My Slave Beauty

My Slave Beauty
Harus Bagaimana


__ADS_3

Hari sudah sore, matahari menyemburatkan sinar berwarna orange. Seorang pria bertubuh tinggi semampai mengenakan jas hitam duduk bersandar pada kap mobilnya, ia sedang menunggu pembubaran anak-anak SMA. Iya Fidel menjemput Sakura di sekolahnya.


Sudah menunggu sekitar 15 menit akhirnya pintu gerbang sekolah tersebut di buka, lautan siswa siswi sekolah berhambur keluar, banyak mobil yang telah terparkir menjemput anak-anaknya.


Fidel melihat gadis itu, dia sedang berjalan dengan salah satu siswi yang merangkul tangannya, seulas senyum menyungging dari wajah Fidel.


"Rupanya dia sudah memiliki teman, syukurlah" ada rasa haru dan bangga untuk Sakura, Fidel bisa bernapas lega rupanya dia tidak kesulitan dalam beradaptasi.


"Sakura" panggilnya sehingga kedua gadis tersebut menoleh kepadanya, Fidel melambaikan tangan agar terlihat.


Kedua gadis tersebut pun menghampirinya.


"Tuan menjemputku?" tanya Sakura langsung.


"Iya"


Jo yang berada di samping Sakura menggoyang-goyangkan lengan temannya. Sakura tidak mengerti maksud sikap Jo, ia hanya berbisik padanya bingung.


"Ini pasti temanmu?" tanya Fidel melihat respon Sakura yang lambat.


"Iya tuan, ini temanku"


Jo melepaskan tangan Sakura dan menyodorkan tangannya pada Fidel.


"Aku Jo, senang berkenalan dengan kakak" ucap Jo percaya diri. Fidel menjabat tangannya.


"Aku Fidel, terima kasih ya sudah menjaga Sakura"


"Ah kak Fidel tidak perlu sungkan, aku akan menjaga pacar kak Fidel dengan baik"


"Pacar?"


"Iya, Sakura sudah menceritakan tentang kak Fidel beberapa kali padaku" gantian, kini Sakura yang menyenggol lengan Jo.


"Oh begitu rupanya" entah kenapa kini wajah Fidel dan Sakura sama-sama merona.


"Eh Sakura supirku sudah datang, kamu juga harus cepat pulang. Kak Fidel aku duluan ya" Jo melangkahkan kakinya mundur.


"Hati-hati ya" ucap Sakura melepas kepergian temannya.


"Iya Byeeee" Jo melambaikan tangan dan memasuki mobil hitam jemputannya.


"Sakura ayo kita juga pulang" ajak Fidel, ia masuk ke dalam mobilnya di ikuti Sakura. Tepat di belakang mobil Fidel, sebuah mobil mewah mengikutinya.


Setelah sampai di rumah, Fidel membuka pagar rumahnya dan mengendarai kembali mobilnya membawanya masuk ke dalam. Tak lupa setelah menepikan mobilnya ia juga menutup kembali pintu pagarnya.


Mobil mewah yang mengikutinya tersebut berhenti sesaat dan memandang rumah tempat Fidel dan Sakura tinggal.


"Kenapa Sakura di bawa ke rumahnya? apa yang sebenarnya terjadi? dan apa yang akan mereka perbuat?" gumam Reno berbicara sendiri, dia begitu penasaran tentang kehidupan Sakura yang misterius.


"Kalau laki-laki membawa seorang perempuan ke rumahnya tentu saja mereka akan bermesraan tuan, tidak mungkin kan mereka akan bermain rumah-rumahan" ucap sang supir menimpali.


"Diam! aku tidak bertanya padamu" bentak Reno, supirnya itu berusia cukup muda.


"Maaf tuan" sang supir tersebut menginjak pedal gasnya.


"Tunggu dulu, aku belum menyuruhmu jalan"


"Maaf tuan" supir tersebut menghentikan mobilnya secara mendadak.


Reno menaruh tangannya di dagu, ia sedang berpikir.

__ADS_1


"Mungkinkah mereka itu bersaudara, atau sepupu. Tentu ada kan hubungan saudara tetapi cukup mesra karena sangat menyayangi sepupunya tersebut dan menganggapnya adik" gumamnya lagi sendiri.


"Sepertinya mustahil tuan, kebanyakan lelaki memang suka membawa pacarnya main ke rumahnya" sang supir ikut menimpalinya lagi.


"Kau ini aku tidak bertanya padamu!" Reno mengambil koran di sampingnya dan membantingnya ke depan.


"Maaf tuan maafkan saya" sang supir melirik pada Reno dengan wajah melasnya.


"Aku sedang berbicara sendiri, kau tidak perlu menjawabnya. Ingat!!"


"Baik tuan"


"Tuan muda yang aneh" ucapnya dalam hati.


Reno memandang rumah Fidel kembali.


"Pergaulan bebas, apa mungkin gadis polos seperti Sakura melakukannya? dia terlihat seperti gadis baik-baik. Selain bermesraan memangnya tidak ada alasan lain untuk laki-laki membawa pacarnya ke rumah?"


Sang supir terdiam, namun tiba-tiba Reno kembali melempar korannya ke depan.


"Kenapa kamu diam saja bukannya menjawab!" ucapnya kesal.


"Tadi tuan bilang aku harus diam" sang supir seperti ingin menangis, kesal di salahkan terus oleh tuannya.


"Kali ini aku bertanya kepadamu"


"Tolong ulangi pertanyaannya tuan?" pintanya polos.


"Memangnya tidak ada alasan lain bagi laki-laki dewasa untuk mengajak pacarnya ke rumah?"


"Kalau aku sih sudah pasti cuma ingin bermesraan dengan pacarku tuan, Hehe" jawabnya sambil terkekeh.


"Aku bukan bertanya tentang kau!" bentaknya lagi.


"Maaf tuan" Reno kembali terdiam dan berpikir kemudian ia menendang jok di depannya.


"Tunggu apa lagi, cepat jalan!"


"Ba-baik tuan" sang supir menginjak pedal gasnya.


"Jalannya pelan-pelan, aku sedang berpikir"


"Siap tuan" sang supir pun mengendurkan pijakan pedal gasnya, mobil berjalan pelan seperti seekor siput.


"Serba salah, tuan sepertinya sedang PMS. uuupppsss"


***


Jam dinding menunjukan waktu pukul 9, Fidel telah menghabiskan makan malamnya, ia menaruh piring dan gelas kotor miliknya di tempat pencucian piring. Sedari tadi budaknya itu tak terlihat.


Biasanya ketika ia makan Sakura akan menemani dan melayaninya tetapi kali ini Fidel melayani dirinya sendiri, bukan karena manja hanya saja ia merasa kehilangan.


Fidel berinisiatif untuk melihat keadaan Sakura, ia takut terjadi sesuatu pada gadis tersebut.


Sang dokter pun mengetuk pintu kamarnya.


"Sakura apa kamu tidur?" teriaknya.


Kkrriieett


Pintu di buka menampakkan gadis berambut panjang tersebut.

__ADS_1


"Maaf tuan aku belum tidur, apa tuan ingin makan malam?" tanya Sakura bersiap melayani tuannya.


"Aku sudah makan barusan"


"Maaf aku tidak menyajikan makanan untuk tuan tadi" ucapnya membungkukan badan.


"Tidak apa- apa, apa kamu sedang sibuk?" Fidel mengedarkan pandangannya ke dalam kamar Sakura, ia melihat buku-buku dan kertas di atas karpet


"Aku sedang belajar tuan, besok ada tugas yang harus di kumpulkan"


"Oh apa kamu bisa mengerjakannya? atau kamu kesulitan? jika sulit aku mungkin bisa mengajarimu"


"Sebenarnya ini sulit untukku tuan, sudah lama aku tidak bersekolah jadi otakku lambat dalam menerima materi pembelajaran" Fidel tersenyum mendengarnya dan menghela napasnya.


"Mulai sekarang jika kamu tidak bisa, minta tolonglah kepadaku. Aku bersedia mengajarimu"


"Benarkah?" wajah Sakura berubah menjadi ceria, sebenarnya dia sudah mencoba mengerjakan tugas tersebut sendiri tetapi tetap tak menemukan jawabannya.


"Sini aku bantu" tanpa aba-aba Fidel masuk ke dalam kamar Sakura dan mendudukan dirinya di atas karpet tempat Sakura belajar.


"Yang ini tuan, aku tidak mengerti" tunjuknya pada soal no. 1. Dengan sigap fidel mengambil buku dan pensil.


"Ini hapalkan rumus yang ini" ucapnya melingkari beberapa rumus dan mencorat coret menjelaskan dan mengajari cara menyelesaikan soal yang benar. Sakura memperhatikannya dengan seksama sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Iya aku mengerti" ucapnya bersemangat.


"Kini cobalah isi soal no. 2" ujar Fidel memberikan lembar soalnya.


"Baik tuan akan aku mencobanya" Sakura mulai menghitung dan mempraktekan kembali


rumus yang sudah di ajarkan Fidel.


Gadis itu sangat serius ketika belajar, Fidel memandangnya, ada rasa tenang dan bahagia melihat Sakura yang berani untuk mencoba, gadis yang awalnya datang dengan lusuh dan kaku seperti robot kini mulai berubah menjadi hangat.


"Tuan aku sudah selesai, apa jawabanku benar?" ucapnya pada Fidel yang memandangnya sambil tersenyum tapi Fidel tak menanggapinya.


"Tuan. .Tuan" Sakura menggibaskan tangannya di depan wajah Fidel membuyarkan lamunannya.


"Ahh kenapa Sakura?"


"Aku sudah selesai, silahkan tuan mengoreksinya" Sakura memberikan kertas jawabannya pada Fidel.


"Jawabanmu benar, ternyata kamu cukup pintar" pujinya sambil mengelus pucuk rambut Sakura.


"Yeesss!!" Sakura tanpa sadar merengkuh memeluk Fidel, keduanya saling berpandangan. Sakura mengendurkan pelukannya perlahan.


Hati Fidel tak menginginkan itu terjadi, ia merangkul pinggang Sakura dan menundukkan wajahnya mencoba mencium bibir mungil itu. Sayangnya saat bibir Fidel hampir menggapainya Sakura mengalihkan wajahnya.


"Ahh maaf aku mungkin membuatmu tidak nyaman Sakura" Fidel melepas rangkulannya. Ia merasa sedih dan bertanya-tanya, ini kali pertama Sakura menolaknya.


***


Maaf ya dari siang udah nulis cuma banyak yang gangguin. Haha jadi baru bisa Up deh


Oia ini visual Sakura yang baru kenalan dengan Fidel 😁



Yang ini sudah mulai terurus, wajah Sakura cantik, sendu tetapi tetap penuh misteri 😁


__ADS_1


Semoga suka ya dengan visualnya 😅


__ADS_2