
Cakra mendudukkan dirinya di samping Gayatri, kini Fidel sedang di suapi oleh Sakura. Pasangan suami istri yang melihat pemandangan langka adiknya bermanja dengan perempuan tersebut tak dapat berhenti menyunggingkan senyuman.
"Seperti kita dulu ya" bisik Cakra di telinga istrinya.
"Iya Fidel sama manjanya denganmu ingin selalu di layani" Gayatri sedang mengupas buah jeruk dan menyuapinya pada Cakra, dia tidak mau kalah mesra dengan adiknya. Cakra tertawa sambil mengunyah jeruknya.
Braaakkk
"Astaga diapet!!!" latah Fidel terkejut mendengar pintu ruangannya di dorong dengan keras, Fidel mengusap dadanya pelan.
Sedangkan yang lain sama terkejutnya hanya saja tidak punya kebiasaan latah seperti Fidel.
"Anakku yang tampan bagaimana keadaanmu? mana penjahat itu mana!!" ibu berlari masuk ke dalam, kebiasaan membanting pintu ibu sama dengan kebiasaan yang Cakra suka lakukan, gen ibu lebih besar mengalir dalam darah Cakra. Ibu mengedarkan pandangannya mencari seseorang.
"Penjahatnya sudah di penjara bu" timpal Cakra yang sedikit bingung memandang ibunya yang panik.
"Syukurlah" ibu menarik napas lega. "Lalu bagaimana keadaanmu nak?" tanya ibu mendekati Fidel, Sakura beranjak menggeser tubuhnya. Ibu memegang dagu Fidel membolak balikkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, lalu menghambur memeluknya. "Anak ibu kasihan sekali keadaanmu nak"
"Aduh ibu jangan memelukku, tubuhku sakit!!" merontanya meminta ibu melepaskan pelukannya.
"Mana yang sakit mana?" tanyanya lebih panik.
"Itunya Fidel sakit bu" ucap Cakra sambil tertawa melihat tingkah laku ibu dan adiknya.
"Itu apa maksudmu Cakra?"
Cakra berdiri dari duduknya dan mendekat pada ibunya.
"Maaf bu aku harus memberikan berita duka cita, Fidel tidak bisa begini-begini lagi bu" Cakra memaju mundurkan pinggangnya ke depan dan ke belakang 'Lagi'.
"Apa!!!" ibu menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Maksudmu Fidel impoten, sungguh malang nasibmu Fidel"
"Haaiiissshhh ibu jangan mendengarkan ucapan kakak, dia ini!!" Fidel membuang wajahnya tak habis pikir dengan ucapan kakaknya. Sedangkan sang kakak hanya bisa tertawa terbahak-bahak, senang melihat kesalah pahaman ini.
"Dimana penjahat itu sekarang? ibu akan membalaskan dendam karena telah membuat anak ibu menjadi begini!!" Ibu mengepalkan tangannya kesal.
__ADS_1
"Bu ini tidak seperti yang kakak bilang, aku baik-baik saja" kilah Fidel berusaha menjelaskan.
"Memangnya ibu mau membalaskan dendam seperti apa?" tanya Cakra penasaran.
"Ibu akan mensunat penjahat itu!! ibu potong, ibu habiskan! biarlah ibu kebiri sekalian!"
Cakra semakin tak kuasa menahan tawanya. Sakura dan Gayatri tak dapat berbuat apa-apa, hanya bisa memandang keluarga kaya raya nan aneh ini.
"Bu, kakak berlebihan mengatakannya pada ibu. Aku tidak impoten bu, aku baik-baik saja hanya tidak boleh banyak bergerak"
"Sementara dia harus berhati-hati dengan pinggangnya bu, termasuk selama beberapa bulan ini dia tidak boleh menggunakan keperkasaannya" timpal Cakra lagi.
"Oh tak apa lah, kamu harus sabar menunggu sampai hari pernikahan tiba" ibu mengedarkan pandangannya mencari gadis yang di selamatkan putranya, dan dia baru tersadar ternyata sedari tadi Sakura berdiri di belakangnya.
"Sakura gadis cantik" ibu membaur memeluknya. "Tante sudah mendengar cerita tentangmu dari Cakra, kamu gadis yang kuat, pasti hari-hari kemarin terasa berat, syukurlah sekarang kamu bebas" ibu mengusap rambut panjang Sakura.
Seketika perasaan Sakura menjadi hangat, sebelumnya ia belum pernah di peluk oleh seorang ibu, ia baru tahu rasanya, ternyata sangat menyenangkan dan damai.
Selama beberapa detik Sakura begitu menikmati pelukan ibu, ia memejamkan matanya.
"Aku tidak terluka sama sekali nyonya tante, ini semua berkat tuan Fidel yang telah menolongku"
"Yah anakku memang pemberani tetapi baru kali ini dia begitu nekat menyelamatkan nyawa seorang gadis" ibu tersenyum seolah mengerti alasan Fidel sangat memperjuangkan Sakura.
"Sakura kamu adalah anak yang baik, jangan pernah menganggap dirimu hanya seorang diri di dunia ini, ada Fidel, Cakra, Gayatri dan tante. Yang akan selalu siap menemanimu dan menolongmu, jika kamu kesulitan carilah kami, tidak perlu sungkan dan malu"
"Terima kasih banyak nyonya tante"
"Tante saja jangan memanggilku nyonya" ibu kembali memeluk Sakura menenangkan gadis tersebut.
Pemandangan ini meneduhkan mata mereka yang melihatnya, sedikit demi sedikit Sakura mulai merasa seperti memiliki keluarga.
"Oia ibu sudah memasak dan membawa banyak makanan lebih baik kita makan bersama" ucap ibu melepas pelukannya lagi.
"Kebetulan sekali bu, masakan rumah sakit tidak begitu enak, aku hanya ingin memakan masakan ibu. Sakura tolong ganti lauknya" pinta Fidel, Sakura segera beranjak menuruti permintaannya.
__ADS_1
Kini Sakura melanjutkan kembali kegiatannya yang tertunda, yaitu menyuapi Fidel. Sang kakak juga tak mau kalah, ia meminta Gayatri menyuapinya.
Ibu memandang ke kanan dan ke kiri, melihat kedua putranya yang sudah memiliki pendamping masing-masing, begitu manja dan mesra. Ibu bersyukur karena Cakra dan Fidel dapat menemukan gadis yang baik, meski bukan dari keluarga kaya dan dengan pendidikan yang tinggi. Ibu tak pernah mempermasalahkannya selama mereka saling mencintai dan mau saling menjaga.
"Tante dengar Fidel sudah melamarmu Sakura, apa kamu sudah memberikannya jawaban?" tanya ibu menyelidik.
Sejenak Sakura dan Fidel terdiam, keduanya menjadi canggung dan malu.
"Aku belum memberi tuan Fidel jawaban ta-tante" Sakura berusaha memanggilnya sesuai permintaan ibu.
"Jangan terlalu lama menggantungnya, tante mendukung rencana Fidel. Lagipula tante rasa kamu bisa menyembuhkan impotennya putra kesayangan tante"
Brusssshhh
Fidel menyemburkan nasi, lauk beserta kuahnya lengkap dari dalam mulutnya.
"Uhuk uhuk" Fidel tersedak, "Ibu aku kan sudah bilang aku tidak impoten!!" teriaknya sambil mengusap sisa nasi yang ada di dagunya. "Sakura tolong ambilkan aku air" pintanya lagi menunjuk gelas di atas nakas. Secepat kilat Sakura mengambilkannya.
"Apa kau yakin? tadi kakakmu bilang begitu" Cakra dan Gayatri mentertawakan ibunya yang tak mengerti padahal sudah di jelaskan tadi oleh Cakra.
"Kakak jelaskan lagi pada ibu!" ucap Fidel kesal lalu mengunyah makanan yang di sendokkan Sakura di depan mulutnya.
"Aku setuju dengan ibu, anak ibu harus di terapi oleh Sakura agar anunya kembali normal sebelum pernikahan"
"Terapi seperti apa?" tanya ibu polos membuat Cakra tertawa renyah, tapi kemudian ia juga tersedak karena terus tertawa.
"Uhuk uhuk, Gayatri air" pinta Cakra suaranya tertahan, istrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Iissshhh ibu sebaiknya jangan mendengarkan perkataan kakak, dia sudah gila!!"
"Ibu tak tahu saja betapa perkasanya anakmu ini bersama prajuritnya, menggali lobang, mengebor, membuat sarang lalu melumurinya dengan semen kental, hanya begitu saja mah gampang. Tunggu dulu, Hulk itu sebenarnya panglima perang atau kuli bangunan? aaakkh masa bodoh yang penting sudah pernah" gumamnya dalam hati membanggakan dirinya.
***
Terima kasih untuk yang selalu setia membaca cerita dari othor amatiran ini, semakin banyak komen yang positif, semakin membara semangat othor 😂😂
__ADS_1
Lanjut gak nih?