MY PSIKOPAT BOYFRIEND

MY PSIKOPAT BOYFRIEND
58. Undangan Ulangtahun


__ADS_3

Olivia tau, dirinya terlalu bodoh karena telah meninggalkan Ragel tanpa adanya kejelasan dari cowok itu.


Tapi, siapa yang sangka. Bahwa hati lebih dulu bertindak dibandingkan logika. Tak ada yang mengira, bahwa hati yang ternyata turut andil dalam segala hal.


Terlalu polos jika Olivia tidak tau. Bahwa rasa cinta nya pada Ragel begitu besar. Andai saja, Olivia menyadarinya dari awal.


Olivia tidak akan menyelami rasanya sendiri untuk Ragel.


Olivia menghela napas panjang.


Gadis itu merebahkan tubuhnya diatas kasur. Menatap langit-langit kamar nya lekat.


"Kenapa lo nggak jelasin dari awal sih Gel? Haaahh.... apanya yang patut dijelasin? Gue siapa nya dia sih?" gumam Olivia tertawa sinis.


"Dianggap pacar, kayaknya juga enggak. Yaa, walau emang ada hubungan waktu itu tapi seolah kita sendiri yang mengunci semua cerita itu," lanjut Olivia menutup matanya pelan.


"Andai waktu itu gue nolak lo mentah-mentah. Mungkin sekarang, gue nggak segalau ini."


Yah, Olivia menyesali perasaannya yang cepat terbawa perasaan.


***


Sore itu, lapangan futsal sekolah sangat heboh. Karena ada pertandingan yang sengaja ditandingkan kelas 12 hanya sekedar untuk mengakrabkan sesama kakak kelas.


Pada babak terakhir ini, kelas 12 IPS 5 melawan kelas 12 IPA 1. Kelas ujung ke ujung yang bahkan mereka pun tidak pernah saling menyapa satu sama lain.


Dan aneh nya, Olivia bisa sampai di tribun penonton bersama dengan cewek-cewek fangirling pencinta cogan. Terutama fans Ragel yang semakin membludak.


Olivia sendiri heran, kenapa semakin hari, fans Ragel semakin banyak. Bahkan ada yang sampai rela-rela datang ke sekolah mereka hanya untuk bertemu dengan Ragel.


"Kak Oliv, lihat tuh kak Ragel lagi mendribble bola. Keren bangeeettt!!!"


Ratu yang sedari tadi mengoceh memanggil nama Ragel dan memancing Olivia agar memberikan semangat pada cowok itu.

__ADS_1


Tapi Olivia sadar diri. Dia bukan siapa-siapa nya Ragel lagi.


"Kak Oliv, lihat! Kak Ragel ngeliat ke arah sini!" Ratu kembali berteriak. Gadis itu melambaikan tangan saat Ragel menatap mereka.


Olivia hanya diam dan membalas sapaan Ragel dengan anggukan. Rasanya canggung menyapa mantan pacar sendiri. Apalagi mata mereka saling menatap lama.


"Yuk!" Ratu menarik tangan Olivia. Mengajak gadis itu turun dari tribun, lalu berjalan menuju lapangan dimana pemain IPS 5 sedang beristirahat.


"Kak Ziky, " panggil Ratu tersenyum manis pada tunangannya itu. Ziky tentu saja kaget. Bukan, bukan karena Ratu. Tapi karena Olivia yang datang secara tiba-tiba di depan mereka.


"Ratu." Ziky segera menarik Ratu dan meninggalkan Olivia dan Ragel berdua saja.


Suasana menjadi canggung. Olivia yang mengedarkan pandangannya kemana saja, asal jangan bertemu dengan mata elang milik Ragel.


Sedangkan Ragel berusaha untuk menyusun kata agar bisa mengobrol dengan Olivia seperti biasa.


"Udah mendingan?" tanya Ragel akhirnya.


"Maksud gue, dah sampe seberapa jauh lo belajar buat masuk perguruan tinggi tahun depan?" ralat Ragel mengelap wajahnya denga handuk. Berushaa untuk bersikap biasa saja.


"Aaahh ..." Olivia bingung, gadis itu panik sendiri, "belum sampe lima puluh persen," jawab Olivia.


"Gue nggak yakin. Orang sepintar lo baru lima puluh persen," ucap Ragel tak percaya.


"Ya ya ya, terserah lo." Olivia nyerah, tak ingin terlalu lama berada di dekat Ragel. "Gue ke kelas dulu," pamit Olivia sopan.


Langkah Olivia terhenti saat Ragel berbicara lagi.


"Semoga lo lolos perguruan tinggi impian lo dengan jurusan yang lo suka," ucap Ragel tegas.


Olivia berbalik, kali ini tatapan nya mantap menatap Ragel.


"Lo juga, dan ..." ucapan Olivia menggantung, "semoga mendapat kebahagiaan dan melupakan lembaran usang itu," lanjut Olivia.

__ADS_1


Buru-buru gadis itu berlari meninggalkan Ragel yang mematung di tempat.


***


Olivia menghela napas panjang. Memangku tangannya, menatap jendela lekat.


Gadis itu merenungi kata-kata yang dia ucapkan tadi kepada Ragel. Olivia menutup matanya perlahan. Merasakan angin yang menyapa wajah nya.


Mendapatkan kebahagiaan baru dan melupakan lembaran usang? Huh, lucu sekali sih apa yang Olivia ucapkan.


Bahkan hati Olivia sendiri berantakan. Tidak tahu kenapa. Seharusnya dia bersyukur dan bahagia bisa terlepas dari Ragel, tapi nyata nya enggak.


Rasanya masih terbelenggu dengan perasaannya yang baru dia sadari sekarang.


"Gaeeeesss!!"


Laura berteriak di depan kelas. Tersenyum penuh arti.


"Gue mau ngundang lo semua ke birthday party gue malam Minggu," ucap Laura.


"Dan gua juga ngunda lo!" Laura menunjuk Olivia dengan senyum yang terselebung didalamnya, "jangan lupa datang, ya?" ucap Laura.


Olivia terdiam beberapa saat, mencerna setiap kata Laura. Perlahan Olivia mengangguk. Walau hati nya waspada.


...****************...


**HAI KALIAN SEMUAAAA


MAAF BANGET AKU BARU UP SEKARANG


SEMOGA SUKA SAMA PART KALI INI YAAA


SEE YOUU NEXT PART💓**

__ADS_1


__ADS_2