
ima segera berdiri dan menyapa yori, tak sengaja lututnya menabrak meja karena tiba – tiba berdiri dengan gugup.
“ brakk !! “ suara lutut ima bertemu dengan meja kaca.
“ ah..!! ” teriak ima merasakan sakit dilututnya.
Rasa sakit dilutut membuat ima marah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa hati – hati.
“ aku tidak akan pernah menggunakan rok lagi selama hidupku ! jika aku menggunakan jeans tentu lututku tidak akan terluka.!! " gumam ima mengutuk rok yang saat itu dipakainya.
Yori seketika berusaha berdiri untuk melihat luka ima, saat dia melepas kursi roda dan berusaha melangkah menolong ima, seketika yori jatuh kelantai.
Suasana sangat kacau, paman sam segera membantu yori berdiri, ima pun berlari membantu mengangkat yori kembali ke kursi roda tanpa memperhatikan lututnya yang mulai mengeluarkan darah karena meja didepannya terbuat dari kaca dan bagian ujungnya cukup tajam.
Yori kembali duduk dengan dibantu oleh paman sam dan ima.
Paman sam benar - benar terkejut saat yori berusaha berdiri untuk menolong ima.
" apakah tuan yori perduli terhadap nona ima ? " gumam paman sam dalam hatinya.
Yori masih syok dengan tindakan yang baru saja dia lakukan.
“apa yang telah aku lakukan ? aku cacat!! bagaimana mungkin aku bisa menolong orang lain dengan keadaan ku yang seperti ini ? " gumam yori dalam hati dengan wajahnya yang sedih.
Ima memegang dan meraba kaki yori, tangan yori dan badan yori, hampir semua bagian tubuh yori yang terkena lantai dicek oleh ima.
“ apa kau tidak apa – apa yori ? ” tanya ima kepada yori dengan posisi berlutut dihadapan yori sambil memegang kaki yori.
Ima menatap yori dengan wajah sangat khawatir.
Yori terdiam sejenak, pertanyaan ima membuyarkan lamunannya.
Setelah kesadarannya kembali, dia menatap wanita dihadapannya itu lalu tatapannya turun ke arah lutut ima yang mulai berdarah.
“*inikah wanita yang akan aku abaikan ? selama ini aku selalu memikirkan risa yang telah meninggalkanku. walaupun wanita ini terpaksa menikahiku, dia sangat tulus kepadaku.
bahkan setelah aku berkata hal yang menyakitkan hatinya pada awal pertemuan kami, dia tetap memperhatikanku tanpa memperhatikan dirinya sendiri. bagaimana mungkin aku mengabaikan wanita seperti ini* ? “ gumam yori dalam hati.
Sejak hari itu sikap yori menjadi sangat lembut terhadap ima.
“ aku tidak apa – apa. bukankah kau seharusnya merawat luka mu terlebih dahulu ? ” tanya yori kepada ima yang tidak sadar bahwa lututnya sudah mengeluarkan banyak darah.
“ jika yori terluka karena ulahku, maka biayanya akan sangat mahal dan aku harus membayarnya bukan ? ibuku benar – benar akan sangat mengerikan jika aku meminta uang karena telah melukai orang lain. Hiiii.. membayangkannya saja sudah membuat semua darah yang ada ditubuhku ingin segera melakukan migrasi dadakan ke tubuh orang lain. " gumam ima dalam hati.
Saat tau bahwa yori tidak lecet sedikitpun, ima bisa mengeluarkan nafas lega.
setidaknya dia tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun hari itu.
“ kau tidak perlu mencemaskanku, luka seperti ini sudah biasa bagiku. sejak kecil aku sudah terbiasa merawat lukaku sendiri. " jawab ima.
Paman sam datang dengan membawa kotak P3K.
“ Kau terluka dirumah ku, setidaknya biarkan calon suamimu yang cacat ini merawatmu. ” ucap bara mulai mendekati ima.
" calon suamiku ? yori benar - benar pria yang lembut. apa dia tidak sadar jika kata - kata itu bisa membuatku malu.." gumam ima dalam hati.
Setelah mendengar perkataan yori, ima tidak bisa menolak dan hanya menganggukkan kepala dan menunjukkan lututnya yang berdarah.
Dengan hati – hati yori mulai merawat luka ima.
Saat yori menyentuh kaki ima, seketika ima tertawa kecil.
“ apakah kau belum pernah disentuh oleh pria sebelum ini ? ” tanya yori.
Dengan muka merah padam, ima tidak bisa berbohong, terlebih lagi tubuhnya langsung bergetar dan bulu kuduknya berdiri saat yori mulai menyentuh kakinya.
Ima pun hanya bisa tertunduk malu.
“Seperti ini kah rasanya disentuh oleh laki – laki ? “ gumam ima dalam hati.
Yori tertawa kecil melihat reaksi menggemaskan dari ima.
Melihat yori tersenyum dan tertawa, paman sam sungguh bahagia.
1 tahun ini paman sam hanya melihat tuan muda yang disayanginya itu selalu sedih didalam kamar.
Paman sam berharap kedatangan ima kedalam rumah itu bisa membuat yori sembuh baik kakinya maupun hatinya.
Tidak lama kemudian..
“ BANG !!! ”
suara pintu villa dibuka dengan keras.
semua orang yang berada diruang tengah langsung melihat ke arah pintu villa.
Terlihat bara sedang sangat marah saat masuk ke dalam villa.
“ada apa lagi ini, kenapa kakakku marah lagi ? “ gumam yori dalam hati.
Sebelum masuk ke kamar, sekilas bara melihat ima.
Bara mengusap matanya seolah – olah tidak percaya.
“ si biang kerok ini ada dirumahku ??? ” gumam bara dalam hati.
__ADS_1
Bara mendekati ima lalu menyentuh wajah ima.
“ plak “
Tangan bara langsung ditolak oleh ima.
“ ada apa denganmu ? jangan menyentuh orang lain semaumu ! ” ucap ima sedikit marah.
Ima sendiri heran, kenapa sentuhan yori dan bara begitu berbeda.
Bara sadar bahwa itu benar – benar ima.
Bara hampir meluapkan kemarahannya sejak keluar dari butik gaun pengantin beberapa saat yang lalu.
Tapi sebelum itu bara melihat adiknya yang sedang menyentuh kaki ima, dia mengarahkan pandangannya ke lutut ima yang berdarah.
Seketika kemarahan bara hilang.
Tidak mungkin bara meluapkan kemarahannya dengan disaksikan oleh yori, apalagi dengan kondisi ima yang sedang terluka.
Bara pun mengurungkan niatnya dan hanya terdiam lalu pergi menuju kamarnya.
“ bukankah kakakmu aneh ? ” tanya ima kepada yori.
“ dia tidak aneh, hanya kepribadiannya yang dingin terhadap orang lain, jangan terlalu dipikirkan. ” ucap yori sambil mulai membalut luka ima.
Setelah selesai, ima pun mulai mengatakan tujuan sebenarnya dia datang ke villa itu.
“ terima kasih yori, kau sudah merawat lukaku. Smsebenarnya aku datang kesini untuk memberi sesuatu kepadamu. " ucap ima sambil menarik amplop coklat besar dari tas ransel hijau favoritnya itu lalu menyerahkannya kepada yori.
Yori membuka dan membacanya.
“ apakah aku harus tanda tangan sekarang atau nanti saat hari pernikahan kita ? ” tanya yori.
“ lebih cepat lebih baik, aku akan menyimpan aslinya dan kau akan aku beri copy nya. " jawab ima.
yori meminta paman sam untuk membawanya ke kamar.
Tidak lama kemudian yori kembali dengan membawa lembaran kertas yang sudah ditandatangani dan menyerahkannya kembali kepada ima.
Ima sangat bahagia dan terlihat jelas senyum indah menghiasi bibirnya yang mungil dan sensual itu.
Tanpa ima sadari, yori memperhatikan gerak geriknya dengan seksama.
“ terima kasih yori, kau tidak akan menyesal memilihku menjadi istrimu. aku akan menjadi istri terbaik untukmu ! percayalah padaku..” ucap ima kegirangan.
Yori pun tersenyum mendengar ucapan ima.
Merasa urusannya telah selesai, ima pamit pulang.
“ kak, boleh aku masuk ? ” tanya yori yang sudah berada dipintu kamar bara.
“ masuklah..” jawab bara.
Setelah yori masuk, paman sam segera menutup pintu kamar agar Lang bersaudara bisa berbicara dengan nyaman.
“ ada apa lagi denganmu hari ini kak ? kenapa kau sering marah ? apakah banyak masalah diperusahaan ? ” tanya yori.
“ tidak ada permasalahan apapun diperusahaan. hanya suasana hatiku saja yang sedang buruk. ” jawab bara.
“ siapa yang membuatmu seperti ini kak ? ” tanya yori penasaran.
“ sudahlah, aku tidak mau membahas tentang hal itu. sekarang jelaskan kepadaku, kenapa wanita itu datang kesini ? " tanya bara.
“ maksudmu ima ? “ tanya yori.
“ iya, wanita itu. ” jawab bara.
“ dia datang kesini untuk meminta tandatanganku, dia menawarkan ide yang menguntungkan pihak kita kak. jadi aku menyetujuinya. “ jawab yori.
“ ide apa itu ? ” tanya bara.
“ nanti saat aku sudah mendapat copy nya, akan aku tunjukkan kepada kakak ! ” jawab yori sambil bersiap meninggalkan kamar kakaknya.
Dikepala yori masih terpikir tindakan yang baru saja dia lakukan, bagaimana bisa dia tiba– tiba ingin berlari saat melihat lutut ima berdarah.
Yori sendiri pun terkejut dengan tindakannya tersebut.
“ baiklah, aku akan menunggu nya. “ jawab bara.
Kemudian yori segera meninggalkan kamar kakaknya.
Saat sang kakak akan mendorong kursi rodanya yori pun menolaknya.
“ kak, kursi ini memiliki tombol otomatis, jadi tanpa didorong aku tetap bisa menjalankannya sendiri tanpa dibantu orang lain. aku akan berusaha untuk tidak merepotkan orang lain mulai saat ini. ” jawab yori.
Sang kakak pun tidak memaksakan diri dan membiarkan adik kesayangannya itu pergi dari kamarnya.
Yori pun masuk kedalam kamarnya, disana dia mendekatkan kursi rodanya ke jendela dan memejamkan mata mencoba memikirkan kembali tindakannya hari ini.
.....
Hari pernikahan..
Hari ini adalah hari paling medebarkan untuk ima.
__ADS_1
Hari ini dia akan menikah, walaupun begitu dia tetap dengan kaca mata dan flek hitam palsunya.
Ima tidak akan mengakhiri penyamarannya sebelum dia menemukan pria yang mau menerimanya dengan wajah jeleknya itu.
Ayah reno, ibu rose, yaser dan semua anggota keluarga telah berkumpul.
Terutama sang ibu yang terlihat sangat cantik menggunakan kebaya dengan warna favoritnya, tetapi tetap kalah dengan cantiknya sang pengantin.
Walaupun bersembunyi dibalik kaca mata dan flek hitamnya, tubuh ima yang dari sananya memang sudah bagus, terlihat jelas lekuknya yang dapat membuat siapapun yang melihat tidak lagi memperdulikan kaca mata atau flek hitam yang berada pada wajahnya.
“ kamu cantik sekali nak. ” ucap sang ibu sambil menyeka air matanya yang keluar dan hampir merusak make up diwajahnya.
“ terima kasih bu, ini adalah hasil karya ayah dan ibu, maka dari itu berbahagialah bu. anakmu ini akan menikah beberapa menit lagi. jangan menangis, jika ibu menangis maka aku pun akan menangis. " ucap ima yang matanya mulai memerah.
“ baiklah , ibu akan berusaha untuk tidak menangis lagi. " ucap sang ibu yang air matanya tetap saja tidak mau berhenti.
Lalu sang ayah datang untuk mengantar anak perempuannya itu menuju tempat pernikahan dilaksanakan.
“ jangan gugup, ada ayah disini yang akan selalu melindungimu. " ucap sang ayah menguatkan hati anak perempuan kesayangannya itu .
Tiba – tiba yaser berlari memeluk kakaknya.
Ima pun tersenyum dan mencium pipi pria kecil yang terlihat sangat tampan menggunakan jas kecilnya itu.
“ kakakku yang cantik, kenapa saat kakak menikah kakak tidak menggunakan wajah cantik kakak ? aku ingin sekali melihat wajah kakakku yang cantik. “ ucap yaser cemberut.
“ cepatlah besar, saat yaser sudah besar maka kakak akan berhenti menjadi jelek. ” ucap ima sambil bergurau.
Yaser hanya diam dan memeluk kakaknya itu.
Ima diiringi ayahnya hingga ke pelaminan.
Acara pernikahan pun berlangsung dengan lancar.
Setelah acara selesai, ima segera menemui kakek jimo.
“ kek, aku ingin pergi bulan madu bersama yori selama 1 minggu, aku sudah memilih tempatnya. " ucap ima.
Kakek jimo yang mendengarnya pun sangat bahagia dan segera menyetujui permintaan cucu menantunya itu.
“ tentu, akan segera aku siapkan. kemana kamu akan pergi berbulan madu ? ” tanya kakek jimo.
“ tidak perlu keluar negeri, aku hanya ingin bulan madu ke Bali ! Sebuah pulau yang sangat indah ! ” ucap ima.
“ baiklah, hari ini akan aku urus semuanya, besok pagi kau bisa segera berangkat ke Bali. ” jawab sang kakek dengan serius.
“ terima kasih kek. ” ucap ima.
Kakek jimo tersenyum bahagia.
Lalu ima menghampiri ayah dan ibunya yang sudah bersiap untuk pulang.
“ ayah, ibu, kalian sudah mau pulang ? ” tanya ima.
“ tentu, kau sekarang sudah menjadi milik keluarga Lang, tidak mungkin kami akan membawamu kembali pulang bukan ? “ jawab sang ibu.
“ walaupun begitu, aku masih anak mu ibu, apakah kau sudah tidak menyayangiku lagi ? ” tanya ima manja.
“ kau yang lebih tau nak, apakah orang tuamu ini menyayangimu atau tidak. ingatlah, apapun yang terjadi ayah akan selalu ada untuk melindungimu. jangan lupakan itu !! “ ucap sang ayah.
Lalu keluarga halim pun berpamitan dengan keluarga Lang dan segera pulang.
Yori dan ima segera menuju villa dengan diantar oleh paman sam.
Didalam mobil ima memberitahukan perihal rencana bulan madunya.
“ yori, aku mempunyai ide. Jika kau setuju maka itu bagus, jika kau tidak setuju maka tolong dipikirkan sekali lagi. " ucap ima.
“ biarkan aku mendengarnya terlebih dahulu. setelah itu aku akan memutuskan apakah aku akan setuju atau tidak. " jawab yori.
“ aku sudah meminta kakekmu untuk mengatur bulan madu kita ke bali. kita akan berada disana selama 1 minggu. Amaku melakukan ini agar kakakmu tidak bisa membullyku untuk sementara. ” ucap ima apa adanya.
“ Aku sangat lelah jika harus menghadapinya setiap hari, berilah aku waktu 1 minggu untuk menghindarinya. aku berjanji tidak akan membuat masalah untukmu. ” pinta ima kepada yori.
Yori yang mengerti maksud istrinya itu hanya tersenyum dan mengangguk.
“ tapi aku harus membawa paman sam untuk membantu merawatku selama disana. ” ucap yori.
“ baiklah. ” jawab ima.
Selama perjalanan pulang kepala ima berfikir keras untuk menghalangi paman sam agar tidak ikut.
Jika paman sam ikut, maka rencana ima akan gagal.
Sesampainya di villa, kursi roda yori didorong oleh paman sam menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Sebelum paman sam keluar dari kamar, yori memberitahukan perihal bulan madunya kepada paman sam.
“ paman, nanti tolong kemas semua keperluan ku karena aku akan pergi bulan madu ke bali selama satu minggu. tolong persiapkan juga keperluanmu ! kau akan ikut denganku selama satu minggu untuk merawatku selama berada disana. aku tidak mau dirawat oleh orang lain. " perintah yori.
“ baiklah tuan muda, akan saya persiapkan semuanya. ” jawab paman sam.
Setelah mempersiapkan keperluan yori, paman sam kembali ke lantai bawah untuk mengemas barang miliknya..
BERSAMBUNG…
__ADS_1