My Fate Husband

My Fate Husband
Chapter 30


__ADS_3

Bara bangun dari tempat tidurnya, dia melangkah mendekati ima yang tertidur pulas.


Dicubitnya pipi ima oleh bara , tidak ada reaksi sedikitpun dari ima karena tertidur sangat pulas.


Walaupun jarak antara mereka berdua sejauh 2 meter, itu cukup membuat bara gelisah dan tidak mampu memejamkan matanya.


melihat kesempatan itu bara pun memanfaatkannya dengan sangat baik.


“ maafkan aku ima. aku melakukan ini agar aku bisa tidur dengan tenang.” gumam bara dalam hati.


perlahan tapi pasti bara mulai mendekatkan wajahnya ke wajah ima.


bara mencium bibir ima sedikit lebih lama dari saat pertama kali dia mencium ima disofa ruang kerjanya.


Dengan ciuman itu hati bara seakan terisi penuh, dia pun kembali ketempat tidurnya dan memejamkan mata dengan tenang, rileks dan bahagia.


...


Pagi harinya..


Pagi sekali bara sudah bangun dan bersiap – siap dengan semangat yang tinggi karena semalam dia berhasil mencium ima.


bara merasa dia mampu melawan dunia hari ini karena sangat bahagia.


Ima yang melihat sikap bara hanya merasa heran.


“ apakah dia seperti itu setiap bertemu dengan calon rekan kerjasamanya ?” gumam ima dalam hati.


Setelah siap, bara dan ima berangkat menuju hotel tempat pertemuan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.


ima mengamati perbincangan bara dan michael dengan seksama dengan begitu ima mendapatkan banyak kosa kata baru selama pertemuan itu.


Nama orang itu michael, mereka berdua berbincang sangat lama sekali dan tampak bahagia.


Setelah berhasil bernegosiasi dan mendapatkan kontrak kerjasama, bara dan ima pamit pulang.


Sesampainya dihotel, ima pun tidak sabar lagi untuk bertanya.


“ bara, bagaimana bisa kau meyakinkan michael untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan kita ?” tanya ima penasaran.


“ perusahaan miliknya adalah perusahaan keluarga, perusahaanku pun sama. Kami memiliki rasa kekeluargaan yang sangat tinggi. aku juga mengatakan bahwa kau adalah istriku. “ jawab bara.


“ dengan istriku menjadi sekertarisku maka aku tidak bisa berbuat sesuatu yang bisa membuat istriku kecewa seperti berselingkuh. dimatanya aku adalah suami yang setia dan dengan itu saja sudah cukup membuatnya setuju dengan tawaran kerjasama yang aku berikan.” tambah bara menjelaskan.


“ apa ??? kau menggunakanku sebagai bahan negosiasi ??” tanya ima marah.


“ jangan marah ima, aku melakukan ini demi perusahaan. semua orang bisnis tau bahwa salah satu cucu jimo Lang sudah menikah. aku hanya memanfaatkan hal itu untuk keuntungan perusahaan kita.” ucap bara santai.


Mendengar itu ima benar – benar tidak tau apa isi kepala pria yang ada dihadapannya itu.


Bara sangatlah licik.


“ bukankah kau sangat licik bara ? “ tanya ima sambil mengerutkan dahinya.


“ jika kau berada diperusahaan ini sejak kecil maka kau akan menjadi orang yang licik dan ditakuti oleh semua pembisnis." jawab bara.


" apakah kau tidak sadar ima, kau adalah wanita paling licik yang pernah aku temui.” ucap bara sambil menyiapkan bajunya.


“ aku tidak licik, aku hanya melindungi diriku dari kau, bara.” jawab ima sedikit kesal.


“ iya, jika kepalamu kau gunakan untuk bisnis. maka kau akan menjadi ratusan kali lebih licik dariku yang bahkan aku sendiri tidak akan berani untuk melawanmu.” ucap bara sambil berjalan menuju kamar mandi.


Ima hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya.


“ aku tidak licik sepertimu, tapi jika ini demi perusahaan maka yori akan berterima kasih kepadaku karena aku secara tidak langsung sudah membantu kakaknya.” gumam ima dalam hati.


Bara selesai mandi dan membereskan bajunya.


“ besok kita akan segera pulang dan mengurus proses pengiriman bahan baku mentah dari michael ke negara kita, agar cat segera diproduksi disalah satu pabrik milik kita yang letaknya dekat dengan pelabuhan.” ucap bara yang masih sibuk mengemas bajunya.


Ima mengangguk dan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, ima mengemas bajunya dan berangkat tidur.


bara tidak lagi gelisah malam itu, dia tidur dengan nyenyak.


bagi bara ciuman semalam bisa membuatnya tidur tenang selama ribuan tahun, itulah kekuatan cinta yang saat ini dirasakan oleh bara.


....


Setelah sampai di kota jaya, ima dan bara segera mengurus data – data yang diperlukan untuk proses pengiriman dan penerimaan bahan baku mentah dari michael.


Dikantor sangat sibuk hingga akhirnya semuanya dapat berjalan lancar dan semua proyek baru mulai dijalankan.


...


2 bulan kemudian..

__ADS_1


Tidak terasa 3 bulan sudah berlalu sejak kepergian yori dalam perjalanan bisnis.


Sekarang ima sudah menjadi sekertaris yang mandiri tanpa dampingan dari selly.


Disisi lain yori sedang memantau pabrik terakhir yang harus diawasinya.


Setelah selesai , yori dan andrew menyempatkan diri makan siang bersama dengan para pegawai bangunan disana.


“ tuan, apakah tidak apa – apa makan bersama kami ? anda adalah para direktur, tidak pantas rasanya makan bersama kami yang hanya pegawai kelas rendah.” tanya salah satu pegawai.


“ asalkan makanannya bersih, aku tidak masalah makan siang bersama kalian.” jawab yori sambil tersenyum.


Dari seberang jalan risa yang pulang dari shopping melihat sosok yori dari kejauhan.


“ yori ?? Benarkah itu yori ? " gumam risa dalam hati.


Dilihatnya pria itu berjalan berdua dengan pria lain dan pergi dengan mobil.


Dengan segera risa menghampiri para pegawai itu.


“ permisi, boleh saya tau siapa yang baru saja makan siang disini dan pergi dengan mobil ?” tanya risa kepada para pegawai itu.


“ oh, itu pak yori dan pak andrew, mereka berdua adalah direktur perusahaan Lang. mereka disini untuk memantau proses pembangunan pabrik baru.” jawab salah satu pegawai.


“ apakah kau mengenalnya nona ?” tanya pegawai yang lain.


“ yori adalah pacarku, aku sudah lama tidak bertemu dengannya.” jawab risa dengan percaya diri.


“ tapi nona..tuan yori sudah menikah sejak 3 tahun yang lalu. apakah mungkin kau sedang bermimpi ?” tanya salah seorang pegawai yang lain sambil tertawa.


“hah ? menikah ? dengan siapa ? “ tanya risa terkejut.


“ aku dengar 3 tahun yang lalu istri tuan yori sangatlah jelek.” jawab salah seorang pegawai.


“ sudahlah nona, jangan bermimpi. Tuan yori sudah menikah, carilah pria lain. kami juga siap menjadi suamimu.” ucap salah seorang pegawai sambil bercanda.


“ kalian bahkan tidak pantas membawakan tas belanjaku apalagi menjadi suamiku.” ucap risa sambil pergi dari tempat itu.


Melihat yori sudah bisa berjalan dan menjadi direktur, keinginan risa untuk kembali kepada yori pun semakin tinggi.


Hari itu dia segera kembali ke kota jaya untuk merebut kembali yori dari wanita jelek yang telah menjadi istrinya.


Yori dan andrew mampir hotel sebentar untuk berkemas.


Setelah semua siap mereka pun segera kembali ke kota jaya untuk membuat laporan tentang perjalanan bisnis mereka berdua.


“ bi, dimana ima dan kakakku ?” tanya yori yang baru saja sampai.


“ nyonya ima dan tuan bara sedang tidur dikamar masing - masing tuan, beberapa bulan ini nyonya ima dan tuan bara


sangat sibuk dan sering pulang malam.” ucap bibi ana menjelaskan.


“ baiklah, aku akan ke kamar.” ucap yori sambil meletakkan kopernya dan menuju kekamarnya.


didalam kamar dilihatnya banyak file dimeja kamarnya dengan laptop disamping tempat tidur ima.


“ istriku bekerja sangat keras. dia tampak sangat lelah.” gumam yori dalam hati.


Melihat istrinya lelah dan dia yang juga lelah setelah perjalan jauh, yori tidak tega membangunkan istrinya.


Tetapi mengingat rasa rindunya yang luar biasa kepada ima, yori pun mencium bibir istrinya hingga terbangun.


“ istriku..aku pulang. “ bisik yori ditelinga istrinya.


Ima mengusap - usap matanya, dilihatnya dengan jelas bahwa didepannya sudah berdiri suami yang selama ini dia tunggu – tunggu kedatangannya.


ima pun melompat kearah yori untuk dan memeluknya.


yori menangkap istrinya dan kembali menciuminya.


Dalam keadaan lelah mereka berdua menghabiskan malam yang panas bersama untuk mengobati rasa rindu masing - masing.


perlahan tapi pasti, yori merebahkan istrinya ditempat tidur.


dilepasnya baju ima satu persatu, setelah itu dia melepas pakaiannya sendiri.


yori terlalu bersemangat menciumi ima, ima yang awalnya mengantuk pun meladeni sikap suaminya hingga saat akan melakukan malam pertama untuk pertama kalinya..


“ yori, pelan... kau tau bukan ini pertama kalinya bagiku.” ucap ima yang menghentikan tindakan suaminya.


“ pelan bagaimana.. ? Ini juga pertama kalinya bagiku. aku tidak tau bagaimana pelan atau cepat dalam hal ini... " jawab yori apa adanya.


Mereka berdua pun tertawa bersama dan melanjutkan tindakan mereka.


Malam itu ima dan yori akhirnya menjadi suami istri yang sebenarnya.

__ADS_1


Pagi harinya tubuh ima sakit semua dan yori pun merasakan hal yang sama.


Melihat satu sama lain merasakan sakit dibadannya, mereka berdua tertawa lagi sambil melihat satu sama lain.


“ bagaimana bisa dua orang seperti kita bertemu ? dua orang yang tidak tau tentang bagaimana melakukan hubungan suami istri. untung saja kita berhasil melakukannya.” ucap ima dengan wajah yang mulai memerah.


“ iya walaupun aku harus mencobanya hingga 3 kali. “ ucap yori yang wajahnya tidak kalah merah dari wajah ima.


“ aku heran.. walaupun ini pertama kalinya bagimu. bagaimana mungkin kau bisa melakukannya berkali – kali dalam satu malam dan itu dimalam pertama kita !!! apa kau tidak memikirkan tubuhku ?? bagaimana aku bisa berangkat kerja dengan tubuh yang gemetaran seperti ini ???” ucap ima sambil marah tapi tetap dengan wajah merahnya.


“ maafkan aku istriku. aku tidak tau bahwa tidur denganmu bisa membuatku sebahagia ini. tanpa sadar aku telah membuatmu kelelahan.” jawab yori yang tidak berani menatap wajah istrinya karena merasa bersalah.


Ima memeluk tubuh yori dari belakang.


“ walaupun tubuhku sakit semua, jika itu bisa membuatmu bahagia maka aku akan dengan senang hati melakukannya.” ucap ima dengan lembut ditelinga suaminya.


Yori yang mendengar ucapan istrinya hanya bisa menutup wajahnya karena sangat sangat malu terhadap apa yang telah dilakukannya semalaman kepada istrinya.


“ bagaimana mungkin aku bisa sebuas itu ? aku bahagia karena melakukannya dengan istriku. jika saat itu aku melakukannya dengan risa sebelum risa dan aku menikah, tentu saat ini aku akan sangat menyesal.” gumam yori dalam hati.


“ apa kau tau istriku, aku sangat bahagia melakukannya denganmu. aku sangat bahagia kau menjadi wanita pertama untukku dan sebaliknya.” ucap yori.


“ tentu saja ! baik laki – laki atau wanita sudah seharusnya memberikan pengalaman pertamanya kepada suami atau istrinya. Itu adalah hal yang benar. tapi hal itu tentu saja tidak berlaku bagi bara.” ucap ima mengkritik perilaku kakak iparnya itu.


“ apakah kau belum memaafkan kakakku ? tanya yori sambil membalikkan tubuhnya.


“ aku sudah memaafkannya. saat ini pun dia sudah sangat baik kepadaku bagaimana mungkin aku masih membencinya.” ucap ima sambil masuk kembali kedalam selimut.


“ hari ini aku akan izin tidak masuk kerja. tubuhku tidak sanggup mengerjakan apapun saat ini.” ucap ima yang masih berada didalam selimut.


Yori tersenyum dan melihat keadaan tempat tidurnya, yori pun menggoda istrinya yang bersembunyi didalam selimut.


“ aku akan memanggil bibi ana untuk mengganti sprei dan selimut.” ucap yori sambil berjalan menuju kamar mandi.


Ima pun segera duduk dan menatap yori dengan heran.


“ kenapa ? aku tidak mau bertemu siapapun !! aku sangat malu bertemu dengan orang lain hari ini.” ucap ima karena sangat malu .


“ apa kau tidak melihat sprei dan selimut kita memiliki noda darah dimana – mana ? " ucap yori mengingatkan istrinya tentang kejadian semalam.


Mendengar hal itu wajah ima memerah seperti merahnya tomat dicampur dengan strawberry.


Ima pun kembali bersembunyi kedalam selimut.


melihat tingkah laku istrinya sebenarnya yori tidak ingin bekerja hari itu dan ingin menghabiskan waktu dengan istrinya seharian.


Tapi mengingat bahwa hari ini dia dan andrew harus membuat laporan kerja, dia pun mengurungkan niatnya itu.


Setelah selesai yori segera turun kebawah, sebelum itu dia melihat ima yang masih bersembunyi didalam selimut.


yori segera menuju meja makan.


bara sudah berada dimeja makan dan sedang sarapan dengan tenang.


" yori ? kapan kau pulang ? " tanya bara.


" semalam dan kakak sudah tidur." jawab yori sambil duduk.


" bagaimana perjalanan bisnismu ? " tanya bara.


" berjalan dengan baik kak, hari ini aku dan andre akan membuat laporannya. " jawab yori sambil mulai makan.


" baguslah kalau begitu. mari kita sarapan dan segera berangkat ke kantor. " ucap bara sambil melanjutkan sarapannya.


yori teringat kepada istrinya yang masih bersembunyi didalam selimut.


“ bibi ana, tolong ganti sprei dan selimut di kamarku.” ucap yori dengan wajahnya yang kembali memerah karena mengingat kejadian semalam.


“ tapi tuan, baru kemarin saya mengganti sprei dan selimut nyonya ima.” ucap bibi ana menjelaskan.


“ bi.. aku dan ima semalam..kami semalam melakukan hubungan suami istri. Sprei dan selimut kami banyak terkena noda darah yang berasal dari tubuh ima.” jawab yori yang merasakan wajahnya sangat panas karena sangat sangat malu saat berbicara tentang hal itu.


Bara yang mendengar ucapan adiknya tiba – tiba berhenti makan dan terjatuh dari tempat duduknya karena tubuhnya berguncang.


semua orang yang berada dimeja makan terkejut.


“ tuan bara ! apakah kau tidak apa – apa ? tanya paman sam yang membantu bara berdiri.


“ kak !” teriak yori yang langsung membantu paman sam mengangkat tubuh kakaknya yang lemas.


“ ada apa kak ? bibi ana segera panggil dokter.” teriak yori sambil membawa bara kedalam kamarnya dibantu oleh paman sam.


setelah bara berbaring ditempat tidur, pandangan bara kosong.


Dokter segera datang dan memeriksa bara.

__ADS_1


setelah beberapa saat memeriksa denyut jantung, mata dan lidah bara, sang dokter mulai mengungkapkan diagnosanya.


Bersambung..


__ADS_2