MY PSIKOPAT BOYFRIEND

MY PSIKOPAT BOYFRIEND
22. Model Dadakan


__ADS_3

Ragel dan Olivia kompak tertawa terbahak-bahak. Merasa geli dengan panggilan "sayang" satu sama lain. Apalagi di depan orang-orang julid tadi.


Keduanya duduk diatas rerumputan. Menatap lurus ke depan. Melihat kelap-kelip lampu pasar malam dari kejauhan.


"Lo manggil apa tadi Gel? Sayang? Bwhhhaha!!" Olivia tak henti-hentinya tertawa.


Ragel menoleh, melihat Olivia tertawa. Cowok itu jadi ikutan tertawa.


"Lagian elo bego. Kenapa nggak lawan coba?"


Olivia menghentikan tawanya. Menghapus air mata yang keluar dari sudut mata gadis itu.


"Males gue. Nggak enak aja gitu. Entar malah gue yang disalahin," jawab Olivia memakan tahu pedasnya.


Baru satu tahu, Olivia sudah meminta minuman dingin yang dibawa Ragel tadi.


"Gitu aja nggak kuat lo!" cibir Ragel menyambar bungkus tahu pedas itu.


Olivia mendelik malas, setelah menegak minuman miliknya. "Gue rasa Abang tahu nya ada dendam sama pembeli. Kek nya tuh cabe rawit seperempat dimasukin nya."


"Alasan!" Ragel memakan tahu pedas itu. Bersikap biasa aja tanpa merasa kepedasan.


"Biasa aja. Elo kali yang lebay Liv," cibir Ragel tersenyum jahil.


"Elooo! Enak aja, emang pedas Ragel!! Pedas banget!!" bantah Olivia tak terima. Memakan lagi tahu pedasnya. Tapi ujung-ujungnya gadis itu malah meneguk air lagi.


"Dasar lebay!" Ragel menggeleng tak habis pikir dengan Olivia.


"Cih!" Olivia berdecih kesal.


Keduanya sama-sama menatap lurus ke depan. Melihat kelap-kelip pasar malam yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


Sayup-sayup terdengar suara dari pasar malam tersebut. Tapi entah kenapa, keduanya enggan kesana. Katanya nge-date, tapi malah duduk termenung berdua diatas rerumputan.


"Lo nggak mau kesana?" tanya Olivia.


Ragel menggeleng pelan. "Males. Gue nggak terlalu suka keramaian," jawab Ragel. "Kalau lo?"


"Gue sebenarnya tergantung mood. Tapi kalau lo nggak mau kesana. Gue juga nggak kesana," jawab Olivia memakan lagi tahu pedas nya.


Ragel menoleh, melihat Olivia yang menegak minuman lagi.


"Jadi ceritanya, lo setia sama gue?" tanya Ragel menggoda gadisnya itu.


Olivia membulatkan matanya. Langsung menggeleng kuat dan memukul Ragel dengan botol air kosong.


"Enggak!! Jangan kepedaan lo!" pekik Olivia malu.


Ragel tertawa, berpura-pura mengaduh kesakitan karena pukulan Olivia di kepalanya yang sebenarnya tidak sakit.


"Duh, sakiiit! Pacar gue kdrt banget!!" adu Ragel malah membuat Olivia panik.


"Heh, jangan sekate-kate lo Gel!!" pekik Olivia bingung. "Akh! Sini deh kepala lo!"


Ragel menurut, menundukkan kepalanya. Membiarkan Olivia memeriksa kepalanya. Olivia menggerutu saat tak merasakan benjol di kepala cowoknya itu.


"Kampret lo! Mana tuh, nggak ada. Nipu lo!"


Ragel mengamati wajah kesal Olivia. Membuat cowok itu tak henti-hentinya tertawa.

__ADS_1


Saat Olivia akan menepuk jidat Ragel gemas. Cowok itu langsung menahannya. Menggenggam tangan Olivia erat. Mereka saling menatap untuk beberapa saat.


Cekrek!


Ragel dan Olivia kompak menoleh. Menatap datar pada seorang pria dengan kamera di tangannya.


Pria tersebut tersenyum canggung. Tertangkap basah karena memfoto orang tanpa izin.


"Hehehe, hai adik-adik! Maaf yah tadi foto tanpa izin dari kalian," ucap pria tersebut masih tersenyum canggung.


Ragel dan Olivia tentu saja kembali ke posisi semula. Melihat pria itu masih berdiri tak jauh dari mereka.


"Kenapa foto kita sembarangan kayak tadi?" tanya Ragel dingin.


Pria menggaruk pipinya pelan. "Tadi vibes dan posisi kalian itu best banget. Apalagi natural gitu. Jadi saya foto. Sekalian referensi untuk foto prewed pelanggan saya besok," jawab pria itu jujur.


Ragel dan Olivia mengangguk mengerti. Rasanya jadi canggung karena tiba-tiba ada orang yang memfoto mereka secara dadakan tersebut.


"Eh, nggak apa-apa kok. Kalian lanjut aja sama aktivitas tadi. Saya nggak bakalan ganggu. Cuman yah ... saya izin foto kalian lagi yah. Nanti hasil fotonya saya kirim ke mas nya deh," ujar pria tersebut menunjuk Ragel.


Ragel dan Olivia sama-sama menoleh. Lalu mengangguk pelan, lumayan juga di foto gratis kan.


"Tapi mas nya jangan nyebar aib sama gangguin kita," ucap Ragel datar.


Pria itu tentu saja tersenyum senang. Mengangguk penuh semangat. Lalu mulai menyiapkan kameranya lagi.


"Gel!" panggil Olivia berbisik. Ragel menoleh, menatap Olivia yang mendekatkan wajahnya ke wajah cowok itu. "Gue nggak pede," bisik Olivia pelan sekali.


Cekrek!


Olivia kaget, langsung menoleh ke arah pria yang memegang kamera itu.


Olivia tersenyum canggung, entah kenapa Ragel langsung menggenggam tangan Olivia erat.


"Pede aja. Biasanya elo nggak tau malu depan gue," cibir Ragel tertawa kecil.


Olivia membulatkan matanya, rencana ingin memukul Ragel. Gadis itu malah hampir terjatuh dan memeluk Ragel.


Tentu saja keduanya kaget bukan main. Dengan mata yang membulat lebar, mereka saling menatap beberapa saat.


Cekrek!


Olivia dan Ragel kembali menoleh pada pria yang berdiri di depan mereka. Menatapnya lamat, gini amat emang kalau dijadikan model dadakan.


"Eh, mas nya ada memori nggak? Biar saya masukkan lewat memori aja foto-foto tadi," ucap pria tersebut berdalih.


Ragel dan Olivia kembali pada posisi semula. Sama-sama berdeham pelan. Ragel mengeluarkan ponselnya lalu memberikannya pada pria tersebut.


"Sebentar yah mas, saya masukkan lewat memori aja," ucap pria tersebut.


Ragel mengangguk. Olivia justru lebih menatap tajam ke arah pria yang sibuk dengan ponsel Ragel dan kameranya.


"Maaf mas. Tangan kanan saya agak panas karena pacar mas nya tajam banget ngeliat saya," jujur pria itu nyengir nggak jelas.


Ragel ingin sekali tertawa melihat raut wajah Olivia yang kesal. Tapi nampak lucu di mata Ragel.


"Nah ini mas," pria itu memberikan kembali ponsel Ragel. "Makasih mas udah mau jadi model dadakan saya. Lain kali kalau mas sama mbak nya berjodoh, saya aja yang jadi fotografer nya, hehehe."


Olivia membulatkan mata, begitu juga dengan Ragel. Mereka saling menatap bingung.

__ADS_1


"Amit-amit," kompak keduanya.


Pria tersebut tentu saja tertawa pelan. "Kalau gitu saya pamit dulu. Selamat malam Minggu!"


Setelah pria tersebut benar-benar menjauh, keduanya berdesis kesal. Sali menatap lagi dengan mata yang sama-sama menajam.


"Apa?"


"Apaan?" tanya Olivia balik. "Lo kenapa dah, malah iyain tadi. Huh, males gue jadi nya!"


Ragel menggeleng pelan. Berdiri dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya.


"Kenapa?"


"Lo nggak pulang? Mau tidur disini, hm?" tanya Ragel.


Olivia buru-buru menerima uluran tangan Ragel. Menepuk-nepuk dress-nya kalau-kalau ada debu yang menempel.


"Itu si mas fotografer nya sengaja banget emang," gerutu Olivia meninggalkan Ragel yang masih tak habis pikir dengan Olivia.


***


Olivia memeluk guling lusuhnya, menatap langit-langit kamarnya. Kepikiran dengan kejadian tadi. Saat dirinya nge-date dengan Ragel.


Rasanya ada banyak hal yang terjadi tadi. Tertawa bersama, sampai bercanda manggil "sayang" cuman karena ingin memanas-manasi si mbak tukang gosip.


Sampai jadi model dadakan si mas fotografer.


"Kenapa gue jadi kepikiran sama kata-kata si mas nya ya? Ah, enggak-enggak!! Gue nggak boleh kepikiran!!" pekik Olivia mengetuk kepalanya pelan. Berusaha memikirkan hal lainnya saja.


Drrtt ... drrttt ...


Olivia mengambil ponselnya diatas meja belajar pendeknya. Melihat satu pesan dari Ragel.


Bukan pacar gue, sumpah!🔥


| Ragel sent three photo's


| Tidur lo sono!


^^^Olivia Dwi Ananda^^^


^^^|Iya iya, bawel!!^^^


Olivia mencibir, melihat tiga foto yang dikirim cowok itu. Memang sih, tangkapannya bagus dan juga keliatan natural banget.


Seingat Olivia, selama hampir seminggu mereka pacaran. Tidak ada satu kali pun mereka foto bareng kayak gini.


"Gue lebih suka foto pas bisik-bisik gini," gumam Olivia menatap lama pada foto dirinya dan Ragel yang sedang bisik-bisik.


Tanpa sadar Olivia tertidur dengan ponsel yang dia peluk dan foto mereka berdua disana.


***


Di lain tempat, Ragel masih diam menatap tiga foto yang dia kirimkan ke Olivia.


"Kalau lo tau alasan gue pacaran sama lo. Gue yakin Liv, sangat yakin. Lo bakalan menjauh, apalagi lo tau masa lalu gue ..."


Ragel menghela napas, menatap foto mereka yang sedang berbisik.

__ADS_1


"Lo pasti pergi sejauh-jauhnya dari gue dan nggak akan kembali lagi."


__ADS_2