My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 07


__ADS_3

Setelah berhasil menjawab pertanyaan dari kakaknya, yori sangat senang.


“ bolehkah aku simpulkan bahwa kakakku ini telah mendapat lawan yang sepadan atau bahkan lebih licik darimu..? ” tanya yori sambil menutup mulutnya menahan tawa.


“Siapakah orangnya yang sudah membuat kakakku sampai seperti ini ? tentu bukan wanita, karena tidak ada wanita yang bisa menolak pesona kakakku ini. " gumam yori dalam hati.


Yori tidak bertanya kepada kakaknya tentang siapa musuhnya itu karena menurutnya itu adalah urusan pribadi kakaknya.


“ heehh… bahagia sekali tampaknya adikku ini melihat kakaknya dibully oleh orang lain..hmmm?? " ucap bara sambil bersiap untuk menyerang leher yori.


“ ampun kak, aku tidak akan mengejekmu lagi..!!!ha..ha..ha.. “ jawab yori yang merasakan geli karena jari – jari bara bermain dilehernya.


Lang bersaudara saling bergantung satu sama lain sejak kematian orang tua mereka.


Oleh karena itu saat bara tau bahwa adiknya tidak bisa berjalan bukan karena cacat dikakinya melainkan karena seorang wanita materialistis, bara sungguh marah dan bersumpah akan menemukan wanita itu dan membalaskan sakit hati adik kesayangannya itu.


“ apakah kamu sudah lebih baik sekarang kak ? ”tanya yori.


“ iya, setelah bercerita kepadamu hatiku terasa lebih tenang dan badanku terasa rileks, sepertinya beban yang ada dihatiku juga sudah terangkat olehmu. ” jawab bara sambil menatap ke arah adiknya dengan tatapan sayang yang amat sangat.


“ iya kak ! oia... bukankah kamarmu ini sangat penuh dengan furniture ? apa kau tidak merasa sesak kak ? ” tanya yori.


“ ini karena aku menjalankan perusahaan sendirian, kakek sudah pensiun. jadi kapanpun aku melakukan pekerjaan aku tidak perlu berpindah ke ruangan lain, itu menghabiskan waktu dan saat aku berbaring ditempat tidur aku tetap bisa bekerja, atau saat bekerja sambil berbaring aku kelelahan, aku bisa langsung tidur saat itu juga. bukankah itu lebih menghemat waktu ? ” bara menjelaskan.


Yori sedih mendengar penjelasan kakaknya.


Yori sadar bahwa dia tidak bisa membantu mengelola perusahaan bersama kakaknya.


Melihat adiknya yang mulai depresi, bara pun berusaha menghiburnya.


“ makanya… cepatlah berjalan lagi. kakak membutuhkanmu untuk membantu kakak mengelola perusahaan. apa kau tidak kasihan terhadap kakakmu ini ? semua pacarku meninggalkanku karena aku terlalu sibuk.


apakah kau tidak mau kakakmu ini segera menikah ? ” ucap bara sambil menunjukkan wajah memelas kepada adiknya.


“ kak, aku benar – benar tidak tau, apakah aku bisa berjalan lagi atau tidak, sudah 1 tahun kakiku ini tidak digunakan. bisa saja aku sudah lumpuh total. jangan berharap banyak kepadaku, aku takut membuatmu kecewa. ” jawab yori dengan suara pelan.


Melihat adiknya mulai sedih, bara tidak berbicara lebih jauh.


Bara hanya memeluk adik satu – satunya itu dengan kuat seakan – akan tidak mau melepaskannya.


“ mari kita minta bibi ana untuk memasak sup iga sapi sebagai menu makan malam hari ini, itu adalah makanan favoritmu. ” ucap bara sambil melepas pelukannya dan mulai mendorong kursi roda adiknya ke arah ruang tengah dan memanggil assisten rumah tangganya itu.


“ bibi ana..! ” panggil bara.


“ iya tuan..ada apa ? ” jawab bibi ana.


“apa menu makan malam hari ini ? ” tanya bara kepada bibi ana.


“ daging semur, ikan asam manis dan capcay tuan. ” jawab bibi ana.


“ bisakah kau tambahkan sup iga sapi pada menu malam ini ? aku merasa adikku ini ingin menikmati makanan favoritnya. ” ucap bara menjelaskan.


“ tentu tuan ! saya akan segera membuatnya sekarang juga, saya akan membuat sup iga sapi paling lezat untuk tuan yori. ” jawab bibi ana dengan senyum lebar diwajahnya lalu bergegas menuju dapur.


Bara mendorong kursi roda adiknya ke arah ruang tamu dan mereka berbicara tentang banyak hal berdua.


Hari mulai gelap, lampu rumah mulai dinyalakan.


Bibi ana sedang menyiapkan meja untuk para tuan muda makan malam.


Paman sam sedang sibuk menutup jendela dan tirai disetiap kamar.


Sup iga sapi favorit yori pun sudah tersaji diatas meja makan.


Bibi ana berjalan menuju ruang tengah dimana para tuan muda sedang asyik berbincang.

__ADS_1


“ tuan muda bara dan tuan muda yori, makan malam sudah siap. silahkan menuju meja makan. ” ucap bibi ana kepada Lang bersaudara.


Paman sam yang sudah selesai memastikan jendela dan pintu terkunci segera ke ruang tengah untuk mendorong kursi roda tuan yori.


Paman sam memegang pegangan kursi roda bersiap untuk mendorong yori menuju meja makan.


Sebelum sempat untuk mendorong, bara menghentikan paman sam.


“ tidak usah paman, biar aku yang mendorong kursi roda yori. ” ucap bara kepada paman sam dengan sopan.


Paman sam pun menarik tangannya yang sudah berada pada pegangan kursi roda yori dan menyerahkannya kepada bara.


Yori hanya diam dan tersenyum melihat tingkah kakaknya yang sangat menyayanginya itu.


“ malam ini Bara Lang akan menjadi pelayan pribadi dari tuan Yori Lang, apa perintah anda tuan yori ? ” tanya bara sambil bergurau.


Yori pun tidak mau kalah dengan akting kakaknya, dia mengikuti arus yang dihadapkan kepadanya.


“ baiklah pelayanku, antarkan aku ke meja makan, aku sangat lapar ! ” jawab yori sambil tertawa kecil.


Paman sam dan bibi ana yang melihat perilaku Lang bersaudara sangat bahagia karena sejak mereka berdua masih kecil, paman sam dan bibi ana sudah bekerja disana dan ikut melihat pertumbuhan kedua tuan muda itu, mereka sudah menganggap kedua tuan muda itu seperti anak mereka sendiri.


Bara mendorong adiknya ke meja makan.


Mereka pun makan bersama dengan sangat bahagia malam itu.


.....


Dirumah keluarga halim..


Malam itu ima terbangun dari tidurnya, dia melihat lampu kamarnya sudah menyala, jendela kamar sudah tertutup dan suasana diluar rumah sudah gelap.


“Oh.. ternyata sudah malam. nyenyak sekali tidurku. sepertinya aku benar – benar lelah. ” gumam ima dalam hati.


Ima melepas selimutnya dan menuju ke kamar mandi yang berada dilantai bawah.


Ima mengambil handuk dan hendak pergi menuju ke kamar mandi, langkahnya terhenti saat matanya melihat sebuah gelas berisi cairan orange dimeja belajarnya.


Ima mengusap- usap matanya dan melihat sekali lagi dengan jelas.


“ wah..!!! Orange juice...asikkk !! pasti ibu yang meletakkannya disini agar bisa aku minum langsung saat aku bangun tidur. Oh..! ibu .. walaupun galak engkau sungguh perhatian dan begitu menyayangiku. " teriak ima kegirangan.


Setelah menghabiskan orange juice yang dibuatkan oleh ibunya, ima berlari menuju kamar mandi sambil membawa gelas kosong tersebut.


Dilantai bawah ima melihat ibunya sedang menyiapkan meja makan untuk bersiap – siap makan malam bersama.


Ima menghampiri ibunya yang sedang sibuk didapur lalu memeluknya dari belakang.


“ terima kasih ibu atas orange juicenya..! ” ucap ima sambil memperlihatkan gelas kosong ditangannya.


“ iya , sama – sama ! ibu melihatmu kelelahan, ibu tidak tau urusan apa yang sudah kamu kerjakan hari ini. tapi lain kali jangan terlalu memaksakan diri. Ingatlah..sehat itu mahal ! ” ucap sang ibu sambil melepaskan tangan ima yang melingkar dipinggangnya.


“ jika kamu sakit, siapa yang akan mengurus ayah dan yaser ? jadi ibu minta, jagalah badanmu jangan sampai sakit. Oke ? ” tambah sang ibu dengan nada yang sedikit cemas.


Ima mengangguk dan meletakkan tangannya dipelipisnya sambil berkata “ Siap nyonya halim yang sangat cantik. ” ucap ima menggoda ibunya.


Tangan sang ibu hendak meraih pantat ima untuk diberi pelajaran karena sudah menggoda ibunya, tapi seketika itu juga ima menghindar dan berlari menuju kamar mandi sambil tertawa kecil.


Ayah reno dan yaser sudah duduk manis dikursi meja makan, sang ibu pun sudah selesai dengan persiapan meja makan.


Wajah yaser malam itu sungguh menggemaskan, dia tidak melepaskan pandangannya dari sebuah piring diatas meja makan yang terisi penuh oleh udang tepung goreng kesukaannya.


Melihat yaser yang kelaparan itu, sang ibu pun menghiburnya.


“ yaser, ibu tau kau sudah lapar karena melihat udang goreng tepung kesukaanmu bukan ? tapi bisakah kau bersabar sebentar lagi sayang.. kakakmu akan segera selesai mandi dan kita akan makan malam bersama. ” ucap sang ibu kepada yaser yang pandangan matanya tidak lepas dari piring berisi udang goreng tepung didepan matanya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ima keluar dari kamar mandi, yaser yang kesal pun mulai berkomentar.


“ kakak, cepatlah ! aku sudah lapar. tidakkah kau lihat ? udang didepanku sudah berteriak minta tolong dari tadi, mereka ingin segera aku makan..! apakah kau tidak kasihan kepada perut kecilku ini ? jika tidak segera diisi maka perutku akan semakin kecil ! ” ucap yaser kepada kakaknya.


“ aha..! kakak baru tau jika ternyata perut kecilmu itu bisa semakin kecil jika tidak segera diisi makanan.. bagaimana jika seharian penuh kau tidak makan ? kakak heran apa yang akan terjadi pada perut kecilmu itu ? ” jawab ima sambil menggoda adiknya yang wajah kesalnya sangatlah lucu dan membuat ima sangat ingin menggodanya.


“ kakakku yang cantik, jika tidak makan seharian maka bukan hanya perutku yang mengecil, tapi tubuhku pun akan mengecil, apa kah kau ingin aku kembali menjadi bayi ?! ” ucap yaser apa adanya.


“waahh..!! kakak sangat merindukan yaser yang masih bayi... bagaimana ini ya..?? apa kakak biarkan saja yaser menjadi bayi lagi ?? ” jawab ima yang tidak memiliki niat untuk berhenti menggoda adiknya.


“ kakak..!!!! ”teriak yaser yang mulai marah karena rasa laparnya. ayah reno dan ibu rose yang menyaksikan tingkah laku kedua anak mereka hanya bisa tersenyum bahagia.


“ ima, cepat duduk dan makan, yaser sudah cukup lama menunggumu, apa kau tidak mendengar bunyi perutnya yang kelaparan ? berhenti menggodanya dan segera makan ! ” ucap sang ibu yang mengakhiri penderitaan yaser yang selalu digoda oleh kakaknya.


Malam itu mereka makan malam bersama dengan nyaman dan bahagia.


Setelah makan malam selesai para anggota keluarga menuju ruang tengah. Ima mendapat tugas mencuci piring dan membersihkan meja makan.


Setelah selesai menjalankan tugasnya ima menuju kamar lalu mengambil beberapa lembar kertas yang sudah dicetaknya hari ini. Ima berjalan ke ruang tengah dimana ayah dan ibunya sedang menonton tv dan berbincang.


“ ayah, ibu, ada sesuatu yang ingin aku beritahukan kepada kalian berdua. ” ucap ima sambil menyerahkan beberapa lembar kertas kepada kedua orang tuanya.


Ayah reno dan ibu rose membaca tulisan panjang pada lembar kertas tersebut.


Wajah mereka berdua menunjukkan bahwa mereka terkejut dengan hal yang tertulis pada lembaran kertas yang sedang mereka pegang itu.


Ima yang melihat ekspresi kedua orang tuanya mulai ragu untuk mengatakan maksud dibalik lembaran kertas tersebut.


“ apa ini sayang ? ” tanya sang ibu cemas, dimana sang ayah pun ingin mengucapkan hal yang sama.


“ ayah, ibu. yori adalah orang yang sangat baik, tetapi aku tidak mencintainya begitu pula dia yang juga tidak mencintaiku. kami hanya melaksanakan janji yang dibuat oleh kakek kami dan memiliki alasan masing – masing untuk tetap melaksanakan pernikahan ini. yori juga sudah memiliki wanita lain dihatinya . ayah dan ibu tidak perlu khawatir, yori sangat menyetujui ideku ini..” ucap ima meyakinkan kedua orang tuanya.


“ Aku pun awalnya sudah berniat menerima yori dalam keadaan sehat atau cacat jika saja dia mau menerimaku dengan wajahku yang jelek ini. tetapi yori sudah memiliki wanita lain yang berarti masa depanku bukanlah bersamanya. ” gumam ima dalam hati dengan sedih.


Dia berpikir bahwa yori benar – benar menerimanya sebagai istri, jika seperti itu maka ima pun akan menerima yori dan mengakhiri penyamarannya.


Tapi ternyata yori menerimanya hanya karena kasihan dan lebih parahnya lagi yori terpaksa menikahi ima untuk menggantikan bara.


“ aku pun ingin menikah dengan pria yang aku cintai dan juga mencintaiku dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan atau apapun bu. " tambah ima.


Ayah reno dan ibu rose saling menatap satu sama lain.


“ Saat aku menemukan pria yang benar – benar mencintaiku meskipun wajahku jelek, saat itulah aku pun mencintainya dan berhenti melakukan penyamaran ini..! ” ucap ima dengan nada sedih.


Sang ibu pun tersenyum dengan pemikiran cerdas dari anaknya itu.


“ iya sayang, itulah tujuan kedua ibu. selain untuk melindungimu dari kejahatan, penyamaranmu juga bertujuan agar kau menemukan seseorang yang bisa menerimamu apa adanya, bukan karena wajah cantikmu saja. ” jawab sang ibu.


“ iya bu, bolehkah aku melanjutkan rencanaku dengan perjanjian ini ? “ tanya ima kepada ibunya.


“ tentu sayang, ibu akan selalu mendukungmu ! " jawab sang ibu tegas.


“ kehormatanmu memang harus diberikan kepada suami yang mencintaimu, jadi ayah juga akan mendukungmu ! ” jawab sang ayah dengan bangga.


“ ima memikirkan semua ini sendiri tanpa bantuan dari siapapun. dengan idenya ini, aku tidak perlu resign dan dia tetap bisa mempertahankan kehormatannya setelah bercerai. jika dia kelak menemukan pria impiannya dan menikah, maka dia akan membawa kehormatannya yang masih utuh dengan bangga. anak perempuanku ini sungguh cerdas ! ” gumam sang ayah dalam hati.


Mendengar dukungan dari kedua orangtuanya, air mata ima pun jatuh perlahan.


Ima sangat bersyukur memiliki orang tua yang begitu sayang dan selalu mendukungnya.


“ setelah satu tahun, ibu akan mencarikanmu pasangan yang baik. ” ucap sang ibu bersemangat.


“ hentikan bu ,setidaknya biarkan aku lulus kuliah dulu..” jawab ima dengan wajah memelas.


“ iya, ibu hanya bercanda sayang. ” ucap sang ibu dengan senyumnya yang tulus.

__ADS_1


Ayah reno, ibu rose dan ima sibuk berbincang diruang tengah sedangkan yaser tertidur lelap disofa karena terlalu banyak memakan udang goreng tepung kesukaannya. Bahkan dalam mimpinya pun yaser masih memakan udang goreng tepung kesukaannya itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2