
Fidel menahan sakit pada kakinya, ia mengangkat perlahan kedua kakinya dan duduk dengan posisi kaki lurus sambil bersandar pada tepi ranjang.
"Hem kakiku memar dan bengkak, kenapa aku begitu ceroboh dengan menyelakai diriku sendiri" sesalnya mengingat kejadian penolongan tadi yang berakhir jatuh bersama.
Tok Tok Tok
"Masuk" perintahnya.
"Tuan apakah boleh aku mengobati lukamu?" Sakura menenteng sebaskom kecil es batu dan sebuah handuk tipis.
"Iya kemarilah Sakura"
Sakura melangkah masuk ke dalam dan tak lupa menutup pintunya. Ia mengambil sebuah kursi dan duduk di samping ranjang Fidel.
Fidel memperhatikan dengan seksama Sakura yang menaruh es batu dan membalutnya dengan handuk lalu menempelkannya pada kaki Fidel yang memar dan bengkak, Sakura terlihat terampil melakukannya, Fidel jadi penasaran dari mana Sakura mengetahui cara pertolongan pertama untuk kaki yang keseleo.
"Sakura boleh aku bertanya?"
"Iya tuan mau bertanya apa?" Sakura tengah sibuk dan fokus dengan kegiatannya menekan dan memindahkan es batu tersebut pada luka Fidel.
"Dari mana kamu tahu cara mengompres kaki yang keseleo dan bengkak? maaf tapi aku rasa kamu memiliki banyak kemahiran untuk kapasitasmu sebagai seorang budak" Sakura melengkungkan bibir tipisnya.
"Aku tidak tahu harus mengkategorikan perkataan tuan Fidel sebagai sebuah pujian atau bukan, tapi aku menghargainya"
"Maaf Sakura aku tidak bermaksud mengingatkanmu pada status sosialmu"
"Tidak apa-apa tuan, aku memang hanya seorang budak, mengenai banyak kemahiran yang tuan katakan itu sebelum kami di jual kami di beri banyak pelajaran tentang menjadi pelayan yang harus bisa mengusai banyak keterampilan" jelasnya.
"Wah jadi kalian ini adalah budak profesional ya" Fidel kali ini benar-benar kagum dan memujinya. Sakura sampai terkekeh mendengarnya.
"Bisa di bilang seperti itu tuan, kami bisa membersihkan rumah, memasak, memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan pada majikan, memijat, menjahit, merawat bayi dan balita, juga. ." Fidel termangu mendengar kemampuan yang di miliki para budak seperti Sakura namun saat Sakura menghentikan perkataannya.
"Juga apa Sakura?"
"Juga melayani s*ks untuk pembeli kami" Sakura menghentikan gerakan tangannya sesaat kemudian melanjutkannya lagi perlahan.
"Apa kalian di latih untuk hal seperti itu juga? maksudku ada pelatihan khusus?" wajah Fidel memerah, ia ingin tahu apa yang di pelajari Sakura tentang hal itu.
"Tidak ada pelatihan khususnya tuan, kami hanya di beri tahu tentang pelajaran reproduksi" Sakura yang mengatakannya kenapa Fidel yang nampak canggung dan malu, wajah Fidel jadi tak fokus. Ia terus membuang wajahnya dan berdehem.
"Aku rasa mami Stellamu itu mempersiapkan para pekerjanya dengan baik agar sang pembeli tidak menyesal hanya saja tetap salah menurutku, memperjual belikan manusia tetap tidak manusiawi"
Sakura hanya diam mendengarkan Fidel berbicara, ia tak bisa menanggapinya. Setelah cukup mengomel tentang kesalahan mami Stella tiba-tiba bunyi perut Fidel menyeruak.
Kryuuukkkk
Suara perut itu cukup keras sehingga membuat Fidel sedikit malu. Sakura kembali tersenyum mendengarnya.
"Ah aku lupa belum makan malam tadi"
"Mau aku ambilkan makan malam tuan?"
"Boleh"
"Baik sebentar tuan akan aku ambilkan"
Sakura meletakkan handuk berisi es batu tersebut di atas nakas, ia pergi keluar kamar dan kembali dengan cepat sambil membawa satu piring makanan. Piring besar itu isinya penuh, nasinya banyak, ayam goreng dua potong, sayur cukup banyak, sambal dan dua potong balado telur utuh.
"Sakura aku rasa ini terlalu banyak" melihat jumlah makanannya saja membuat Fidel merasa engap.
"Benarkah tuan? tapi bukannya biasanya tuan memang makan sebanyak ini?" Sakura mulai menyendokkan makanannya.
__ADS_1
"Tidak Sakura ini sih porsi makan orang kelaparan"
"Ooh tak apa kalau tak habis, sebaiknya sekarang tuan makan terlebih dahulu, aaaaaaa" Sakura meminta Fidel membuka mulutnya.
"Aku bisa makan sendiri Sakura"
"Tidak boleh tuan sedang sakit aku akan membantu tuan makan, aaaaa buka mulutnya" Fidel tidak tega menolaknya, kemudian ia membuka mulutnya.
"Issshh jadi enak, hehe" Fidel menyunggingkan senyum tipis merasa senang makan di suapi dan di manja.
Di sudut bibir Fidel ada sebuah nasi yang menempel, tanpa ragu Sakura menyekanya dengan tangan, jantung Fidel di buat deg-degan olehnya. Suapan demi suapan itu pun masih berlanjut bak anak balita, Fidel begitu menikmati hingga tak terasa porsi makanan yang banyak tadi ia katakan ternyata habis di lahapnya. Ia melihat sekilas piring di tangan Sakura yang bersih tak menyisakan satu butir nasi pun.
"Jadi aku orang kelaparan ya, maaf aku khilaf mengatakan hal seperti itu tidak berkaca pada diriku sendiri" Fidel merasa heran mungkin benar apa yang di katakan Sakura bahwa porsi makannya setiap hari seperti ini. "Porsi makanku benar-benar seperti orang serakah. Luar biasaaaaaa"
"Karena sudah habis, aku akan membereskan alat makan dan pergi ke kamarku. Apa ada yang tuan butuhkan lagi?" tanya Sakura memastikan.
"Tidak, terima kasih banyak ya Sakura"
"Iya tuan sama-sama, sudah kewajibanku untuk melayani anda"
Mendengar kata 'melayani' membuat hati Fidel berdesir.
"Sakura" panggilnya sebelum Sakura melewati pintu.
"Iya tuan" gadis itu menghentikan langkahnya memandang Fidel.
"Bi-bisakah kamu temani aku tidur malam ini di sini?" tanyanya sedikit ragu.
"Baik tuan, aku akan kembali ke sini" Sakura menjawabnya dengan mudah dan cepat seperti biasanya selalu penurut.
Gadis itu menutup pintunya pergi namun secepat kilat juga sudah kembali, dalam hati Sakura juga senang bukan kepalang akan menemani tuannya tidur malam ini. Tanpa malu dan ragu Sakura langsung ikut membaringkan tubuhnya di samping Fidel.
"Selamat tidur Sakura" ucap Fidel tiba-tiba sambil menggerakkan perlahan tubuhnya membelakangi budaknya.
"Selamat tidur tuan" jawabnya sambil memandang punggung Fidel. Tak ada aktifitas apa pun membuat Sakura jadi mengantuk, ia tidur dengan pulasnya.
Sedangkan Fidel sebagai seorang lelaki normal yang tidur dengan seorang perempuan tentu saja ia sulit memejamkan mata. Memunggungi Sakura membuatnya penasaran ingin melihatnya, Fidel membalikkan tubuhnya menghadap Sakura.
Ia dapat melihat Sakura terlelap dengan begitu tenang, wajahnya tetap cantik meski tidur dengan mulut sedikit menganga, Fidel jadi terkekeh melihatnya.
"Mungkin dia lelah"
Akhirnya Fidel memilih ikut memejamkan mata dengan satu tangan yang merangkul pinggang Sakura. Dengkuran-dengkuran kecil pun mulai terdengar hingga pagi menjelang.
Fidel terbangun, gadis yang menemaninya tidur tak lagi ada di sampingnya. Sepertinya ia sedang sibuk memasak, Fidel perlahan bangun dan mencoba berjalan masuk ke kamar mandi, kakinya sudah tidak terasa sakit, jika begitu ia tetap harus pergi bekerja.
Fidel yang sudah rapi mengenakan setelan jas dan menenteng tas kerjanya menghampiri Sakura.
"Selamat pagi Sakura" sapanya.
"Selamat pagi tuan, oia kemarin tuan Cakra memintaku membuatkan makanan lebih untuknya, ini sudah aku buatkan. Yang ini untuk tuan Fidel dan yang ini untuk tuan Cakra" tunjuknya pada kotak makanan yang berbeda.
"Iya"
"Apa kaki tuan sudah baik-baik saja dan kuat untuk bekerja?"
"Kaki ku sudah tidak sakit berkat Sakura" pujinya membuat Sakura mengembangkan senyumnya.
"Ini sarapan tuan" Sakura memberi porsi makanan yang banyak kembali.
"Ya ampun orang kelaparan datang lagi" ia meledek dirinya sendiri.
__ADS_1
Meski begitu Fidel tetap menghabiskan makanannya, seperti biasa ia tak lupa mengelus rambut Sakura sebelum berangkat bekerja sambil berpamitan. Fidel melajukan mobilnya cepat dan sudah sampai di kantornya, ia begitu bersemangat memasuki ruangan kakaknya.
"Kakaaaakkk" panggilnya sambil merentangkan tangan.
"Tumben memanggilku mesra, ada apa?" Cakra yang tadinya sibuk membaca dokumen menghentikan sementara aktifitasnya dan memandang tajam adiknya.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memberikan ini titipan dari Sakura" Fidel meletakkan kotak bekal di meja Cakra.
"Wah kebetulan aku tadi belum sempat sarapan, katakan padanya terima kasih ya. Aku akan memberinya upah lagi nanti"
Mendengar kata upah Fidel jadi ingat kejadian kond*m yang di berikan Cakra pada Sakura.
"Kak jangan memberi benda-benda aneh pada Sakura, dia masih kecil dan belum mengerti"
"Masa? kalau dia tidak mengerti aku bisa menjelaskannya padanya" Cakra membuka kotak bekal itu dan berbicara sambil mengunyah makanan. "Sedikit pedas ya makanan Sakura tapi rasanya enak"
"Jangan mengalihkan pembicaraan, lain kali kalau memberi sesuatu berilah yang berguna untuknya"
"Berguna? baiklah nanti aku belikan benda berguna lain untuknya sebagai ucapan terima kasihku untuk bekalnya"
"Jangan belikan benda mesum!"
"Iya, sudah jangan bicara terus aku sedang makan" Cakra mengunyah makanan itu dengan cepat.
"Baiklah aku pergi dulu ke ruanganku" Fidel pergi meninggalkan Cakra sambil tersenyum menyeringai.
"Iya nanti aku belikan lingerie ya untuk di pakai Sakura" teriaknya kemudian di balas tatapan tajam oleh Fidel yang melangkahkan kakinya.
Cakra tertawa kecil melihat ekpresi adiknya yang kesal, dia sangat menyukainya. Pagi-pagi sudah mengganggu Fidel, sedang enak-enaknya makan Cakra merasakan sesuatu dalam perutnya.
Preeetttttt
"Aduh kenapa aku sakit perut dan ingin buang air besar, kan jadi sayang makanannya terbuang lagi" ucapnya sambil sedikit nungg*ng mencoba berdiri dari duduknya.
Preeeeettttttttttt
Cakra mengeluarkan gas yang semakin panjang dan bau.
"Aduh perutku mulas sekali" ia berlari menuju kamar mandi rasanya sudah di ujung tanduk, kotoran-kotoran dalam dirinya minta di keluarkan.
Cakra selesai dengan aktifitas membuang hajatnya, ia keluar dari kamar mandi dan membenarkan posisi celananya namun kemudian rasa mulas itu datang kembali.
"Haaahhh ini sudah 3 kali, sebenarnya ada apa dengan perutku" Cakra memasuki kamar mandi itu kembali.
Rupanya ada seorang pemuda yang mengintip sambil tertawa bahagia.
"Rasakan! siapa suruh menjahili aku terus" Fidel meletakkan sedikit obat pencahar pada makanan Cakra saat di rumah tadi, Sakura tidak mengetahuinya. Dia hanya ingin menghukum kakaknya yang jahil itu.
Lama kelamaan Cakra pun mengerti sepertinya ada yang tidak beres dengan perutnya yang tadinya baik-baik saja tetapi setelah makan malah mencret-mencret.
"Awas kamu Fiideeelllll!!!" teriaknya sambil berjongkok di WC. Teriakannya di iringi gas-gas yang merdu dan bau.
***
Jahat ya Fidel 😂
Dukung author terus ya supaya author tetap semangat
Jangan lupa like komen dan vote nya
Saranghaeyo semoga terhibur 😍
__ADS_1