My Slave Beauty

My Slave Beauty
Lepas


__ADS_3

Warning!! Masih 21+!!


Fidel melepas pengaman nan berkilauan tersebut jika berada di tempat gelap, ia merasa malu dengan sinarnya, kemudian setelah terlepas dan dibuangnya begitu saja teronggok di bawah ranjang, ia segera ingin melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda tadi.


Liriknya pada Sakura yang masih menutup wajah dengan kedua tangannya, Fidel bermaksud untuk mematikan lampunya kembali, agar Sakura dan dirinya lebih leluasa. Namun setelah lampu di matikan pun Sakura belum berani membuka wajahnya.


"Sakura kamu tidak perlu menutup wajahmu terus menerus" Fidel menarik salah satu tangan Sakura dari wajahnya.


"Hem? aku malu tuan" dia kembali menutup wajahnya


"Seharusnya aku yang malu Sakura bukannya kamu"


"Aku rasa kita berdua sama-sama malu tuan" ucap Sakura, sebenarnya obrolan ini tidak memiliki makna sama sekali.


"Lalu bagaimana mau di lanjutkan atau tidak?" Fidel tak ingin memaksa jika Sakura tidak menginginkannya.


Gadis itu menganggukkan kepalanya. Karena terlalu lama diam, Hulk Fidel kembali berkerut dan turun, setidaknya ia harus melakukan pemanasan lagi agar Hulknya kembali berdiri, juga untuk meyakinkan Sakura dengan pilihannya.


Fidel memajukan tubuhnya menindih Sakura, ia menciumi gadis itu dengan lembut dan pelan meresapi setiap jengkal aroma tubuhnya yang mengeluarkan wangi bayi, wewangian dari sabun parfum ini Fidel yang membelikan.


Perlahan ia turun menyusuri tubuh bagian atas hingga tubuh bagian bawah budaknya, tak ada yang terlewat, Fidel meninggalkan beberapa jejak kemerahan di dada Sakura, bahkan tangan nakalnya aktif menggali lubang untuk tempat Hulk tinggal, saking dalamnya menggali lubang, akhirnya lubang tersebut menyeruakkan cairan dari dalam bumi. Pelepasan Sakura yang pertama, gadis itu mendesah dan menggeliat, kini hasrat dalam diri Fidel semakin menggebu, Hulknya siap mengeluarkan tenaga dalam.


Fidel memposisikan Hulk tepat di tempatnya akan mengebor semak belukar.


"Sakura ini akan terasa sangat sakit, apa kamu akan kuat menahannya?" tanya Fidel memastikan.


"Iya tuan" Sakura melebarkan tangannya dan bersiap menarik seprei yang di genggamnya, sebenarnya adegan ini dia lihat di drama-drama korea.


Hulk memasuki semak berlubang tersebut secara perlahan, sangat sempit dan sulit untuk di jangkau. Sakura mendesah.


"Jika terasa sangat sakit kamu boleh memanggil namaku"


"Baik, aahhhhhhh tuan Fidel" panggilnya lirih membuat Fidel menghentikan gerakannya.


"Sakura jangan memanggilku tuan, aku merasa seperti seorang majikan memperdayai asisten rumah tangganya" keluhnya.


"Maaf tuan" Fidel melanjutkan gerakan Hulk kembali.


"Ahhhhhhhh Dokter Fidel" baru saja mulai masuk sedikit, Fidel menghentikan Hulknya lagi.


"Jangan memanggilku dokter, aku merasa seperti menjadi dokter mesum" (Sebenarnya iya 😂😂)


"Maaf tuan" mereka berdua kembali melanjutkan.


"Ahhhhhhhh Manager Fidel" lagi-lagi Hulk terdiam.


"Sakura berhenti memanggilku dengan gelar, pekerjaan, jabatan, panggil namaku saja tanpa embel-embel yang lain!" ucapnya kesal.


"Maaf tuan, baik akan aku coba" Sakura memganggukan kepalanya dan bertekad.

__ADS_1


Kali ini Hulk tidak memberi ampun, dia mengeluarkan seluruh kekuatan yang di pendamnya selama 25 tahun dengan status perjaka, bagian kewanitaan Sakura mengeluarkan darah, dia memekik kesakitan.


"Akkhhh" lidahnya tak sanggup berbicara, dia hanya bisa mengaduh.


"Maafkan aku Sakura, apa rasanya sangat sakit?" tanya Fidel menjadi iba melihat wajah Sakura menahan kesakitan.


"Tak apa tuan, lebih baik tuan segera melanjutkannya" pintanya ingin menyudahi sakit ini.


Hulk kembali bergerak, maju dan mundur mengeluarkan ototnya, tempatnya bersarang ini sungguh nyaman dan hangat hingga ia ingin masuk lebih dalam dan dalam lagi. Tak ada suara rintihan sakit dari mulut Sakura, dia mulai menikmatinya, sensasi pertama kali dalam dirinya.


Keduanya mengerang sama-sama mengeluarkan suara desau, hingga Hulk yang gagah perkasa itu muntah karena lama-lama pusing melakukan banyak gerakan keluar masuk lubang.


Fidel menelungkupkan wajahnya di bahu Sakura, keduanya mengeluarkan keringat.


Setelah beberapa menit, Fidel kemudian mengangkat tubuhnya dan memandang wajah Sakura yang tertidur.


"Dia pasti merasa sangat lelah" di ambilnya selimut dan di tutupinya tubuh gadis itu.


Fidel berdiri dan memandang prajuritnya yang terkulai lemas, ada beberapa bercak darah yang menempel padanya. Ia memutuskan untuk membersihkan diri. Di dalam kamar Sakura tidak ada kamar mandinya jadi dia harus mengenakan celana menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.


Fidel keluar dari kamar Sakura dan berjalan menuju kamarnya.


Nun jauh dari sana, ada seseorang yang sedang memperhatikan aktifitas adiknya dari dalam layar ponselnya.


"Wah kenapa tengah malam begini dia baru keluar dari kamar Sakura dan kenapa hanya memakai celana, sepertinya malam ini terasa panas di sana. Akhirnya mereka membuka baju dan tidur bersama sebentar, aku tahu apa yang sudah kau lakukan wahai adikku. Hahahaha" Cakra tertawa puas di atas ranjangnya namun tiba-tiba seseorang menutup mulutnya yang menganga.


"Jangan berisik atau konsol game itu tidak akan pernah aku kembalikan!" ancam Gayatri yang merasa tidurnya terganggu.


Pagi harinya, bunyi alarm berdering kencang Fidel segera menekan tombol untuk mematikannya, ia mengerjapkan matanya.


"Rupanya sudah pagi" Fidel ternyata tidak tidur semalaman, ia memikirkan perbuatannya pada Sakura.


Fidel berdiri memasuki kamar mandinya dan hanya menggosok gigi serta mencuci muka. Ia menyambar setelan jas yang tergantung di dalam lemari dan memakainya.


Kini ia berjalan menuju dapur, sepertinya Sakura tidak ada di sana, meja makan masih kosong belum tersedia apa pun biasanya gadis tersebut sudah menyiapkan sarapan saat Fidel terbangun.


"Mungkin dia masih tidur, apa kejadian semalam membuatnya sangat pulas? memang sih berhubungan intim untuk wanita yang mengeluarkan orgas*e meningkatkan rasa kantuknya. Akkkhhhh" Fidel memijat dahinya, ia lah yang membuat Sakura seperti itu.


Akhirnya Fidel memutuskan untuk membangunkan Sakura karena dia juga harus bersekolah. Kebetulan kamar Sakura tidak di kuncinya hingga Fidel bebas masuk ke sana.


Di lihatnya Sakura yang masih memejamkan matanya, gadis itu sudah mengenakan pakaian padahal semalam saat Fidel meninggalkannya dia hanya tertutupi selimut. Kali ini Sakura mengenakan pakaian tidur yang terbuka, yang hanya memakai seutas tali untuk menyanggahnya.


Melihat Sakura dalam keadaan seperti itu ada sesuatu yang kembali berdiri.


"Ya ampun Hulk tenang jangan bertempur dulu, nanti pusing dan muntah lagi, amunisinya belum terisi penuh" Fidel menghentak-hentakan kakinya menahan sesuatu.


"Ehmm tuan" Sakura membuka matanya setelah mendengar bunyi hentakan kaki.


"Maaf membangunkanmu Sakura"

__ADS_1


"Ah" Sakura mencoba untuk duduk namun dia merasakan sakit pada kepalanya.


"Kenapa? apa kamu sakit?" tanyanya panik, Fidel memegang dahi Sakura. "Badanmu hangat, kamu demam"


"Aku tidak apa-apa tuan, aku baik-baik saja"


"Kamu tidak dalam keadaan baik, aku akan membuatkan bubur dan mengambilkan obat untukmu" Fidel keluar dari kamar Sakura menuju dapur, segera ia memasakan bubur dan membawakan obat penurun demam untuk Sakura.


"Ini makan dan minumlah obatnya" Fidel menaruh mangkuk bubur dan obat di atas nakas.


"Iya nanti aku akan memakannya tuan sebaiknya tuan segera pergi bekerja, ini sudah siang tuan bisa terlambat"


Hari ini Fidel harus menghadiri rapat penting bersama petinggi perusahaan, ia memang tidak bisa mangkir dari rapat tersebut dan terpaksa harus meninggalkan Sakura yang sedang sakit.


"Aku minta maaf padamu karena tidak bisa menemanimu hari ini Sakura" ucapnya penuh sesal.


"Tak apa tuan aku hanya demam biasa sebentar lagi akan sembuh" Sakura meyakinkan dengan senyumnya yang terpaksa.


"Berjanjilah jika kamu merasa belum baikan kamu harus menelponku cepat"


"Baik tuan"


"Aku pergi dulu ya, ingat habiskan buburnya" Fidel mengelus rambut Sakura kemudian mencium keningnya.


Pemuda itu melangkah dan menutupkan pintu kamar gadisnya. Sakura hanya bisa termenung mendapatkan perlakuan hangat tuannya.


***


Fidel telah berada di aula rapat, ia duduk berdampingan dengan sang kakak. Seperti biasa paman Alex sedang menyampaikan wejangannya.


Cakra mendekatkan wajahnya di telinga Fidel dan berbisik.


"Ada apa dengan wajahmu yang kusut?" Mata Fidel seperti mata panda, hitam. Juga hari ini dia cukup tidak bergairah dan pendiam.


"Aku habis bergadang kak" Cakra tersenyum menyeringai.


"JADI KALI INI ADIK KESAYANGANKU BENAR-BENAR SUDAH KEHILANGAN KEPERJAKAANNYA?" teriaknya puas memberi pengumuman.


Fidel membelalakan matanya kemudian memutar kepalanya mengarah pada Cakra.


"Kak kau ini sengaja ya! lagipula akkkhh!!" Fidel membuang napasnya kasar. "Cepat katakan dimana lagi kau memasang kamera pengintai itu?"


Cakra hanya tertawa renyah, setelah semalaman menahannya.


***


To be Continued


Semangatin authornya ya

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan Vote nya 💕


__ADS_2