MY PSIKOPAT BOYFRIEND

MY PSIKOPAT BOYFRIEND
10. Belajar Bareng


__ADS_3

Drrtt ... Drrtt ...


Olivia melirik ponsel pintarnya yang tak jauh dari buku-bukunya. Mengernyitkan dahi melihat nomor tak dikenal menelponnya.


"Nomor nggak dikenal? Wah, penipuan nih!" sinis Olivia memilih mengabaikan panggilan tersebut.


Baru saja panggilan tak terjawab itu berakhir. Ponsel Olivia kembali berdering. Kali ini bukan menelpon, tetapi Videocall.


Olivia menggerutu, dia baru saja fokus untuk mengerjakan soal fisika. Kenapa ada aja yang bikin fokus nya hancur!


Olivia mengangkat Videocall tersebut. Memasang wajah sejutek mungkin.


"Maaf, lo salah orang buat nipu gue!!" hardik Olivia tiba-tiba. Membulatkan mata saat melihat siapa orang yang melakukan Videocall dengan dirinya.


"Bhahahahaha ... lo kira gue mau nipu elo, Livia?"


Olivia berdecak kesal, menatap Ragel tajam. "Bisa nggak sih, nggak usah sok akrab sambil manggil nama Livia di depan gue?" gerutu Olivia.


"Lah? Nggak usah sok akrab. Lo sama gue kan pacaran. Lagian gue mau manggil lo apalagi? Monyet?" tanya Ragel menggoda Olivia.


"Gue nggak monyet ya Gel. Elo aja tuh, simpanse!!" balas Olivia nggak mau kalah.


"Bagus dong gue simpanse. Pinter, langsung cepat belajar sekali diajarin. Eits, tapi ... gue tetap manusia yang memiliki akhlak dan ilmu," sanggah Ragel membela diri.


"Dih, simpanse nggak tau tempat. Bodo ah, gue mau belajar, bye!"


Olivia hendak memutuskan Videocall tersebut. Tapi malah ditahan Ragel.


"Bentar dulu, lo buru-buru amat. Kagak kangen sama gue?" tanya Ragel iseng.


"Amit-amit Geeell!!" Olivia mengetuk kepalanya pelan, lalu mengetuk meja belajar lipat kecil gambar Frozen nya.


Ragel tergelak, menghapus jejak air matanya. Menatap Olivia lagi serius. Lebih insten dari yang tadi.


"Kenapa lo? Gue tau ya Gel, gue jelek. Nggak usah di liat juga. Makanya, putusin aja gue. Nggak ada yang dibanggakan dari gue yang jelek dan muluk ini," ujar Olivia merendahkan dirinya sendiri. Entah kenapa, Olivia selalu insecure dengan dirinya sendiri.


Walau berkali-kali dia berusaha untuk menguatkan dirinya. Bahwa, Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, berakal. Memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing.


"Dih, geer lo! Nggak usah insecure. Bersyukure lo harusnya!!" bijak Ragel, membuat Olivia tersenyum kecil. Dia kira, Ragel akan menyerah gitu aja, lalu memutuskan dirinya. Tapi ternyata, malah sebaliknya. "Lo jelek entu, karena rambut lo kek inang-inang boru orang Medan!" ledek Ragel ngakak habis-habisan, sampai suaranya terdengar menjengkelkan ditelinga Olivia.


"Lo!" Olivia menunjuk Ragel, ingin memukul Ragel sekuat tenaga. Tapi dia baru sadar, kalau mereka sedang melakukan Videocall. Membuat Olivia urung memukul Ragel.


Sayang ponsel, sayang ponsel! Walau ponsel Olivia murah. Tapi mendapatkan nya sangat lah susah bagi Olivia.


"Apa Yank? Lo kangen kan sama gue? Iye kan? Kagak usah gengsi lo," goda Ragel semakin menjadi-jadi. Tawa nya pecah, kala melihat wajah Olivia yang memerah padam karena marah.


"Lo kenapa sih, bikin gue naik pitam terus?! Lama-lama gue cekek juga lo Gel!!" sungut Olivia kesal.


"Eits, enak aja lo main cekek-cekek gue! Mau jadi psikopat lo?!"


"Elo yang psikopat, Ragel kampret!!" pekik Olivia frustasi.


Ragel ngakak. Jujur, mengganggu Olivia benar-benar sangat mengasyikkan. Rasanya Ragel hidup kembali, karena telah mengganggu Olivia.


"Lo bener-bener jelek Livia. Sumpah! Nggak boong gue!!" kelakar Ragel semakin ngakak.

__ADS_1


Olivia kesal, dia langsung berdiri. Mencari jaket almarhum Abangnya. Lalu memakaikannya. Olivia kembali duduk di depan meja belajar pendek nya.


"Demen amat sih lo gangguin gue, nggak jelas!!" gerutu Olivia seraya menaikkan kupluk hingga rambut hitam panjang lurusnya maju semua ke depan.


"Gangguin elo ampe kesal adalah hobi terbaru gue, wkwkkwkwkw!!" Ragel semakin ngakak, sampai dia tak bisa menahan tawanya sendiri.


"Ngakak aja terus, sampai mampus!!" Olivia tak peduli. Bodo amat sama Ragel. Lebih baik dia fokus sama pr fisika yang belum siap dari tadi.


Padahal tinggal satu soal lagi. Kenapa begitu susah rasanya?


"Lo ngerjain pr apaan?" tanya Ragel kepo.


"Kepo lo, monyet!!" serang Olivia masih terus mencari jalannya. Tapi tak juga mendapatkan hasil yang tepat.


"Sesama monyet jangan saling menghina. Dosa lo!"


"Dih, elo aja kali monyetnya. Gue mah manusia asli. No kaleng-kaleng!!" balas Olivia nggak mau kalah. Matanya fokus pada kertas coret-coret.


"Yeu, iya dah yang manusia no kaleng-kaleng. Gue mah, apa atuh. Remahan kerupuk," Ragel pura-pura mengalah.


Olivia mengangkat pandangannya. Menatap Ragel jengkel. "Lo kalau nggak ada yang mau dibahas, mending akhiri aja Videocall nya. Gue lagi sibuk!"


"Sok sibuk lo, palingan lo lagi uring-uringan kan? Karena nggak tau jawaban soal nomor terakhir?" tanya Ragel tepat sasaran.


Membuat Olivia terkejut disana. "Gimana lo bisa tau?"


"Tau lah, lo lupa? Gue ini anak kepala sekolah. Sekaligus anak guru fisika dan ekonomi kelas 12. Orang bokap gue suka ngajarin gue materi yang sulit duluan," ujar Ragel tersenyum bangga.


"Sombong lo!" dengus Olivia. Kembali mencoret-coret kertas. Masih belum mendapatkan jawaban yang pasti.


Olivia menatap Ragel datar. Tak percaya dengan cowok ini. Kalau dipikir-pikir, Ragel kan anak kepala sekolah sekaligus kepala sekolah mereka juga menjadi guru fisika dan ekonomi khusus kelas 12.


"Yakin lo? Lo kan anak IPS, emang ngerti materi fisika IPA kelas 12?" tanya Olivia ragu. Menelisik wajah Ragel yang tak dapat dia temukan kalau cowok itu sedang bercanda.


"Yeu, lo kira gue yang anak IPS ini nggak tau materi anak IPA? Sori ya, Yank. Gue udah dari dulu belajar fisika. Bahkan dari gue SD, sama orang yang benar-benar ahli fisika," ujar Ragel sombong. Menepuk dadanya bangga.


"Yaudah, cepet. Muak gue lama-lama liat muka belagu lo!"


Kalau boleh jujur, Olivia sebenarnya takut mengatakan hal-hal yang membuat Ragel sakit hati dan malah jadi boomerang untuk nya. Tapi mau bagaimana lagi, Ragel nya ngeselin:)


"Nih yah ..." Ragel turun dari ranjang nya. Duduk di meja belajar. Mengambil tablet yang baru saja di beli Pak Tama untuknya. Mulai menulis soal yang ditunjukkan Olivia.


Setelah itu, Ragel menunjukkannya pada kamera hp nya, agar Olivia juga dapat melihat soal yang dia buat di tablet.


"Bener kan soalnya?" tanya Ragel. Olivia mengangguk sebagai jawaban.


"Kacang ini mah. Sekali kedipan mata gue juga bisa--"


"Yaudah, buruan!! Nggak usah sombong!" Olivia jengkel. Bisa nggak sih, Ragel nggak usah sombong dulu?!


"Yaudah iya ..." Ragel mulai membantu Olivia cara yang lebih mudah dan cepat. Bahkan cowok itu menjelaskannya satu per satu secara detail agar Olivia paham.


"Nah, jadi hasil nya entu ... 0,5 meter. Ngerti kan elo?" tanya Ragel mengakhiri penjelasannya.


Olivia berkedip sekali. Menatap Ragel tak percaya. Cowok ini benar-benar pintar dalam materi fisika. Bahkan cara yang diajarkan papa nya sendiri, tidak cowok ini gunakan. Malah cara yang lebih mudah dan singkat yang dia pake.

__ADS_1


"Lo dapet caranya darimana?" tanya Olivia.


"Oh, bokap gue yang kasih tau. Dia bilang ada cara yang lebih cepat dan mudah. Hanya saja, bokap gue emang nggak sudi kasih tau ke murid-muridnya. Soalnya dia harap, dengan kasih cara yang universal lebih bisa membuka usaha mereka untuk mencari hal-hal baru yang menurut mereka mudah. Gitu sih," ujar Ragel tersenyum menatap Olivia yang ber'oh' ria.


"Gue tau bokap gue emang pelit," lanjut Ragel.


"Dih, siapa bilang pak Tama pelit. Anaknya kali, yang pelit!" imbuh Olivia, mulai menulis dan mencoba mengingat-ingat cara yang diajarkan Ragel tadi.


Bukan Olivia nggak mau nyontek, tapi menurutnya ... usaha sendiri adalah yang terbaik. Sekalian mengingat-ingat gimana caranya, supaya lebih paham.


"Gue nggak pelit ya Livia!" sanggah Ragel tak terima.


"Kalau lo nggak pelit. Harusnya elo putusin gue," ucap Olivia sibuk dengan tugasnya.


"Lah, apa hubungannya. Nggak ada hubungan antara gue pelit dengan pacaran kita ya Liv!"


"Ada lah! Lo itu pelit, karena nggak mau mutusin hubungan gila ini!!" lugas Olivia membara. Menutup bukunya setelah selesai membuat tugas. "Bodo ah Gel! Gue mau tidur, bye!"


Saat Olivia hendak memutuskan Videocall mereka, Ragel malah kembali bersuara.


"Lo bisa nggak sih, kalau ngomong ke gue itu yang manis-manis aja? Ketus mulu lo kalau ngomong sama gue." Ragel jengkel. Menatap Olivia dingin.


Olivia terdiam. Melihat wajah dingin Ragel membuat nyali Olivia ciut. "Lagian juga, elo selalu bikin gue jengkel," cicit Olivia. Menggigit bibirnya, melirik Ragel dengan wajah takut.


Ragel menahan tawa, padahal dia hanya bercanda. Tapi Olivia malah serius. Lihatlah gadisnya ini sekarang, benar-benar menggemaskan.


"Yaudah, tidur sono lo. Udah jam 11. Jangan dimatiin dulu Videocall nya. Gue mau mastiin kalau lo benar-benar udah tidur," ujar Ragel memaafkan Olivia.


"Kampret lo!" gerutu Olivia saat sadar dirinya malah dipermainkan.


Ragel ngakak, ternyata Olivia peka yah. "Yaudah tidur sono. Awas aja lo begadang, gue piting kepala lo Liv!" ancam Ragel.


"Psikopat emang!!"


Olivia langsung merebahkan dirinya di kasur lusuhnya. Ponsel nya masih di pegang. Menatap layar ponsel dengan mata sayu. Sesekali Olivia menguap tertahan. Dia cukup lelah menghadapi hari yang panjang ini. Bahkan kejadian tak terduga membuat Olivia semakin lelah.


"Gue tidur dulu, kalau lo masih belum mutusin Videocall nya. Besok kita putus!!" ancam Olivia sudah masuk ke dalam dunia mimpi.


Ragel tersenyum, menatap wajah lelah Olivia. Gadis nya itu, walaupun lelah. Olivia berusaha untuk tetap semangat.


"Good night and sleep tight, Girlfriend!"


******


***kyaaaaa!! akhirnya Acha up lagi😭 seneng banget karena udah nggak up beberapa hari belakangan. maafkeun yeu, soalnya Acha lagi sibuk.


biasa~~ you know lah sibuk apaan, hehehe 😆 jadi menurut kalian, hubungan mereka sejuah ini gimana? Olivia terus minta putus, tapi Ragel nggak mau kabulin.


Acha jadi kepikiran, kalau beneran ada hubungan kayak gini. pasti seru, awokwokwokwok:v


soalnya kan Acha jomblo, jadi yah gitu ... pssttt🤫 jangan kasih tau siapa-siapa, nggak penting soalnya, wkkwkwkwkwk 🤣


oke-oke, seperti nya Acha mulai gaje. bye bye semuaaaa, makasih udah setia baca kisah Ragel sama Olivia.


see youuu✨🎉***

__ADS_1


__ADS_2