My Slave Beauty

My Slave Beauty
Avengers


__ADS_3

"Ahhhhh" Fidel mulai gelisah, nafsu birahi dalam dirinya berdesir. Ia menurunkan celana panjangnya lalu beralih mengecup bibir Sakura menenangkan diri, tetapi kecupan demi kecupan itu malah membuatnya semakin bernafsu. Tangannya bergerak melepas pengait bra milik kekasihnya, cukup sulit ternyata butuh waktu beberapa menit untuknya melakukannya akan tetapi masih juga belum terlepas, Fidel membalikkan tubuh Sakura ingin melihat pengait macam apa yang di pasang pada sebuah bra perempuan, apakah terdapat segel di dalamnya sehingga tidak mau terbuka?


"Iiisshhhh susah sekali" keluhnya menyerah, besi pengait tersebut sepertinya rusak, pikirnya atau butuh jurus tertentu untuk membukanya.


"Biar aku saja kak" Sakura mendudukan dirinya dan menekuk tangannya memegang pengait tersebut dan dengan mudah membukanya, Fidel tak bisa mengalihkan pandangannya, jantungnya berdebar ingin segera melihat dua bukit kecil milik gadis di depannya.


Belum selesai Sakura melepas kacamata kain yang menutup dadanya.


Drrtttt Ddrrtttt


Ponsel Fidel bergetar, ia meraihnya dari atas meja. Panggilan tersebut berasal dari Cakra, Fidel mengusap tombol hijau pada layar ponsel miliknya, ia memang tidak bisa mengacuhkan panggilan dari sang kakak.


"Halo kenapa kak?" tanyanya malas.


"Halo adikku kamu sedang apa?" suara Cakra.


"Aku sedang ingin bercinta!!" jawab Fidel geram.


"Hahahaha, pikiranmu itu kotor sekali, memikirkan percintaan terus menerus" Cakra malah mentertawakannya, dia menganggap Fidel hanya bercanda.


"Sudahlah, cepat katakan kenapa kakak menelponku?" Fidel ingin segera menyudahi sambungan telepon ini dan melanjutkan aktifitas panasnya.


"Ada yang ingin aku tanyakan" nada suara Cakra berubah datar terdengar serius.


"Ada apa kak? tanyakan saja padaku" Fidel menanggapinya sama, raut wajahnya berubah kini ia begitu penasaran perihal apa yang ingin sang kakak bicarakan.


"Kamu ini kan dokter, aku sedang mengalami sedikit masalah" jelas Cakra pelan menceritakan.


"Lalu?"


"Fidel apa kamu pernah merasakan sesuatu yang panas dan sedikit perih, lalu dari dalam tubuhmu mengeluarkan sesuatu terus menerus membuat tubuhmu menjadi lemah dan lemas hingga hampir tak berdaya" Fidel mulai berpikir mencerna pertanyaan sang kakak.


"Sakitnya di bagian mana? dan to the point saja, kakak sakit apa?"

__ADS_1


"Aku sudah menceritakan gejalanya kepadamu, kamulah yang harus menyimpulkan aku sakit apa?"


"Sebentar sesuatu yang keluar dari dalam tubuhmu terus menerus itu apa? darahkah kak?"


"Bukan darah tapi kotoran, aku mencret-mencret Fidel, masa begitu saja kamu tidak tahu, padahal kamu dokter spesialis loh" Fidel menghela napasnya mendengus kesal, bagaimana pun kakaknya tidak akan bisa di ajak bicara serius, salah Fidel berharap kakaknya bisa bersikap dewasa.


"Haaaahhh, lalu cepat katakan apa yang ingin kakak tanyakan?"


"Begini, aku sudah lebih dari 5 kali buang air besar terus, aku berniat untuk meminum obat. Menurutmu obat mana yang lebih baik, diapet atau entrostop untuk meredakan mencretku ini?" terdengar serius namun sebetulnya pertanyaan ini konyol, itulah yang ada dalam pikiran Fidel.


"Lebih baik minum jamu cap kupu-kupu kak" jawabannya di luar pilihan yang di ajukan Cakra.


"Menurutmu begitu ya"


"Iya belilah di warung sebelah rumah ibu, aku pernah melihatnya terpajang di etalasenya" keluarga Fidel begitu merakyat, walau pun berasal dari keluarga milyader alias konglomerat mereka tetap membantu perekonomian warung-warung kecil atau mungkin sebenarnya Fidel pernah magang di warung tersebut sehingga ia begitu hafal obat yang selalu di jual di warung-warung dan selalu membawa bekal obat tersebut di dalam tasnya. Entahlah, ini masih menjadi misteri.


"Baiklah aku akan meminta pelayan membelikannya"


"Iya, aku hanya ingin mengingatkanmu ingat jangan bercinta terus, pinggulmu"


Tteettt


Fidel menekan tombol merah pada layar ponselnya, ia menaruh ponsel tersebut dan kembali pada posisinya menghadap Sakura.


Gadis tersebut menahan bra yang di pakainya, belum di bukanya, Fidel menelan salivanya, belum terbuka saja sudah membuat tubuhnya panas dan Hulknya tegang kembali.


"Buka saja" pinta Fidel.


Wajah Sakura memerah, dia menurut dan hendak menurunkan tali yang menggantung di pundaknya. Namun tiba-tiba. .


Ddrttt Ddrtttt


"Akkkhhh kenapa mengganggu terus!!" ucap Fidel penuh penekanan. Ia kembali meraih ponsel miliknya namun raut wajahnya berubah, panggilan tersebut berasal dari rumah sakit tempatnya bekerja, dengan tergesa ia menerima panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Halo" sapanya.


"Halo dokter Fidel maaf mengganggu" suara suster dari panggilan tersebut.


"Iya, ada apa sus?"


"Dok ada keadaan darurat, salah satu ibu hamil mengalami pendarahan parah, semua dokter sedang memiliki jadwal operasi masing-masing" ini memang bukan jadwal bekerja Fidel di sana namun jika keadaan genting dan di butuhkan Fidel tak segan untuk membantu.


"Baik, aku mengerti, aku akan segera ke sana" pungkasnya langsung memberi keputusan.


"Terima kasih dokter" Fidel mengakhiri panggilan teleponnya, ia berdiri dan berjalan cepat menuju kamarnya, memakai kemeja dan mengambil jas putih kesayangannya.


"Sakura maafkan aku, aku harus segera pergi ke rumah sakit, ada seorang pasien yang sangat membutuhkanku." pamitnya pada kekasihnya yang masih setengah telanjang sedari tadi.


"Ta-tapi"


"Nanti kita lanjutkan" potong Fidel sembari mengecup kening kekasihnya. "Sampai nanti" Fidel melangkahkan kakinya menuju keluar terburu-buru.


"Tapi kak Fidel belum memakai celana!!" teriaknya memberi tahu tepat sebelum Fidel sampai menuju pintu.


Fidel melihat kebawah dan memukul dahinya. Ia hanya memakai celana boxer bermotif Avengers.


"Akkkhhhh ini karena kegiatan kita tertunda beberapa kali" Fidel berbalik mengambil celananya yang teronggok di lantai dan mengalungkannya di lehernya. "Aku akan memakainya di mobil" ia terlalu malu pada Sakura karena kecerobohannya.


Sakura terkikih, baru kali ini dia melihat Fidel begitu teledor.


"Hati-hati kak" teriaknya melihat Fidel pergi, Sakura memandang tubuhnya dan mengaitkan kembali kacamata besar rendanya.


"Uh tidak jadi lagi, desember cepatlah datang" gerutuk Sakura memakai kembali pakaiannya yang terlepas.


***


Selamat malam minggu 💕

__ADS_1


__ADS_2