My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 57


__ADS_3

“ saat saya memeriksa nyonya ima, dia menggenggam tangan saya dengan erat dan mulai meraba dada saya.. “ ucap sang dokter yang wajahnya menjadi sangat merah.


“ dokter, bicara yang jelas agar saya mengerti.” ucap bara yang semakin bingung dengan penjelasan sang dokter.


“ tuan, istri anda saat ini terkena efek obat perangsang dengan dosis tinggi. “ ucap sang dokter.


“ jika istri anda sedang marah dan anda ingin melakukan hubungan intim, anda tidak perlu memberinya obat perangsang sebanyak itu.... “ bisik sang dokter ditelinga bara.


“ baiklah, saya akan pergi tuan. ini adalah urusan antara suami dan istri, dokter tidak berhak ikut campur. “ ucap sang dokter sambil hendak berlalu pergi.


“ bisakah efeknya dihentikan dokter ? jika aku berani menyentuh istriku tanpa izin darinya maka dia akan membunuhku dokter.. “ ucap bara dengan wajah memelasnya.


“ tuan, jika efek sebesar itu dihentikan maka saya khawatir nyonya ima tidak bisa hamil lagi kedepannya..dan juga, kalian adalah suami istri yang sah, kenapa harus takut ? “ ucap sang dokter.


“ lagi pula bukankah anda yang memberi obat perangsang kepada istri anda sendiri agar bisa melakukan itu ? “ bisik sang dokter sambil berlari pergi karena malu mengingat wajah sexy ima.


“ semoga sukses tuan, saya ingin segera menemui istri saya. “ teriak sang dokter sambil menghilang dari pandangan bara.


Wajah bara sangat merah karena ikut malu.


“ apakah ima sangat ingin tidur denganku hingga dia meminum obat perangsang ? “ gumam bara dalam hati.


“ dasar bara bodoh ! tidak mungkin ima meminum obat perangsang untuk dirinya sendiri ! “ gumam bara lagi dalam hatinya.


Perlahan bara masuk kedalam kamar, terlihat sosok ima yang mulai berkeringat hebat walaupun kamar itu sangatlah dingin.


Secara tidak sadar ima bersikap sangatlah seksi sore itu, bara hampir tidak bisa menahan diri.


Bara mendekati ima perlahan, diamatinya dengan seksama wanita pujaan hatinya itu.


Ima yang melihat bara segera membalikkan badannya membelakangi bara.


“ kenapa kau disini ? bukankah aku sudah memintamu keluar dari kamar ini ! ahh.. “ ucap ima sambil merasakan sensasi aneh didalam tubuhnya.


“ ya ampun ima, bagaimana bisa kau seperti ini dihadapanku ? aku sangat ingin memperkosamu saat ini juga !! “ gumam bara dalam hati sambil menahan dirinya.


Bara menyentuh ima dan..


“ ahh..nyaman dan dingin.. “ ucap ima secara tidak sadar.


Ima segera menutup mulutnya yang mulai mengeluarkan suara aneh.


“ ima, kau terkena efek obat perangsang dengan dosis tinggi. “ ucap bara


“ hah ? obat perangsang ? selama aku tidak sadar aku tidak makan atau minum apapun kecuali.. “ ucap ima terhenti karena dia teringat air minum yang telah diminumnya.


“ bara ! kau benar – benar tidak tau diri ! kau menyiapkan air putih yang telah kau beri obat perangsang hanya untuk tidur denganku ? “ teriak ima.


“ kau benar – benar tidak dapat dipercaya !! “ ucap ima yang sangat marah karena bara menggunakan cara kotor hanya untuk dapat tidur dengan ima.


“ tidak ! aku tidak berani melakukannya ima ! “ jawab bara apa adanya.


“ aku akan menyelidiki masalah ini, tapi aku bersumpah bahwa bukan aku orang nya. “ ucap bara yang berusaha sekuat tenaga membela dirinya.


“ ima, menghentikan efek obat ini bisa membuatmu tidak bisa hamil lagi.


gunakanlah aku untuk meredakan efek obat itu. “ ucap bara sambil menundukkan kepalanya.


“ lebih baik aku tidak bisa hamil lagi dari pada harus tidur denganmu ! jangankan menggunakanmu, melihatmu saja aku sudah jijik ! “ teriak ima yang mulai menutup rapat pahanya karena merasakan hal aneh semakin menguasai tubuhnya.


Jantung ima berdetak terlalu keras dan membuat seluruh tubuh ima merasa aneh, belum lagi demam yang menyiksanya.


Bara mulai mengunci kamar dan sekali lagi mendekati ima.


" maaf ima, kau harus menggunakanku agar kau masih bisa hamil kedepannya ! meskipun kau menolak, aku akan tetap maju untuk menolongmu ! " gumam bara dalam hati.


Bara memberanikan diri mendekati ima, menyentuhnya dan diciumnya ima perlahan, ima segera melahap bibir bara bagaikan orang yang belum makan selama 3 hari.


Bara sangat terkejut dengan ima yang sangat buas itu, tapi bara juga menyukai sisi buas yang dimiliki ima itu.


" wah, ima memiliki sisi buas juga ? aku suka itu. " gumam bara dalam hati.


Ima tersadar dan segera melepaskan bara, untuk sesaat dia kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.


Diambilnya gelas yang berada disisi tempat tidurnya, di bantingnya gelas itu diatas meja, pecahan kacanya ima genggam erat – erat hingga telapak tangannya mulai berdarah.


Bara merasakan sakit dihatinya...


" apakah kau membenciku hingga kau memilih menyiksa dirimu daripada membiarkan aku menolongmu ima.. ? " gumam bara dalam hati sambil menatap tangan ima yang mulai berdarah.


Rasa sakit ditangan ima membantunya untuk kembali sadar dan mulai menjauh dari bara.


“ menjauh dariku ! “ teriak ima.


“ ima, aku tau kau merasa sangat tidak nyaman saat ini. izinkan aku menolongmu.. “ ucap bara dengan wajah sedihnya.


Hati bara hancur oleh penolakan ima..


“ pergiii..!!! “ teriak ima.

__ADS_1


Teriakan ima membuat seisi rumah panik dan cemas tapi tidak ada satupun yang berani masuk kedalam kamar bara.


Alma tidak tertarik dengan pertengkaran antara suami istri itu, dia sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut bara malam ini dikamarnya.


Ima yang berusaha sekuat tenaga menahan efek obat itu akhirnya menyerah.


Bagaimana mungkin ima bisa menahan obat dengan dosis pria yang bahkan 10x lebih banyak dari normal, wanita sekuat ima pun harus pasrah terhadap takdir yang sedang memainkan perannya dengan baik.


Sedikit demi sedikit rasa sakit ditangan ima mulai hilang begitu juga dengan akal sehatnya.


Didekatinya bara..


“ kau ingin menyembuhkanku ? “ tanya ima.


“ iya ima, gunakanlah aku sesuka hatimu untuk menghilangkan efek obat ditubuhmu. “ ucap bara yang belum berani mengambil tindakan apapun.


Ima membelai bara dari pipi hingga dada..


“ lepas pakaianmu ! “ ucap ima yang 20% sadar dan 80% belum jelas statusnya.


Ima sangat ingin menyiksa bara saat itu, siksaan yang membuat bara menyesal karena telah memberikan obat perangsang kepadanya.


Ima masih percaya bahwa bara lah yang memberinya obat itu.


Dengan sangat patuh bara mulai melepas semua pakaiannya hingga tak tersisa sama sekali.


“ sekarang, lepas bajuku ! “ ucap ima yang semakin menjadi entah karena efek obat atau hasrat ingin balas dendam yang sangat tinggi.


Masih dengan sangat patuh bara melepas baju ima perlahan hingga tidak ada lagi benang yang menempel pada tubuh ima.


Bara patuh bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, semua hal memalukan dan merendahkan yang diminta ima dilakukan dengan baik oleh bara.


Bara bahkan menikmati sikap sadis ima itu.


Tidak lama kemudian hanya terdengar suara dua orang yang berlomba berteriak, mereka tidak lagi menghiraukan orang lain yang berada dirumah itu.


Dari sore hingga malam bara sangat menikmati waktunya bersama ima yang tanpa henti itu, tapi dari malam menjelang pagi bara serasa diperkosa oleh ima dan mulai kelelahan.


Ima yang diberi dosis terlalu tinggi benar – benar membuat playboy nomor satu dikota jaya itu kelelahan dan menyerah.


“ ima..cukup ! aku tidak sanggup lagi. mari istirahat terlebih dahulu “ pinta bara yang sangat kelelahan.


Ima tidak menjawab bara dan terus melakukan hal itu kepada bara.


“ aku bisa mati kelelahan jika ini berlangsung setiap malam. aku tidak percaya bahwa aku diperkosa oleh istriku sendiri hingga berjam – jam ! " gumam bara dalam hati.


Alma mulai cemas didalam kamarnya.


Alma keluar dari kamarnya, tidak dilihatnya siapapun.


“ apa mungkin ini terlalu larut hingga tidak ada lagi orang dirumah ini yang masih bangun ? “ tanya alma dalam hati.


Sekilas alma melihat paman sam yang baru saja mengunci pintu rumah.


“ paman, apakah kau melihat kak bara ?” tanya alma.


Paman sam sangat malu untuk menjelaskannya.


“ nona, tuan bara dan nyonya ima berada didalam kamarnya sejak tadi sore hingga tengah malam dan belum keluar. “ ucap paman sam.


“ ada apa paman ? apakah mereka bertengkar lagi ? “ tanya alma yang hatinya sangat bahagia melihat pasangan suami istri itu bertengkar.


“ bukan nona, justru sebaliknya. mereka sedang melakukan itu dari sore hingga saat ini dan masih belum selesai. “ jawab paman sam.


“Tadi sore nyonya ima demam dan entah bagaimana tuan bara dan nyonya ima hingga saat ini belum juga keluar dari kamar, sebenarnya saya juga khawatir karena mereka berdua belum ada yang makan malam.“ ucap paman sam.


“ bahkan sejak infus nyonya ima dilepas, nyonya ima belum makan apapun." tambah paman sam.


" baiklah nona, saya akan pergi istirahat dulu. “ ucap paman sam sambil melangkah meninggalkan alma.


Alma masih berdiri ditempatnya, kepalanya kosong sesaat.


“ apakah obat itu diminum ima dan bukan bara ? “ tanya alma dalam hati.


“ tidak..tidak..!!!” teriak alma sambil berlari menuju kamar bara.


Kamar bara terkunci, alma mulai menggedor pintu kamar bara.


“ bara ! jangan lakukan itu dengan ima !! “ teriak alma.


Bara yang lelah tingkat dewa tidak lagi memiliki tenaga untuk menjawab atau memarahi alma.


Ima yang sedang asyik menyiksa mangsanya tidak perlu ditanyakan lagi, dia tidak mendengar suara apapun dan hanya fokus kepada mangsa yang ada ditempat tidurnya itu.


Paman sam segera berlari menghampiri alma.


“ nona, jangan lakukan itu. anda telah mengganggu tuan bara dan nyonya ima. “ ucap paman sam yang berusaha menarik alma dari pintu kamar bara.


“ itulah tujuanku ! aku tidak mau bara tidur dengan wanita lain !! “ teriak alma yang sudah kehilangan akal sehatnya.

__ADS_1


“ nona ! sadarlah ! tuan bara dan nyonya ima adalah suami istri yang sah, bagaimana mungkin anda bisa berkata seperti itu? “ teriak paman sam sambil menarik paksa alma dan menguncinya dikamar.


“bara !! “


Dari dalam kamar,alma masih berteriak – teriak memanggil nama bara


....


Pagi harinya, bara dan ima sama – sama tidak mampu bergerak lagi.


“ terima kasih Tuhan, pagi ini aku masih hidup walaupun aku tidak bisa bergerak. “ gumam bara dalam hati.


“ ima, kau sangat mengerikan !! bisa - bisanya kau membuatku berada dalam kondisi mengenaskan seperti ini. ” gumam bara sekali lagi.


Ima terbangun dari tidurnya, dia hendak bangun tapi..


“ atatatata...”


“ tubuhku...sakit semua. “ ucap ima yang merasakan sakit disekujur tubuhnya.


“ apa kau sudah sembuh istriku ? “ tanya bara.


Ima langsung menoleh ke arah bara, dilihatnya bara berada dalam kondisi yang sama dengannya.


" ya ampun, aku sungguh sudah gila !! " gumam ima dalam hati dengan kesalnya.


“ apa kau sudah puas balas dendam istriku ? “ tanya bara lagi.


Ima memalingkan wajahnya, dia ingin sekali lari dari tempat itu karena malu tapi tubuhnya tak bisa bergerak sedikitpun.


“ bersabarlah, kita akan bisa bergerak sedikit demi sedikit. “ ucap bara yang lebih berpengalaman.


Ima hanya diam menahan malu.


“ ima, aku hampir mati hanya untuk memuaskan hasrat balas dendammu. apakah kau masih tidak mau memaafkanku? “ tanya bara perlahan.


“ kau sendiri yang memberiku obat seperti itu ! “ jawab ima.


“ ima, aku benar – benar tidak melakukannya ! “ ucap bara.


“ buktikan ! dengan itu aku baru percaya. “ ucap ima.


“ shane!! " teriak bara.


Seketika shane muncul dihadapan bara dan ima.


Betapa malunya mereka bertiga berhadapan satu sama lain.


Bara tidak lagi memikirkan rasa malu, dia hanya ingin kebenaran.


“ shane, selidiki siapa yang telah memberi obat perangsang kepada ima. “ ucap bara.


“ kak, jika hal itu aku sudah tau siapa pelakunya tapi aku tidak memiliki bukti. “ jawab shane.


“ apa ? kau tau siapa pelakunya ? “ tanya ima yang mulai penasaran siapa pelaku yang membuatnya terpaksa tidur dengan bara.


“ iya kak, kemarin siang nona alma mencampur sesuatu di gelas air putih dimeja samping tempat tidur kakak tapi karena dia tidak mencelakai kak ima yang sedang tidak sadarkan diri maka aku tidak bertindak. “ ucap shane apa adanya.


“ alma ? bagaimana mungkin dia melakukan hal seperti itu kepada ima ? “ tanya bara yang kebingungan.


“ bara, apa kau bodoh ? aku sedang tidak sadarkan diri, kenapa dia repot – repot memberi obat seperti itu kepadaku ? dia bisa saja menyuntikkannya langsung kedalam infusku.” ucap ima.


“ kau adalah tujuannya kak. “ ucap shane.


“ alma !! “ ucap bara yang sangat marah.


“ kak, biarkan aku selidiki dan mencari bukti terlebih dahulu sebelum kita bertindak.” ucap shane.


“ baiklah, segera selidiki. aku ingin alma secepatnya pergi dari rumah ini. “ ucap bara.


“ apa kau gila ? “ ucap ima.


“ kau sudah meniduri alma dan sekarang kau ingin mengusirnya ? kau sungguh pria yang sangat bertanggung jawab. “ ucap ima.


" ima, aku adalah pria yang sangat berpengalaman masalah wanita. aku benar - benar tidak ingat telah tidur dengan alma. " ucap bara perlahan membela dirinya.


" aku hanya tidak memiliki bukti saat itu dan harus mengikuti apapun permintaan keluarga ling. " tambah bara.


" benar juga. bara sangat berpengalaman masalah wanita, apakah aku harus memberinya waktu untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah ? " gumam ima dalam hati mencoba mengurangi sifat keras kepalanya dan mulai berfikir dengan kepala dingin.


“ shane, tolong selidiki juga kejadian satu minggu yang lalu ! aku benar – benar tidak ingat telah meniduri alma malam itu. “ ucap bara.


" dan satu lagi, selidiki salah satu pelayan dirumah alma yang memiliki rambut pendek dan mata berwarna coklat. sikapnya terhadapku sedikit berbeda. " tambah bara.


Shane mengangguk dan segera menghilang dari tempat itu.


" jika pemikiranku benar, maka pelayan itu juga melakukan sesuatu ! " gumam bara dalam hati, bagaimanapun bara adalah pria yang cerdas.


" dirumah alma malam itu hanya ada satu pelayan dan saat aku bertemu papa ling kemarin pagi, pelayan keluarga ling sangatlah banyak. " gumam bara lagi.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2