
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Sakura memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi Fidel, ia khawatir mungkinkah terjadi sesuatu yang buruk di dalam sana, sebelum terlambat Sakura memilih untuk memeriksa keadaan.
Tok tok tok
Sakura mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali, cukup lama hingga akhirnya Fidel menjawabnya.
"Ada apa Sakura?" teriaknya cukup keras, Fidel tak membukakan pintu kamar mandinya.
"Kak Fidel apa baik-baik saja?" tanya Sakura penasaran, ia bernapas lega ketika mendengar teriakan kekasihnya.
"Ya aku baik-baik saja" jawabnya masih dengan nada meninggi.
"Lalu apa yang sedang kak Fidel lakukan, kenapa mandinya lama sekali?"
"Aku sedang memakai sabun Sakura, tidak usah menungguku lebih baik kamu cepat bersiap dan mandi"
"Iya kak" Sakura melangkahkan kakinya dan menurut, ia berjalan keluar meski sedikit bingung.
"Sudah 30 menit berlalu masih sabunan? kotoran di tubuhnya sebanyak apa? apa dia menggosok tubuhnya sampai mengkilap?" gumamnya berbicara sendiri menuju kamarnya.
Tak lama kemudian Fidel keluar dari dalam ruang kebersihannya, mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya dan salah satu handuknya dia pakai untuk mengeringkan rambutnya.
"Jadi sekalian niat mandi basah eh mandi memang basah" Fidel segera berjalan menuju lemarinya dan mencari pakaian yang akan di kenakannya.
Setelah menyemprotkan parfum Fidel kemudian menghampiri Sakura, gadis itu mandi dengan sangat cepat sehingga lama waktu Fidel memilih pakaian dan Sakura membersihkan diri selesai bersamaan.
Gadis itu menunggunya di depan pintu setelah mengetuknya beberapa kali, Fidel cukup terkejut, gadis yang di pacarinya ini selalu terlihat cantik memakai pakaian apa pun dan berdandan meski hanya dengan polesan sederhana tetapi tetap terlihat menawan.
"Kamu tadi mandi bebek ya?" tanya Fidel mengingat kecepatan waktu Sakura mempersiapkan diri.
"Bebeb kak bukan bebek" Jawabnya membuat Fidel mendengus membuang napasnya.
"Bukan bebeb atau bebek itu maksudku kamu mandi asal-asalan, pakai sabun tidak? memakai sampo tidak?" entah mengapa Fidel curiga.
"Pakai kok, ini wangi sabunnya dan rambutku juga basah, lihat" Sakura mencium aroma lengannya kemudian menyodorkannya pada Fidel kemudian ia juga memegangi rambutnya yang basah. "Yang aneh itu kak Fidel kenapa mandinya lama sekali"
"Lama? sebentar kok"
"Tadi kak Fidel mandi lebih dari 30 menit"
"Benarkah? urusan laki-laki memang tidak semudah itu di tuntaskan"
"Apa? urusan laki-laki? maksudnya?" Sakura tak mengerti.
__ADS_1
"Sudah tidak usah di bahas, kamu seorang perempuan mana bisa mengerti. Sebaiknya kita segera berangkat ini sudah mulai sore" Fidel menarik tangan Sakura mengajaknya menuju mobil yang terparkir di depan pintu utama rumahnya.
Mereka segera menaiki mobil tersebut dan tiba di sebuah mall dalam sekejap, letaknya memang tidak jauh dari rumah Fidel.
"Taraaaaa, kita akan berkencan di mall layaknya pasangan muda mudi pada umumnya, kamu pasti belum pernah ke sini kan?" tebak Fidel saat berada di depan lobi.
"Waaahhhh besar ya kak, aku sih hanya melihatnya ketika lewat saja tapi memang belum pernah masuk ke dalamnya"
"Yesss!! tebakanku benar. Kalau begitu aku adalah orang pertama yang mengajakmu jalan-jalan ke sini" Sakura menganggukan kepalanya. "Tidak usah buang-buang waktu, ayo aku akan jadi guide untuk rekreasi mallmu sekaligus teman kencanmu" Fidel memegang tangan Sakura dengan bangganya membawanya ke dalam dan berkeliling.
Sakura menganga melihat banyaknya berbagai macam toko, mulai dari toko pakaian, mainan, aksesoris, tas, sepatu, barang-barang elektronik, alat-alat rumah tangga dan lain-lain.
"Nah sekarang aku akan mengajakmu menonton bioskop, kamu belum pernah juga kan?" tanya Fidel lagi, hari ini dia banyak berbicara dan sedikit cerewet menjelaskan ini itu pada Sakura, dia ingin memperkenalkan Sakura pada dunia yang banyak orang lakukan, setelah bebas dari jeratan Stella dan Satrio, meski untuk pertama kalinya Sakura kemari ia dapat bersikap normal, tidak berlebihan, ya mungkin hanya mulutnya sedikit menganga ketika melihat sesuatu yang baru di temuinya, Fidel pun memaklumi sikapnya tersebut.
"Sakura saat menonton bioskop nanti kamu jangan panik ya, tidak usah terkejut juga saat lampu di matikan dan suasananya menjadi gelap, karena nanti akan di putar sebuah film menarik dan keadaannya tidak akan terlalu gelap setelahnya, jika kamu merasa takut saat menonton film horor ini kamu boleh memelukku atau memegang tanganku, aku secara sukarela akan menenangkanmu dan menemani hingga film horor itu selesai di putar, jadi kamu mengerti kan?" tanya Fidel menjelaskan sambil berjalan namun tak ada jawaban dari gadis yang di ajaknya berbicara.
"Sakura kamu mengerti?" Fidel memutar tubuhnya, bertanya pada Sakura penuh dengan penekanan, ternyata gadis tersebut tidak ada di belakangnya alias hilang.
Fidel mengedarkan pandangan kemudian dia berjalan menyusuri jalan yang tadi di lewatinya.
"Hahhhh kamu kemana Sakura, masa sudah besar hilang di mall. Aku seharusnya menggandeng tangannya tadi" Fidel berjalan cukup jauh memutar jalannya kembali namun matanya berhenti ketika melihat sebuah punggung gadis cantik yang memakai mini dress berwarna hitam, Fidel berjalan menghampirinya.
"Sa. ." belum sempat Fidel meneruskan panggilannya dia terdiam, dari jauh dia dapat melihat dua orang laki-laki memperhatikan Sakura, mereka nampaknya memuji kecantikan alami Sakura dan berusaha mendekatinya.
Fidel berlari cukup kencang sebelum akhirnya mereka sampai mendekati kekasihnya.
"Kak Fidel kenapa berteriak dan napasnya terengah-engah?" tanya Sakura polos.
Dua orang lelaki tadi mengurungkan niatnya dan pergi menjauhi Fidel dan Sakura.
"Aku mencarimu kemana-mana rupanya kamu berada di sini, kamu sedang apa? aku berjalan tadi sudah sampai sana" tunjuk Fidel pada arah bioskop.
"Oh maaf kak, aku tadi tidak bilang padamu, aku terpana melihat ini" tunjuk Sakura pada gerai penjual eskrim dan memasang wajah memelasnya.
"Jadi kamu bahkan membiarkanku berjalan sendiri dan berbicara sendirian hanya karena sebuah cup eskrim?" Sakura menganggukan kepalanya sambil menggigit jari telunjuknya. Fidel melepas topi yang dikenakannya dan menjambak rambutnya, cukup kesal.
(Gambar hanya pemanis)
"Maaf" lirihnya pelan.
"Lalu kenapa tidak beli?" Fidel tak melihat Sakura memegang cup eskrim meski cukup lama ia berdiri di depan gerainya. Sakura menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku tidak membawa uang" jawabnya lagi polos.
"Kenapa tidak bilang kepadaku" Fidel merutuki keluguan kekasihnya, mana mungkin Sakura bisa memakan eskrimnya jika tidak punya uang dan hanya diam saja, jika ia berdiri sampai malam pun di sana eskrim tersebut tidak mungkin ia dapat kalau tidak memanggil dan meminta Fidel membelikannya.
"Tunggu sebentar aku akan belikan" Fidel berjalan menuju gerai tersebut dan kembali dengan membawa satu cap eskrim dengan rasa vanilla. Fidel memberikanya pada Sakura, raut wajahnya langsung berubah sumringah bak habis menang lotre padahal hanya satu cup kecil eskrim.
"Terima kasih kak Fidel" ucapnya sambil tersenyum dan menyendokkan eskrim tersebut ke dalam mulutnya.
Sakura memakan eskrim dengan gembira, orang-orang yang berlalu lalang melewati mereka memperhatikannya, raut wajahnya yang menggemaskan, Sakura bak seorang brand ambasador eksrim kenamaan yang sedang syuting.
Orang-orang pun berbisik memuji kecantikannya, pujian tersebut terdengar di telinga Fidel hanya saja dia tak suka ketika laki-laki muda lain yang memperhatikan gadisnya.
Fidel melepas cardigan tipis dan topi yang dikenakannya, dia memakaikannya pada Sakura.
Sakura yang sedang memakan eskrim pun mendongak memandang Fidel penuh keheranan.
"Pakai saja, aku tidak suka kamu menjadi pusat perhatian orang banyak" lirihnya mulai posesif.
Sakura mengedarkan pandanganya, ia kemudian sadar memang orang-orang memperhatikannya. Ia kemudian menundukkan wajahnya, eskrim yang sedang di makannya teroles di atas bibirnya.
"Haaiiisssh kamu ini seperti anak-anak saja, makan eskrim bisa belepotan" Fidel memegang dagu Sakura dan mengangkatnya, ia melihat cairan putih itu di atas sudut bibirnya.
Sakura mengangkat tangannya berusaha menyekanya.
"Tunggu, biar aku saja yang bersihkan sekaligus membuktikan pada laki-laki yang melihatmu bahwa kamu itu milikku" Fidel mendekatkan wajahnya, dia mencium dan menjilat sisa eskrim di wajah Sakura.
Sakura membulatkan matanya terkejut dengan sikap Fidel, begitu pun orang di sekitarnya, ada yang kecewa, ada yang terpesona melihat kemesraan mereka dan beberapa mendokumentasikan perlakuan Fidel dengan ponsel pintar miliknya.
"Sudah" Fidel menjauhkan wajahnya ketika ia rasa eskrim tersebut tak lagi bersisa di wajah calon istrinya.
"Kak Fidel"
"Kenapa? ini jawaban mutlak bagi laki-laki lain yang berharap bisa mendekatimu, hanya aku satu-satunya pria yang pantas bersanding denganmu, nah sekarang ayo kita nonton" Fidel merangkul bahu Sakura dan mengajak berjalan menuju bioskop.
***
Jauh dari tempat Fidel berada, sang kakak yang sedang bermain sosial media pun melihat beberapa upload foto yang sedang viral.
Cakra tertawa cukup renyah, melihat ramainya komentar pada sebuah foto yang memperlihatkan adiknya mencium bibir Sakura di sebuah pusat perbelanjaan.
"Semenjak kehilangan keperjakaannya aku rasa dia bertambah gila" pungkasnya, dia pun mengetikkan komentar atas nama akun sosial media miliknya yaitu @Perjaka_tingting_idaman (Yang punya IG silahkan di follow🤣🤣 Kidding 😁)
__ADS_1
"Uh so sweet 😘"
Tulisnya pada sebuah foto yang sedang viral tersebut.