My Slave Beauty

My Slave Beauty
Aneka Rasa


__ADS_3

Fidel telah membersihkan dirinya di kamar mandi, ia bermaksud untuk segera tidur. Besok beberapa perkerjaannya telah menanti untuk segera di selesaikan. Setelah menutup pintu kamar mandi ia menjadi teringat Sakura yang selalu tiba-tiba tidur di sampingnya.


Fidel kembali mengendap-ngendap, ia akan menyibakkan selimut yang terbuka lebar di ranjangnya. Fidel berpikir barang kali Sakura bersembunyi di dalam selimutnya.


Fidel memegang ujung selimut dan menyibaknya cukup keras hingga selimut itu terjatuh di lantai, ternyata hanya ada bantal guling yang akan menemaninya tidur malam ini.


"Apa yang aku pikirkan? aku mulai aneh lagi" gumamnya pada diri sendiri. "Haaahhh sudahlah aku mau tidur saja" Fidel membuang dirinya kasar ke atas ranjang. Ia pun mulai memejamkan matanya.


Fidel tertidur pulas, dalam mimpinya ia sedang bercanda dan tertawa di atas ranjangnya bersama Sakura. Rasanya menyenangkan dan bahagia, hingga akhirnya wajah mereka saling berdekatan dan bibir mereka bertemu. Mimpi yang sangat indah, Fidel dapat merasakan hembusan napas Sakura tetapi hembusan itu rasanya kenapa sangat nyata. Fidel berusaha membuka matanya, ya benar saja tepat di hadapan wajahnya sudah ada seorang gadis yang menatapnya datar.


"Huwaaaa!! Sakura!!" Fidel terperanjak kaget.


"Selamat pagi tuan" sapanya dengan tersenyum.


"Apa yang kamu lakukan Sakura? kenapa kamu tidur di sini lagi?"


"Aku tidak tidur di sini tuan, aku tidur di kamarku"


"Lalu kenapa kamu bisa ada di sampingku sekarang?" tanyanya heran.


"Ini tuan" Sakura menunjuk tangan Fidel yang melingkar di pinggang Sakura, dia memeluknya.


Refleks Fidel segera mendorong tubuhnya mundur menjauhi Sakura.


"Kenapa tanganku ada di pinggangmu?" wajah Fidel memerah ia mulai salah tingkah.


"Tadi aku bermaksud membangunkan tuan tetapi tuan malah menarik tanganku dan memelukku"


"Kenapa kamu tidak menolaknya? jangan bilang kalau Satrio juga dulu sering memelukmu?" begitu banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut Fidel.


"Tidak, hanya tuan Fidel laki-laki pertama yang memelukku" jawabnya polos, mendengar perkataan Sakura entah kenapa jantung Fidel menjadi deg degan tidak karuan.


"Ekhem aku sudah bangun, kamu bisa melanjutkan kegiatanmu lagi" Fidel membuang wajahnya malu, sebenarnya apa yang terjadi dengannya dan Sakura juga hampir semua pengalaman pertamanya dengan seorang wanita.


"Tapi isi kulkas semuanya kosong tuan, tidak ada bahan makanan jadi aku tidak bisa memasak" Sakura masih berbicara dengan merebahkan dirinya di ranjang Fidel, ia merasa nyaman.


"Oh ya ampun aku lupa belum berbelanja, ya sudah kamu bersiap-siaplah kita akan ke supermarket untuk membeli bahan makanan" Fidel bangun dari posisinya, ia juga harus mandi dan bersiap. Kali ini ia akan pergi ke kantor terlambat lagi.


"Baik tuan" Sakura beranjak turun dari kasur dan berjalan meninggalkan Fidel, pemiliknya itu hanya bisa memandang budaknya pergi.

__ADS_1


"Kenapa lama-lama rasanya seperti suami istri" gumamnya lagi, begitu banyak hal yang dilakukannya dengan Sakura seperti pengantin baru. Fidel menggeleng-gelengkan kepalanya, menyudahi pikiran absurdnya.


***


Fidel mengajak Sakura pergi ke sebuah supermarket tak jauh dari rumahnya, ia memegang troli dan berjalan berdua bersama Sakura berkeliling mencari bahan-bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.


Fidel mengambil dan menaruh beberapa keperluan mandi dari mulai sabun, pasta gigi dan lain-lain. Mereka juga melihat berbagai macam parfum, ia jadi ingat Sakura mungkin tidak punya alat-alat kecantikan seperti bedak, lotion dan parfum.


Fidel mengambil bedak bayi, lotion dan parfum dengan warna unik dengan ciri khas gambar princess. Ia merasa Sakura masih seorang gadis kecil jadi ia tidak ingin memberikan alat kecantikan yang berlebihan, tidak memakai bedak pun wajah Sakura sudah cantik. Jika di polesi bedak pasti akan lebih cantik, sayangnya Fidel tak suka perempuan yang menor, ia lebih suka perempuan dengan polesan wajah yang natural.


Sedari tadi Sakura hanya mengekor kepadanya tidak mengambil sesuatu atau tidak memegang sesuatu juga tak mengatakan sepatah katapun.


"Sakura aku membelikanmu beberapa alat kecantikan sederhana, nanti pakailah di rumah" Sakura menganggukan kepalanya.


"Terima kasih tuan" Sakura mengedarkan pandangannya ke sana dan kemari.


"Jangan bilang ini pertama kalinya kamu pergi ke supermarket?" tebak Fidel.


"Iya tuan" jawabnya singkat.


"Memangnya Satrio dan mami Stella itu tidak pernah mengajakmu keluar?" mereka mengobrol sambil berjalan.


"Kasihan"


"Baiklah karena ini pertama kalinya kamu kemari, kamu boleh mengambil barang atau makanan yang ingin kamu beli. Aku akan membelikannya untukmu"


"Benarkah tuan, boleh membeli apa saja?" kini wajah Sakura berseri.


"Iya boleh silahkan pilih barangnya sekarang"


Sakura berlari meninggalkan Fidel, ia berkeliling sendiri. Ia terkadang kembali menghampiri Fidel dan meletakkan apa yang ingin di milikinya dan menaruhnya di troly. Fidel hanya bisa tersenyum melihat kegirangan Sakura.


"Begini saja dia sudah senang, sederhana sekali"


Sakura membeli beberapa snack makanan dan minuman, tampak dari jauh kali ini kedua tangannya terlihat membawa beberapa kotak-kotak kecil yang jumlahnya cukup banyak. Ia membawanya seperti agak repot dan langsung menaruh semuanya di troly.


"Kamu membeli apa Sakura?" Fidel sedikit heran ia mengambil satu kotak kecil itu dan membacanya.


"Ya ampun Sakura, ini kan kond*m!! untuk apa kamu membeli pengaman-pengaman ini?" Fidel menaruh dan memeriksanya, mungkin ada sekitar 15 buah bungkus pengaman yang di bawa Sakura.

__ADS_1


"Kond*m itu apa tuan?" wajah mungilnya menunjukan tak mengerti.


"Akkkhhh bagaimana aku menjelaskannya padamu" Fidel menjambak rambutnya sendiri. "Ini tidak boleh, kamu harus menaruhnya lagi. Kamu tidak boleh membeli ini"


"Kenapa tadi tuan bilang aku boleh membeli barang yang aku mau"


"Ini untuk orang dewasa Sakura, ini. . ini" Fidel mulai frustasi.


Sakura hanya memandangnya dan menunggu apa penjelasan Fidel.


"Ini untuk anu, anu, ini untuk mengamankan Hulk" jawabnya tidak jelas.


"Maksud tuan Hulk yang besar dan gagah itu?"


"Bukan Hulk itu tapi Hulk-ku, aduh bagaimana aku menjelaskannya dia masih di bawah umur"


"Aku kira ini permen macam-macam rasa, ada tulisannya tuh strawbery, anggur dan buble gum"


"Memang bermacam-macam rasa tapi bukan untuk di makan"


"Untuk diemut?"


"Haahhhh kenapa pembahasan ini semakin menyudut ke sana" pikiran Fidel mulai kotor.


"Jadi aku tidak boleh membeli yang ini tuan?"


"Tidak boleh, ini belum saatnya Sakura"


"Lalu kapan aku boleh membelinya?"


"Saat usiamu sudah 17 tahun"


"Aku baru tahu ada permen yang hanya boleh di beli saat usia 17 tahun" Sakura mengambil kotak kond*m itu lagi dan akan menaruhnya kembali ke tempatnya.


"Itu bukan permen Sakuuuuurrrraaa hanya kotaknya saja yang berwarna warni" Fidel merasa gemas karena tak bisa menjelaskannya pada gadis cantik itu.


***


Bersambung

__ADS_1


Semoga terhibur ya 💕💕


__ADS_2