My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 46


__ADS_3

Ima baru sadar dan paham saat bara sudah menyebut kata ‘ adiknya yang terbangun ‘.


Seketika ima terdiam dan merapikan pakaiannya lalu membalikkan tubuhnya.


“ kenapa dia menyalahkanku ? bukankah itu kesalahan tubuhnya sendiri ? “ gumam ima dalam hati.


Setelah beberapa saat, bara kembali ke tempat tidur dan memeluk ima dan perutnya dari belakang.


“ ima, hari ini aku akan menerima penghinaan ini. selama aku hidup baru kali ini aku menyelesaikan urusanku di dalam kamar mandi dan bukan kepada wanita. saat anak ini sudah lahir kau akan tau akibatnya. “ ucap bara tepat ditelinga ima.


Ima hanya diam dan menahan tubuhnya agar tidak bergetar takut karena ucapan bara.


“ setidaknya selama 4 bulan kedepan hidupku aman dan anakku nyaman. berarti mulai sekarang aku harus memikirkan ide untuk dapat digunakan setelah anak ini lahir agar hidupku tetap aman dan anakku tetap nyaman. Yosh ! Semangat otakku !! “ gumam ima dalam hati sambil menyemangati dirinya sendiri.


Sebenarnya ima masih belum sadar atas perasaannya sendiri, dia menganggap bahwa kesendiriannya telah membuatnya membutuhkan bara.


Tanpa ima tau bahwa saat dia memohon kepada Tuhan agar tidak membiarkan ima jatuh cinta kepada kebaikan bara justru saat itulah ima sudah jatuh kedalam sebuah jurang kecil yang bernama ‘ CINTA SEJATI ‘ .


....


4 Bulan kemudian..


Hari – hari telah terlewati, minggu – minggu telah berlalu dan bulan – bulan sudah berjalan...tak terasa kandungan ima sudah sangat besar, dia mulai sulit bergerak dan hanya berjalan – jalan dikebun belakang villa setiap pagi dan sore.


“ nyonya ima, udara pagi ini sangat dingin. gunakanlah syal tebal ini untuk melindungi tubuh anda. “ ucap bibi ana sambil memakaikan syal tebal besar ketubuh ima.


“ terima kasih bi.. “ ucap ima sambil tersenyum.


Dari dalam rumah terdengar suara kaki yang sedang berlari menuju tempat ima berada..


“ aku tau siapa biang kerok yang selalu membuat heboh setiap pagi disini ! “ gumam ima dalam hati.


Tiba – tiba bara muncul dari belakang ima dan memeluk ima dengan erat..


“ hari ini aku tidak ingin bekerja dan hanya akan menemanimu seharian dirumah “ ucap bara sambil beralih memeluk perut ima dari depan sambil duduk.


“ apa kau harus mengulangi kalimat yang sama setiap pagi ? sudah 4 bulan kau seperti ini ! tidakkah kau lelah ? “ tanya ima heran.


“ bagaimana mungkin aku bisa lelah ? aku hanya mencoba jujur kepadamu istrikuu.. agar kau percaya bahwa aku sangat mencintaimu..“ ucap bara manja sambil menciumi perut ima yang sudah sangat besar itu.


“ oh Tuhan, apa yang telah terjadi kepada bara sehingga dia berubah menjadi sangat manja seperti ini ? “ gumam ima dalam hati.


Ima menarik nafas dalam – dalam dan mulai berbicara kepada bara yang sekarang beralih dari versi dingin menjadi sangat manja.


“ jika kau tidak segera berangkat kerja, aku akan membatalkan janjiku padamu 4 bulan yang lalu ! “ ancam ima kepada bara.


Seketika bara berhenti menciumi perut ima dan memandang ima..


“ kau selalu mengancamku dengan hal itu selama 4 bulan ini..sebenarnya kau itu serius berjanji atau tidak ? jika tidak serius, maka lebih baik aku memperkosamu malam ini dan membiarkan anakmu menyaksikannya dari dalam perut. “ jawab bara dengan kesal.


“ oh Tuhan, apakah rasa malunya masih belum pulang ke dalam kepalanya ? kemana perginya rasa malu itu sejak 4 bulan yang lalu ? apakah rasa malunya sudah meninggal dan dikuburkan dinegri orang ? “ gumam ima dalam hati dengan kesalnya.


Sekali lagi ima menarik nafas dalam – dalam...


“ suamiku tersayang, kau harus bekerja agar dapat menafkahi kami berdua. Jika kau tidak bekerja maka aku dan anakku akan meninggalkanmu ! “ ucap ima kesal.


“ nah, seperti itu yang aku mau sayangku..kalau begitu aku berangkat kerja duluu... “ ucap bara dengan manjanya.


Lalu diciumnya perut ima sekali lagi dan diciumnya bibir ima sambil dihisap seperti biasa.


Inilah kebiasaan mereka bertiga sejak 4 bulan yang lalu.


Setelah dilihat bibir ima terlihat bengkak kemerahan, maka bara baru mulai berangkat bekerja.


Ima hanya diam dan menerima semua perlakuan bara selama 4 bulan ini karena ima benar – benar malas berdebat.


“ bye bye istriku tercinta dan anakku tercintaa... “ ucap bara sambil berlalu dari hadapan ima.


Ima hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat sikap bara yang tidak dapat diterima akal sehat itu.


“ maafkan tuan bara nyonya. dia hanya terlalu gembira atas hidupnya saat ini. memiliki anak dari adik yang sangat disayanginya dan memiliki istri seorang wanita yang sangat cantik dan sudah dicintainya sejak 4 tahun yang lalu. “ ucap bibi ana.


“ iya bi, 4 bulan ini membuatku terbiasa dengan sikapnya itu.” ucap ima santai dan menerima nasib.


“ Hanya saja kenapa dia harus membuat bibirku bengkak setiap pagi ? bukankah itu merepotkan ? aku tidak bisa keluar rumah dengan keadaan bibir seperti ini, tentu akan sangat memalukan jika ada orang lain yang melihat. “ tambah ima dengan kesal.


Bibi ana hanya tertawa kecil melihat kebiasaan ketiga orang itu selama 4 bulan terakhir ini.


" nyonya, apakah anda tau kenapa tuan bara repot - repot membuat bibir anda bengkak setiap pagi ? itu karena tuan bara tidak mau anda keluar rumah dan terlihat kecantikannya oleh orang lain . " gumam bibi ana dalam hati.


“ nyonya, apakah kau sudah menyiapkan nama untuk anak ini ? “ tanya bibi ana.

__ADS_1


“ sudah bi, nanti malam akan aku diskusikan bersama bara. “ ucap ima sambil mulai duduk karena merasa lelah berjalan – jalan kecil dikebun.


“ shane ! keluarlah dan temani kakak ipar dan calon keponakanmu ini minum teh ! “ teriak ima kepada shane yang selalu melindungi ima dari tempat yang tak terlihat.


Seketika shane keluar dan duduk bersama ima menikmati teh, ini adalah kebiasaan shane dan ima setiap pagi sejak 4 bulan yang lalu.


Hidup mereka sangat damai dan bahagia saat ini tanpa mereka sadari bahwa beberapa bulan kedepan cobaan tanpa henti mulai mendatangi mereka satu persatu untuk menguji dan menguatkan cinta mereka.


...


Dikantor..


Bara sibuk dengan urusan proyeknya, dan selly kembali menjadi sekertaris bara mengingat yori telah meninggal dan ima sedang tidak bekerja karena fokus dengan kehamilannya.


Sekertaris baru yang direkrut oleh selly untuk menggantikan ima diubah posisi menjadi tangan kanan selly.


Seperti biasa, selly menyerahkan laporan ke meja bara.


“ tok..tok “


“ tuan, ini selly. “ ucap selly.


“ masuklah. “ jawab bara.


Selly berjalan menuju meja bara dan meletakkan laporan diatas meja.


“ tuan, perusahaan saingan kita mulai menyuap para kontraktor untuk memberikan proyek – proyek kepada perusahaan mereka. “ ucap selly memberi laporan.


“ biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka inginkan, semua klien kita sangat setia dan tanpa klien baru kita tidak akan rugi.” ucap bara santai.


“ tapi tuan, bagaimana jika mereka mulai mempengaruhi klien kita ? “ tanya selly mulai cemas.


“ selly, keuntungan kita selama beberapa tahun terakhir ini bisa menopang perusahaan kita hingga kita tua, terlebih lagi para klien sudah tau kualitas perusahaan kita dan tidak akan pernah bekerjasama dengan perusahaan saingan kita, ying. “ ucap bara menjelaskan kepada selly yang tampak cemas.


“ yang membuatku khawatir hanyalah keselamatan keluargaku. jika mereka tidak bisa menyerang perusahaanku atau merebut klienku, maka aku takut mereka akan menggunakan keselamatan keluargaku untuk menghancurkanku dari dalam. “ ucap bara yang mulai berpikir keras tentang rencana kedepan.


“ selly, kau dan andrew adalah orang - orang kepercayaanku. jaga diri kalian ! aku mengandalkan kalian berdua “ ucap bara sambil mulai membaca laporan yang dibawa oleh selly.


Selly mengangguk dan melangkah meninggalkan ruangan bara.


Bara masih berpikir bagaimana menjaga keselamatan keluarganya sebagai tindakan antisipasi.


Sekarang bara hanya fokus kepada perusahaan dan keluarganya.


...


Malam harinya..


Didalam kamar, bara dan ima berbincang seperti biasa.


Tapi kali ini ima hendak mengusulkan nama untuk anaknya.


“ bara, tidak lama lagi anak ini akan lahir. aku sudah menyiapkan nama untuknya. “ ucap ima memulai percakapan.


“ nama apa yang kau pilih untuk anak kita ? “ tanya bara yang berbaring sejajar dengan perut ima dan sibuk mengelus – elus perut ima.


“aku akan memberinya nama rima. ri dari nama yori dan ma dari nama ima. “ ucap ima.


Bara terdiam dan tidak menjawab ima, dia masih sibuk mengelus – elus perut ima agar anaknya selalu bergerak.


“ apakah aku boleh menamai bayi perempuan ini dengan nama rima ? “ tanya ima.


Bara berfikir sejenak dan mulai berbicara..


“ ima, apakah kau mau melahirkan anak untukku setelah ini ? “ tanya bara yang mulai menempelkan pipinya ke perut ima.


Terlihat kaki kecil muncul menyentuh pipi bara, kaki kecil itu mengikuti kemanapun pipi bara berjalan.


Bara memainkan pipinya, kearah kiri perut ima, kearah kanan, kearah atas dan kearah bawah.


Kaki kecil itu dengan patuhnya mengikuti kemanapun pipi bara pergi.


“ sebelum aku menjawabnya, bisakah kau berhenti mempermainkan bayiku ? “ tanya ima sedikit marah.


“ aku tidak memainkannya, dia terlalu bahagia mengikuti kemanapun arah wajahku yang terlalu tampan ini.” jawab bara dengan percaya diri.


“ bahkan perempuan yang belum lahir pun sudah mengakui ketampananku ima.. “ tambah bara sambil masih memainkan bayi didalam perut ima.


Ima hanya mengeluarkan nafas panjang, dia benar – benar malas berdebat.


“ bara, saat rima sudah lahir dan cukup besar. aku akan memberikan anak untukmu. “ ucap ima yang mulai menyerah.

__ADS_1


melihat ima sudah setuju, maka bara pun tidak sungkan lagi.


“ aku akan meminta anak darimu hingga cukup untuk membuat satu tim sepak bola ! “ ucap bara yang mulai berhenti bermain dengan bayi didalam perut ima.


Bara memandang ima dengan tajam dan menunggu jawaban dari ima.


“ apa kau sudah gila ? apa kau pikir 11 anak mudah diproduksi dalam waktu sekejap ? “ ucap ima.


“ keluargaku tidak memiliki riwayat anak kembar, jadi kau tidak perlu bermimpi setinggi itu. “ tambah ima yang mulai kesal.


melihat ima mulai kesal, bara mulai mengalihkan pertanyaan.


“ jika kita memiliki anak kelak, menurutmu nama apa yang bagus ? “ tanya bara.


“ kau telah memberi nama anak ini rima, yang berarti kau dan yori. lalu nama apa yang akan kau berikan kepada anakku kelak ? “ tanya bara sekali lagi.


“ apa kau mulai bodoh ? tentu anakmu akan aku beri nama rama, ra dari nama bara dan ma dari namaku sendiri ima. “ jawab ima santai.


Terlihat senyum yang sangat indah diwajah bara saat mendengar nama yang keluar dari mulut ima.


“ apakah kau berjanji akan memberiku anak setelah ini ? “ tanya bara sambil mulai mendekati wajah ima.


“ iya, aku akan memberimu anak laki – laki yang lebih tampan darimu agar kau tidak bisa lagi narsis kedepannya. “ jawab ima.


Hati bara sangatlah bahagia, diciumnya ima saat itu juga.


Ima yang selalu terlena dengan ciuman bara hanya mampu menikmatinya karena memang bakat bara sejak lahir adalah penakluk wanita dan ya..ima adalah seorang wanita tentunya jadi wajar jika dia sedikit lupa diri.


Belum selesai mereka bercumbu dan saling menginvasi tubuh satu sama lain, anak didalam perut ima bergerak dengan sangat kuat dan seakan berputar – putar.


“ ah ! “


Ima berteriak merasakan sakit diperutnya..


“ bara ! Perutku.. Perutku.. “ teriak ima memegangi perutnya yang terasa sakit.


“ ima..ima .. Bibi ana ! Cepat kesini !! “ teriak bara.


Bibi ana yang mendengar teriakan bara segera berlari keluar dan menuju kamar bara.


Dilihatnya ima sedang memegangi perutnya erat – erat sambil menahan sakit, bibi ana pun segera berlari masuk kedalam kamar bara.


“ nyonya.. apakah anda akan melahirkan ? “ tanya bibi ana.


“ aku tidak tau bi, perutku sangat sakit! “ ucap ima sambil menahan sakit.


“ tuan, saya akan memanggil paman sam dan memintanya menyiapkan mobil. tolong bawa nyonya ima keruang tengah dan kita akan segera ke rumah sakit. “ ucap bibi ana.


Bara yang panik hanya bisa mengangguk dan mulai mengangkat ima ke ruang tengah.


Bara semakin panik saat dilihatnya ima sudah berkeringat dimana – mana.


“ bertahanlah istriku, aku akan segera membawamu ke rumah sakit. “ ucap bara sambil terus melangkah menuju mobil.


Setelah semua siap, paman sam segera melaju kerumah sakit.


Ima yang terlihat kesakitan tidak mengeluarkan suara apapun dan berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa diperutnya.


Melihat ima yang berjuang menahan rasa sakit tanpa mengeluarkan suara apapun membuat bara mulai menangis sambil memegangi tangan istrinya.


“ ima, berteriaklah jika memang sakit, jangan kau tahan. Aku tidak mampu melihatmu seperti ini. “ ucap bara yang mulai berlinang air mata karena merasa tidak berdaya dan tidak mampu melakukan apapun untuk mengurangi rasa sakit ima.


Tiba – tiba...


“ nyam.. “


gigi ima yang tersusun rapi sudah menancap sempurna dileher bara.


“ ah ! “ teriak bara yang terkejut dan kesakitan.


“ ima ! Apa yang kau lakukan ? “ tanya bara sambil menahan rasa sakit.


Bara ingin sekali menggigit leher ima untuk membalasnya, tapi melihat keringat ima yang mengalir karena menahan sakit membuat bara mengurungkan niatnya.


“ nyonya vampire yang sangat cantik, jika kau menginginkan darahku, aku memiliki cara yang lebih baik dan lebih aman. “ ucap bara.


Tidak lama kemudian ima melepaskan gigitannya dan terlihat ekspresi rileks di wajah cantiknya yang telah dihiasi oleh keringat dimana – mana.


“ ima ? Ada apa ? “ tanya bara yang panik tapi juga heran dengan sikap ima.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2