MY PSIKOPAT BOYFRIEND

MY PSIKOPAT BOYFRIEND
49. Teror


__ADS_3

Prang!


Pecahan kaca jendela terdengar keras. Kepingan tersebut jatuh berserakan di lantai. Untung saja tidak mengenai Pak Tama yang sedang bekerja di meja kerja nya.


Sebuah surat dengan batu lumayan besar. Terlempar, hingga meja kerja tersebut retak nyaris bolong.


Pak Tama tersentak kaget. Menatap ngeri pada kertas dengan isi batu itu.


Pak Tama segera mengambilnya. Membuka surat tersebut dan menemukan satu kata.


MATI!


Pak Tama bungkam. Menatap tulisan berwarna merah darah itu.


Siapa yang berani-beraninya menuliskan kata ini?


Pak Tama menoleh cepat ke arah jendela. Melihat sekilas sosok bayangan hitam. Sesosok jubah hitam dengan topeng tengkorak. Berlari cepat.


Dengan sigap, Pak Tama berlari menuju jendela tersebut. Lalu melompat dari jendela dengan cepat. Mengejar sosok jubah hitam itu.


"Hei! Siapa kamu?"


Sosok jubah hitam itu berhenti beberapa meter dari Pak Tama.


"Siapa kamu? Mau apa kamu kesini, hah?!"


Gelap nya malam, membuat penglihatan Pak Tama terasa gelap. Tak satu pun lampu di sekitar semak-semak itu.


"Apa mau kamu? Siapa yang kamu inginkan mati?"


Dengan cepat, sosok berjubah hitam itu menoleh. Melemparkan sebuah pisau ke arah Pak Tama. Beruntung Pak Tama dapat menghindar.


"Anda, Bapak Adhitama!"


***


Olivia memutar pulpen nya. Menatap langit biru dari balik jendela perpustakaan. Gadis itu mengerjapkan mata kala seseorang duduk tepat di daun jendela.

__ADS_1


"Ragel?!" Olivia memekik tertahan. Menutup mulutnya. Dengan perintah isyarat mata. Olivia menyuruh Ragel turun.


Ragel terkekeh. Menuruti perintah Olivia. Beberapa saat kemudian, cowok itu sudah ada di depan Olivia.


"Astaghfirullah! Lo bisa nggak sih. Kalau datang itu sapa kek! Kasih salam kek!" sewot Olivia dengan wajah tertekuk.


Ragel mengusap kepala Olivia. Kekehan cowok itu terdengar pelan.


"Lo lagi ngerjain apa?" tanya Ragel.


"Nggak. Gue cuman lagi belajar materi kimia yang diajarin ibuk tadi," jawab Olivia mulai fokus dengan catatan yang dia buat se-rapih mungkin.


"Mana hadiah untuk gue?"


Ragel mengulurkan tangan. Meminta janji yang Olivia katakan, kalau dia akan di beri hadiah. Karena telah pulih dengan cepat.


"Oh, iya!" Olivia bertepuk sekali. Merogoh saku rok Pramuka nya. Lalu memperlihatkan dua buah gelang berwarna hitam dengan simbol hati dan gelang satu nya kunci.


"Nih, lo mau yang mana?" tanya Olivia memberikan Ragel opsi.


"Kunci," Ragel mengambil gelang tersebut. Olivia mengernyit bertanya. "Karena gue bisa kapan saja membuka hati lo," jawab Ragel.


"Gue akan berusaha membuka kunci nya. Sampai hati lo terbuka hanya untuk gue," jawab Ragel tegas.


"Lagipula, cuman gue yang punya kunci hati lo," lanjut Ragel mengelus rambut Olivia.


Keduanya saling memasang gelang masing-masing. Mengangkat gelang tersebut tinggi-tinggi. Hingga mengenai sinar matahari.


Klop!


Ragel mendekatkan gelang nya dengan gelang Olivia. Hingga gelang keduanya bersatu dengan kunci yang ada di gelang Ragel.


"Bener kan, kata gue." Ragel tersenyum puas.


Olivia memutar mata malas. Mengangguk saja apa yang Ragel bilang.


"Iya, cuman elo yang punya kunci hati gue."

__ADS_1


Ragel tertawa kecil. Mendekatkan wajah nya pada Olivia.


"Besok, kencan ketiga kita. Lo mau kemana?" tanya Ragel.


Olivia berpikir keras. Mencoba mencari tempat yang cocok untuk kencan ketiga mereka. Lagi pula, dari kencan pertama dan kedua. Tak ada yang benar-benar romantis.


"Ke ..." Olivia berpikir keras. "... pasar malam? Entalah, gue pengen naik bianglala," ucap Olivia mengendikkan bahu.


"Oke. Besok ke pasar malam jam 4, ya?"


Olivia mengangguk antusias. "Eh, nggak kecepatan? Jam 5 aja deh Gel. Belum lagi siap-siap nya," ujar Olivia.


"Siap-siap apa? Lo dandan dulu?"


"Ih! Tentu saja iya. Lo kira, gue mau nunjukin muka kucel gue kayak gini?!" gerutu Olivia.


Ragel menggeleng pelan. Berbisik pada Olivia. "Lo tetap cantik, kalau pun nggak dandan."


Blush!


Wajah Olivia memerah, dengan cepat gadis itu memukul kening Ragel dengan buku catatannya pelan.


"Bodo Gel! Jangan bikin anak orang jantungan!"


***


**HALO HAAAA!πŸ‘‹


APA KABAR KALIAN SEMUA? SEMOGA BAIK-BAIK AJA YAH.


GIMANA PENGALAMAN DI BULAN JULI NYA? CAMPUR ADUK PASTI, KAYAK GADO-GADO. WKWKWKWK, ACHA JUGA KOK. KITA SAMAAAAAπŸ˜­πŸ™


BTW, ACHA NGGAK AKAN BOSAN-BOSAN BUAT NGUCAPIN MAKASIH KARENA UDAH SETIA BACA MY PSIKOPAT BOYFRIEND.


POKOKNYA LUV LUV UNTUK KALIANπŸ’“πŸ’“


MOGA AGUSTUS INI, HARI-HARI BAIK SELALU DATANG KEPADA KALIAN.

__ADS_1


SANKYUUUUUUU πŸ’“


MINGGAT DULU, PAY PAY πŸ‘‹πŸ’“πŸ§šβ€β™€οΈ**


__ADS_2