My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 37


__ADS_3

“ ima, aku tidak tau siapa yang memberi obat kepada yori. tapi dia yang mengajakku ke hotel, dia mengajakku untuk tidur bersama..hu..hu..” ucap risa sambil mengeluarkan tangis buaya andalannya.


" yori belum bisa melupakanku dan dia berjanji akan menikahiku jika aku mau tidur dengannya..hu..hu.." tambah risa sambil menangis histeris.


ima yang sangat marah percaya begitu saja dengan semua ucapan risa, tangan ima mengepal, dia mulai susah mengatur nafas karena sangat marah.


Melihat ima menahan amarah yang sangat besar membuat bara segera menenangkannya karena bara tidak mau ima berubah menjadi jahat lagi.


“ ima, aku punya saksi. yori tidak bersalah.” ucap bara berusaha menenangkan ima.


“ kau selalu membela adikmu, apa kau pernah memikirkan perasaanku ? kurang apa aku selama ini kepada yori ? aku sudah memberikan semua yang aku miliki kepadanya, kenapa dia tega menghancurkan hatiku berkali – kali ? apa salahku bara ? apa ??!!” teriak ima sambil berlari meninggalkan kamar hotel itu.


Bara tidak bisa mengejar ima karena sedang membawa yori dipundaknya.


Bara menatap tajam ke arah risa..


“ saat aku selesai dengan ima dan yori, aku akan mencarimu hingga ke ujung dunia untuk membuat hidupmu bagaikan di neraka !” ucap bara sambil meninggalkan tempat itu.


Risa hanya diam dan mulai takut, dia tau bahwa apa yang dikatakan bara bukanlah omong kosong belaka.


melihat hidupnya dalam bahaya, risa segera pergi dari hotel itu dan dari kota itu.


Risa pergi jauh dan tidak ada yang tau dimana keberadaannya.


Bara membawa yori kerumah dan memanggil dokter. saat dokter datang, dia segera memeriksa keadaan yori.


“ dokter, apakah adikku bisa sembuh ?” tanya bara panik.


“ saya pernah mengatasi pasien seperti ini tuan, jika obat perangsang ini kita paksa untuk berhenti, efeknya terhadap tubuh tuan yori akan serius.” ucap sang dokter.


“ apa efek samping nya dok ?” tanya bara sedikit cemas.


“ tuan yori akan mengalami penurunan performa pada kemaluannya secara drastis, saya takut tuan yori tidak bisa lagi melakukan hubungan intim kedepannya.” jawab sang dokter.


“ obat ini dirancang untuk meningkatkan gairah seseorang, jika gairah tersebut tidak disalurkan apalagi dipaksa untuk dihentikan maka resiko yang saya sebutkan tadi adalah efek sampingnya.” tambah sang dokter.


Bara menggunakan otaknya untuk berfikir sangat keras.


“aku bisa saja memanggil seorang wanita untuk menyalurkan gairah yori yang meluap karena pengaruh obat perangsang. tapi jika ima tau, maka bukan hanya yori yang akan dibunuh, aku pun akan dibunuhnya. jika yori mengalami penurunan performa, aku masih bisa mengobatinya dengan mencari dokter terbaik dikota ini atau bahkan keluar negri.” gumam bara dalam hati sambil berfikir.


“ hentikan efek obat perangsang ini, aku akan bertanggung jawab atas efek sampingnya !” ucap bara dengan yakin.


Sang dokter pun menyuntikkan sebuah cairan ke lengan yori.


Yori yang awalnya berkeringat kepanasan segera tenang sedikit demi sedikit mengikuti efek obat yang disuntikkan oleh sang dokter.


Setelah selesai, sang dokter segera pulang dan menulis beberapa resep obat untuk menunjang kesehatan yori.


Tidak lama kemudian ima pulang ke rumah dengan mata bengkak karena terlalu banyak mengeluarkan air mata, dilihatnya bara dan yori sudah pulang.


Ima hanya cuek dan masuk kedalam kamar bara.


ima mau tidak mau harus berada dirumah itu karena kasus michael.


Saat makan malam, ima meminta bibi ana untuk mengantar makan malamnya kedalam kamar bara.


Bara menemui ima untuk menjelaskan situasi sebenarnya dan masuk kedalam kamarnya, dilihatnya ima berbaring diatas tempat tidur.


bara melangkahkan kakinya mendekati wanita cantik yang sedang berbaring ditempat tidurnya, hatinya berdetak kencang. otaknya menyuruh bara untuk memeluk wanita pujaan hatinya itu, lalu dia teringat tujuan awalnya datang ke kamar itu.


bara berhenti sebentar dan meluruskan pikirannya.


“ ima.. apakah kau masih marah ? biarkan aku menjelaskan, aku mohon !” ucap bara dengan nada lembut.


“ apa lagi yang akan kau jelaskan bara ? Kau tentu akan membela adikmu itu sampai kapanpun.” ucap ima ketus.


“ jika adikku salah, aku tidak akan membelanya. tapi kali ini yori benar – benar tidak bersalah.” ucap bara.


ima hanya diam dan menutup telinganya dengan kedua tangannya.


bara tetap menjelaskan dari awal hingga akhir, dari awal dia menyewa shadow hingga dia bisa menolong yori dari perangkap risa.


“ apakah kau mau aku memanggil shadow agar kau percaya ?” tanya bara.


ima mulai membuka telinganya dan memandang bara dengan lembut.


penjelasan bara meluluhkan hati ima yang masih mencintai yori.


“ bawa dia kehadapanku dan aku akan memutuskan setelah aku bertanya secara langsung.” ucap ima sambil duduk.


“ oh Tuhan, bukankah kau sangat keras kepala ima ? bukankah kau sangat sulit untuk ditaklukkan ? hal itu hanya akan membuatku semakin jatuh cinta kepadamu ! ” gumam bara dalam hati.


Bara segera menghubungi shadow, bagaikan angin shadow seketika muncul dihadapan ima dan bara.

__ADS_1


“ apakah kau shadow ?” tanya ima dan shadow pun mengangguk.


“ sejak kapan kau bekerja pada bara ?” tanya ima sambil memandang shadow dengan pandangan yang sangat tajam.


ima dengan gaun tidur khasnya adalah pemandangan yang jarang bisa dilihat oleh pria, hal itu membuat jantung shadow berdetak kencang.


“ 1 minggu yang lalu.” jawab shadow dengan suara bergetar.


“ sebelum kejadian ini, apa saja yang kau lihat ?” tanya ima.


“ wanita bernama risa datang ke restoran, lalu tuan yori lemas dan wanita itu membawa tuan yori ke hotel.” jawab shadow mulai menenangkan hatinya.


ima diam sejenak dan mulai berfikir dengan kepala dingin.


“ untuk saat ini kau boleh pergi.” ucap ima sambil mulai berbaring kembali.


Bara penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan oleh ima.


“bagaimana ? apakah kau percaya kepadaku ? aku tau jika aku melindungi yori dari risa maka aku juga secara tidak langsung melindungi hatimu.” ucap bara apa adanya.


“ bara.. kenapa kau peduli dengan hatiku ? bukankah hal itu tidak ada kaitannya denganmu ?” tanya ima heran.


Ima tidak marah lagi karena dia tau yori tidak bersalah, suasana hatinya pun berubah menjadi gembira.


" kau melindungi yori atau melindungiku ? " tanya ima lagi.


“ wanita ini kenapa otaknya pintar sekali ? apa yang harus aku katakan ?” gumam bara dalam hati.


Melihat bara kebingungan dan berfikir keras, membuat ima ingin menggoda mantan kakak iparnya itu, bagaimanapun ima hanya menganggap bara sebagai kakak ipar.


Ima bangun dari tempat tidur dan mulai mendekati bara.


Malam itu ima menggunakan gaun tidur putih kesukaannya.


Melihat ima yang terlihat sangat mempesona dengan senyum licik diwajahnya membuat hati bara berdetak sangat keras.


Suasana yang sunyi tidak membantu bara sama sekali dan justru sebaliknya, detak jantungnya terdengar sangat jelas oleh bara dan ima.


Ima berfikir bahwa bara sangat takut hingga jantungnya berdetak dengan keras, dia tidak sadar bahwa bara jatuh cinta semakin dalam kepadanya.


“ bara..” ucap ima perlahan.


Ima pun melingkarkan tangannya ke pinggang bara.


“ bara.. aku ingin mengambil makan malamku dan tubuhmu menghalangi tanganku untuk mengambilnya.” ucap ima sambil tertawa kecil karena merasa berhasil menggoda kakak iparnya itu.


Bara syok, ternyata ima bukan ingin memeluknya melainkan ingin mengambil makanan dimeja yang berada dibelakang tubuhnya.


“ oh Tuhan , apa yang aku harapkan ? ima masih belum bisa mencintaiku !” gumam bara dalam hati.


Bara segera bergeser kesamping meja, ima pun mengambil makanannya dan mulai makan.


Baru satu suap ima merasakan mual, dia segera ke kamar mandi.


Melihat hal itu bara segera menghampiri ima dengan wajah yang sangat panik.


“ ima, ada apa ? apa kau sakit ?” tanya bara sambil memegang pundak ima.


“ aku tidak tau, aku merasa mual.”jawab ima apa adanya.


Bara segera memanggil dokter. setelah dokter datang, dia segera memeriksa ima yang sudah terbaring ditempat tidur.


Sang dokter memberikan kabar bahagia kepada bara.


“ selamat tuan bara, anda akan segera menjadi seorang ayah. jika perhitungan saya benar, maka usia kandungannya memasuki bulan kedua.” ucap sang dokter.


Bara dan ima sama – sama terkejut dengan berita itu.


“ bagaimana bisa ima hamil ? aku tidak pernah menidurinya selama ini ! ” gumam bara dalam hati.


“ hah ? aku hamil ? bagaimana bisa? Tidak ada seorang pun yang pernah menyentuhku kecuali yori ! yori.. ?? ” gumam ima dalam hati.


Saat ima sadar bahwa yori adalah ayah dari anak dalam perutnya seketika dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Melihat reaksi ima dan umur anak dalam kandungannya yang sudah hampir 2 bulan, bara segera mengerti.


“ tidak salah lagi, itu adalah anak yori bukan ? kehebohan tentang sprei dan selimut lebih 1 bulan yang lalu. Wow.. aku tidak tau bahwa yori sehebat itu, dia berhasil membuatmu hamil hanya dalam waktu 1 malam.” ucap bara dengan menahan sakit dihatinya.


Wanita yang dicintai bara hamil dengan anak adiknya dan bukan anaknya.


Ima terdiam seolah – olah tidak percaya bahwa dia sedang hamil.


“ apakah mungkin seorang perempuan bisa hamil hanya dalam 1 malam bara ?” tanya ima dengan pandangan kosong.

__ADS_1


“ tentu, bahkan aku bisa membuktikannya kepadamu jika kau berkenan.” jawab bara ketus.


“ hatiku.. hatiku serasa terbakar ! apakah aku marah kepada yori ? adik kandungku sendiri ? apakah aku cemburu kepada yori ? betapa buruknya pikiranku sebagai seorang kakak.” gumam bara dalam hati.


Hati bara terbakar, dia tidak bisa berada didalam kamarnya.


Bara sangat kecewa dan kesal kepada dirinya sendiri.


Yori yang berada diruang tengah melihat dokter keluar dari kamar bara.


Seketika yori panik dan hampir menuju kamar bara, tapi langkahnya terhenti saat dia melihat bara keluar dari kamar.


“ kak ? apa kau sakit ?” tanya yori yang masih panik.


“ yori...Ima hamil.” ucap bara.


“ hah ? Kak ?!! bagaimana bisa kau tidur dengan ima saat kau tau aku masih mencintainya ?” tanya yori marah.


“ apa kau bodoh ? Dengan sikap dingin ima kau pikir dia akan membiarkan aku menyentuhnya ? yang sekarang berada di perut ima adalah anakmu yang kau buat 1 bulan yang lalu !” ucap bara sedikit tenang saat melihat wajah yori yang panik.


“ yori, aku tidak akan pernah mengecewakanmu dengan meniduri ima.“ ucap bara lemas.


Seketika wajah yori bersinar dan berlari menuju kamar bara.


Yori segera memeluk ima.


“ ima.. kita akan memiliki anak. aku akan menjagamu dan anak kita. aku tidak akan pernah menghianatimu lagi. aku akan menjadi suami paling setia yang pernah kau temui.” ucap yori yang merasa menjadi pria paling bahagia didunia.


Ima hanya diam tidak menolak pelukan yori.


“ ima, mari kita ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganmu !” ucap yori yang segera memanggil paman sam dan bibi ana.


“ paman sam, siapkan mobil kita akan segera ke rumah sakit. bibi ana segera siapkan masakan yang sehat untuk ima yang sedang hamil.” teriak yori sambil berlari menuju ruang tengah dengan wajah bahagianya.


Paman sam dan bibi ana yang baru tau tentang kehamilan ima segera bersorak gembira.


tidak ada yang tau betapa sakitnya hati bara saat itu.


Disaat semua orang berada diatas awan, bara merasa dirinya berada didasar neraka.


Setelah semua siap, yori segera menghampiri ima.


“ ima, ayo kita berangkat sekarang.” ajak yori kegirangan.


Ima yang mulai sadar dan otaknya telah kembali kedalam kepalanya segera menolak yori.


“ yori, apakah kau lupa ? saat ini suami sah ku adalah bara. bagaimana mungkin kau ke rumah sakit bersamaku dan mengakui ini sebagai anakmu ? apa kau ingin menghancurkan nama baikku dan nama baik bara didepan publik ?” tanya ima.


“ walaupun aku tau ini adalah anakmu, tapi bara lah yang lebih berhak untuk menemaniku saat berada diluar rumah.” tambah ima.


" yori.. aku pun bahagia sekaligus sedih mendengar berita ini. " ucap ima mulai menangis.


Yori akhirnya paham, asalkan anaknya sehat dia tidak perduli dengan siapa ima akan memeriksakan kandungannya.


“ kakakku pasti akan melindungi ima dan anakku.” gumam yori dalam hati.


yori segera kembali keruang tengah menghampiri kakaknya yang masih duduk disana.


“ kak, bisakah kau temani ima ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya?” pinta yori. Mendengar permintaan yori bara pun terkejut.


“ yori, apakah kau gila ? itu adalah anakmu, bagaimana mungkin aku yang menemani ima untuk memeriksakan kehamilannya.” jawab bara heran.


“ kak, ini permintaan ima. kau adalah suami sah nya dimata publik.” ucap yori sambil tersenyum pahit.


bara bahagia karena itu adalah permintaan ima, tapi bara sedih karena adiknya tidak akan pernah bisa menemani ima ke rumah sakit.


“ baiklah, aku akan menemaninya.” ucap bara sambil berjalan kekamarnya.


“ ima, mari kita berangkat ke rumah sakit.” ajak bara.


Ima pun mengangguk dan berjalan sambil menggandeng lengan bara.


Ima sadar dia sedang hamil dan berusaha menjaga keamanan dirinya sendiri dengan memegang lengan bara, saat dia terjatuh setidaknya lengan bara akan melindunginya dari benturan dengan lantai.


Tapi bagi bara hal itu bermakna lain...


“ ima menggandengku ? apa dia mulai menerima sentuhanku ?” gumam bara dalam hati.


Bara memegang kembali tangan ima untuk menjaganya agar tidak terjatuh.


Yori yang menyaksikan hal itu merasakan bahagia dan sedih bercampur jadi satu.


“ anakku, maafkan ayahmu karena tidak bisa menemanimu dan ibumu ke rumah sakit.” gumam yori dalam hati dengan mata yang berkaca - kaca karena sedih.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2