My Slave Beauty

My Slave Beauty
Rindu


__ADS_3

"Kau?" Sakura mengedipkan matanya beberapa kali, pandangannya kabur, efek dari obat bius tadi belum hilang sepenuhnya.


"Halo cinderella" sapanya mengangkat dagu Sakura kemudian membuangnya.


"Lepaskan aku mami Stella" pinta Sakura meronta mencoba menggerakkan tubuhnya.


"Aku akan melepaskanmu tapi besok saat pembelimu yang baru membawamu ke rumahnya" Stella melipat tangannya dan melangkahkan kakinya pergi.


"Tunggu!! apa maksudmu"


"Sudah jelas kan peraturan yang aku buat, seorang budak tidak boleh mencintai pemiliknya dan sepertinya kau lupa akan hal itu manis" Stella menoleh memandang Sakura.


"Tapi aku. ."


"Aku tidak ingin mendengar alasan apa pun darimu, jelas pria itu mencoba untuk menikahimu. Itu di luar batas kepemilikan budak, pokoknya bersiaplah besok kau akan mendapatkan tuan yang baru. Salahmu kenapa kalian harus saling jatuh cinta!! dan aku benci akan hal itu" Stella memutar tubuhnya dan mengunci pintu kamar Sakura dari luar.


"Mami Stella tunggu dengarkan penjelasanku" teriaknya tetapi tetap saja di acuhkan. Kini Sakura hanya bisa meronta mencoba melepaskan diri dari tali yang mengikat tangannya meski sia-sia.


***


Fidel memeriksa rekaman CCTV yang berada di dalam restoran, sayang kamera tersebut hanya terpasang jauh letaknya dari kamar mandi sehingga siapa pun melewatinya bisa tidak terlihat dan kebetulan ada sebuah pintu darurat di sana.


"Akkhhh Shiiitt!!" Fidel membuang tangannya kasar.


"Bagaimana tuan apa mau melapor ke kepolisian?" tanya sang manager.


"Biarkan aku yang urus" Fidel segera meninggalkan restoran tersebut dan pergi menuju alamat Griya milik Stella berada, entah kenapa feelingnya sangat kuat, sepertinya Stella lah yang membawa Sakura.


Fidel sampai dengan segera, ia memarkirkan mobilnya sembarangan dan beranjak menerobos masuk ke dalam sana meski ia sempat di hadang oleh beberapa satpam yang berjaga.


"Lepaskan aku!! aku ingin bertemu dengan Stella, panggil wanita ular itu kemari!!" teriak Fidel membuat orang yang berjaga tersebut hampir memukulinya.


"Lepaskan dia, kalian tidak boleh kasar terhadap tamuku" wanita paruh baya tersebut menghampiri Fidel, seketika para satpam tadi menjauhinya.


Tap tap tap


Bunyi langkah kaki Stella menuruni beberapa anak tangga.


"Ada apa tuan muda malam-malam mencariku?"

__ADS_1


"Dimana Sakura! beraninya kau membawa dia dari sisiku!!" ucapnya penuh emosi.


"Dia aman berada di rumahnya kembali, aku rasa masa kepemilikan dirimu terhadapnya sudah berakhir"


"Apa maksudmu sudah berakhir?"


"Aku sudah memperingatkanmu, kalian melanggar perjanjian yang aku buat. Aku hanya ingin memperkerjakannya bukan untuk menjodohkan dia denganmu, tidak ada budak yang boleh jatuh cinta dan menikah dengan tuannya"


"Kenapa tidak boleh? memangnya para budak bukan manusia? kau bukan Tuhan yang bisa mengatur segalanya!!"


"Aku mempunyai hak paten atas kepemilikan Sakura" Stella memperlihatkan sebuah surat keterangan adopsi dirinya terhadap Sakura. "Kau tidak berhak merawatnya, aku adalah ibu angkat sahnya secara hukum"


"Kau menyebut dirimu sebagai ibu? panggilan itu sangat menjijikan untukmu"


"Aku tidak meminta pendapatmu, sebaiknya kau pergi sekarang jika kau tidak mau babak belur" Stella pergi meninggalkan Fidel. "Usir dia jangan sampai dia datang lagi"


"Baik nyonya"


"Aku bisa melaporkanmu ke polisi"


"Silahkan" Stella memang tak gentar, bukan karena alasan entah kenapa dia selalu lepas dari jeratan hukum.


Fidel melangkahkan kakinya berat menuju mobil kemudian ia memukul kap bagian atas mobilnya keras dan menendangnya.


"Sialll!! bersabarlah Sakura aku pasti akan membawamu kembali"


***


Cakra tengah menunggu Fidel di rumahnya, dia sudah pergi ke restoran tempat Sakura menghilang tadi tetapi saat ia sampai Fidel telah pergi sehingga dia memutuskan untuk menunggu Fidel di rumahnya.


Ceklek


Bunyi pintu terbuka, Fidel melangkah gontai masuk ke dalam.


"Fidel kenapa kamu ke sana sendirian dan tidak menunggu kakak, apa kamu baik-baik saja?" Cakra memeriksa keadaan adiknya, Fidel memang tidak terluka sama sekali hanya saja ia terlihat frustasi karena kehilangan Sakura.


"Sakura ada di tempat terkutuk itu lagi kak, nenek sihir itu adalah ibu angkat sah Sakura secara hukum" Fidel mendudukkan dirinya di kursi sofa dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Masalah ini cukup berat Fidel, kita tidak bisa sembarangan bertindak jika tidak punya bukti yang kuat, wanita licik itu memiliki tameng sehingga dia kebal hukum"

__ADS_1


"Iya kak aku tahu" wajah Fidel terlihat sendu.


"Bersabarlah, kakak akan mencari cara untuk membebaskan Sakura tapi kakak minta kamu juga jangan terlalu gegabah" Cakra menepuk pundak Fidel pelan mencoba menenangkannya.


"Iya kak terima kasih, untuk saat ini aku memang belum bisa menjebloskannya ke penjara tapi lihat saja besok aku pasti akan mencari cara untuk menjebaknya agar dia tidak bisa lagi mengelak"


"Kakak akan membantumu tapi jangan bertindak sendirian, akan sulit bagi kakak jika sampai kamu juga di tangkap oleh Stella dan di jualnya, harga kamu itu mahal" ucapan Cakra mulai nyeleneh. Fidel memicingkan matanya menatap sang kakak.


"Lebih baik kakak pulang"


"Aku akan menginap di sini, aku khawatir kamu akan mendatangi tempat itu lagi tanpa membuat rencana yang baik"


"Tidak kak, aku akan bertindak besok, aku akan menuruti perkataan kakak yang harus mencari bukti yang banyak untuk menangkapnya"


"Pokoknya aku akan tidur di sini, kamu tenang saja kakak akan tidur di sofa dan tidak akan mengganggu privasimu"


"Hahhh terserah kakak sajalah" Fidel menuju kamarnya meninggalkan Cakra. Kakaknya itu benar-benar khawatir Fidel akan nekat mencari Sakura.


Fidel menutup pintu kamarnya dan duduk di atas ranjang, kemudian dia menjatuhkan dirinya di kasur. Pikirannya menerawang memandang langit-langit kamar.


"Sakura aku harap kamu baik-baik saja, maaf karena membawamu keluar malah berakhir menjadi malapetaka" Fidel menyalahkan dirinya sendiri.


Fidel membangunkan dirinya dan berjalan menuju lemari dan membuka jasnya mengganti pakaiannya.


Ia melihat celana segitiga miliknya, meraihnya dan memandangnya.


"Seisi rumah ini selalu mengingatkanku padamu, bahkan hanya melihat underware ini membuatku semakin merindukanmu dan mengkhawatirkanmu" Fidel teringat kembali adegan slowmotion Sakura menjemur pakaian dalam miliknya.


"Entah pikiranku yang kotor atau memang kamu terlalu masuk ke dalam kehidupanku, rasanya dadaku sakit. Aku belum sempat mengutarakan perasaanku padamu Sakura. Maaf"


Fidel meremas pakaian dalamnya itu menempelkannya di dadanya selama beberapa menit kemudian ia tersadar.


"Kenapa aku jorok sekali" Fidel melemparkan underware itu sembarangan ke dalam lemari dan menutupnya, kini ia lebih memilih memeluk bantal guling sambil mengingat Sakura dan berpikir bagaimana cara membebaskannya.


Tanpa ia sadari ternyata kegiatannya itu di perhatikan oleh Cakra dari balik pintu, Fidel tak mendengar suara pintu terbuka. Cakra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat adegan Fidel tadi.


"Haishh jika terpisah lebih lama dengan Sakura aku rasa dia bisa jadi lebih gila, kasihan masih muda nasibnya seperti itu" Cakra meratapi nasib malang adiknya.


***

__ADS_1


Maafkan cerita author yang gaje 😁


__ADS_2