
Ima yang sudah terbiasa dengan sikap dingin bara hanya bersikap cuek seolah – olah bara tidak ada disana.
“ kak, aku dan ima membawakan oleh – oleh untukmu. ” ucap yori yang berniat memecah suasana hening.
“benarkah ? apa itu ? ” tanya bara penasaran.
“ aku membawakan ‘ pia keju ‘ dan gantungan kunci berbentuk sepssang sandal, satu untukku dan satu untukmu.
Saat kau merindukanku, kau bisa melihat sandal itu, dengan begitu kau akan mengingat bahwa pasangan sandal itu ada padaku kak. ” ucap yori.
“ adikku.. kau sangat menggemaskan. sku akan memakainya sebagai gantungan kunci mobilku yang akan aku bawa setiap saat. ” ucap bara kegirangan.
Yori pun memberikan gantungan kunci tersebut dan bara segera menggantungkannya dikunci mobil yang selalu dibawanya.
“ baiklah kalau begitu, sekarang saatnya kita melaksanakan pesta !! ucap bara sambil mendorong adiknya keluar dari kamar.
Yori belum sempat berkata apa – apa.
Ima yang melihat hal itu hanya diam dan tidak keluar kamar.
Sesampainya dimeja makan, yori meminta kakaknya untuk mengajak ima makan malam bersama.
Bagaimanapun ima sekarang adalah adik iparnya.
“ kak, bisakah kau memanggil ima untuk makan bersama kita ? ” pinta yori.
“ hah ? aku ? tidak mungkin yori. " jawab bara ketus.
“ kak, aku sudah menerima ima sepenuhnya, begitu pula dia sudah menerimaku sepenuhnya. tidak bisakah kau menerimanya ? “ pinta yori.
Melihat adiknya memohon, hati bara pun luluh dan melangkah menuju kamar yori.
Sesampainya didalam kamar yori, sikap dingin bara dimulai.
“ ima, cepatlah keluar ! aku tidak tau apa yang sudah kau lakukan pada yori. asalkan dia bahagia aku tidak perduli apapun itu. " ucap bara kepada ima yang masih tetap duduk dikursi dengan semua bentuk oleh – oleh yang tersusun di atas meja.
“ aku akan turun setelah aku selesai menyusun oleh – oleh untuk keluargaku. ” ucap ima tanpa menoleh sambil tetap menyusun oleh – oleh didepannya.
“ kau mau aku marah ? kenapa kau tidak pernah mau menuruti perintahku ? ” ucap bara.
“ kakak ipar, yang bisa memerintahku hanyalah suamiku, yori. kau tidak memiliki hak untuk memerintahku. ” jawab ima dengan tegas.
“ aha, apakah aku harus menikahimu juga agar tak hanya yori bahkan aku pun bisa memerintahmu semauku ? ” ucap bara mengejek ima.
“ kakak ipar, tolong jaga ucapanmu. walaupun pria di bumi ini musnah dan hanya menyisakan kamu, aku tidak akan pernah menikahi orang yang menyerahkanku kepada orang lain untuk dinikahi hanya karena wajahku yang jelek. ” ucap ima yang tidak mau kalah dengan bara.
“ oh.. jadi begitu. kau tau bukan bahwa tidak ada wanita yang tidak menginginkanku ? ” ucap bara melanjutkan intimidasinya.
“ tentu kakak ipar, aku sangat tau hal itu. permasalahannya adalah aku tidak termasuk wanita yang kau sebutkan tadi. meskipun ada 100 pria sepertimu, aku akan tetap memilih yori bagaimanapun kondisi yang dialami oleh yori.
aku tidak perduli apakah dia cacat atau tidak dan akan tetap memilih yori sampai kapanpun dan untukmu silahkan pilih wanita lain sesukamu ! ” jawab ima yang tidak akan menyerah pada pria tukang bully satu itu.
“ Wanita jelek ini sungguh sulit ditaklukkan. jika bukan karena yori memohon padaku, aku pun tidak mau mengajaknya makan malam bersama. dasar wanita sombong dan angkuh ! ”gumam bara dalam hati.
Saat itu ima tidak tau bahwa sikap ima yang sulit ditaklukkan itu sedikit demi sedikit membuat bara semakin tertarik kepada ima.
Saat mendengar penolakan dari ima atas ajakannya untuk makan malam, bara pun tidak melanjutkan debatnya karena dia ingin segera berkumpul dengan adiknya yang sudah 1 minggu ini tidak berada dirumah bersamanya.
Bara meninggalkan kamar yori dan kembali ke meja makan.
melihat kakaknya turun sendiri tanpa membawa ima, yori pun heran.
“ mana ima kak ? ” tanya yori.
“ adikku tersayang, bukankah kau tau aku dan dia seperti minyak dan air ? jika kami bertemu akan selalu terjadi perang mulut. tunggu saja, dia akan turun dengan sendirinya. ” jawab bara.
Tidak lama kemudian ima turun ke meja makan dan duduk disamping yori.
“ istriku, apa makanan favoritmu ? ” tanya yori dengan nada lembut.
“ suamiku, aku sudah terbiasa memakan apapun yang diberikan oleh ibuku. aku tidak memiliki makanan favorit. ” jawab ima.
“ baiklah, aku akan membuatmu menyukai makanan favoritku, sup iga sapi buatan bibi ana adalah yang terbaik dikota ini. ” ucap yori sambil menyuapi istrinya makan malam.
“ suamiku, ini adalah tugasku. jangan biarkan orang lain berfikir bahwa aku tidak mengurusmu. ” ucap ima mengingatkan yori.
“ baiklah bidadariku, silahkan suapi aku dengan banyak rasa cinta didalamnya. ” ucap yori manja sambil membuka mulutnya menunggu disuapi oleh ima.
Semua yang melihat pemandangan itu sangat bahagia kecuali satu orang yaitu bara.
Bara sungguh penasaran, apa yang sudah dilakukan ima terhadap adiknya hingga adiknya bisa tunduk dan patuh seperti itu, bahkan tidak malu untuk memperlihatkan rasa cintanya didepan umum.
Bara hanya menahan diri, dia yakin adiknya akan menceritakan semua hal kepadanya.
Setelah makan malam dan pesta selesai, ima kembali kekamarnya.
__ADS_1
Bara dan yori masih berada didalam kamar bara ditemani oleh paman sam.
“ paman, malam ini aku akan membuat diriku dan adikku mabuk. ” ucap bara.
“ tapi tuan, minuman keras tidak baik untuk kesehatan. " ucap paman sam mengingatkan.
“ tidak apa – apa, dia akan baik – baik saja. ” jawab bara.
Malam itu mereka minum bersama, tapi yori hanya minum beberapa gelas karena paman sam selalu mengingatkan tentang kesehatannya.
Saat paman sam hendak mengantar yori kembali kekamarnya, bara menghentikannya.
“ paman, sudah 1 minggu aku tidak bertemu adikku. paman pergilah istirahat, biar aku yang mengantar yori. ” ucap bara.
Paman sam pun mengangguk dan meninggalkan kamar bara.
Bara mendorong kursi roda yori dengan merasakan sedikit sakit dikepalanya dikarenakan terlalu banyak minum.
“ yori, malam ini kakakmu ini akan menemanimu tidur. kau tidak perlu takut dengan apapun. ada aku sebagai kakakmu yang akan selalu menjaga dan melindungimu. " ucap bara yang mulai kehilangan kesadaran.
“ iya kak, aku tau betapa kau sangat menyayangiku. ” ucap yori.
Saat memasuki kamar yori, ima terbangun dari tidurnya.
“ suamiku, apakah pesta nya sudah selesai ? apa kau mau aku tuangkan air putih untukmu ? ” tanya ima kepada suaminya.
.
“ tidak istriku, aku ingin segera beristirahat. ” jawab yori.
Ima bangun dan berjalan ke arah suaminya dengan menggunakan gaun tidurnya yang memiliki jubah transparan.
Ima ingin membantu suaminya untuk berbaring ditempat tidur seperti biasanya tanpa dia sadar bahwa bara sedang bersama dengan suaminya.
Saat ima hendak mendekati suaminya, bara seketika menghentikannya.
Bara melihat seorang wanita yang sangat amat cantik dihadapannya, saking cantiknya hingga dia berfikir bahwa wanita itu adalah bidadari yang entah dari mana datangnya.
Bara tidak menyia – nyiakan kesempatan dan segera menghentikan bidadari itu dengan memegang tangannya.
“ siapa kau..? ” tanya bara.
Ima yang sadar bahwa bara ternyata sedang bersama suaminya mulai panik.
“ aku ima, adik iparmu. lepaskan tanganmu dariku. ” ucap ima.
Ima yang sadar bahwa bara sedang mabuk, berusaha keras melepaskan tangan bara dari tangannya.
Melihat istrinya kesulitan, yori pun menegur kakaknya.
“ kak, ini ima adik iparmu. lepaskan tanganmu dari lengannya. ” pinta yori yang mulai panik.
Ima pun mulai panik karena dia sudah menghapus make up nya.
Di dalam kamar yori, tentu ima harus menghapus make up nya.
Yori pun sadar bahwa wajah asli istrinya terlihat oleh kakaknya.
Yori mulai menarik tangan kakaknya yang tidak mau melepaskan lengan ima.
“ jawab aku, siapa kamu ! ” tanya bara mulai marah.
“ aku ima, adik iparmu !! aku sudah dua kali mengatakannya padamu. apa lagi yang harus aku lakukan agar kau percaya padaku ? ” jawab ima yang sangat panik melihat suaminya mencoba melepas tangan kakaknya dari lengannya.
ima menggunakan semua tenaganya untuk membanting bara kelantai dengan karatenya.
bara terbentur keras ke lantai dan terdiam karena merasakan sakit disekujur tubuhnya.
Setelah itu ima segera mendorong kursi roda suaminya kesisi tempat tidur dan membantu suaminya berbaring ditempat tidur.
Bara yang terbanting kelantai berusaha keras berdiri dan menghampiri ima.
Bara menarik tangan ima dan hendak membawanya keluar.
“ lepaskan tanganku ! “ ucap ima mulai marah.
“ aku tidak akan melepaskanmu,mulai sekarang kau adalah milikku. aku tidak akan membiarkanmu kembali ke tempat asalmu. aku akan menguncimu dikamarku hingga kapanpun. ” ucap bara sambil terus menarik ima keluar dari kamar yori.
Mendengar ucapan bara, ima pun mulai ketakutan dan berteriak.
“ yori, tolong aku !! “ teriak ima kepada yori yang sedang panik.
Melihat ima yang berteriak, bara pun segera membungkam mulut ima dengan mulutnya sambil memeluknya dengan erat.
Yori yang berteriak kepada bara agar melepaskan ima tidak didengar oleh bara yang sudah kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Ima memberontak dengan semua tenaga yang dia miliki.
Walaupun ima menguasai karate, jika dibandingkan dengan laki – laki tentu tenaganya akan kalah.
Maka dari itu jika berhadapan dengan laki – laki dia akan menggunakan otaknya terlebih dahulu.
Tapi situasi kali ini berbeda, serangan dadakan dari bara membuat ima tidak bisa berfikir sama sekali.
“ kau ingin pergi dariku dan pulang ketempat asalmu ? tidak akan aku biarkan. kau akan menjadi milikku malam ini. " ucap bara yang sudah mulai kehilangan kendali.
Bara mendorong ima ke sofa didalam kamar itu dan berusaha memperkosanya.
Melihat istrinya dicium dan akan diperkosa oleh kakak kandungnya sendiri, yori berteriak sekeras mungkin menggunakan semua kekuatan yang ada didalam tubuhnya untuk memanggil paman sam dan bibi ana.
“ paman sam....!!! Bibi ana....!!! Tolongg...!!!! Tolonggg....!!! Tolong imaaaa...!!!! ” teriak yori.
Teriakan histeris dari yori membangunkan seisi rumah.
Paman sam dan bibi ana segera menuju kamar yori.
Disana mereka melihat pemandangan yang sangat mengerikan.
Seorang wanita cantik akan diperkosa oleh tuan muda bara diatas sofa.
Baju wanita tersebut hampir tidak berbentuk lagi.
“ paman sam, tolong segera hentikan kakakku. dia hendak memperkosa istriku...!! ” teriak yori kepada paman sam.
Paman sam segera menarik bara dari sofa.
Bara pun mendorong paman sam ke lantai dan melanjutkan tindakannya.
Ima segera membalikkan badan tapi bara menahannya dan menciuminya lagi.
“ lepaskan aku....!! aku ini adik iparmu..!!!! kau sudah gila bara !!! ” teriak ima sangat marah.
Tapi apa daya, tenaga ima benar – benar kalah dari laki – laki, terutama laki – laki diatasnya yang sudah kehilangan kendali dan lebih bersiap karena sempat dibanting oleh ima.
Paman sam yang terjatuh segera berdiri lagi untuk menarik bara dari sofa.
Bibi ana pun tidak tinggal diam, dia segera berlari dan menarik bara bersama dengan paman sam.
Setelah tangan kanan dan kirinya dipegang oleh paman sam dan bibi ana, bara terlepas dari tubuh ima.
Ima segera berlari kebelakang yori karena sangat takut terhadap pria bernama bara yang hampir saja memperkosanya.
“ ima, ambil dasi didalam lemariku. ” ucap yori menatap istrinya.
“Paman sam, ikat tangan dan kaki kakakku dengan dasi itu. ” perintah yori.
Ima segera berlari menuju ke ruang ganti untuk mengambil 2 buah dasi milik yori.
Ima segera memberikannya kepada paman sam.
Setelah mengikat tangan dan kaki bara, paman sam melepaskan pegangan tangannya, begitu pula bibi ana.
“ kau ingin lari dariku ?? hah ?? aku tidak akan membiarkanmu. aku akan menemukanmu dan mengurungmu. kau hanya bisa menjadi milikku. aku tidak akan membiarkanmu pergi ketempat asalmu !! ” teriak bara dengan sangat keras.
“ ima, ambil kan satu buah dasi lagi dan paman sam, bungkam mulut kakakku, ikatkan dasiku ke mulutnya. saat ini kakakku sangat berbahaya untuk ima. " perintah yori.
Ima segera kembali ke ruang ganti dan mengambil satu buah dasi lalu menyerahkannya kepada paman sam.
Setelah dibungkam, bara hanya mengeluarkan kata – kata yang tidak begitu jelas.
“ baringkan kakakku ditempat tidurnya hingga dia sadar. paman sam tolong jaga kakakku hingga besok pagi dan jangan lupa kunci pintunya. jangan biarkan dia keluar kamar sebelum dia sadar. semoga besok pagi dia sudah sadar. rahasiakan kejadian malam ini dari kakakku. ” perintah yori.
Paman sam pun membawa bara ke kamarnya, membaringkannya dan menguncinya.
Paman sam berada didalam kamar bara untuk menjaga bara agar tidak keluar atau kehilangan kendali lagi.
Yori yang berada didalam kamar bersama ima masih berusaha membereskan sisa- sisa kejadian malam itu.
“ bibi ana tolong temani istriku mengganti gaun tidurnya yang sudah tidak layak lagi dipakai. buang dan bakar gaun tidur yang dipakai oleh istriku saat ini. ” perintah yori kepada bibi ana.
Yori melihat istrinya yang berada dibelakangnya ketakutan, dia pun berusaha menenangkannya.
“ istriku, jangan takut. aku akan melindungimu dengan cara apapun. ” ucap yori sambil memeluk dan membelai rambut istrinya.
“ nyonya, mari kita ke ruang ganti untuk mengganti baju anda. ” ucap bibi ana.
ima menatap yori, yori pun menatap ima kembali.
“ pergilah bersama bibi ana, aku yakin kakakku tidak akan bisa keluar dari kamarnya hingga besok pagi. ” ucap yori meyakinkan istrinya.
Ima terdiam, lalu dia menggangguk kepada yori dan mulai mengikuti bibi ana menuju ruang ganti untuk mengganti gaun tidurnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG…