MY PSIKOPAT BOYFRIEND

MY PSIKOPAT BOYFRIEND
09. Hobi Baru


__ADS_3

"Eh, maksud lo apa?" tanya Ragel langsung menyusul Olivia meminta jawaban.


Tapi Olivia tak mendengarnya. Gadis itu yang awalnya jalan cepat, malah jadi berlari. Langsung memberhentikan angkot dan masuk ke dalam.


"Jalan pak!" ucap Olivia. Melihat Ragel yang lari nya cepat, membuat Olivia membulatkan mata.


Baru beberapa jarak, angkot jalan. Ragel dengan cekatan langsung naik ke dalam angkot Tak pernah takut jatuh sedikitpun.


"Maksud lo apa sih Yank? Kan udah gue bilang, gue punya alasan macarin elo. Jangan main asal putus aja, bisa?"


"Nggak!!" ketus Olivia kukuh. Untung saja diangkot hanya ada mereka dan sopir angkot yang menjadi nyamuk.


"Berhenti pak!" titah Ragel.


"Nggak usah dengerin si setan pak. Jalan aja terus, ngebut juga nggak apa-apa!" bantah Olivia.


"Jangan ngebut pak. Kalau mau nge-prank malaikat maut, jangan ngajak saya sama pacar saya!!" sergah Ragel membuat Olivia mendelik tajam.


"Apa sih lo!! Gue udah nggak jadi pacar lo! Udah putus!!" kesal Olivia.


"Dih, kapan emangnya putus? Gue nggak setuju!" Ragel emang bebal, nggak pernah mau ngalah sama cewek. Apalagi Olivia.


"Lo! Argh!! Suka-suka elo aja deh!" Olivia mengacak rambutnya frustasi. Ragel yang ada di depannya terkekeh penuh kemenangan.


"Nggak usah acak-acak rambut lo, udah jelek juga!" ejek Ragel terkekeh geli.


"APA SIH LO GEL!! DEMEN AMAT BIKIN GUE DARAH TINGGI!!! MATI LO!!" Olivia melempar tas nya ke wajah Ragel. Dengan cekatan, cowok itu menangkap tas usang milik Olivia.


"Jangan suruh-suruh gue mati duluan. Entar lo nangis kejer karena nggak ada gue," cakap Ragel terkekeh kecil.


"Amit-amit deh!! Nggak mau gue sama lo!!" Olivia mengetuk kepalanya dengan tangan, lalu berpindah ke tempurung kaki nya.


Ragel semakin terkekeh kecil. Olivia dapat melihat kekehan Ragel yang ... palsu.


"Maaf nih, neng, mas. Angkot saya bukan tempat kdrt. Jadi mas sama neng nya, silakan keluar!!" ujar sopir angkot tersebut, memberhentikan angkotnya secara mendadak.


"Lho, nggak bisa gitu dong pak. Rumah pacar saya masih jauh!! Nanti saya kasih sepuluh kali lipat deh, ongkos nya!!" Ragel protes. Tapi pak sopir malah menggeleng kuat.


"Saya tidak mau angkot dan saya nya ikut-ikutan berdosa karena melihat kdrt ini. Nggak kuat saya tuh mas!"


***


"Gara-gara elo kan!! Padahal rumah gue bentar lagi nyampe!! Mana panas lagi!" keluh Olivia menghapus keringatnya. Menatap langit cerah, matahari tega sekali membakar bumi sekuat ini.


"Gara-gara elo juga, kenapa malah main kdrt di angkot! Nggak tau tempat!" balas Ragel nggak mau kalah. Tas usang milik Olivia masih dia pegang.


"Bodo!!" Olivia mengambil paksa tas nya dari tangan Ragel. "Gue tau, tas gue usang. Nggak usah peluk-peluk tas gue!!" tukas Olivia memeluk tas nya erat.


"Dih elo, emosian banget kalau ngomong sama gue!" gemas Ragel. Ingin sekali dia mengunyel-ngunyel pipi Olivia sanking gemas nya.


Olivia berhenti mendadak. Membuat Ragel mau tak mau ikut berhenti. Olivia berbalik, mundur satu langkah karena jarak mereka terlalu dekat.


"Pulang lo!" usir Olivia.


"Lah? Lo ngusir gue?" tanya Ragel kaget.


"Nggak, gue ngusir setan!!" gemas Olivia. Ingin sekali dia melempar tas nya lagi ke muka Ragel. Tapi dia tahan.


"Oh!" beo Ragel, menoleh ke kanan dan kiri. Mengerutkan alis, saat tak menemukan satu makhluk astral pun dari penglihatannya. "Mana tuh, nggak ada setan nya," ucap Ragel polos-polos tanggung.


"Elo setan nya, Rageeelll!!" damprat Olivia gemas. Berjalan sambil menghentakkan kakinya. Meninggalkan Ragel begitu saja di tengah jalan.

__ADS_1


"Eh, tungguin gue beb! Masa' di tinggal!!" heboh Ragel.


"Gue bilang pulang, ya pulang!! Kenapa malah ngekorin gue sih?!" sewot Olivia.


Ragel berdiri tegap, menyilangkan tangan kanannya di depan dada. Menatap Olivia penuh semangat. Seraya berkata, "sebagai pacar yang baik dan tidak sombong. Gue harus menjaga dan memastikan kalau pacar gue ini harus pulang dengan selamat sentosa. Sehat wal'afiat!!"


Olivia mendekat, tersenyum penuh arti pada Ragel. Tanpa aba-aba, Olivia langsung menepuk jidat Ragel penuuuhhh ... sayang:)


Puk!


"Lo kira gue bisa gitu, langsung nge-blush karena kata-kata pait lo?! Nggak usah ngimpi!!" tandas Olivia berbalik. Berjalan meninggalkan Ragel begitu saja.


Persetan sama Ragel si psikopat! Persetan sama nyawanya yang akan terancam!!


"Heh, enak bener main nepok jidat gue aja lo!" Ragel tak terima. Mengejar Olivia yang sudah jauh.


***


Olivia menatap tajam pada Ragel. Kini mereka sudah berada di depan rumah Olivia. Hanya rumah kecil, tidak begitu mewah. Rumahnya juga hanya punya satu kamar, satu kamar mandi, dan dapur yang yang semuanya berukuran kecil.


Tidak seperti rumah Ragel yang besar dan luas. Mewah lagi.


"Lo benar-benar kek anak ayam ya Gel. Gue bilang pulang, kenapa masih ngekorin gue? Plis deh, gue bukan induk ayam!!" emosi Olivia. Melirik kanan-kiri. Berharap tetangga mereka tidak melihat.


Kalau ada yang liat. Siap-siap aja, besok jadi bahan ghibahan yang berkualitas tinggi.


"Siapa bilang elo induk ayam? Elo itu ibu dari anak-anak kita nanti."


"Bodo amat, gue nggak denger. Nggak baper!!" sela Olivia cepat, menutup kedua telinganya rapat-rapat.


Ragel ngakak, melihat Olivia yang kesal di ubun-ubun menjadi hobi barunya saat ini.


Ragel tersenyum tipis. Menatap rumah kecil Olivia. Rumah mereka kecil, tapi suasana hangat dan tentram selalu bersinar terang disini.


Tidak seperti rumah Ragel yang sepi. Hanya dirinya dan papa nya saja yang berusaha untuk menghangatkan rumah. Agar tidak begitu ... suram.


***


"Olivia ke kamar dulu ya Buk, Yah. Mau ngerjain tugas fisika, hehehe," cengir Olivia menggaruk pipi kanan nya yang tak gatal.


Setelah tadi makan malam bersama di ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Membantu ibunya membereskan piring-piring dan memasukkan lauk dan sambal ke dalam tudung saji. Olivia izin pamit untuk ngerjain tugas fisika nya yang belum kelar.


"Yaudah, kerjain dulu gih. Takut entar kamu malah ketiduran. Jangan terlalu dipaksa kalau nggak bisa mah," ucap Ayah Olivia-- pak Zam.


"Hm!" Olivia mengangguk. Berjalan mendekati ibunya. Mengecup pipi ibu nya pelan. "Malam Buk," lalu cewek itu mengecup pipi Ayah nya. " Malam Yah!"


"Dih, kamu. Pake pamit-pamit segala. Emang mau kemana si eneng nya?" goda Pak Zam, membuat keluarga kecil sederhana itu tertawa kecil.


"Biar kayak di sinetron Yah ..." rengek Olivia semakin membawa suasana hangat di keluarga itu.


"Makanya, jangan kebanyakan nonton sinetron. Makin banyak ngayal kan, kamu nya!" susul ibu Olivia-- Bu Ina.


"Iya deh iya." Olivia pura-pura ngambek. Lalu menghentakkan kaki seperti anak kecil. Berjalan menuju kamar tidur dengan pintu kayu biasa yang menampakkan beberapa celah karena di makan rayap.


"Bye bye, Buk, Yah!!" seru Olivia benar-benar masuk ke dalam kamar.


Bu Ina dan Pak Zam hanya menggeleng pelan. Tak habis pikir dengan tingkah anak gadis mereka.


"Kaki ibu masih sakit?" tanya Pak Zam memegang kaki kiri Bu Ina.


"Enggak yah," ucap Bu Ina.

__ADS_1


Pak Zam tersenyum kecil. Menatap istrinya yang begitu tegar. "Nanti kalau Ayah ada uang. Insyaallah, kita periksa ke dokter yah. Sekalian pesanin kaki palsu untuk ibuk," ujar Pak Zam.


Tapi Bu Ina malah menggeleng kuat. "Uang nya di tabung aja untuk sekolah Oliv. Banyak kebutuhan yang lebih penting, daripada mesan kaki palsu untuk ibuk. Lagian kan, ibuk jarang keluar rumah," cakap Bu Ina.


Pak Zam mengelus rambut Bu Ina lembut. "Yaudah kalau gitu mah. Tapi hati-hati lagi kalau ngelakuin aktivitas. Liat-liat dulu, jangan sampai jatuh lagi ya," ujar Pak Zam ramah.


Bu Ina mengangguk kecil. Baginya, cukup dengan perhatian sang suami dan Olivia. Sudah cukup untuk menguatkan hati Bu Ina yang sedang rapuh.


Karena kehilangan anak pertama mereka.


***


Berkali-kali Olivia mencari jawaban dan mengulang-ulang kembali cara yang sama yang diajarkan gurunya.


Sesekali cewek itu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Mulai suntuk karena nggak juga mendapat jawaban pasti sama sekali.


"Argh!! Pusing gue!!" Olivia nyerah. Walau dia pintar, tetap saja. Kalau otak udah mulmet dan males mikir. Ujung-ujungnya kayak gini, nge-stuck.


"Kenapa lo harus se-susah ini sih?! Plis deh Fisika, jangan bikin otak gue kebakar!!" Olivia menunjuk-nunjuk soal tersebut gemas.


Olivia bukan tidak mengerti, dia sangat paham dengan materi dan cara yang diajarkan gurunya di sekolah. Hanya saja, yah ... gitu, contoh soal lain. Tugas yang ditanya lain.


"Oke fisika, lo benar-benar bikin gue suntuk. Bisa nggak sih, kasih gue masalah yang lebih ringan lagi?! Capek gue, capek!!" teriak Olivia sendirian dikamar. Untung saja orangtuanya tidak mendengar.


Kalau dengar, mampus Olivia di ledek habis-habisan sama orangtuanya. Terutama ayahnya.


Drrtt ... Drrtt ...


Olivia melirik ponsel pintarnya yang tak jauh dari buku-bukunya. Mengernyitkan dahi melihat nomor tak dikenal menelponnya.


"Nomor nggak dikenal? Wah, penipuan nih!" sinis Olivia memilih mengabaikan panggilan tersebut.


Baru saja panggilan tak terjawab itu berakhir. Ponsel Olivia kembali berdering. Kali ini bukan menelpon, tetapi Videocall.


Olivia menggerutu, dia baru saja fokus untuk mengerjakan soal fisika. Kenapa ada aja yang bikin fokus nya hancur!


Olivia mengangkat Videocall tersebut. Memasang wajah sejutek mungkin.


"Maaf, lo salah orang buat nipu gue!!" hardik Olivia tiba-tiba. Membulatkan mata saat melihat siapa orang yang melakukan Videocall dengan dirinya.


"Bhahahahaha ... lo kira gue mau nipu elo, Livia?"


***************


***hai hai haloooooooo πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ’


akhirnya Acha up lagiπŸ’ƒπŸΏπŸ’ƒπŸΏπŸ’ƒπŸΏ


jadi gimana sampai part ini? makin seru? ada yang mau ditanyakan?


oh iya, Acha cuman mau kasih tau. Ragel itu kan seorang psikopat yah. harusnya ceritanya anti-mainstream, maksudnya rada-rada ngeri gitu kan yah. Tapi cerita disini lain, si Ragel emang psikopat, tapi bukan berarti dia nggak bisa membawa suasana menjadi menyenangkan.


enggak deng, Acha bercanda dooonggπŸ‘€πŸ’


oke-oke, pokoknya Acha cuman ngejelasin itu aja. sekalian ngucapin beribu-ribu terimakasih kepada kaliaaaannn semua.


semoga ke depannya Olivia, Ragel, dan teman-teman lainnya bisa menyapa dan menghibur kalian.


Luv UπŸ’•


Acha ✍️***

__ADS_1


__ADS_2