
Satu minggu kemudian, keadaan Fidel telah membaik, ia sudah beraktifitas seperti biasa hanya saja tentu tidak melakukan hal-hal berat yang di beritahukan dokter kepadanya.
Fidel meletakkan jas putih kebanggaannya di atas ranjang, ia menjatuhkan dirinya perlahan, merebahkan tubuh lalu menutup kedua matanya, tangannya berada di atas dahi, ia mencoba meresapi betapa banyak pekerjaan yang sudah ia lakukan minggu ini, saking sibuknya ia harus berangkat pagi dan pulang tengah malam, Fidel bahkan hanya bertemu dan mengobrol dengan Sakura di pagi hari. Saat ia pulang gadis kesayangannya itu sudah terlelap tidur, Fidel tak ingin mengganggunya.
"Padahal aku dan dia sudah resmi berpacaran, bahkan aku sudah melamarnya tetapi justru waktuku sekarang ini begitu sedikit untuknya, hhhaaaahhh" Fidel menghela napasnya panjang. "Aku merindukannya"
Tok tok tok
Suara pintu kamarnya di ketuk, Fidel segera beranjak bangun, tentu gadis yang di rindukannyalah yang datang ingin menemuinya.
Fidel membuka pintu, gadis berambut panjang tersebut berdiri tepat di depannya.
"Kamu belum tidur?" tanya Fidel.
"Belum, kenapa tuan tidak membangunkanku jika tuan sudah pulang?" tanya balik Sakura, entah mengapa dia merasa gugup.
"Aku tidak ingin mengganggu tidur pulasmu" mereka berhadapan namun sama-sama tak bisa saling memandang terlalu lama.
"Ehhhmmm tuan aku ingin meminta ijin"
"Ijin? untuk apa?" tanya Fidel penasaran.
"Besok sekolah mengadakan kegiatan kemah, menginap satu malam, bolehlah aku mengikutinya?" ucap Sakura ragu, dia ingin sekali mengikuti kegiatan tersebut, dia belum pernah merasakan kemah bersama teman-teman sebayanya.
Fidel nampak diam dan berpikir.
"Sebelum berangkat aku akan memasak, membereskan rumah, sehingga saat aku pergi nanti aku bisa menjamin rumah dalam keadaan rapi tuan, aku juga sudah mencuci dan menggosok pakaian" jelasnya tak melupakan tugas, Fidel menjadi tersenyum mendengarnya.
"Kamu boleh mengikutinya, lagipula tidak membereskan rumah saat kamu pergi pun tak apa Sakura, aku bisa mengurus diriku sendiri dan juga mengurus rumah"
Seulas senyum tersungging dari bibir mungil Sakura.
"Terima kasih tuan" ucapnya membungkukan badan.
"Sama-sama" Kini mereka kembali terdiam selama beberapa detik, Fidel menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku, tuan beristirahatlah" ucap Sakura membalikkan tubuhnya dan mulai beranjak pergi.
"Tunggu Sakura" Fidel memegangi tangan Sakura menahannya tak meneruskan langkah kakinya.
__ADS_1
"Iya tuan ada apa?"
"Bi-bisakah malam ini kita tidur bersama? maksudku hanya tidur dalam satu ranjang, aku tidak akan mengganggumu atau menyentuhmu, aku janji" Fidel mengangkat dua jarinya sebagai tanda keseriusannya.
"Baiklah" rona merah menyembur di pipinya, tak menyia-nyiakan kesempatan Fidel langsung menarik tangan Sakura membawanya ke kamar.
Tanpa ragu keduanya sama-sama merebahkan diri tidur bersampingan dan membalut tubuhnya memakai selimut yang sama. Fidel dan Sakura memandang langit-langit kamar, fikirannya menerawang mungkinkah malam ini terjadi sesuatu atau mereka hanya akan tidur saja.
"Emmm tuan apa pinggul tuan sekarang baik-baik saja?" suara Sakura memecah keheningan.
"Sudah lebih baik, hanya jika kelelahan masih terasa sakit. Ada apa?" Fidel menolehkan wajahnya memandang Sakura.
"Tidak apa-apa, hanya jika tuan membutuhkan sesuatu katakan saja padaku"
"Sakura" panggilnya lembut kini Fidel memiring tubuhnya menghadap gadis tersebut.
"Iya tuan"
"Bukankah kita ini sudah resmi menjalin hubungan?" Sakura menganggukan kepalanya.
"Lalu kenapa kamu masih memanggilku dengan sebutan tuan? rasanya sangat aneh"
"Maaf jika membuat tuan menjadi tidak nyaman"
"Ganti panggilan? dengan panggilan apa?" Sakura tak ingin menoleh kepada Fidel, jantungnya berdetak kencang sedari tadi.
"Bagaimana jika kamu memanggilku beb, sayang atau honey?" Sakura terkikik mendengarnya, rasanya panggilan itu sangat kaku, dia sendiri belum pernah memanggil seorang pria dengan sebutan itu.
"Kenapa malah tertawa? apa panggilan itu menurutmu sangat lucu?" dengus Fidel kesal, ia menganggap Sakura tidak setuju.
"Maaf, bukan begitu tuan. Aku hanya tidak terbiasa memanggil tuan begitu"
"Lalu sekarang pilihlah kamu akan memanggilku dengan panggilan yang mana?" Fidel semakin mendekatkan tubuh dan wajahnya, dekat sekali dengan Sakura hanya berjarak beberapa senti saja.
"Eemmmm yang mana ya?" Sakura nampak berpikir dalam, dia bingung harus memutuskan panggilan kesayangan mereka.
"Cepat Sakura, kenapa memutuskan panggilan saja begitu lama" keluh Fidel tak sabar.
"Aku benar-benar bingung tuan, bagaimana jika aku memanggil tuan dengan sebutan 'kak'? aku sungguh belum terbiasa memanggil seorang pria dengan panggilan mesra"
__ADS_1
"Haaahhh terserahlah" Fidel sebenarnya kecewa hanya saja ia tak mau memaksanya. Ia membalikkan tubuhnya kini memunggungi Sakura.
"Apa tuan marah?"
"Tidak" jawabnya singkat. Sakura dapat merasakan sikap yang berbeda dari jawaban Fidel, dia mendekat dan melingkarkan tangannya di tubuh kekar kekasihnya.
"Maafkan aku be-bebeb" lirihnya di telinga Fidel membuat pria tersebut merinding sekaligus terkekeh.
"Kamu mengucapnya dengan terpaksa ya? kedengarannya sangat kaku" Fidel memutar kembali tubuhnya menghadap Sakura dan memeluknya. "Tahukah kamu bahwa aku sangat merindukanmu, selama beberapa hari ini bisa bertemu denganmu hanya beberapa jam saja padahal kita berada dalam satu rumah itu terasa sangat menyakitkan" Fidel mengelus punggung Sakura pelan, mencium dahinya kemudian mengeratkan pelukannya, merasai aroma parfum bayi yang tercium dari tubuh gadis pemilik hatinya.
"Aku juga sangat merindukan tuan eh maksudku be-bebek upppsss be-bebeb" Fidel tertawa pelan.
"Kalau belum bisa memanggilku dengan sebutan itu tidak perlu di paksakan, aku tidak peduli kamu mau memanggilku apa, asal jangan memanggilku lagi dengan sebutan tuan"
"Terima kasih atas pengertiannya bebek"
"Hahahaha, tuh kan bebek lagi. Aku bukan binatang ternak Sakura" Fidel tak dapat menahan tawanya.
"Maaf lidahku terpeleset kurang lancar menyebut bebeb"
"Itu bisa?"
"Itu kan contoh"
"Wah kamu ternyata bisa melawak juga Sakura"
"Hihihi, aku melihatnya di OVJ tuan"
"Ya sering-seringlah menonton acara komedi, siapa tahu kamu bisa menjadi pelawak tapi pelawak paling cantik"
"Tuan gombal"
"Tuan lagi" Fidel mendengus mendengar panggilan itu kembali.
"Maaf bebek"
"Hhhaahhh bebek lagi"
"Kalau begitu maaf sayang" Fidel tersenyum semakin mengeratkan tangannya di pinggang gadis yang di cintainya. Mereka memutuskan untuk tidur dan memejamkan mata.
__ADS_1
"Kalau di ibaratkan peternak, aku itu ternak ular, jenisnya ular kasur. Hahahaha sangat lincah dan berbisa. Wwwuuuussshhhh (Suara ular kasur tersebut)"
Tidak usah di bayangkan ya teman-teman jenis ular terbaru yang Fidel sebutkan tadi. 🤣🤣