My Slave Beauty

My Slave Beauty
Sulit Tidur


__ADS_3

"Ya Tuhan ada apa dengan diriku" Fidel mengutuk dirinya sendiri yang merasa dilema. "Mau di tarik kemana ini?????" Fidel belum melepas ujung pakaian Sakura.


Tangan Fidel bergetar, tiba-tiba saja sepasang mata mengarah padanya.


"Tuan" sapanya, sontak saja Fidel melepas genggaman dua jarinya itu, dia panik.


"Sa-sakura ini tidak seperti yang kamu pikirkan" Sakura bangun dan mendudukan dirinya.


"Maksud tuan?" Ia masih merasa ngantuk dan mengucek-ngucek matanya.


"A-aku tidak bermaksud menarik pakaianmu, tadi pakaianmu sedikit naik ke atas"


"Oh apa tuan ingin aku melepas semua pakaianku?" Sakura kembali dengan aksinya, ia sudah memegang ujung pakaiannya dan akan menariknya ke atas.


"Eh! ja-jangan Sakura"


"Jangan lama-lama bukanya! aduh ada apa sih denganku ini" hati dan pikiran Fidel mulai melakukan pergulatan. Hatinya mengatakan tak pantas melihat Sakura telanjang tetapi pikiran ingin sekali melihat hal itu.


"Jangan di buka sekarang Sakura, maksudku pokoknya jangan buka pakaianmu setengah-setengah, haaaaaah intinya jangan di buka" Fidel tak mengerti kenapa kata-kata itu keluar dari mulutnya sendiri.


Sakura hanya terbengong, tak mengerti keinginan tuannya.


"Jadi buka atau tidak tuan?" tanyanya lagi memastikan.


"Bukalah eh maksudku jangan di buka, sudahlah kamu tidur saja lagi. Aku akan beristirahat di kamar" Fidel memilih kembali ke kamarnya, jika ia masih berada di sana mungkin bisa terjadi hal yang tidak inginkan.


"Apa tuan ingin aku temani?" tawar Sakura, gadis ini ingin selalu berada di dekat Fidel jika saja Fidel mengijinkannya.


Fidel menghentikan langkahnya, jantungnya berdegup kencang, ia mulai memikirkan hal kotor lagi.


"Tidak usah, kamu tidur di kamarmu saja" akhirnya Fidel membuat keputusan, ia meneruskan langkah kakinya dan menutup pintu kamar Sakura.


"Padahal aku ingin menemani tuan setiap hari" raut wajah Sakura menjadi murung, setiap saat ia selalu merindukan tuannya, hanya saja tuannya itu selalu saja menolak untuk di dekati.


Fidel masuk ke dalam kamarnya, ia segera menutup pintu dan bersandar di sana.


"Ada apa denganku akhir-akhir ini? kenapa aku jadi memikirkan hal yang mesum terus. Lebih baik aku cepat mandi dan tidur" Fidel berbicara sendiri, ia pergi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Kini ia sudah merebahkan dirinya di ranjang, Fidel sudah menutup kedua matanya tetapi belum tidur, ia membalikan tubuhnya ke kanan lalu ke kiri, telungkup lalu terlentang lagi, kakinya berada di atas bantal, kepalanya di tepi ranjang, posisinya berubah-ubah, ia tidak bisa tidur, ada perasaan yang mengganjal dalam hatinya.


"Akkkkhhh" Fidel membuang selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


Akhirnya ia memilih untuk bangun dan meminum segelas air putih. Ia melangkahkan kakinya ke dapur, kemudian mengambil gelas dan mengisinya dengan air, ia menghabiskannya dalam satu tegukan berharap setelah minum pikirannya akan menjadi tenang, tetapi kenyataannya tidak.


Saat hampir melewati kamarnya, ia malah berjalan menuju pintu kamar Sakura, gadis yang terus muncul dalam pikirannya.


Fidel bermaksud untuk melihat Sakura sudah tidurkah atau belum, ia memegang dan mendorong gagang pintu kamar Sakura perlahan, pintu terbuka sedikit demi sedikit. Terkejutnya ia melihat sesosok gadis berdiri tepat saat ia membuka pintunya.


"Astaga paracetamol, komik, ambeven, misagrif, panadol, oskadon!!!" Latahnya berganti menjadi menyebutkan nama-nama obat warung karena saking kagetnya.


"Ada apa tuan? maaf aku mengagetkanmu" Sakura membungkukan badannya.


"Haaahh" Fidel menghela napasnya lagi, padahal ia yang berusaha mengintip dan mengganggu Sakura tetapi malah Sakura yang meminta maaf.


"Apa ada yang tuan butuhkan?"


"A-aku. ." Fidel merasa bingung mau berkata apa.


"Apa tuan kesulitan untuk tidur? apa tuan ingin aku membantu tuan agar lekas tidur?" tanya Sakura, pertanyaannya tepat sasaran dan kali ini Fidel tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


"Baiklah aku akan menemani dan membantu tuan agar tidur pulas" Sakura keluar dari kamarnya dan menutup pintu. Fidel hanya terbengong, semudah inikah jika ingin tidur bersama Sakura, kenapa ia tidak melakukannya dari tadi.


Fidel menghentikan lamunannya, ia berjalan menuju kamarnya di ikuti oleh Sakura di belakangnya. Jantunganya? jangan di tanya, jantungnya seperti mau copot, tetapi jika copot sekarang tidur bersamanya nanti tidak jadi, ia mempertahankan semua indra dan anggota tubuhnya bersikap wajar meski dalam hati Fidel rasanya ingin pingsan karena ini pertama kalinya ia ingin tidur dengan seorang gadis meski tak berbuat apa-apa tapi ia juga tidak tahu nanti apakah akan terjadi sesuatu atau tidak yang jelas malam ini ia ingin tidur di temani Sakura.


Fidel membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, Sakura mengekor kemudian menutup pintunya. Fidel sangat gugup, tetapi ia mengerti, ia langsung merebahkan dirinya di kasur dan menarik selimutnya sampai ke dada.


Berbeda dengan Sakura yang lebih tenang, ia terbiasa menemani Satrio tidur jadi ini bukanlah hal sulit yang akan di lakukannya.


Tanpa di perintah Sakura naik ke kasur Fidel, keduanya diam tak berbicara selama beberapa saat.


"Tuan" panggil Sakura lembut.


"Heeemmm"


"Apa mau di lakukan sekarang?" Fidel membulatkan matanya mendengar pertanyaan Sakura.

__ADS_1


"I-iya secepatnya saja" Fidel refleks menjawab seperti itu.


Sakura mendudukan dirinya dan mendekat pada Fidel.


"Maaf kepala tuan" Sakura menepuk pahanya, meminta Fidel menidurkan kepalanya di sana.


Fidel menurutinya ia menidurkan kepalanya di atas paha Sakura, tangan Sakura membelai kepala Fidel, mengelusnya dengan perlahan.


"Dulu . ." Sakura mulai bercerita.


"Apa dulu Satrio juga di perlakukan seperti ini olehmu?" Fidel memotong pembicaraan Sakura.


"Tidak tuan, tuan Satrio itu mudah sekali tertidur dan tidurnya juga mengorok, justru aku yang kesulitan saat tidur di sampingnya" Fidel tidak suka mendengar cerita ini.


"Ya sudah lanjutkan ceritamu"


"Dulu saat aku masih tinggal di griya, bersama mami Stella sebelum aku tidur ia selalu menceritakan sesuatu untukku" Fidel mendengarkannya, ia mulai memejamkan matanya saat mendengar suara Sakura.


"Suatu hari ada seorang budak cantik yang di beli oleh seorang pangeran, ia di bawa dan bekerja di istana, pangeran sangat bermurah hati ia memperlakukan budak itu dengan baik, budak itu mengartikan kebaikan pangeran sedikit berlebihan, ia jatuh cinta padanya"


"Lalu apa pangeran itu juga mencintainya?" tanya Fidel, Sakura masih mengelus-ngelus rambut tuannya.


"Sayangnya tidak, bagaimana bisa seorang pangeran dan seorang budak berjodoh, budak itu selalu menangis, rasa sakit di hatinya membelenggu semua perasaannya. Hingga akhirnya ia memilih pergi"


Fidel mendengarkan cerita itu dengan iba, entah kenapa cerita ini seperti akan terjadi kepadanya. Ia menghentikan gerakan tangan Sakura.


Fidel mengalihkan pandangannya, kini ia menatap Sakura lekat-lekat sambil memegang tangannya.


"Kamu Sakura apakah kamu pernah jatuh cinta?"


***


Halo selamat pagi


Selamat berakhir pekan


Kalau ada yang suka dengan cerita author boleh baca novel author yang lain sambil nunggu novel ini up. hehe

__ADS_1


Ada Pengantin kecilku yang sudah hampir 100 episode loh 😘


__ADS_2