
Sekarang bara melihat wanita yang dipeluknya dan baru saja diciumnya.
Mata bara seketika terbelalak lebar saat melihat wanita disampingnya adalah alma, sahabatnya sejak kecil.
“ bagaimana ini bisa terjadi ? “ tanya bara sambil melepaskan pelukannya.
Bara segera turun dan hendak berbicara dengan tuan ling saat dia sadar bahwa dia tidak mengenakan pakaian sama sekali.
Bara menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, tapi saat selimut dia ambil, alma berteriak sangat keras.
“ aaaa..!! “
Saat melihat alma, sekali lagi bara sangat amat terkejut karena alma tidak mengenakan pakaian sama sekali sama seperti dirinya.
Diletakkannya kembali selimut dan dia berusaha mengambil semua pakaiannya yang tergeletak dilantai.
Setelah berpakaian, bara yang masih kebingungan dengan situasi pagi itu mulai bertanya.
“ alma ? apa yang terjadi ? kenapa aku bisa tidur ditempat tidurmu ? “ tanya bara yang terkejut, bingung dan panik.
“ semalam kak bara memintaku untuk tidur bersama, aku hanya mengikuti kemauan kakak. “ jawab alma sambil menangis tersedu – sedu.
“ maksudmu ? kita semalam telah tidur bersama ? begini, maksudku apakah kita melakukan hubungan intim ? “ tanya bara yang masih tidak percaya dan ingin memastikan sesuatu.
Alma hanya mengangguk dan melanjutkan tangisannya.
Papa ling yang mendengar pernyataan dari putrinya seketika menjadi marah.
“ bara, bagaimana bisa kau melakukan hal itu terhadap putriku sedangkan kau sendiri sudah memiliki istri ! “ teriak papa ling.
“ alma adalah sahabatmu sejak kecil dan om pun sangat menghormatimu. “ ucap papa ling yang mulai menangis.
Bara benar – benar di buat bingung dan panik dengan situasi dihadapannya.
“ om, dengarkan penjelasan bara terlebih dahulu. “ ucap bara.
“ tidak ! kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ! “ ucap papa ling dengan wajah yang sangat serius.
Mama ling segera memeluk putrinya itu dan menenangkannya.
“ itu tidak mungkin om ! aku sudah memiliki istri dan anak. “ ucap bara.
“ aku tidak perduli, nikahi alma agar masa depannya tidak hancur. “ ucap papa ling.
“ om !! jika aku harus menceraikan istriku, lebih baik aku masuk penjara atas perbuatanku terhadap alma ! “ sanggah bara dengan wajah yang tak kalah serius dari wajah papa ling.
Mendengar ucapan bara, alma segera bertindak agar rencananya tidak gagal.
“ papa ! hentikan ! aku sangat mencintai kak bara, aku rela menjadi istri keduanya. “ ucap alma sambil mengusap air matanya.
“ tapi sayang, kau berhak menjadi istri sah bara karena kejadian ini “ ucap papa ling.
“ tapi jika kak bara harus dipenjara karena hal ini maka aku tidak akan mengizinkannya ! “ ucap alma.
" jika polisi turun tangan maka kebohonganku akan terungkap dan usahaku akan sia -sia. " gumam alma dalam hati.
Papa ling hanya terdiam mendengar kemauan anak semata wayangnya itu.
“ bara, om tidak perduli ! nikahi alma secepat mungkin sebelum berita ini keluar. “ ucap papa ling.
“ tapi om.. “ ucapan bara terhenti.
Bara melihat ke arah alma, dilihatnya sahabatnya itu mulai menangis lagi.
“ alma adalah wanita yang sangat baik dan sahabat ku sejak kecil, jadi tidak mungkin alma berbohong tentang hal sebesar ini bukan ? “ gumam bara dalam hati.
“ *matilah aku !! ima pasti akan membunuhku ! bara, apakah kau sangat ingin menyentuh wanita hingga kau menyerang sahabatmu sendiri ??
apakah kau tidak mampu menahan dirimu lagi bara ? betapa bodohnya kau bara* !! “ gumam bara dalam hati sambil memaki dirinya sendiri.
“ om, aku akan bertanggung jawab. tapi bisakah kau memberiku waktu ? jujur, aku sendiri masih bingung dengan situasi ini om. “ ucap bara.
“ apa maksudmu kau akan membantah fakta bahwa kau telah tidur dengan putriku ? “ tanya papa ling yang hampir marah lagi.
“ bukan begitu om, aku benar – benar tidak ingat apapun ! “ ucap bara.
Papa ling menatap bara dengan tatapan tajam.
“ apa kau juga akan membantah telah memeluk dan mencium alma ? “ tanya papa ling.
“ aku tidak tau bahwa yang berada disampingku adalah alma, aku pikir dia istriku makanya aku memeluk dan menciumnya seperti itu. “ ucap bara menjelaskan.
“ bara, bukankah kau sangat pintar mencari alasan ? om melihat kau memeluk dan mencium alma dengan mata kepala om sendiri dan kau masih mau mengelak ?” tanya papa ling.
__ADS_1
Bara benar – benar tidak bisa membela diri saat itu karena bukti yang terlalu banyak dan akhirnya menyerah dan setuju atas permintaan keluarga ling.
“ baiklah om, aku akan menikahi alma. tapi beri aku sedikit waktu untuk menjelaskannya kepada istriku. “ ucap bara.
“ aku akan memberi waktu selama satu minggu dan tidak lebih. “ ucap papa ling sambil keluar dari kamar itu.
“ sekarang kau adalah milikku bara ! “ gumam alma dalam hati
Bara hanya terdiam dan sekali lagi melihat alma yang masih juga menangis.
Hati bara sangat sakit melihat sahabatnya telah diperlakukan seperti itu oleh dirinya sendiri.
“ maafkan aku alma, aku tidak tau apa yang telah terjadi. tapi aku tau kau tidak akan berbohong kepadaku karena kau adalah satu – satunya sahabatku. “ ucap bara.
“ aku akan pulang dan mencoba membuat istriku mengerti. “ ucap bara sambil pergi meninggalkan kamar itu dengan hati hancur.
Saat bara keluar dari kamar alma, papa ling sudah menunggu diruang tengah.
“ bawa alma bersamamu ! aku tidak akan membiarkanmu lolos dari tanggung jawab. “ ucap papa ling.
“ tapi om.. “ ucap bara.
“ alma ! bersiaplah, mulai hari ini hingga seminggu kedepan saat kau menikah, kau akan tinggal dirumah bara agar bara tidak lari dari tanggung jawabnya untuk menikahimu. “ teriak papa ling.
Mama ling segera menyiapkan alma untuk pergi bersama bara.
Hati alma bagaikan terbang ke atas awan dengan bebas karena rencananya berjalan lancar dan bara telah berjanji akan menikahinya.
“ mulai hari ini aku akan tinggal bersama bara.. “ gumam alma dalam hati, hati alma sekali lagi terbang tinggi ke langit luas.
Alma sangat bahagia, akhirnya dia mendapatkan bara.
Sepanjang perjalanan pulang, bara sangat ingin membunuh dirinya sendiri sebelum dibunuh oleh ima saat sampai dirumah.
“ alma, bukan maksudku untuk meragukanmu. tapi aku sungguh tidak ingat apapun tentang kejadian semalam. “ ucap bara.
“ kak, apakah semua bukti yang ada dikamarku tidak cukup ? bahkan kita sama – sama tidak mengenakan busana sama sekali. aku sudah...” ucap alma sambil mulai menangis lagi.
“ baiklah, aku percaya padamu. maafkan aku alma.. “ ucap bara sambil melaju lebih cepat menuju rumahnya.
...
Ima sudah berada dirumah, dia dijemput oleh paman sam dihotel pagi ini.
“ bibi, bagaimana rima semalam ? apakah dia merindukanku ? “ tanya ima sambil menciumi pipi rima yang selalu tidur setiap saat itu.
“ iya bi, andaikan asi milikku bisa keluar lebih banyak, maka aku tidak akan menyia – nyiakan kesempatan untuk menyusuinya. “ ucap ima dengan wajah sedihnya.
“ maafkan ibumu ini ya nak, asi ibu tidak banyak sehingga kau tidak cukup nutrisi dan harus minum susu botol. “ ucap ima kepada rima yang sedang tidur.
Rima yang tidak tau apa – apa hanya melanjutkan tidurnya dengan damai dan tenang.
“ oia nyonya, mana tuan bara ? kenapa hanya anda sendiri ? “ tanya bibi ana.
“ semalam salah satu sahabatnya sejak kecil yang bernama alma terkena serangan jantung dan bara kerumahnya untuk memberinya obat. “ ucap ima santai sambil mengambil rima dari gendongan bibi ana.
“ sebentar lagi bara akan pulang bi, dia harus berangkat ke kantor bukan ? “ ucap ima sambil tersenyum kepada bibi ana.
Bibi ana hanya mengangguk dan membalas senyuman ima.
Tiba -tiba..
Paman sam membukakan pintu karena dilihatnya sang tuan pemilik rumah sudah datang.
“ selamat datang tuan dan... “ ucapan paman sam tiba – tiba terhenti saat dilihatnya bara bersama wanita lain.
“ paman, bibi ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian semua. “ ucap bara.
“ terutama kepada mu ima. “ tambah bara dengan wajahnya yang kebingungan dan mulai panik saat melihat ima dan rima.
“ oh, bukankah ini alma ? bagaimana keadaanmu ? “ tanya ima sambil menghampiri alma.
“ duduklah terlebih dahulu,” ucap ima mempersilahkan alma duduk.
“ bara ! kenapa kau hanya berdiri saja ? persilahkan alma untuk duduk, dia sedang sakit bukan ? “ ucap ima.
Mereka semua duduk diruang tengah, bara lah yang pertama membuka obrolan.
“ ima, semalam aku telah membuat kesalahan yang sangat besar dan tidak mungkin mampu kau maafkan.
jika kau mau membunuhku maka dengan senang hati aku akan menyerahkan nyawaku padamu. “ ucap bara apa adanya.
Bara sudah menyerahkan diri sebelum nyawanya ditarik paksa oleh ima.
__ADS_1
“ apa maksudmu bara ? bukankah aku yang memintamu untuk pergi kerumah alma untuk mengantar obat karena penyakitnya kambuh ? “ tanya ima heran.
“ bukan itu..maksudku.. “ ucap bara yang mulai ragu.
Mendengar bara tidak berani mengucapkan sepatah katapun, alma pun maju.
“ kak ima... semalam kak bara dan aku telah tidur bersama... “ ucap alma yang pura – pura mulai menangis.
“ alma, apa yang kau bicarakan ? bara sudah memberitahuku melalui sms bahwa dia bermalam dirumahmu. kau tidak perlu merasa bersalah. “ ucap ima.
" aku tidak semengerikan itu, jangan takut ! " ucap ima.
tanpa ima sadari bahwa dia adalah wanita yang sangat menakutkan diantara orang lain diruangan itu.
“ sms ? benarkah ? “ tanya bara yang heran.
“ iya bara, semalam kau memberitahuku lewat sms bahwa kau akan bermalam dirumah alma karena sudah terlalu larut malam. “ ucap ima menjelaskan.
“ tapi aku tidak merasa mengirim pesan apapun kepadamu.. “ ucap bara yang masih heran.
Alma yang melihat situasi mulai berubah segera mengambil tindakan.
“ kak ima, semalam kak bara telah melakukan hubungan intim denganku. “ ucap alma sambil mulai menangis sejadi – jadinya.
“ apa ? “ tanya ima yang tidak percaya dan segera menatap bara.
Bara menundukkan pandangannya karena merasa sangat bersalah.
“ benarkah ucapan alma ini bara ? “ tanya ima yang masih belum bisa percaya.
Bara hanya mengangguk dan tetap menundukkan kepalanya.
Ima terkejut dan masih belum bisa percaya dengan kenyataan itu.
“ tidak mungkin alma, aku tau bahwa bara sangat mencintaiku dan tidak akan melakukan hal seperti itu terhadap wanita manapun saat aku sendiri sebagai istrinya telah menerimanya. “ ucap ima.
Kepercayaan ima yang hingga 100% kepada cinta bara membuat bara seketika menangis sejadi – jadinya karena telah mengecewakan ima.
“maafkan aku ima, aku benar -benar minta maaf. “ ucap bara yang masih menangis..
“ aku benar – benar tidak ingat apapun tentang kejadian semalam, tapi semua bukti menyatakan bahwa aku telah bersalah..maafkan aku ima. “ ucap bara yang tangisannya tak bisa dihentikan lagi.
Mendengar penyataan bersalah dari bara membuat ima akhirnya percaya dan seketika mematung, ima tidak bergerak dan hampir saja lupa bernafas karena shock berat yang dialami oleh tubuhnya.
“ inikah perasaan semua wanita yang diselingkuhi oleh suaminya ? “ tanya ima dalam hati.
“ jika benar demikian maka seharusnya Tuhan membuat pria bisa hamil dan melahirkan, agar mereka merasakan bagaimana sakit dan beratnya perjuangan seorang wanita yang mengandung dan melahirkan anak serta mengurus anak mereka. “ gumam ima dalam hati.
“ Tuhan, jika Engkau hendak berencana untuk membunuh hatiku, bisakah kau gunakan cara lain dan bukan cara menyakitkan seperti ini ? " ima curhat kepada Tuhan dalam keadaan jiwa ima yang sangat lemah saat itu.
“ Tuhan, Engkau yang menurunkan rasa cinta ini kepadaku jadi bolehkah aku meminta agar Engkau mengambil kembali rasa cinta ini ? “ tanya ima dalam hati kepada Tuhannya.
Belum selesai ima curhat kepada Tuhan melalui hatinya, perlahan ima mulai tidak bisa merasakan tubuhnya.
“ bibi ana, cepat ambil rima dari pangkuanku ! aku hampir tidak bisa merasakan tubuhku sendiri, jangan biarkan rima jatuh bi. “ ucap ima.
Bibi ana segera berlari dan mengambil rima dari pangkuan ima dan belum sempat bibi ana berjalan kembali, ima pingsan...
“ imaaa..!!! “ teriak bara yang seketika berlari menghampiri ima dan mengoyang – goyangkan pundak ima.
“ ima ! bangun sayang..maafkan aku. aku mohon.. bangun sayangku....huaaa....” ucap bara yang tangisannya semakin menjadi
Suara tangis bara memenuhi ruang tengah dan ima masih tidak juga bangun.
Bara segera membawanya kedalam kamar dan membaringkan ima, paman sam segera memanggil dokter.
Dokter segera datang dan memeriksa ima.
Setelah beberapa saat memeriksa tubuh, jantung dan mata ima sang dokter mulai berbicara.
“ tuan, otak nyonya ini terkena shock yang terlalu berat untuk dapat diterima oleh tubuhnya sehingga membuat tubuhnya tak bertenaga dan pingsan. “ ucap sang dokter.
“ semua organ nyonya ima berjalan dengan normal kecuali otaknya, saya merasa otaknya memberi perintah kepada seluruh sel didalam tubuh nyonya ima untuk tidur saat ini. “ tambah sang dokter.
“ apa maksud anda dokter ? “ tanya bara yang semakin panik mendengar penjelasan sang dokter.
“ saya belum pernah mengatasi pasien dengan gejala seperti ini, tapi saya pernah mempelajari tentang mati otak dan rata – rata semua pasien yang otaknya telah mati tidak akan pernah bangun lagi walaupun semua organ ditubuhnya berjalan dengan normal. “ ucap sang dokter menjelaskan.
“ tuan, hanya Tuhan yang mampu membangunkan nyonya ima. dalam kasus otak mati biasanya sang pasien tidak ingin bangun lagi dan perintah itu diteruskan oleh otak keseluruh tubuh. “ tambah sang dokter.
Bara terdiam, hatinya telah melepuh mendengar ucapan sang dokter.
" biasanya mati otak disebabkan oleh kecelakaan dan bukan karena hal lain, jadi saya juga belum begitu mengerti tentang penyebab nyonya ima tidak bisa bangun seperti ini. " ucap sang dokter.
__ADS_1
“ untuk saat ini saya akan memasang alat untuk memantau denyut jantung nyonya ima, jika jantung nyonya ima berhenti maka saat itu otaknya telah berhasil mengambil alih semua fungsi organ ditubuh nyonya ima. “ tambah sang dokter.
Bersambung..