
Keesokan paginya, Sakura mengerjapkan matanya pelan, sinar matahari menembus masuk ke dalam kamar sempit itu. Tiba-tiba suara pintu terbuka dan derap langkah kaki terdengar mendekat padanya, membukakan tali yang melingkar di tangannya, ada kelegaan dalam hatinya akhirnya Sakura dapat menggerakkan kedua tangannya bebas.
"Kau tahu kan di sini kau tidak akan bisa kabur kemana-mana? tak ada untungnya bagimu jika melawanku" ucap Stella tegas kepadanya. Sakura menganggukan kepalanya.
Tentu saja ia tahu, selama belasan tahun tinggal di tempat ini ia juga sangat mengenal sifat Stella yang saklek dengan aturannya.
"Berganti pakaianlah kita akan pergi" perintahnya menunjuk sebuah pakaian yang di taruhnya di atas kursi dan meninggalkan Sakura.
Gadis itu berjalan mengambil pakaian yang sudah di sediakan, ia mulai melepas pakaiannya satu persatu dan kini hanya bisa memandang gaun indahnya tersebut. Sebuah malam yang ia kira akan berakhir bahagia, seandainya ia tak menumpahkan minuman, seandainya ia tak pergi menjauh dari Fidel, seandainya dan seandainya begitu banyak harapannya agar bisa hidup tenang bersama Fidel serta tak berharap bisa kembali ke tempat ini lagi, namun harapan tinggal harapan, tentunya Stella memang mengawasi pergerakannya hingga tahu Fidel melamarnya.
Sakura kini telah memakai mini dress yang di berikan Stella tadi dan berjalan keluar kamar, ia tahu dirinya sudah di tunggu. Stella membawa Sakura pergi ke suatu gedung yang memiliki aula kecil.
"Kau sudah tahu kan bagaimana nasibmu?" tanya Stella membuyarkan lamunan Sakura.
"Iya" jawabnya singkat, ini adalah tempat dulu ia di perjual belikan untuk pertama kalinya. Sakura duduk di sebuah ruangan di belakang podium.
Suara seseorang mulai berbicara melalui speaker besar.
"Pelelangan hari ini di buka, bagi siapa pun yang ingin melelang harap angkat tangannya. Malam hari ini ada hidangan istimewa, seorang gadis cantik yang masih polos berusia belia"
Seseorang meminta Sakura keluar dan naik ke atas podium.
Beberapa pria hidung belang bersiul ketika melihat gadis berambut panjang, kulit seputih susu, wajah cantik yang ketakutan namun menggemaskan, menurut mereka dia benar-benar gadis yang sempurna.
"Baiklah siapa yang ingin melelang gadis cantik ini silahkan angkat tangannya dengan tinggi"
Hampir semua pria yang berada di ruangan tersebut mengangkat tangannya namun ada seorang pria cukup muda berbadan kekar berjalan maju ke depan.
"Apakah anda ingin membelinya tuan?" tanya Stella.
"Tuliskan nominal angka yang kau inginkan, aku akan membelinya"
Stella membelalakan matanya, dengan semangat dia menuliskan angka 500juta dan tersenyum kembali berbicara dengan microphonenya.
"Siapa namamu tuan?"
"Marcel"
"Baiklah, gadis cantik ini telah menjadi milik tuan Marcel, untuk pelelangan hari ini selesai, besok kita akan melelang gadis cantik yang lain" ucapnya menutup acara di sambut riuh oleh para pria yang hadir di sana.
Stella mendekati Sakura dan berbisik di telinganya.
"Layani dia dengan baik" tangan Sakura bergetar rasanya ia ingin berontak tetapi tubuh lemahnya ini mana kuat melawan kuasa Stella.
Sakura di giring keluar dari gedung tersebut dan masuk ke dalam sebuah mobil lalu mobil tersebut terparkir di sebuah hotel ternama.
Sakura menarik napas panjang mengikuti langkah pemuda itu hingga sampai di sebuah kamar mewah. Mereka di kawal oleh beberapa bodyguard Stella memastikan Sakura tidak pergi kemana-mana.
"Masuklah"
__ADS_1
Sakura mengekor masuk ke dalam, pemuda tersebut menutup pintu, kedua body guard tadi pun pergi.
"Siapa namamu?" Marcel mendudukan dirinya di atas sofa menatap tajam pada gadis yang baru di belinya.
"Sa-sakura" ia gugup, entah apa yang akan di lakukan Marcel padanya. Sakura tak dapat berhenti memainkan ujung pakaiannya.
"Nama yang bagus, sayangnya aku tidak suka bertele-tele, aku sudah membelimu, sekarang buka pakaianmu" perintahnya sambil melonggarkan dasinya.
Tiba-tiba tubuh Sakura lemas, ia terduduk bersujud di depan Marcel.
"Tuan bisakah tuan melepaskanku, aku mohon" air matanya mulai menetes membasahi pipinya.
"Jangan gila! aku sudah mengeluarkan uang 500juta dan kau ingin aku melepaskanmu? aku rasa kau sinting!" Marcel berdiri dan menarik paksa Sakura membantingnya ke sebuah ranjang yang besar.
"Tuan aku mohon, jangan sakiti aku, aku akan berusaha mengembalikan uangmu tapi mohon beri aku waktu" Sakura membangunkan dirinya cepat dan duduk lalu mendorong dirinya menjauh dari pria ganas itu.
"Beraninya kau mengucapkan janji palsu, gadis miskin sepertimu mana bisa mengembalikan uangku!" Marcel berusaha menangkap Sakura namun gerakannya kalah cepat, Sakura berdiri dan berlari menjauhi Marcel.
"Oh kau ingin bermain-main dulu ya gadis kecil, baik aku layani tapi setelah ini habislah kau" Marcel mengejar Sakura yang berlari terus menghindar, beberapa pajangan hotel jatuh dan pecah hingga akhirnya Sakura tersandung dan terjatuh.
"Sekarang kau tidak bisa lari lagi" Marcel menyambar dan menggendong Sakura di pundaknya secara paksa dan membantingnya lagi ke atas ranjang. Sakura meronta sambil menangis.
"Aku mohon tuan lepaskan aku"
"Jangan menangis nona, wajah cantikmu bisa hilang. Aku akan melepaskanmu setelah aku menikmati tubuhmu" Marcel menciumnya paksa namun di tahan oleh tangan Sakura, tetapi dia semakin brutal dan menarik paksa baju Sakura hingga robek.
"Kenapa kau harus menutupi tubuh indahmu ini, aku suka yang terbuka" ucapnya lagi ganas memegang kedua tangan Sakura, melebarkan tangannya dan menahannya agar Sakura tidak meronta.
"KURANG AJAR!!"
Seseorang menghajar dan mendorong Marcel.
"Tuan Fidel" teriak Sakura.
Fidel membangunkan Sakura dan menutupi tubuhnya menggunakan jaket.
"Apa kamu baik saja-saja?" Sakura menganggukan kepalanya.
Marcel yang tersungkur di lantai mengusap darah yang mengalir di bibirnya. Dia segera berdiri dan meninju balik Fidel hingga Fidel terjatuh.
Marcel menindih Fidel dan menghajarnya namun Fidel tak hanya diam, dia melawan hingga berganti posisi kini Marcel yang ada di bawahnya, tetapi tubuh kecilnya kembali kalah oleh tubuh kekar Marcel.
Keduanya berdiri dan saling menghajar, Sakura hanya bisa menjauh menutupi wajahnya tak sanggup melihat adegan baku hantam tersebut.
"Siapa kau beraninya mengganggu kesenanganku?" teriak Marcel sambil menendang Fidel, ia tersungkur namun segera berdiri kembali.
"Aku adalah kekasihnya, beraninya kau menyentuh gadisku!" Fidel mendorong Marcel jatuh dan mengapitnya dengan kakinya lalu kembali memukulnya, sayang tenaga Fidel yang hampir habis tak sebanding dengan Marcel, dia kembali membalik keadaan kini Fidel yang habis babak belur, ia tak bisa lagi melawan.
"Kau, matilah!!" teriak Marcel melayangkan tinjunya.
__ADS_1
Bruugghhh
Marcel terhempas, seseorang menendangnya.
"Beraninya kau memukul adikku!" Cakra datang dengan segerombolan orang dan pihak pengamanan, namun tak hanya sampai di situ, Marcel yang terkulai lemas dia injak-injak dengan penuh emosi dan tidak bisa melawan lagi.
"Kak sudah kak" ucap Fidel menghentikan kakaknya.
"Lepas Fidel, bisa-bisanya dia menyentuh adikku yang meski sudah ternoda ini, hanya Sakura yang boleh menyentuh tubuhmu baik lembut atau pun kasar" Fidel menarik Cakra namun satu tendangan lagi masih mengenai Marcel.
"Haiisshhh padahal suasana sedang tegang kau masih bisa bercanda kak"
"Aku tidak bercanda, aku serius" Cakra sedikit berlari akan menendang Marcel lagi namun Fidel mencegahnya.
"Sudah kak sudah"
Fidel mengedarkan pandangannya mencari Sakura, ia terlihat berjongkok menutupi wajahnya dengan jaket sambil menangis. Fidel memegang bahunya membuat gadis itu mendongakkan wajahnya.
"Tuan" ucapnya menjatuhkan diri memeluk Fidel.
"Maaf aku sedikit terlambat Sakura" dia memeluk dan mengelus punggung dan rambut panjangnya.
"Aku takut" ucapnya sesegukan sambil menangis.
"Kau tidak perlu takut lagi, ada aku di sampingmu dan mulai sekarang kau tidak akan pernah kembali ke tempat itu lagi"
Sakura melepas pelukannya dan memandang Fidel.
"Stella sudah di tangkap polisi, griya itu juga seluruh penghuninya sudah di tangani oleh pihak berwenang"
Sakura bernapas lega, dalam hatinya ia sangat bersyukur. Fidel memeluk kembali Sakura dan menenangkannya.
"Kini kamu selamanya akan selalu ada di sisiku" bisiknya pelan di telinga Sakura.
Cakra hanya bisa memandang adiknya sambil tersenyum.
"Keperjakaan hilang kedewasaan datang" ucapnya memuji Fidel padahal dirinyalah yang tidak pernah dewasa.
Marcel di giring oleh pihak keamanan hotel, Cakra mengangkat tangannya seakan-akan memukul menakuti lelaki tersebut sambil memasang wajah sangar membuat Marcel menutup wajahnya.
***
Author ingin memberi visual Fidel nih ini dia si dokter tampan nan polos 😁
Dan untuk Cakra, ini dia kakak yang keren nan konyol 😁
__ADS_1
Semoga suka ya dengan visualnya. Saranghaeyo 😍