari pandangan yori dan kakeknya akhirnya berkomentar.
“ aku akan mengikuti kemauan ima ! apapun keputusan yang dipilihnya.” ucap bara santai.
“tapi kak..” bantah yori.
“ yori.. jika ima ingin tetap bekerja, maka aku hanya perlu memastikan keselamatannya dan bayi dalam perutnya. bukankah itu sangat sederhana ? kenapa kau harus memaksanya untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya ? ” tanya bara santai.
“ baiklah..baiklah..kita akan mengikuti kemauan ima. benar yang dikatakan bara, kita tidak mungkin memaksa ima.” ucap kakek jimo mengalah demi kebaikan calon cicitnya.
“ ima, jagalah dirimu dan calon cicitku dengan baik. Jika kau merasa lelah atau kurang sehat, segera beritahu bara atau yori agar kau bisa segera pulang dan istirahat.” ucap kakek jimo.
“ baik kek !” jawab ima.
Pagi itu mereka akhirnya sarapan dengan damai.
Seperti biasa, bara dan ima menggunakan mobil yang terpisah dengan yori.
tiba – tiba ponsel bara berbunyi dan setelah melihat layar ponsel, bara segera mengangkat ponselnya.
“ bagaimana ? kau sudah menemukan wanita itu ?” tanya bara.
“ sudah tuan, dia sekarang berada di luar kota. sebelumnya dia pernah tinggal disana selama bertahun – tahun setelah meninggalkan adik anda yang cacat waktu itu. disana dia bekerja sebagai model.” ucap seorang detektif khusus bernama snake yang dibayar oleh bara.
“ cek agensi model tempatnya bekerja, cari info tentang semua agensi model yang ada dikota itu dan dikota jaya. Setelah itu buat semua agensi modeling agar tidak menggunakan wanita itu, hancurkan hidupnya hingga tidak tersisa.” ucap bara.
“ siap tuan.” ucap snake.
" jika dalam waktu 1 bulan wanita itu belum hancur, maka aku akan menghancurkanmu." ucap bara sambil memutuskan telepon.
__ADS_1
“ ada apa bara ?” tanya ima heran.
“ aku hanya ingin memberikan hukuman secara tidak langsung kepada risa. Wanita itu telah membuat kau dan yori berpisah dengan cara yang tidak baik, bahkan hal yang terakhir dia lakukan kepada yori sudah sangat keterlaluan. Wanita itu pantas diberi pelajaran.” jawab bara dengan nada sangat kesal dan marah.
“ jika kau ingin memberi pelajaran kepada risa, maka itu urusanmu. tapi asal kau tau bahwa yori pun bersalah. yori lah yang sejak awal mau dirayu oleh risa. mereka berdua sama - sama bersalah !” ucap ima ketus.
Bara hanya diam dan tidak bisa membela adik kesayangannya itu. Ima masih sangat sakit hati terhadap yori.
...
3 Bulan kemudian...
Waktu begitu cepat berlalu, tidak terasa kandungan ima sudah memasuki umur 5 bulan.
Bara dan ima semakin dekat karena hampir semua waktu diluar rumah ima habiskan bersama bara, setiap bulan ima dan bara harus ke rumah sakit bersama.
Saat dirumahpun semua hal dilakukan bara untuk ima.
Yori hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa – apa dikarenakan ima masih juga belum membuka hatinya untuk yori.
“ ima, apakah kau yakin untuk tetap bekerja? perutmu sudah terlihat cukup besar. “ tanya bara sambil membantu ima memakai jaket.
“ iya , aku akan tetap bekerja. Selly sedang menyiapkan sekertaris baru untukmu agar setelah aku melahirkan, aku bisa fokus merawat anakku. Berikan aku kesempatan bekerja hingga aku melahirkan 4 bulan ke depan.” ucap ima.
Bara hanya mengangguk dan menuruti semua keinginan ima.
Setelah siap, mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan.
Disana yori sudah siap menunggu ima.
“ ima, mari sarapan bersama. Seperti biasa hari ini kakek jimo sudah mengirim banyak makanan sehat untukmu dan anakku.” ucap yori. Ima mengangguk dan tersenyum.
“ terima kasih yori, kau selalu membantu bibi ana mempersiapkan sarapan dan makan malam untukku.” ucap ima.
“ tidak masalah, bagaimanapun anak yang ada dalam kandunganmu adalah anak kandungku. Sebagai ayah tentu aku harus ikut menjaga sang ibu dan anak dengan menyiapkan makanan sehat untuk mereka berdua.” jawab yori dengan wajah bahagianya.
bara tersenyum melihat suasana bahagia itu. Setelah sarapan, mereka bertiga berangkat ke kantor.
Seperti biasa, paman sam, bara dan ima menaiki mobil terpisah dengan yori.
Diperjalanan, yori melihat sosok yang sangat dikenalnya mengendarai mobil kecil berwarna hitam dan sedang mengikuti mobil yang dinaiki oleh bara dan ima.
Yori yang berada tidak terlalu jauh dengan mobil kakaknya segera melaju lebih cepat.
Walaupun sosok itu menggunakan topi, yori masih bisa mengenalinya dari jauh.
Sesampainya didepan kantor, bara membukakan pintu untuk ima dan membantunya keluar dari mobil mengingat perut ima yang sudah cukup besar.
Tiba – tiba seorang perempuan berlari mendorong ima dan bersiap menusuk bara dengan pisau yang disembunyikan ditangannya.
Melihat hal itu yori segera berlari sekuat tenaga dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi bara yang sedang membantu ima untuk berdiri.
“ aaaaaa !!!!!!”
ima berteriak histeris karena melihat yori sudah berlumuran darah didepannya tanpa memperdulikan bahwa sebuah pisau berlumuran darah telah menghiasi lehernya yang indah.
Bara yang membantu ima berdiri sangat terkejut karena dileher ima sudah terpasang sepasang tangan dengan pisau berlumuran darah.
dilihatnya yori sudah jatuh ke lantai sambil memegangi perutnya.
Bara sadar akan situasi yang sedang terjadi.
“ lepaskan tangan wanita ini dan mundur !!” teriak risa kepada bara.
Bara mundur perlahan dan menghampiri adiknya.
bara melihat wanita bertopi itu gemetaran memegang pisau, pihak keamanan segera bertindak tapi dihentikan oleh bara.
“ berhenti kalian semua !! Tidakkah kalian lihat wanita itu membawa pisau !!” ucap bara.
“ yori !! kenapa kau bodoh sekali ! kenapa kau menghalangiku membunuh bara ? apa kau tau apa yang telah dia lakukan kepadaku ? dia menghancurkan hidupku. Selama 3 bulan ini aku hidup seperti gelandangan, tidak ada satu pun agensi yang mau menerimaku. Semua itu adalah perbuatan kakakmu !” teriak risa yang masih memasang pisau yang berlumuran darah yori dileher ima.
“ kau..! beraninya kau hendak membunuhku ! itu kesalahanmu sendiri, wanita jahat sepertimu pantas mendapatkannya !” teriak bara marah sambil memegangi tubuh yori.
“ karena aku gagal membunuhmu maka aku akan membunuh anakmu !” ucap risa.
“ risa.. anak didalam perut ima adalah anakku. cukuplah kau membalaskan dendammu kepadaku. aku yang menolakmu dan memaksamu melakukan kejahatan seperti ini.” ucap yori lemah.
“ apa ?? anakmu ?” tubuh risa gemetar marah mendengar ucapan yori.
__ADS_1
Bersambung..