My Slave Beauty

My Slave Beauty
Ijinnya


__ADS_3

Warning!! Cerita pada bab ini mengandung unsur dewasa, bagi yang masih di bawah umur mundur pelan-pelan ya . Hahaha ✌


"Ahh maaf aku mungkin membuatmu tidak nyaman Sakura" Fidel mendorong tubuhnya menjauh dari budaknya. Sakura dapat melihat raut wajah itu, wajah kecewa.


"Maaf tuan tetapi bisakah tuan tunggu sebentar"


"Em? menunggu apa maksudmu?" tanya Fidel tak mengerti.


"Sebetulnya aku belum mandi, sepulang sekolah tadi aku membersihkan rumah dan langsung mengerjakan pekerjaan sekolah, karena tak kunjung menemukan jawaban soalnya aku sampai lupa belum membersihkan diri" jelasnya tak ingin Fidel salah paham. Pemuda itu menghela napasnya.


"Aku kira kamu tidak suka di cium olehku sehingga kamu menolaknya"


"Sebenarnya aku mau tuan, hanya saja. ." Sakura memainkan kedua tangannya, ia menggesek-gesekkan kukunya. "Hanya saja. ." ucapnya mengulangi perkataannya lagi, Fidel mendengarkannya dengan seksama, menunggunya melanjutkan perkataannya tetapi malah ia bisa menebaknya.


"Hanya saja kamu belum mandi dan khawatir tubuhmu bau, itu kan maksudmu" tebakan Fidel akurat 100%.


"Bagaimana tuan bisa tahu apa yang aku pikirkan?" Fidel membuang napasnya.


"Tadi kamu sudah mengatakannya Sakura"


"Oh iya aku lupa" Sakura menundukkan wajahnya, ia terlalu malu untuk menatap Fidel, kini tangannya beralih memainkan ujung pakaiannya.



Fidel memandangnya, garis wajah Sakura, hidung mancungnya, bibir mungilnya, kulit mulusnya, meski berbadan kurus tetapi tetap saja kecantikannya selalu terpancar. Fidel mengepalkan kedua jari tangannya.


"Akhhh" teriak Fidel menghempaskan tubuhnya menjauh dari Sakura, sungguh hatinya ingin menyentuh gadis itu, hanya saja ia tak tahu bagaimana cara memulainya lagi pula ia takut di tolaknya lagi.

__ADS_1


"Sakura, sepertinya aku harus kembali ke kamarku, tidak aman jika aku terus berada di sini" ucapnya sambil berdiri.


"Memangnya tidak aman kenapa tuan?" Sakura tidak ingin Fidel meninggalkannya tetapi pertanyaannya membuat Fidel bertambah resah dan ingin.


"Ya tidak aman Sakura, aku ini laki-laki dewasa dan normal berada di dalam kamar berdua saja denganmu, aku bisa. . . aku bisa menerkammu. Akkhh aku tak bisa melakukannya, kamu masih belia bahkan umurmu belum sampai 17 tahun. Seperti dalam surat perjanjian budakmu setidaknya aku tidak boleh menyentuhmu hingga usia itu. Lebih baik aku pergi sekarang" Fidel melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kamar Sakura, ia bersiap untuk mendorong gagang pintu tersebut.


"Tuan sebenarnya aku sudah berusia 17 tahun" ucapnya tiba-tiba, membuat Fidel terdiam menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Sakura.


"Hari ini sebenarnya hari ulang tahunku yang ke 17" Fidel mengeryitkan dahinya mencoba mencerna perkataan Sakura.


"Jadi maksudmu aku sudah boleh?" tanyanya tanggung tetapi Sakura mengerti, dia menganggukan kepalanya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi!!" Fidel berjalan cepat menuju Sakura yang berdiri mematung di dekat ranjangnya.


"Tuan tunggu sebentar tubuhku bau, aku akan mandi dengan cepat"


Fidel sempat terkejut dengan kelihaian Sakura memimpin permainan.


"Gadis nakal, tapi kenakalanmu hanya boleh dilakukan denganku" umpatnya dalam hati.


Mereka berdua sangat menikmati permainanya, Fidel mendorong tubuh Sakura pelan dan menidurkannya di kasur king size miliknya tanpa melepaskan bibirnya, ia kini turun menyusuri tiap jengkal leher jenjang gadis tersebut, Sakura mulai menggeliat dan mengeluarkan suara-suara merdu, menambah hasrat kejantanan Fidel yang sedari tadi sudah berdiri tegak.


Sakura merasa seperti akan terbang, rasanya kesadarannya mulai hilang padahal ini baru permulaan, Fidel berhenti tepat di atas dadanya, tangannya ingin memegang dua soerabi kenyal itu tetapi lagi-lagi ia ragu.


"Ada apa tuan?" tanya Sakura yang merasa kenikmatannya hilang sesaat.


"Sakura apakah aku boleh menyentuhnya?" liriknya pada mata Sakura kemudian berganti melirik dadanya seolah menunjuk ke sana.

__ADS_1


"Iya, lakukan saja apa yang tuan ingin lakukan" ucapnya memberi ijin.


Tanpa aba-aba lagi Fidel langsung menarik kaos berukuran besar yang di pakai Sakura ke atas, bahkan ia membuka kacamata berbahan kain dan berenda itu lancar dan melemparnya membiarkannya teronggok di lantai. Kini dua gunung kenyal bak soerabi berpuncakkan yupi tersebut terpampang nyata di depan wajahnya. Tangannya bergerak memegang dan menyentuh salah satunya, dan satunya lagi tak ia diamkan begitu saja, ia hisap dengan lembut memainkan salivanya membuat Sakura semakin melayang dan mengeluh mengeluarkan suara-suara desau lebih kencang daripada yang tadi.


Fidel memandangnya wajah itu semakin membuatnya ingin memakannya segera, setelah puas memainkan bagian tubuh atasnya, tangannya kini bergerak menurunkan celana pendek bersama kain segitiga yang melingkar di pinggang Sakura. Tubuhnya kini tak tertutupi oleh apa pun.


Tangannya Fidel menyusuri semak belukar nan indah mencari sebuah lubang untuk "Hulk"nya tinggal. Gadis itu semakin menggeliat penuh kenikmatan.


Fidel mendudukan dirinya membuka pakaiannya satu persatu membuat Sakura menelan salivanya, entah kenapa kini dia merasa sangat malu dan membuang wajahnya, dia berinisiatif mematikan lampu kamarnya dari remot yang berada tak jauh dari tempatnya merebahkan diri. Kini kamar menjadi gelap gulita.


Fidel sendiri merasa sangat percaya diri meski ini pertama kalinya ia bertelanjang bulat di depan seorang gadis tak lupa ia mengambil sesuatu dalam saku celananya sebelum di lepaskan tadi.


Fidel memasangkan pengaman yang di berikan kakaknya untuk menutupi 'Hulk', ia bersyukur sebelum menuju kamar Sakura tadi ia sempat mengantonginya, padahal tadinya hanya untuk berjaga-jaga tetapi rupanya bisa langsung ia gunakan.


Sekarang 'Hulk'nya siap bertempur menembus lubang dan membuat sarang. Fidel berdiri tepat di depan Sakura yang sudah memasang kuda-kuda membuka kakinya lebar. Tetapi saat melihat sesuatu yang bersinar dari tubuh Fidel sakura terperanjak.


"Kyyaaa tuan kenapa anunya menyala!!" Sakura menutup wajahnya dengan tangannya, ia malu melihat alat tempur Fidel menyilaukan cahaya berwarna hijau stabilo yang cerah seperti lampu neon. (Jangan di bayangin bentuknya seperti apa ya 😂😂)


Fidel melihat bagian bawahnya, ia kemudian sadar dan merasa malu. Segera saja ia menekan kembali remot untuk menyalakan lampu kamar Sakura. Cahaya berkilau Hulk hilang.


Fidel segera menyambar bungkus pengaman yang tadi di bukanya.


"Kond*m dengan fitur bercahaya dalam kegelapan. Glow in the dark, akkhh pantas saja dia menjadi berkilauan. Sebenarnya berapa macam kond*m yang kakak punya!" Fidel merasa di jahili lagi oleh kakaknya. Segera saja ia melepas pengaman Hulk tersebut.


***


Next ya 😄✌

__ADS_1


__ADS_2