
"Eh selamat pagi tuan" sapa gadis itu tanpa dosa.
"Bisa-bisanya kamu mengucapkan selamat pagi!!" teriaknya, ini memang masih pagi tetapi haruskah Fidel mengeluarkan tenaga ekstra gara-gara gadis polos yang kini tengah berada di atas ranjangnya.
"Tapi ini memang masih pagi kan tuan?" Sakura bangkit dari tidurnya, selimut yang menutupi tubuhnya jatuh hingga memperlihatkan tubuh Sakura dengan pakaian terbukanya membuat Fidel menggeram frustasi dan menyadari sesuatu.
"Tadi aku memegang dadanya, tidak bukan hanya memegangnya tapi aku juga meremasnya. Akkkhhh apa yang aku lakukan!!!" paniknya, Fidel mengacak-ngacak rambutnya, setidaknya Sakura masih mengenakan pakaiannya sehingga ia tidak secara langsung menyentuhnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini Sakura?"
"Tidur"
"Jawabannya benar, kamu tidak salah" Fidel memijat pangkal hidungnya tiba-tiba kepalanya berdenyut.
"Sejak kapan kamu tidur di sini?"
"Sejak semalam"
"Maksudku sejak kapan kamu masuk ke kamarku?" Fidel mencoba bersabar.
"Sebelum tuan Fidel tidur di ranjang"
"Benarkah? saat aku di kamar mandi? kenapa aku tidak menyadari ada orang yang tidur di sebelahku?" Fidel mencoba mengingatnya, ia mengernyitkan dahinya. Semalam ia benar-benar tidak menyadarinya, mungkin karena efek kelelahan yang ia rasakan sehingga ia tidak melihat Sakura berbaring di sampingnya.
"Aku juga tidak menyadari kapan tuan Fidel tidur di sebelahku" ucapnya lagi polos.
"Itu perkataanku Sakura, ini kamarku bukan kamarmu!" gerutunya dalam hati.
__ADS_1
"Sakura kamarmu itu di kamar sebelah, kamu seharusnya tidur di sana. Sudah kukatakan bagaimana jika tiba-tiba aku tidak bisa menahan birahiku dan melakukan hal yang tidak di inginkan? Bagaimana pun laki-laki itu berbeda dengan perempuan, adakalanya seorang laki-laki tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya. Aku tidak mau hal itu terjadi karena nanti hal itu akan menyakitimu"
Sakura tertunduk mendengarkan penjelasan Fidel yang panjang lebar, ia menjadi murung. Entahlah ia merasa sangat nyaman saat berada di dekat Fidel, dia selalu ingin berada di dekat Fidel sehingga tubuhnya seolah bergerak sendiri untuk mendekat kepadanya. Dan masalah menahan hasrat laki-laki, rasanya Sakura mau memberikannya jika Fidel memintanya, tak seperti kepada tuan Satrio kali ini dengan sukarela Sakura akan melayaninya jika Fidel mau, sayangnya Fidel tidak menginginkannya.
"Apa kamu mengerti Sakura?" tanya Fidel, sakura yang masih menundukan wajahnya menganggukan kepalanya.
Fidel bangun dari duduknya, ia berencana untuk mandi karena ini sudah waktunya ia bekerja. Ia mengambil handuknya yang tergantung akan masuk ke kamar mandi tetapi ponselnya tiba-tiba berdering.
Ia mengambilnya dari atas nakas dan melilitkan handuknya di lehernya.
"Halo ada apa kak?" tanya Fidel tanpa basa basi.
"Fidel kenapa kamu belum datang?" teriak suara itu membuat telinga Fidel pengang.
"Ini aku sedang bersiap untuk mandi"
"Cepatlah datang, jika sudah sampai langsung datang ke ruanganku. Ada yang ingin aku tanyakan" kemudian tanpa menunggu jawaban Fidel, Cakra memutus sambungan teleponnya.
"Astaga tipes diare radang tenggorokan rematik!!" Fidel terkejut pandangannya bertemu dengan ekpresi seram Sakura. "Jangan memandangku seperti itu Sakura" pintanya sambil mengelus-ngelus dadanya, ia lupa masih ada Sakura di kamarnya.
"Apa tuan Fidel mau aku gosokkan punggungnya?" tawarnya tiba-tiba.
"Tidak tidak tidak usah, aku bisa menggosoknya sendiri"
"Benarkah? apa tangan tuan Fidel sampai ke belakang?" Sakura menunjuk punggungnya sendiri.
"Pokoknya tidak perlu menggosok tubuhku"
__ADS_1
"Tapi tuan Satrio selalu memintaku menggosok punggungnya saat mandi"
"Apa!! lelaki kurang ajar itu, bisa-bisanya menyuruh Sakura melakukannya"
"Kamu selalu melakukannya?" Sakura menganggukan kepalanya.
"Setiap hari? dan Satrio tidak memakai baju?" tanyanya pelan dan ragu-ragu. Lagi-lagi Sakura menganggukan kepalanya.
"Haissshhh!!" Fidel menarik handuknya dan bergerak seolah akan memukul seseorang dengan handuknya. Ia menjadi sangat kesal jika mengingat perlakuan Satrio yang selalu memperdayai Sakura.
"Bagaimana apa tuan Fidel juga mau?" Seketika wajah Fidel kembali merona.
"Aku bilang tidak usah Sakura" Gadis cantik itu malah bergerak hendak turun dan menghampiri Fidel.
"Aku sudah terbiasa melihat tubuh laki-laki, semua bentuk tubuh sama saja kan? jadi tuan Fidel tidak perlu malu" saat di dekati Sakura Fidel justru menghindar dan lari ke kamar mandi di dalam kamarnya.
"Cepat buatkan saja sarapan untukku Sakura" teriaknya dari dalam ruang membersihkan diri. Beberapa saat kemudian ia membuka pintu kamar mandinya lagi melihat apa Sakura sudah pergi dari kamarnya.
"Aaahhhh" Fidel membuang napasnya lega.
"Kalau sampai Sakura membantu menggosok punggungku bisa-bisa Hulk juga minta di gosoknya nanti. Gawat ini tidak boleh sampai terjadi" Fidel meneruskan kegiatannya membersihkan diri.
***
Hai maaf kan cerita yang kadang gaje dan abal-abal ini
Dukung terus author ya
__ADS_1
Di tunggu like komen dan vote nya jika berkenan
Terima kasih selamat menyambut hari senin 😘