My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 16


__ADS_3

Mendengar bahwa yori mau melakukan pengobatan, bahkan mau belajar berjalan, paman sam dan bibi ana tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka.


“ bernarkah tuan ? sa..saya akan segera menyiapkan mobil ! ” jawab paman sam terbata – bata karena terkejut dan bahagia.


Paman sam segera berlari ke garasi mobil dan menyalakan mesin mobil lalu dia pun segera bersiap – siap untuk mengantar yori ke rumah sakit.


“ kalau begitu saya akan segera memasak makanan favorit tuan yori, sehingga saat tuan muda yori pulang, makanan sudah siap. saya akan menjaga tuan muda bara saat dia terbangun dan memberitahunya bahwa tuan muda yori sedang pergi ke rumah sakit untuk berobat. oercayakan pada saya tuan. “ ucap bibi ana.


“ baiklah bi, aku mempercayaimu. " ucap yori sambil melihat bibi ana yang segera berlari kedapur.


“ kau lihat, bukan kah mereka sangat menyayangimu dan kakakmu ? ” ucap ima berbisik ditelinga suaminya.


“ iya aku tau hal itu. tapi saat ini aku hanya menyayangimu. setelah melihat perlakuan kakakku terhadapmu tadi malam. aku benar – benar tidak mengenal kakakku yang berusaha memperkosamu. " ucap yori.


“ kau sudah membuatku melupakannya dengan ciuman mu yang sangat panjang dan bergairah. " bisik ima lembut ditelinga suaminya.


Wajah yori pun memerah mengingat hal yang dia lakukan tadi malam terhadap istrinya.


Malam itu dikepala yori hanya terpikir cara untuk membuat istrinya melupakan semua hal buruk yang terjadi sehingga dia tidak sadar bahwa ciumannya sangat membekas didalam hati istrinya.


“ kau hampir melahapku hidup – hidup...” bisik ima sekali lagi kepada suaminya.


“ jika saja kau sudah bisa berjalan. tentu hari ini aku sudah membawa anakmu didalam perutku. " ucap ima sambil tertawa kecil.


Melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah istrinya, yori pun sangat bahagia.


“ hanya dengan ciuman kau sudah sangat bahagia istriku ? bukankah kau sangat sederhana dan indah ? tidak perlu hal yang mahal dan sulit untuk membahagiakanmu. ” ucap yori.


Ima tersenyum kepada suaminya itu.


“ tapi bukan berarti aku tidak suka barang mahal, bagaimanapun aku juga seorang wanita. ” ucap ima dengan jujur.


“ Wahai kakiku, segeralah berjalan dan berikan kebahagiaan kepada istriku. dia adalah jantung hatiku. ” gumam yori bersyukur karena memiliki istri yang sederhana seperti ima.


Paman sam sudah bersiap didepan villa.


Melihat paman sam , yori dan ima segera menuju mobil untuk berangkat ke rumah sakit.


Semenjak yori cacat, salah satu mobil mereka sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mempermudah yori naik dan turun dari mobil.


Yori naik kedalam mobil dengan dibantu paman sam.


Setelah yori dan ima masuk kedalam mobil, paman sam menutup pintu mobil dan duduk dikursi kemudi.


Mereka pun segera berangkat menuju ke rumah sakit‘ JAYA HOSPITAL”.


Sesampainya dirumah sakit, ima menemani yori menemui dokter doni yang dulu pernah merawat kakinya selama 1 tahun.


Mereka berdua menunggu didepan ruangan dokter doni.


Tidak lama kemudian assisten dokter doni pun keluar dari ruangannya.


“ tuan ‘Yori Lang’, silahkan masuk. “ ucap sang assisten.


“ baik. ” jawab ima sambil mendorong kursi roda yori kedalam ruangan.


Assisten dokter doni pun membukakan pintu untuk yori dan ima.


Setelah masuk, dokter doni sedang sibuk dengan beberapa berkas yang berada diatas mejanya.


Melihat yori dihadapannya, dokter doni pun terkejut.


“ tuan yori ??? ” ucap dokter doni terkejut.


“ benarkah ini anda tuan ? apakah anda sudah memutuskan untuk mulai berjalan kembali ? ” tambah dokter doni yang sangat penasaran.


“ iya dokter, aku ingin bisa berjalan kembali. aku ingin membahagiakan istriku. ” ucap yori sambil memandang istrinya.


“ istri ? apakah kau sudah menikah tuan ? ” tanya dokter doni terkejut lagi.


“ iya, wanita yang bersamaku ini adalah istriku dan sumber dari semangatku untuk dapat berjalan kembali. “ dokter doni pun mengarahkan pandangannya ke arah ima.


“ nyonya ,terima kasih ! berkat anda, tuan yori mau berusaha untuk berjalan lagi, selama 1 tahun lebih aku membujuknya agar mau mencoba berjalan, tapi dia tidak pernah mendengarkanku. ” ucap dokter doni menjelaskan.


“ dokter, aku juga tidak tau bahwa aku bisa membuatnya bersemangat untuk dapat berjalan kembali. ngomong– ngomong, apakah suami saya dapat segera berjalan kembali dokter ? ” tanya ima tanpa berbasa – basi.

__ADS_1


Dokter melihat kaki yori dan mulai mengeceknya.


“ saya harus melakukan pengecekan secara menyeluruh, mengingat kaki anda sudah satu tahun lebih tidak pernah digunakan. ” ucap dokter doni.


Setelah itu yori pun memasuki alat untuk memeriksa kakinya, dokter doni mengambil sample darahnya.


Setelah melakukan berbagai macam pemeriksaan dan tes, dokter doni pun meminta ima dan yori untuk kembali lagi besok.


“ nyonya, saya akan mempelajari data tentang tuan yori malam ini, besok saya akan memberitahukan informasi tentang keadaan kaki tuan yori. ” ucap dokter doni.


“ baiklah dokter, besok saya akan membawa yori datang lagi ke rumah sakit untuk menemuimu. ” ucap ima sambil berpamitan untuk pulang.


Paman sam sedang berada didepan rumah sakit menunggu yori dan ima keluar.


Setelah yori dan ima keluar dari rumah sakit, paman sam segera membantu yori masuk ke dalam mobil.


Setelah siap, mereka segera kembali pulang menuju villa.


...


Di villa ..


Bara baru saja terbangun dari tidurnya, dia merasakan sakit disekujur tubuhnya seperti tidur dalam keadaan terikat.


Kepala bara masih terasa sakit akibat terlalu banyak minum tadi malam.


“ apa mungkin aku terlalu banyak minum hingga kepala dan tubuhku menjadi sakit seperti ini ? ” gumam bara dalam hati sambil bangun dan melangkah ke kamar mandi.


Setelah mandi dan bersiap, bara turun ke ruang tengah.


bara tidak melihat siapapun kecuali bibi ana yang menyiapkan makanan di meja makan.


“ bi, kemana semua orang ? aku tidak melihat yori dan paman sam ? apakah mereka sedang pergi keluar ? ” tanya bara.


“ tuan muda yori, nyonya ima dan paman sam berangkat ke rumah sakit pagi – pagi sekali tuan. ” jawab bibi ana.


“ baiklah, hari ini aku tidak berangkat kerja. tidak hanya kepalaku tapi sekujur tubuhku terasa sangat sakit. semalam aku merasakan banyak hal...” ucap bara.


Sebelum bara menyelesaikan kalimatnya, bibi ana segera bertindak.


“ baiklah, mungkin ucapanmu ada benarnya bi. " jawab bara sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan.


Bara sarapan sendirian, setelah selesai dia kembali ke kamarnya untuk berbaring dan mengistirahatkan kepala serta tubuhnya yang masih terasa sakit.


Siang harinya ima dan yori serta paman sam sampai di villa.


Sementara paman sam memarkirkan mobil, ima dan yori langsung masuk kedalam rumah dan bertemu bibi ana.


“ tuan yori, nyonya ima, tuan bara sudah bangun dan kembali ke dalam kamarnya setelah sarapan tadi pagi. ” ucap bibi ana.


“ apa dia membahas perihal kejadian tadi malam ? ” tanya yori.


“ iya tuan, tapi segera saya yakinkan bahwa dia hanya bermimpi. " jawab bibi ana.


“ bagus. terima kasih bi, maaf sudah merepotkanmu ! ”ucap yori.


“ tidak tuan, itu sudah tugas saya. ” ucap bibi ana.


“ oia tuan. saya sudah memasak untuk anda dan nyonya. silahkan makan siang sebelum beristirahat. ” tambah bibi ana.


“ baiklah, istriku mari kita makan siang lalu istirahat. " ucap yori.


Ima menganggukkan kepala dan mendorong kursi roda yori menuju meja makan.


Setelah makan siang selesai, ima mendorong kursi roda yori menuju kamar.


Sesampainya dikamar, yori pun ingin segera menuju kamar kakaknya.


Bagaimana pun bara adalah kakak kandungnya.


“ sayang, aku akan menemui bara. aku tau kakakku salah terhadapmu. tapi maukah kau memaafkannya untuk kali ini saja ? ” ucap yori.


Ima terdiam sejenak, dia masih berfikir.


Terlihat jelas wajah ima mulai menampakkan amarah jika mengingat kejadian tadi malam.

__ADS_1


“ dasar bara !!! bagaimana mungkin aku bisa memaafkannya semudah itu. wanita mana yang tidak akan marah setelah diperlakukan seperti itu. jika bukan karena akhirnya aku selamat, tidak mungkin aku bisa memaafkan pria itu !!! ”gumam ima dalam hati.


“ aku bisa memaafkannya, tapi aku tidak mau melihatmu minum minuman keras lagi. kau lihat sendiri bukan, bagaimana buruknya saat alkohol menguasai dirimu.


Bagaimana jika kau tidur dengan wanita lain tanpa kau sadari saat kau sudah berjalan nanti ? aku yakin bahwa aku akan menjadi pembunuh saat itu terjadi, tidak hanya aku akan membunuh wanita itu, tapi aku juga akan membunuhmu agar kalian berdua bisa bahagia di neraka. " jawab ima dengan sangat kesal.


“ baik istriku... aku berjanji tidak akan pernah minum lagi ! kau tau semalam kakakku yang memaksaku untuk minum, itu pun hanya 3 gelas kecil. “ ucap yori membela diri.


“ memaksa ? bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa kau tidak bisa menolaknya ? ” tanya ima.


“ itu benar. aku tidak bisa menolak paksaan kakakku. sekeras apapun aku menolak, kakakku akan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. aku tidak kuasa menolaknya. ” jawab yori.


“ yori.. dengarkan perkataanku baik – baik. semua kesalahan mampu aku maafkan tetapi hanya satu kesalahan yang tidak akan mungkin aku maafkan yaitu jangan menyentuh atau bahkan tidur dengan wanita lain selain istrimu !!! ” ucap ima.


“ jika karena minuman keras kau melakukan hal yang sudah aku larang keras. maka aku sendiri yang akan meminta cerai darimu. aku tidak bisa hidup bersama dengan seorang penghianat !! " ucap ima dengan wajah seriusnya.


" Siapapun yang mengajakmu minum atau bahkan memaksamu, baik itu kakak kandungmu atau kakek jimo, ingatlah bahwa aku berada pada keputusan yang akan kau buat terhadap minuman itu. jika kau minum, apapun alasanmu aku akan menceraikanmu dan jika kau meninggalkan minuman itu aku akan tetap berada disisimu. " jawab ima dengan wajah yang sangat serius yang bahkan orang tua ima sendiri belum pernah melihat wajah ima yang seserius itu.


Mata ima sangat tajam dan melihat langsung ke arah mata yori.


Tatapan yang sangat tajam yang mampu mencabik – cabik hati orang yang dipandangnya.


Tubuh yori pun bergetar, merasakan dinginnya tatapan tajam dari istrinya itu.


Itu mengartikan bahwa apa yang ima katakan adalah hal paling serius yang pernah dia ucapkan seumur hidupnya.


Sejenak yori terdiam merasakan seriusnya ucapan yang dikeluarkan dari mulut kecil istrinya itu.


Yori tau benar bahwa ima bisa sangat berbahaya saat dia melakukan kesalahan yang sudah dilarang keras oleh istrinya itu.


Sejenak yori pun berfikir.


“ ima bisa lebih mengerikan dari kakakku. dia benar – benar serius dengan perkataannya. jika aku melakukan satu – satunya hal yang dilarangnya. maka dia akan benar – benar meninggalkanku dan lebih buruknya lagi dia benar – benar tidak akan ragu untuk menjadi pembunuh demi diriku ! " gumam yori dalam hati.


“ istriku... aku berjanji. bahkan walau kakek dan kakakku memaksaku dengan alasan apapun, aku akan menolak nya dan aku tidak akan menyentuh apalagi tidur dengan wanita selain dirimu ! ” ucap yori meyakinkan istrinya.


Wajah ima perlahan berubah normal.


“ baiklah, untuk saat ini aku percaya padamu. tapi saat kau sudah bisa berjalan, aku akan melihat realisasi dari janji yang kau ucapkan hari ini. saat kelak kau sudah bisa berjalan,disanalah berbagai cobaan akan mendatangimu, aku akan melihat dan menyaksikan setiap keputusan yang akan kau ambil. ” ucap ima.


“ kelak kau akan tau bahwa wanita manapun yang gila akan cinta dan harta bisa menjadi sangat mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari pria.


Jika seorang wanita menginginkan seorang pria dia akan menggunakan semua tipu daya dalam dirinya untuk mendapatkan pria yang diinginkannya. aku sudah banyak melihat hal itu dikampus.. dari minuman keras, obat perangsang dan masih banyak lagi metode lain yang mereka gunakan untuk mendapatkan pria yang mereka inginkan. ” tambah ima.


“ iya istriku..aku mengerti. aku akan selalu berhati – hati. “ jawab yori dengan menunduk.


Melihat suaminya menunduk, ima tidak berbicara lebih jauh lagi.


ima hanya ingin suaminya tau bahwa minuman keras adalah langkah awal dari semua jenis kejahatan, apapun bentuk kejahatan itu.


“ baiklah, pergilah menemui kakakmu. aku lelah dan ingin segera istirahat. “ ucap ima sambil berbaring dan memejamkan mata.


Melihat istrinya sedikit kesal dan marah atas tindakannya minum tadi malam, yori pun tidak bisa mengelak.


yori tau bahwa dia bersalah dan hanya bisa diam melihat istrinya marah tanpa bisa menenangkannya.


Perlahan yori keluar dari kamar dan menuju kamar bara.


“ tok..tok..tok”


“ kak, bolehkah aku masuk ? ada yang ingin aku bicarakan denganmu. “ ucap yori dari balik pintu.


tidak lama kemudian terdengar suara lemah dari dalam kamar dibarengi dengan suara langkah kaki yang berjalan perlahan.


“ yori ? masuklah..” ucap bara sambil membuka pintu kamarnya.


“ kapan kau pulang ? baru saja ? ” tanya bara.


“ aku sudah pulang dari tadi, aku dan ima makan siang dulu, setelah itu aku baru kesini untuk menemuimu. ” jawab yori.


yori masuk kedalam kamar bara dan mulai berbincang tentang hal yang terjadi dirumah sakit.


“ katakan pada kakakmu ini, apa kata dokter doni ? aku dengar dari bibi ana bahwa kau pergi kerumah sakit untuk berobat dan melakukan terapi berjalan. ” tanya bara bersemangat.


“ masalah itu.. hari ini aku banyak melakukan pengecekan dan tes. malam ini dataku akan dipelajari oleh dokter doni jadi besok aku akan kembali lagi ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi tentang kepastian kesembuhanku dan kapan aku mulai bisa melakukan terapi mengingat sudah 1 tahun lebih kakiku tidak pernah digunakan. ” jawab yori.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2