My Slave Beauty

My Slave Beauty
Bersemedi


__ADS_3

Fidel merasakan sesuatu dalam perutnya, ia pun segera menyelesaikan hajatnya pergi ke kamar mandi, sekembalinya ia bermaksud mengajak Sakura pulang karena hari mulai larut malam, namun saat ia sampai, kursi yang di duduki Sakura tadi kosong, penghuninya telah pergi.


"Kakek Sakura pergi ke mana?" tanya Fidel pada kakek yang masih betah di tempatnya.


"Sakura sudah masuk ke kamarnya" jawab kakek singkat.


"Kami tidak akan menginap kek, besok Sakura harus sekolah, aku juga harus bekerja" jelasnya tak ingin membuat kakek salah paham, jarak dari rumah ini menuju sekolah dan perusahaan teramat jauh.


"Sesekali menginaplah di sini, apa kamu ingin penyakit kakek kambuh lagi karena sedih di tinggal cucunya?" kakek memasang wajah memelasnya, memasang strategi.


Fidel tak dapat berkata-kata, ia menjadi tidak tega.


"Yaahhhh baiklah, tapi hanya malam ini ya kek" seketika kakek langsung tersenyum.


"Iya"


"Lalu di mana kamar Sakura, aku ingin menemuinya sebentar" Fidel mengedarkan pandangannya, kakek mengangkat jarinya memanggil pelayan.


"Antarkan cucuku menuju kamar calon cucu menantu" perintahnya, pelayan tersebut membungkukan badan.


"Mari saya antar menuju kamar nona tuan muda" pintanya sopan berjalan terlebih dahulu.


"Aku juga akan tidur kek, kakek beristirahatlah. Selamat malam kakek" ucap Fidel berpamitan seraya pergi.


"Selamat malam cu" kakek memandang langkah kaki Fidel hingga tak terlihat, dia kembali mengacungkan dua jarinya meminta sekretarisnya mendekat.


"Antar aku ke kamarnya" sekretaris pun mengangguk dan mendorong tuas kursi roda, membawa kakek menuju tempat yang di minta.


***


Pelayan membukakan pintu kamar Sakura, Fidel berangsut masuk ke dalam. Cahaya kamar tersebut mulai redup, tetapi nampak Sakura yang tengah mendudukan dirinya bersandar di tepi ranjang seperti sedang melamun.


"Sakura" panggil Fidel sambil menghampirinya membuat gadis tersebut mendongakkan kepalanya.


"Kak Fidel"


Fidel duduk di depannya, jemarinya meremas tangan yang memiliki jari lentik itu.


"Kenapa kamu belum tidur? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Fidel penasaran, reaksi Sakura di luar dugaan, dia merengkuh memeluk tubuhnya, Fidel pun terkejut cukup merasa heran.

__ADS_1


Sakura terdiam tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya, semakin lama dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Sa-Sakura tunggu, aku merasa sesak" ucap Fidel tak tahan, meski sebenarnya ia sangat suka mendapat perlakuan seperti ini dari kekasihnya.


Gadis itu melepaskan pelukannya kemudian menundukkan wajahnya. Pemuda di hadapannya itu menyentuh lembut dagunya mengangkatnya perlahan.


Fidel memperhatikan dengan seksama, ada yang aneh dengan wajah Sakura.


"Kenapa wajahmu memerah? apa kamu sakit? apa kamu demam?" ia menaruh punggung tangannya di dahi Sakura kemudian memegang kedua pipinya. "Sedikit hangat" itulah yang Fidel rasakan saat menyentuhnya.


Cup


Sakura mengecup bibir Fidel, lagi-lagi reaksinya tak terduga.


"Ada apa denganmu, kenapa tiba-tiba menciumku?" pipi mulus Fidel juga berubah menjadi kemerahan.


Cup Cup Cup


Sakura menghujami Fidel dengan beberapa kecupan kembali membuat Fidel menjadi salah tingkah.


"Sakura jika kamu begini terus, kamu semakin menggemaskan, apa kamu begitu menyukaiku?" ucapnya malu-malu.


Lagi-lagi Fidel kalah cepat, Sakura menarik tengkuk lehernya mencium Fidel dalam, pria itu kalah, ia membulatkan matanya. Sakura mendominasi, ia benar-benar tak dapat berbuat apa-apa.


"Kamu bau alkohol" Fidel mengendus-enduskan hidungnya mendekati tubuh gadisnya.


"Iya ini bau alkohol, bagaimana bisa kamu meminumnya?"


Sakura tak menjawabnya, dia malah menarik paksa tubuh Fidel hingga terjungkal berada di bawahnya.


"Kak Fidel" Sakura mengelus pipi Fidel pelan, menggodanya.


"Sa-sakura apa yang akan kamu lakukan!!" tangan Sakura menuruni tubuh Fidel bahkan sedikit demi sedikit membuka kancing kemejanya.


Fidel menurunkan tangan itu namun jemarinya malah menepis tangan Fidel kasar, tak suka di ganggu aktifitasnya.


"Ja-jangan Sakura, aku sudah berjanji sementara ini tidak akan menyentuhmu"


"Aku tak peduli, aku ingin dirimu kak Fidel. Sekarang!! bukan nanti" tangan Sakura memegang ikat pinggang yang melingkar di tubuh pria yang di tindihnya, mencoba melepaskannya.

__ADS_1


"Ja-jangan Sakura, kamu sedang mabuk, jika kita melakukannya sekarang saat kamu tersadar nanti kamu akan menyesal" Fidel mencoba menjelaskan.


"Tak ada satu pun hal pernah aku sesali saat aku bersamamu kak" tangan Sakura menyentuh ************ Fidel dan hampir menyentuh kejantanannya. Tubuh Fidel bergetar hebat, merinding dan geli.


"Tidak Sakura jangan!! akan susah urusannya jika sampai Hulk berdiri, dia sedang bertapa untuk saat ini!!"


Fidel melindungi miliknya, menutupnya dengan kedua tangannya.


Entah kenapa kekuatan Sakura menjadi amat besar, dia membuang kedua tangan Fidel kasar tak membiarkan benda yang di inginkannya terhalangi oleh apa pun.


"Sakura aku mohon jangan nodai aku!!" rintihnya mendramatisir namun pasrah dan tak menolak. Berbanding terbalik dengan ucapannya.


Gadis itu benar-benar mabuk, dia mencoba menarik dan menurunkan celana yang di pakai Fidel.


"Tidak Sakura TIDAAAKKK!!" teriaknya, seraya merelakan diri.


Buggghhh


Tubuh Sakura ambruk di sampingnya tepat sebelum Hulk ternodai. Fidel menoleh kepada Sakura yang sepertinya tertidur. Ia menghela napasnya panjang.


"Haahhhh, hampir saja. Jika mabuk begini kamu begitu menakutkan Sakura, sungguh nekat" Fidel membangunkan dirinya, ia memandang Sakura lekat.


"Maafkan aku sayang, untuk saat ini Hulk harus bersemedi dulu untuk beberapa waktu, saat bertemu denganmu nanti sepertinya dia akan gondrong dan berjanggut, kamu akan terpesona" Fidel merapikan rambut Sakura yang menutupi wajahnya, ia juga berbicara sambil terkikik.


"Tunggu dulu, bagaimana dia bisa mabuk?" ucapnya ingat kembali hal yang membuat kekasihnya hampir gila, Fidel berpikir dalam. "Sepertinya aku tahu"


"KAKEK NAKAALLLLL!!!" teriaknya menerka ini perbuatan jahil lelaki paruh baya tersebut.


***


Dari balik pintu kamar Sakura, seseorang menempelkan telinganya.


"Bagaimana? apa yang kau dengar?" tanya kakek sangat penasaran, dia masih berada di kursi rodanya.


"Sepertinya tuan muda berteriak memanggil anda tuan"


Kakek terkekeh, rupanya cucu kesayangannya itu tahu perbuatannya.


***

__ADS_1


Maaf ya episode kali ini lebih pendek 😁


Semoga terhibur 💕✌


__ADS_2