My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 15


__ADS_3

Bibi ana memandangi wajah ima berkali - kali didalam ruang ganti.


" nyonya, apakah benar kau adalah nyonya ima ?? ” tanya bibi ana yang terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi.


“ iya bi, ini adalah wajah asliku. biar nanti yori yang menjelaskan kepada kalian semua. " jawab ima yang saat itu sedang tidak mau membahas tentang wajahnya.


untuk pertama kalinya, wajah ima membawa bencana untuk dirinya sendiri yang membuatnya tidak mau menjawab pertanyaan bibi ana.


“ tentu tuan bara kehilangan kendali didepan wanita yang bahkan kecantikannya tidak seharusnya berada didunia ini. ” ucap bibi ana terkagum – kagum.


“ tuan yori sungguh beruntung telah memilihmu nyonya, dia berhak mendapatkanmu. ” tambah bibi ana.


Ima hanya tersenyum kepada bibi ana.


Setelah mengganti gaun ima, bibi ana permisi sebentar untuk membakar gaun yang sudah terkoyak.


Didalam kamar, ima hanya memeluk suaminya tanpa berani pergi kemana – mana.


Setelah bibi ana selesai membakar gaun ima, dia kembali kekamar yori.


“ bibi ana, bisakah aku meminta tolong kepadamu ? ” tanya yori.


“ tentu tuan muda yori, apapun itu. ” jawab bibi ana.


“ maukah kau tidur dikamar ini, kau boleh membawa tempat tidur atau tidur disofa disisi tempat tidur kami. kami tidak ingin kejadian tadi terulang kembali tanpa ada satu orang pun bersama kami. ” ucap yori.


“ tentu tuan, saya akan segera bersiap dan membawa selimut. ” jawab bibi ana.


Setelah beberapa saat bibi ana datang dengan membawa selimut, dia pun tidur disofa.


Yori memeluk istrinya dan menenangkannya.


“ aku akan selalu disisimu, jangan takut. meskipun aku cacat, aku akan menggunakan segala cara untuk melindungimu. " ucap yori menenangkan istrinya yang tubuhnya masih bergetar karena kejadian yang baru saja terjadi.


ima benar – benar tidak habis pikir bahwa bara bisa semengerikan itu dan menjadi berbahaya seperti itu.


“ bisakah kita pergi dari sini dan tinggal ditempat lain ? ” tanya ima kepada yori.


“ kakakku tidak akan melepaskanku semudah itu ima, aku adalah satu –satunya keluarga yang dia miliki. ” ucap yori sedih.


disatu sisi kakak kandungnya, satu – satunya keluarganya.


Disisi yang lain istri yang sangat dicintainya.


Yori pun memikirkan cara menyelesaikan permasalahan itu tanpa ada yang harus terluka.


Yori memandang istrinya yang memang sangat cantik itu.


“ ima, bukankah kecantikanmu sangat mengerikan ? aku tidak pernah melihat kakakku bersikap seperti itu dengan wanita manapun. ” ucap yori yang masih memeluk istrinya itu.


Mendengar ucapan suaminya, ima memandangi wajah tampan suaminya sambil mulai cemberut.


“ aku terlahir ke bumi ini untuk menjadi istrimu, apakah kau tidak bahagia dengan hal itu ? “ jawab ima sambil cemberut.


Pelukan suaminya membuat tubuhnya yang gemetar menjadi tenang seketika.


“ kebahagiaanku tidak bisa aku ungkapkan dengan kata – kata. jika membelah dada tidak berbahaya bagi kesehatanku, tentu sudah aku belah dadaku agar kau bisa melihat bahwa hatiku sudah tidak lagi berada disana. hatiku sudah pergi kepadamu dengan sendirinya. aku benar – benar sangat mencintaimu. apakah kau tidak mempercayaiku ? ” ucap yori.


Ima menatap suaminya dengan tatapan amat sangat sayang.


Lalu otak kecilnya mulai menimbulkan ide – ide nakal.


“ cium aku hingga aku bisa melupakan kejadian tadi ! " ucap ima yang sudah tidak lagi malu didepan suaminya.


“ apakah hanya itu ? aku bisa menciummu kapanpun, dimanapun. tidakkah kau menginginkan hal lain yang lebih dariku ? ” tanya yori mulai menggoda istrinya.


“ kau tau ? aku ingin kau segera tidur denganku. aku ingin menjadi milikmu seutuhnya, lalu aku ingin melahirkan anak untukmu, aku ingin hidup bahagia hanya denganmu.


jika kecantikanku menurutmu berbahaya untukku. maka aku tidak akan pernah keluar rumah, aku akan selalu menunggumu didalam rumah dan merawat anak – anak kita. maka dari itu cepatlah berjalan, lalu kita pergi dari sini dan hidup bahagia berdua saja. ” jawab ima.


Lagi – lagi yori sedih karena kakinya yang cacat.


Saat itu yori benar – benar berharap ada keajaiban yang bisa membuatnya kakinya bisa berjalan seketika.

__ADS_1


Dengan keinginan yang kuat yori memutuskan secepatnya melakukan terapi.


“ besok pagi - pagi sekali kita akan segera ke rumah sakit untuk memeriksakan kakiku. aku akan segera berjalan untukmu. " ucap yori dengan semangat membara.


“ baiklah,aku akan menemanimu. apa kau tau suamiku ? terkadang aku bersyukur menjadi jelek, dengan begitu aku terhindar dari bahaya laki – laki yang ingin menggangguku.


Terkadang menjadi jelek membuat hidupku menjadi lebih mudah. ” ucap ima sambil menatap kosong ke arah langit – langit kamar mereka.


“ iya, aku tidak perduli kau jelek atau cantik. yang aku tau, saat ini aku sangat..


sangat mencintai wanita dipelukanku ini dan aku akan melakukan apapun untuk membahagiakannya. ” ucap yori sambil mencium bibir istrinya yang sedari tadi cemberut.


Yori dan ima berciuman seolah – olah tidak ada manusia lain didalam kamar itu.


Mereka melupakan bibi ana yang tertidur di sofa.


Jika saja bibi ana belum tidur, melihat pemandangan panas didepannya, tentu bibi ana akan sangat malu untuk tetap berada didalam kamar itu.


Yori mencium istrinya seakan – akan ingin menelan ima bulat – bulat.


Yori berharap dengan kehangatan yang dia berikan mampu membuat istrinya melupakan kejadian buruk yang terjadi dikamar itu.


Setelah kelelahan berciuman, ima baru tersadar bahwa ada yang berbeda dengan suaminya.


“ apa kau juga ikut minum ? ” tanya ima.


“ iya, hanya sedikit. paman sam selalu mengingatkanku tentang menjaga kesehatan selama dikamar bara saat kami berdua sedang minum. ” jawab yori.


“ berani – beraninya kau minum ? bukankah kau berjanji akan mulai berobat dan segera berjalan ? bagaimana jika itu mempengaruhi hasil tes mu ? atau mempersulit kesembuhanmu ? apa kau sudah tidak memikirkanku lagi ? ” tanya ima.


“ maafkan aku istriku, aku benar – benar tidak dapat menolak kakakku. ” jawab yori menenangkan istrinya.


“ baiklah, hanya kali ini. aku tidak mau kau minum lagi. itu buruk bagi kesehatanmu ? ” ucap ima.


“ iya, aku berjanji kepadamu. aku tidak akan minum – minum lagi walaupun kakakku memaksaku. ” ucap yori.


Setelah berdiskusi cukup lama, ima tidur dengan memeluk erat yori.


Malam itu yori tidak bisa tidur tenang mencari solusi untuk mendamaikan kakak dan istrinya.


...


Pagi harinya..


Pagi itu yori terbangun dan melihat bibi ana sudah tidak ada di sofa dekat tempat tidurnya.


Yori membangunkan sang istri yang masih tertidur disampingnya.


“ bangun istriku, hari ini kita harus bersiap pergi ke JAYA HOSPITAL untuk mengobati kaki ku dan secepatnya melakukan terapi. ” ucap yori sambil menciumi wajah istrinya.


“ cepatlah bersiap dan gunakan penyamaranmu, aku tidak mau kakakku melihat wajah cantikmu. dia bisa kehilangan kendali lagi. aku tidak mau kau terluka. ” tambah yori.


“ baiklah suamiku. ” jawab ima sambil melangkah lemas dan sesekali menguap menuju kamar mandi.


Yori memanggil bibi ana untuk membantunya bersiap – siap, karena dia tau bahwa paman sam masih berada didalam kamar bara untuk menjaga bara.


Setelah siap, ima dan yori turun ke ruang tengah.


“ bi, tolong panggil paman sam dan sampaikan padanya untuk melepaskan semua ikatan pada tubuh kakakku. bawa semua dasiku, buang dan segera bakar.


Jangan menyisakan bukti apapun yang membuat kakakku mengingat tentang kejadian tadi malam. ” perintah yori kepada bibi ana.


Bibi ana segera melangkahkan kakinya menuju kamar bara.


“ tok..tok..tok..”


Paman sam yang mendengar pintu diketuk seketika terbangun, dia menjaga bara hingga jam 5 pagi sampai akhirnya dia tertidur dengan sendirinya.


“ Paman sam, ini bibi ana. tuan muda yori memanggilmu. dia mengatakan untuk melepas semua ikatan pada tubuh tuan muda bara, lalu membuang dasi tersebut dan membakarnya sekarang juga. ” ucap bibi ana menyampaikan pesan yori.


“ baiklah, aku akan segera turun setelah melepas semua ikatan pada tubuh tuan muda bara dan akan membawa semua dasi ini untuk segera aku bakar. ” jawab paman sam.


Setelah mendengar ucapan paman sam, bibi ana segera kembali ke ruang tengah untuk memberitahukannya kepada yori.

__ADS_1


“ tuan, paman sam mengatakan bahwa dia akan segera turun setelah melepas semua ikatan pada tubuh tuan bara dan segera membakarnya. ” ucap bibi ana menyampaikan apa yang telah dikatakan oleh paman sam.


Yori hanya mengangguk dan bibi ana berdiri disana menemani yori dan ima diruang tengah.


Bara yang masih tertidur lelap, tidak tau hal apa saja yang telah terjadi.


Bara tidak tau tentang hal mengerikan yang telah dia perbuat terhadap adik iparnya tadi malam.


Dengan hati – hati paman sam membuka ikatan pada tubuh bara satu persatu.


Melihat bekas ikatan di tangan, kaki dan wajah bara, seketika paman sam menjadi sangat sedih.


“ *tuan muda, apa yang telah kau lakukan hingga dengan tanganku ini aku harus mengikatmu dan menyiksa tubuhmu seperti ini ? kenapa kau menjadi seperti ini dihadapan adik iparmu sendiri.


Kau sangat bersalah tuan muda, nyonya ima adalah istri adikmu. kau tidak bisa memperlakukannya seperti itu. aku pun tidak akan mengizinkannya meskipun aku harus mengikatmu lagi* . ” ucap paman sam dalam hati sambil menyeka air matanya yang terjatuh saat melihat bekas ikatan pada tubuh bara.


Setelah selesai melepas semua ikatan, paman sam segera turun kebawah, lalu kebelakang sebentar untuk membakar semua dasi itu.


Setelah selesai melakukan tugasnya, dia segera kembali menuju ruang tengah untuk menemui yori yang sudah menunggunya dari tadi.


“ tuan muda yori, saya sudah membakar semua dasi yang digunakan untuk mengikat tuan bara. “ ucap paman sam.


“ terima kasih paman dan juga bibi , aku benar – benar berterima kasih kepada kalian berdua. tanpa bantuan dari kalian berdua, aku tidak sanggup membayangkan hal mengerikan apa yang mampu dilakukan oleh kakakku terhadap istriku tadi malam..


Sekali lagi, terima kasih kepada kalian berdua..” ucap yori sambil mengusap air matanya yang sudah terlebih dahulu terjatuh.


Melihat yori menangis, paman sam dan bibi ana pun terharu dan sedih.


“tuan muda bara, kau telah membuat tuan muda yori menangis untuk pertama kalinya. ” gumam paman sam didalam hatinya.


sedangkan bibi ana berfikir hal lain.


“ tuan muda bara, kau tidak hanya membuat tuan muda yori menangis, kau juga membuat nyonya ima hampir kehilangan masa depannya. kau hampir melakukan kesalahan yang tidak akan pernah bisa diperbaiki. gumam bibi ana dalam hati.


Paman sam dan bibi ana hanya menunduk sedih dengan fikiran mereka masing – masing.


“ paman sam, bibi ana aku ingin memohon bantuan kalian berdua. ” ucap yori.


Mendengar hal itu paman sam dan bibi ana segera mengangkat kepala mereka berdua.


“ apapun itu tuan muda ! selama itu untuk kebaikan semua orang. kami akan dengan senang hati membantu. ” ucap paman sam mewakili dirinya dan bibi ana.


“ pertama, jika kakakku mengatakan sesuatu tentang kejadian tadi malam, katakan padanya bahwa semalam tidak terjadi apapun. katakan bahwa dia hanya bermimpi dalam keadaan nya yang sedang mabuk berat. " ucap yori.


Mendengar perintah tuannya, paman sam segera menjawabnya.


“ baik tuan muda, akan saya laksanakan. " jawab paman sam serius.


“ kedua, jaga rahasia istriku. jangan beritahu siapapun tentang wajah aslinya, terutama kakakku. karena jika dia tau, aku tidak bisa membayangkan hal berbahaya apa lagi yang akan dia lakukan kepada ima dalam keadaan sadarnya. “ ucap yori.


“ aku sangat tau sifat kakakku, tidak ada yang tidak dapat diraihnya. baik itu perusahaan ataupun hal lain. terlebih lagi ima adalah wanita pertama yang menolak kakakku secara langsung. dengan wataknya dia akan benar – benar mengurung ima dalam kamarnya tanpa memikirkan hal lain ! ” tambah yori.


“ siap tuan ! hal ini akan kami ingat dengan baik . " jawab paman sam.


“ ketiga dan yang terakhir. satu permohonan ini adalah permohonan dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam. kalian berdua tau bahwa aku cacat dan tidak bisa melindungi istriku sepenuhnya.


Aku memohon kepada kalian berdua agar bersedia membantuku untuk melindungi istriku dari kakakku. aku sangat mencintai ima dan jika ada hal buruk terjadi padanya, aku tidak tau apakah aku bisa memaafkan diriku sendiri atau tidak. yang aku tau, tanpa ima aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku...” ucap yori menahan air matanya yang hampir jatuh.


ima segera memeluk suaminya itu.


“ tenanglah suamiku. semalam aku sangat terkejut dan tidak pernah menyangka bahwa bara bisa melakukan hal buruk padaku. saat itu terjadi kepalaku tiba – tiba kosong dan tidak bisa memikirkan ide apapun, bahkan aku tidak bisa bersiap –siap untuk melindungi diriku sendiri. “ ucap ima menenangkan suaminya yang hampir menangis.


“ kau tau bahwa aku bisa karate bukan ? aku bukan wanita lemah. aku akan berusaha untuk lebih waspada kepada siapapun kedepannya, termasuk didepan kakakmu.


Paman sam dan bibi ana sangat menyayangimu, mereka akan melindungiku untuk menjaga hatimu. oercayalah padaku dan pada mereka berdua. ” tambah ima.


Yori yang mendengar ucapan istrinya hanya bisa mengangguk dan mencium pipi sang istri yang saat ini telah memegang hati yori didalam genggamannya.


“ benar tuan, kami akan menjaga dan melindungi nyonya ima seperti kami menjaga dan melindungimu ! “ ucap paman sam serius.


“ baiklah kalau begitu, aku percaya kepada kalian semua. sekarang aku akan segera kerumah sakit untuk mengobati kakiku dan segera melakukan terapi berjalan. aku tidak mungkin menunggu kakakku bangun untuk dapat berangkat ke rumah sakit, jadi saat kakakku bangun tolong sampaikan kepadanya bahwa aku sudah berangkat ke rumah sakit terlebih dahulu. ” ucap yori.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2