My Slave Beauty

My Slave Beauty
Ajari Aku


__ADS_3

"Tu-tunggu Sakura" gadis itu tanpa basa basi menarik wajah Fidel mendekatkan wajahnya dan memajukan bibirnya.


"Kyaaa Sakuraaaaa" teriaknya sudah terlambat, sakura mencium bibir Fidel pelan. Bibir mereka bersentuhan tetapi tak ada aktifitas panas melebihi daripada itu, Fidel membulatkan matanya, wajah Sakura begitu dekat dengannya, mata gadis itu terpejam menikmati meski hanya sekedar sentuhan.


Lama kelamaan Fidel pun ikut menutup kedua matanya, sedikit demi sedikit ia mencoba membuka mulutnya ingin menciun bibir Sakura lebih dalam tapi bibir itu sudah tak di rasanya lagi, Fidel mencari di mana benda tipis yang menempel pada bibirnya tadi kemudian ia pun membuka mata, Sakura sudah duduk agak menjauh darinya. Berarti tadi Fidel hanya memainkan mulutnya sendiri, tangan Fidel seperti akan jatuh, ia salah tingkah.


"Ekhem" Fidel berpura-pura batuk padahal tenggorokannya tidak gatal.


"Ternyata ciuman itu tidak enak ya tuan, aku tidak mengerti kenapa orang lain suka melakukannya"


"Itu karena kamu menjauh sebelum aku memainkan lidahku Sakura" umpat Fidel dalam hati.


"Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?"


"Tadi saat kita melakukannya tidak ada rasanya, hanya menggabungkan bibir begitu saja, rasanya hambar"


"Awalnya saja seperti itu setelah sedikit melakukan penggabungan isi mulut baru akan terasa. . terasa nikmat atau terasa panas ya?" Fidel meracau dalam hati, sejujurnya ia juga belum pernah berciuman dengan gaya yang melebihi kecupan.


Bukannya Fidel belum pernah berpacaran, hanya saja kebanyakan wanita yang berkencan dengannya pergi meninggalkannya begitu saja, ada yang merasa bosan karena Fidel kaku dan belajar terus menerus, ada juga yang berselingkuh di belakang Fidel, ada juga hanya mempermainkan perasaannya. Setelah mengalami beberapa kali kasus di tinggalkan ia kemudian malas untuk menjalin hubungan dengan wanita lagi.


"Mungkin seharusnya kita agak lama melakukannya Sakura" tiba-tiba saja perkataan itu terlontar dari mulut Fidel, dengan refleks ia menutup kedua mulutnya.


"Ada apa denganku? kenapa aku memintanya berciuman lagi?"


Sakura memandang Fidel dengan wajah polosnya seolah tak mengerti.


"Eh bu-bukan begitu maksudku, aku meminta waktu. Ya waktu, kita baru saja saling mengenal Sakura, biasanya berciuman itu di lakukan oleh orang yang saling mencintai, sedangkan kita tidak memiliki perasaan cinta satu sama lain, meski jika umurmu sudah mencapai 17 tahun dan menurut peraturan aku nanti boleh menyentuhmu, aku rasa aku tidak sembarang akan melakukannya, kita harus lebih dekat untuk bisa itu" Fidel membenturkan kedua telunjuknya.

__ADS_1


"Apa sih yang aku katakan!!" suasana hati fidel semakin kacau.


"Aku tidak mengerti maksud tuan" jawabnya polos. Mendengar hal itu entah kenapa Fidel merasa tenang.


"Syukurlah jika kamu tidak mengerti, aku saja tidak tahu maksud dari apa yang aku katakan tadi"


"Lebih baik sekarang kita pulang, ini sudah sore" Fidel mulai berdiri.


"Apa tuan ahli dalam berciuman?" tanya Sakura penasaran.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" wajah Fidel merah seperti tomat.


"Kalau tuan ahli melakukannya tolong ajari aku" rengeknya.


"Kamu ini ada-ada saja Sakura, bukannya memintaku mengajarimu pelajaran sekolah malah minta di ajari berciuman" Fidel mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Sakura, ia pergi sebenarnya karena malu, ia saja belum pernah berciuman panas bagaimana bisa mengajari Sakura.


"Tidak Sakura aku tidak bisa mengajarimu"


"Ayolah tuan, ajari aku dan kita lakukan sekarang saja" rengeknya mengikuti Fidel hingga masuk ke dalam mobil, drama permintaan aneh Sakura pun tak berhenti sampai di situ, sepanjang jalan tadi gadis itu pun terus mengoceh hingga mereka tiba di rumah dan berakhir saat Fidel menutup pintu kamarnya.


"Yah tuan kenapa pintu kamarnya di kunci, biarkan aku masuk, aku mau di ajari ciuman oleh tuan" Sakura mengetuk pintu kamar Fidel cukup kuat, Fidel mendiamkannya tetapi Sakura benar-benar pantang menyerah dan tak mau pergi dari depan pintu kamar Fidel. Sakura mengetuk pintu terus menerus sambil berteriak.


Kesabaran Fidel habis, ia menjambak rambutnya kemudian membuang tangannya kasar, pemuda itu membuka kunci kamarnya dan menarik tangan Sakura mendorongnya jatuh ke atas ranjang.


Tubuh Sakura terhempas cukup keras, Fidel menindih Sakura dan memandang wajahnya dengan sorotan mata tajam dan lekat.


"Kamu benar-benar keras kepala Sakura, kamu tidak takut aku melakukan hal lebih dari sekedar menciummu?" tantangnya.

__ADS_1


Sakura hanya terdiam dan sedikit syok.


"Kamu benar-benar menguji kesabaranku! jangan salahkan aku dan jangan menangis" Fidel mencium bibir Sakura kasar, ia melum*tnya membiarkan salivanya bermain-main di rongga mulut Sakura, gadis itu membelalakan matanya tak menyangka Fidel akan memaksanya, ia mendorong tubuh Fidel tetapi kekuatannya lemah, dia hanya bisa pasrah, Fidel menciuminya seperti memburu membuat Sakura hampir kehabisan napas, namun permainan Fidel semakin lama semakin lembut, yang awalnya terasa menyakitkan dan sesak berubah menjadi nikmat.


Sakura sekarang mengerti, ia mulai memejamkan matanya dan mengikuti permainan, dia tak kalah pintarnya dengan Fidel kini ialah yang mendominasi. Pemuda itu menyadarinya, Sakura merespon dan membalasnya.


Tubuh mereka semakin panas, tangan Fidel mulai merayap menarik sedikit pakaian pada bahu Sakura. Sepasang pemuda pemudi ini di selimuti oleh nafsu yang memuncak, namun tiba-tiba. .


Ceklek


Pintu kamar Fidel terbuka.


"Upppppsss Sorry, lanjutkan" Cakra yang tadinya membuka pintu dan menemukan dua sejoli yang sedang bertindihan itupun memundurkan kakinya pelan dan menutup pintunya kembali tanpa dosa.


"Arrrrggghhh kakaaaaakkk!!!" Teriak Fidel, ia tak bisa melanjutkan permainannya tadi.


Cakra hanya bisa tertawa puas di depan kamar Fidel.


"Runtuh sudah pertahananmu adikku"


***


Ganggu aja nih kakak ga ada ahlak 😂😂


Lanjut ga nih?


Kalau mau lanjut jangan lupa like komen dan votenya ya. Terima kasih 💕

__ADS_1


__ADS_2