My Slave Beauty

My Slave Beauty
Atas Atau Bawah?


__ADS_3

"Aku mau Sakura melanjutkan sekolahnya" perkataan Cakra membuat Sakura dan Fidel terkejut.


"Hem?"


"Bagaimana Sakura apa kamu mau kembali sekolah? pendidikan itu penting, lagipula Fidel ini setiap hari bekerja terus, kamu hanya akan sibuk mengurusi rumah tanpa bertemu dengannya"


"Bolehkah tuan?" Sakura memandang Fidel menunggu jawaban majikannya.


"Kalau tidak boleh ya sudah aku akan pulang, aku akan menceritakan pada ibu bahwa anak bungsunya itu memperkejakan seorang gadis muda dan berusaha menyentuhnya saat tidur. Di mana ya menyentuhnya? kalau tidak salah sebelah sini" Cakra menunjuk dadanya sendiri sebelah kanan.


"Haahhhh kakak berhasil mengancamku, dia boleh bersekolah" Fidel menghela napasnya.


Raut wajah Sakura berubah, sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan tipis.


"Nah begitu dong, aku cukup khawatir kamu akan segera memakan Sakura jika aku tidak melindunginya"


"Sepertinya terbalik kak dialah yang akan menerkamku jika aku tidak bisa menahan diri" gumam Fidel dalam hati.


"Nanti aku yang akan mengurus semua keperluannya, dan juga Sakura kamu tidak perlu memikirkan soal biaya. Aku yang akan menanggung semua biayanya, yang perlu kamu lakukan hanya belajar dengan benar" jelas Cakra.


"Keluarga kami mempunyai yayasan yang lumayan bagus di kota ini, kamu akan melanjutkan pendidikanmu di sana" timpal Fidel menebaknya. Cakra mengangguk-nganggukan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Fidel.


"Terima kasih banyak tuan Fidel, tuan Cakra" Sakura membungkukan badannya, ia juga tak bisa berhenti tersenyum.


"Sudahlah aku akan pulang, kasihan istriku di rumah pasti menunggu suaminya yang rupawan dan baik hati ini" ucapnya membanggakan diri sendiri.


"Iya cepat pulang sana kak, pergi jauh-jauh" Fidel menggibas-gibaskan tangannya mengusir.


"Eh aku telepon ibu nih" Cakra mengeluarkan ponselnya. "Bu anak ibu berusaha memperkosa seorang gadis lugu" Cakra keluar sambil berbicara seolah-oleh menelpon ibunya.


Fidel mengambil sebuah sandal rumah dan berusaha melemparnya pada Cakra tetapi meleset karena Cakra menghindar dari lemparannya.


"Tidak kena!!" Cakra meledek Fidel. "Hati-hati Sakura kunci pintu kamarmu jika tidur, Fidel berubah menjadi serigala jika tengah malam. Aaaaauuummmmm" Cakra mengeluarkan auman, ia tertawa sambil berlari.


Fidel menutup pintu rumahnya, ia hanya bisa meratapi nasibnya memiliki kakak yang selalu bersikap kekanak-kanakan seperti Cakra.


Pandangan mereka bertemu, tiba-tiba saja Fidel merasa sedikit malu atas sikap kakaknya di depan Sakura.


"Eh kakakku memang sedikit aneh, kamu tidak perlu merisaukannya"


"Tuan Cakra menurutku baik dan lucu"

__ADS_1


"Lucu?" Fidel terkekeh mendengarnya. "Ya memang sangat lucu, saking lucunya aku ingin mencengkram lehernya" Fidel memperagakan tangannya mencekik seseorang sambil melotot.


"Hahahaha" Sakura tertawa melihat ekspresi Fidel.


Fidel hanya termangu, ini pertama kalinya ia melihat Sakura tertawa lepas, biasanya ia hanya memasang wajahnya datar.


"Dia semakin cantik jika tertawa" Fidel memandang Sakura lekat, mulutnya sedikit terbuka.


Saat menyadari dirinya di perhatikan Fidel Sakura menghentikan tawanya.


"Maaf tuan saya tadi berisik" Fidel menutup mulutnya mendengar Sakura berbicara.


"Ah tidak apa-apa, tertawalah Sakura jika kamu ingin tertawa" Fidel menggaruk lehernya yang tidak gatal. "Aku akan mandi sebentar lagi aku harus pergi ke rumah sakit" Fidel berjalan masuk ke kamarnya. Sakura memandangnya hingga Fidel menutup pintunya.


Tak butuh waktu lama kini Fidel sudah siap dengan kemeja dan jas putih yang di pegangnya.


"Sakura aku pergi dulu ya" Fidel memakai sepatunya, Sakura menghampiri sambil tersenyum dan menggoyang-goyangkan tubuhnya seolah ingin meminta sesuatu.


Fidel terdiam sejenak, mencerna apa hal yang dilupakannya.


"Ooohhh" Fidel ingat, ia menjulurkan tangannya mengelus kepala Sakura.


"Hati-hati" Sakura melambaikan tangan saat Fidel pergi.


"Rasanya seperti pengantin baru" Fidel tersenyum mengingat hal yang barusan terjadi.


***


Fidel sudah berada di rumah sakit, ia kini tengah sibuk memeriksa beberapa pasien ibu hamil yang sudah mendaftar padanya.


Pikirannya sedikit menerawang entah kenapa ia jadi merindukan rumah, dalam bayangannya terlihat punggung Sakura yang membelakanginya sedang memasak di dapur menggunakan celemeknya.


"Dok" panggil seorang suster membuyarkan lamunannya.


"Hem" ternyata Fidel melamun saat sedang melakukan USG pada pasien yang sudah merebahkan dirinya di depan Fidel, ia hanya menggosok-gosok dan memutar-mutar alat USG di atas perut buncit seorang ibu hamil. "Ah maaf" Fidel menyadarinya, ia segera memalingkan pandangannya pada monitor di sampingnya dan menjelaskan keadaan sang calon bayi di dalam perut ibunya.


"Dokternya tidak fokus, untung tampan kalau tidak sudah aku cubit" gerutuk dalam hati ibu hamil yang di periksa Fidel.


Pasien tersebut adalah pasien terakhir yang di periksa Fidel untuk hari ini. Ia telah menuliskan resep vitamin dan beberapa saran untuknya. Pasien pun pergi dari ruangan dokter kandungan muda itu.


"Dok apa dokter tidak enak badan?" tanya suster pendampingnya hari ini.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja sus. Tidak ada pasien lagi kan hari ini? kalau begitu aku akan langsung pulang" Fidel mengambil tasnya dan melangkah pergi.


"Iya dok hati-hati" suster itu juga mengikuti langkah Fidel sambil menutup pintu ruangannya. Beberapa suster lain menghampirinya.


"Enak sekali hari ini kamu menemani dokter Fidel jaga, aku juga mau" ucap suster yang lain sambil memandang kepergian Fidel.


"Tapi hari ini ada yang aneh dengan dokter Fidel, biasanya dia selalu profesional tadi bahkan dia lupa sedang memeriksa pasiennya dan memutar-mutar alat USG terus di perutnya sambil melamun" para suster itu memasang wajah kecewa.


"Sepertinya ini tanda-tanda hari patah hati rumah sakit seIndonesia"


"Semoga saja bukan tentang seorang gadis yang membuat dokter Fidel beralih"


"Iya" para suster itu sedikit merasa sesak di dalam dadanya.


***


Fidel melajukan mobilnya cepat, ia ingin segera sampai di rumah, ingin melihat gadis berambut panjang yang beberapa hari ini selalu mengganggunya.


Ia membuka pintu rumah cepat masuk ke dalam rumahnya, ia menemukan gadis itu tengah berbaring di sofa ruang keluarga dengan keadaan TV menyala. Fidel meraih remote TV dan mematikannya.


Ia berjongkok sambil memandang wajah gadis yang hari ini membayanginya seharian selama bekerja.


"Dia manis sekali saat tidur" lirihnya pelan. Sakura mengerang sedikit bergerak. "Kalau tidur di sini terus tubuhnya akan sakit besok pagi" Fidel berinisiatif mengangkat tubuh Sakura, menggendongnya ala bridal style ia membawanya ke kamar.


Ia meletakkan tubuh Sakura perlahan di atas ranjang, gadis itu benar-benar tak terusik, pulas dengan tidurnya sedangkan Fidel masih asyik memandangnya tiba-tiba saja fokusnya terhenti saat melihat pakaian Sakura sedikit terangkat menampakkan paha mulusnya dan sedikit kain segitiga birunya. Fidel menelan salivanya kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jangan dilihat terus sebaiknya aku menutupnya" Fidel berusaha memegang ujung pakaian Sakura. Dengan sedikit gemetar dan ragu-ragu.


Ia berhasil memegangnya dengan dua ujung jarinya.


"Tarik ke atas atau ke bawah ya" hati Fidel mulai bergejolak. Ia berusaha menutup kedua matanya tetapi matanya yang satunya sedikit terbuka.


"Ya Tuhan ada apa dengan diriku" Fidel mengutuk dirinya sendiri yang merasa dilema. "Mau di tarik kemana ini?????" Fidel belum melepas ujung pakaian Sakura.


***


Hai selamat pagi menjelang siang


Jangan lupa bahagia


Semoga terhibur 😍

__ADS_1


__ADS_2