
Merasa bahwa istrinya sulit untuk dikalahkan dalam acara debat pagi itu, yori pun memikirkan cara lain untuk mundur dengan perlahan.
“ kau sudah memberikan obat penawar padaku, sehingga walaupun aku tidak berhenti memandangmu aku tidak akan berubah menjadi patung. " jawab yori yang juga tidak mau kalah.
“ obat penawar ? ” tanya ima.
Yori hanya diam dan ingin membuat istrinya itu penasaran.
Tapi ima hanya mengabaikan yori yang tidak mau menjawab pertanyaannya itu.
Ima segera mengambil sarapan untuknya dan suaminya dari meja dorong yang dibawa oleh petugas hotel itu kemudian meletakkanya dimeja dekat dengan tempat tidur.
Setelah itu ima kembali menemui petugas tersebut dan menepuk pundaknya.
“ pak petugas, sarapannya sudah saya ambil. anda bisa pergi dari sini. " ucap ima menyadarkan petugas yang sedari tadi mematung.
“ ma, maaf nyonya. saya benar – benar tidak sadar. " jawab petugas tersebut.
“ baiklah, saya maafkan. kalau begitu permisi pak. " ucap ima sambil menutup pintu.
Yori hanya mengamati situasi dari tempat tidur.
“ nyonya, menurutku memang benar bahwa kau harus berubah menjadi jelek di luar kamar. " ucap yori yang ingin meledek ima.
“ baik tuan, akan saya laksanakan. saya hanya akan terlihat cantik dihadapan anda saja. " jawab ima menggoda suaminya.
Ima pun sarapan bersama dengan suaminya.
Saat sedang sarapan, yori dan ima asyik berbincang.
“ siang ini mari kita cari oleh – oleh untuk orang tuaku, paman sam dan bibi ana. " ucap ima.
“ hah ? orang tuamu, paman sam dan bibi ana saja ? bagaimana dengan kakak kandungku ? ” tanya yori.
“ya ampun, karena damainya hidup aku sampai lupa kepada si tukang bully itu ! " ucap ima dalam hati.
“ tapi dia selalu membully aku ! ” jawab ima sambil cemberut.
“ bagaimana pun dia adalah kakak iparmu. aku akan berdiskusi dengannya mengenai masalahmu. dia tidak akan membully kamu lagi. ” ucap yori yang berusaha menenangkan istrinya yang sedang cemberut itu.
“ baiklah kalau begitu, kita akan membeli oleh – oleh untuk kakakmu juga. Oh, untuk kakek jimo juga ! aku hampir melupakannya karena dia tidak pernah muncul dirumahmu. " ucap ima.
“ kakek jimo memiliki rumah sendiri. rumah yang kami tempati adalah villa milik almarhum orang tua kami. " jawab yori menjelaskan.
“ baiklah , aku mengerti. mari kita selesaikan sarapan dan bersiap – siap mencari oleh – oleh. " ucap ima sudah tidak sabar.
Setelah sarapan, mereka berdua segera menaiki taxi untuk pergi keluar.
Siang itu mereka berdua sibuk mencari oleh –oleh untuk semua orang.
Mereka sudah mendapatkan semua oleh – oleh berupa makanan untuk semua orang.
Lalu yori melihat sebuah toko souvenir yang berada diujung jalan.
“ ima, mari kita lihat toko souvenir diujung sana. aku ingin mencari souvenir untuk kakakku. ” ucap yori sambil menunjuk sebuah toko kecil berwarna hijau muda yang menjual souvenir yang unik – unik.
Ima pun mengangguk dan mendorong kursi roda yori menuju toko kecil yang dia tunjukkan tadi.
“ ting..ting..”
Bel kecil diatas pintu toko berbunyi tanda ada pelanggan datang.
Seorang wanita tua muncul dari dalam toko.
“ selamat siang, ada yang bisa saya bantu ? ” tanya wanita tua pemilik toko.
“ saya ingin mencari oleh – oleh untuk sepasang kakak dan adik kandung. ” jawab ima ramah.
“ oh, aku sudah terbiasa menangani hal seperti ini. " ucap wanita tua pemilik toko itu.
wanita tua itu pun memilih beberapa souvenir.
Setelah dirasa cocok, wanita tua itu kembali menemui ima dan yori.
“ ini ada beberapa pilihan souvenir yang biasa dibeli oleh kakak dan adik kandung. " ucap wanita tua tersebut.
Ditangannya ada gantungan kunci berbentuk sepasang sandal dan sepasang sepatu, bahkan terlihat bentuk lain seperti sepasang boneka beruang laki – laki dan perempuan.
Melihat pasangan boneka beruang tersebut yori tertawa kecil.
“ bagaimana mungkin aku membeli gantungan kunci berbentuk sepasang beruang itu nek ? aku dan kakakku sama – sama lelaki. " ucap yori yang masih tertawa kecil.
Wanita tua itu pun tertawa dan meletakkan gantungan kunci berbentuk sepasang beruang yang ada ditangannya, dia benar – benar tidak tau jika kakak yang yori maksud tidak berada ditempat itu.
__ADS_1
Wanita tua itu berfikir bahwa ima lah adik dari pria cacat yang ada dihadapannya itu.
“ maaf, aku berfikir bahwa wanita disampingmu ini adalah adikmu. " ucap wanita tua itu merasa sedikit bersalah.
Sambil tertawa kecil ima pun mulai berkomentar.
“ nek, aku adalah istri dari pria yang berada dikursi roda ini. " ucap ima menjelaskan kepada wanita tua tersebut.
“ ah.. maaf nona ! aku benar – benar tidak tau ! “ jawab wanita tua itu.
“ nona, bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan pria tampan seperti suamimu ini ? tau kah kau nona, jika kau mau merawat wajahmu dan berhenti menggunakan kaca mata, tentu kau akan menjadi wanita yang sangat cantik dan membuat suamimu bahagia. ” ucap wanita tua itu memberi saran.
Mendengar hal itu yori pun tertawa lagi.
“ nek, taukah kau bahwa istriku ini adalah wanita tercantik yang pernah ada didunia. ” ucap yori.
“ iya tuan yang tampan, bagaimanapun dia adalah istrimu, tentu kau akan membelanya. ” ucap sang wanita tua pemilik toko tidak percaya dan menganggap yori hanya membela istrinya didepan orang lain.
Yori hanya terdiam dan tidak berbicara lebih jauh.
Siapapun yang melihat ima sekarang, tentu tidak ada yang akan percaya bahwa ima sebenarnya sangatlah cantik.
Melihat suaminya terdiam ima pun mencairkan suasana.
“ kalau begitu bagaimana dengan gantungan kunci sepasang sandal ini ? ucap ima sambil menunjuk sepasang gantungan kunci yang berada disalah satu telapak tangan wanita tua dihadapannya itu.
“ menurutku bentuk sepasang sandal tampak lebih sederhana dan bersahabat daripada sepasang sepatu. ” tambah ima meyakinkan suaminya.
Melihat ima mengatakan pendapatnya dengan baik dan bijaksana, wanita tua itu pun berkomentar.
“ nona, kau sangatlah bijaksana. ” ucap wanita tua itu sambil menepuk pundak ima lalu memandang ke arah yori.
“ Tuan kau sangat beruntung memiliki istri yang setia dan selalu berada disisimu dalam kondisimu yang sedang sulit seperti saat ini. sayangi dan jagalah dia, jangan lepaskan wanita baik seperti istrimu ini. ” ucap sang wanita tua pemilik toko.
“ tentu nek, aku akan menjaga dan menyayanginya lebih dari apapun. dia adalah jantung hatiku nek. tanpa dia aku yang sekarang tidak akan ada didunia ini. ” jawab yori sambil memegang tangan istrinya dan menciumnya.
Melihat pemandangan didepannya, sang wanita tua pemilik toko pun ikut berbahagia menyaksikan dua sejoli yang saling mencintai itu tetap bersama dalam keadaan sulit sekalipun.
“Seorang istri yang berwajah jelek dan seorang suami yang tampan tapi cacat. mereka saling melengkapi satu sama lain. " gumam sang wanita tua dalam hati.
“ baiklah aku akan mengikuti saran dari istriku ini nek, tolong kemas sepasang gantungan berbentuk sandal itu untukku. ” ucap yori.
“ aku pun akan membeli 2 pasang gantungan boneka beruang itu nek. untuk orang tua dan adik laki – lakiku. ” ucap ima.
“ oia, bagaimana dengan kakek jimo, paman sam dan bibi ana ? tampaknya tidak adil jika mereka tidak kita bawakan gantungan kunci juga. “ ucap ima.
Lalu ima mendorong kursi roda yori untuk melihat sekeliling.
Mata ima tertuju pada gantungan kunci bertuliskan “ I LOVE BALI “ dengan pemandangan pantai kuta didalamnya.
“ memang sedikit norak.. tapi lumayan bagus. Bagaimana menurutmu suamiku tersayang ? ” tanya ima kepada yori.
“ aku akan mengikuti pilihanmu istriku sayang. " ucap yori sembari tersenyum kepada istrinya itu.
Setelah selesai memilih, mereka membawa 3 buah gantungan kunci lain untuk dapat segera dikemas.
“ nek, kami akan menambahkan 3 gantungan kunci ini. ” ucap ima sambil menyerahkan gantungan kunci ditangannya.
“ baiklah,semuanya ada 1 pasang sandal, 2 pasang beruang dan 3 buah gambar pemandangan. jumlahnya 300 ribu. ” ucap wanita tua pemilik toko.
Harga nya lumayan mahal, tapi mengingat kualitasnya yang sangat bagus maka ima pun membayarnya.
Setelah medapatkan oleh – oleh untuk semua orang, yori dan ima kembali ke hotel, ima mendorong kursi roda yori hingga masuk kedalam kamar hotel, setelah itu ima menutup pintu kamar hotel dan membantu yori untuk berbaring di tempat tidur.
Saat ima membuka lemari untuk mengganti baju, dia melihat tas ransel hijaunya. ima teringat bahwa didalamnya terdapat amplop perjanjian pernikahan yang telah ditandatangani oleh suaminya.
ima lupa untuk membuat copynya.
Ima menarik amplop tersebut dari tas itu.
ima memandanginya dan segera berlari menuju yori yang sedang berbaring memandangi sepasang gantungan sandal yang baru saja dia beli untuknya dan kakaknya.
“ yori, bagaimana dengan perjanjian pernikahan kita ? ” ucap ima sambil berbaring disamping suaminya.
“ apakah menurutmu kita masih membutuhkan hal itu ? bukankah kau sangat mencintaiku dan ingin hidup berdua denganku hingga kapanpun ? aku bahkan berniat untuk segera berjalan, bekerja dan membangun keluarga kita sendiri. ” ucap yori.
“ baiklah, aku akan membakarnya. “ ucap ima sambil menuju beranda hotel.
ima mengambil korek api dari ranselnya dan membakar kertas perjanjian pernikahan tersebut.
Setelah selesai membakar kertas tersebut, ima menutup jendela dan kembali berbaring disamping suaminya.
“ sekarang kita tidak lagi menikah karena perjanjian antara kakek kita. kita menikah karena perasaan kita sudah menyatu. jadi saat kau sudah berjalan nanti, kau harus benar – benar bekerja dan membangun keluarga kita sendiri.
__ADS_1
Kau harus memisahkan diri dari kakakmu apapun alasannya ! aku tidak mau berbagi dengan kakakmu, kau hanya akan menjadi milikku seorang, begitu juga aku, hanya akan menjadi milikmu seorang. ” ucap ima dengan wajah seriusnya.
Mendengar ucapan istrinya, yori pun langsung mencium bibir istrinya yang imut itu dengan penuh gairah.
Malam itu pun mereka jalani dengan bahagia.
Hari – hari berikutnya mereka habiskan untuk mengelilingi tempat – tempat wisata yang berada di Bali.
...
1 minggu kemudian...
Tak terasa 1 minggu telah terlewati, hari ini adalah hari dimana ima dan yori harus pulang ke kota jaya dikarenakan waktu bulan madu mereka sudah habis.
Sesampainya dirumah, didepan pintu yori segera disambut oleh paman sam yang sudah sehat.
“ tuan yori, apakah kau baik – baik saja ? ” tanya paman sam cemas.
“ tentu, apakah kau tidak percaya kepada istriku ? dia merawatku dengan sangat baik. tidak hanya tubuhku, tetapi juga hatiku. ” jawab yori dengan wajah memerah karena malu.
“ ah, tentu terjadi sesuatu antara nyonya dan tuan muda yori. ” gumam paman sam dalam hati.
Tidak lama kemudian datang ima membawa oleh – oleh untuk paman sam, bibi ana dan kakak iparnya.
Bagaimana pun bara adalah kakak dari pria yang sangat dicintainya itu.
“ paman, bibi, ini ada oleh – oleh dari bali. memang tidak banyak tapi aku berharap paman dan bibi akan senang menerimanya. " ucap ima.
Melihat ima dan yori masih mengingat mereka, paman sam dan bibi ana sangat bahagia.
“ nyonya, mengingat kami saat membeli oleh – oleh sudah membuat kami sangat bahagia.
Tentu kami akan menerimanya dengan senang hati. " jawab paman sam mewakili dirinya dan bibi ana.
“ paman sam, apakah diare mu sudah sembuh total ? ” tanya ima yang sedikit khawatir jika obat pencahar yang dia berikan kepada paman sam memiliki efek samping.
“ tenang saja nyonya, saya sudah sangat sehat sejak 4 hari yang lalu. ” jawab paman sam meyakinkan ima.
Setelah memberikan oleh – oleh kepada paman sam dan bibi ana, ima dan yori hendak pergi menuju kamar mereka, tapi saat bara tak terlihat ikut menyambut, yori pun sedikit cemas.
“ dimana kakakku paman ? ” tanya yori.
“ dia sedang dalam perjalanan pulang kesini tuan, dia meminta kami semua menyiapkan pesta penyambutan atas kedatangan tuan yori dan nyonya ima. ” jawab paman sam.
“ bibi juga sudah memasak makanan favorit tuan muda yori, sup iga sapi. “ tambah bibi ana.
“ baiklah, berarti malam ini akan menjadi sangat meriah. mari kita tunggu kakak untuk memulai pestanya. ” ucap yori.
Lalu ima mendorong yori kedalam kamar.
“ bukankah tuan muda yori berbeda dari sebelumnya ? ” tanya bibi ana.
“ tentu, terlihat jelas kebahagiaan yang sangat besar di wajah tuan muda yori yang disebabkan oleh nyonya ima. aku berharap nyonya ima bisa membuat tuan muda yori bisa berjalan lagi dan segera memiliki anak. " jawab paman sam.
Bibi ana pun menganggukkan kepala dan kembali ke dapur.
Tidak lama kemudian bara datang.
“ paman, mana adikku ? ” tanya bara.
“ tuan muda yori berada didalam kamarnya bersama dengan nyonya ima. ” jawab paman sam.
Bara langsung menuju ke kamar yori.
“ BANG..!! “
Suara pintu dibuka lebar – lebar oleh bara.
Yori sedang duduk bersama dengan ima, mereka sedang memisahkan oleh – oleh untuk keluarga ima dan untuk bara.
Bara pun segera memeluk adik kesayangannya itu.
“ bagaimana keadaanmu ? apa kau baik – baik saja ? apa wanita jelek ini mengganggumu? katakan pada kakakmu ini dan aku akan memberi keadilan untukmu. ” ucap bara tanpa memikirkan keberadaan ima didalam kamar itu.
“ kak, aku baik – baik saja. bahkan aku lebih baik dari sebelumnya karena ima merawatku dengan sangat baik. ” jawab yori perlahan.
Yori tau alasan kebencian antara kakaknya dan istrinya.
Bara pun menatap ima dan Ima pura – pura tidak melihatnya dan tetap fokus dengan beragam oleh – oleh di atas meja yang sedang disusunnya.
“apa yang dilakukan wanita licik ini terhadap adikku ? ” gumam bara dalam hati.
“ aku tidak perduli dengannya, aku hanya perduli denganmu. ” jawab bara ketus.
__ADS_1
BERSAMBUNG..