
Fidel mengalihkan pandangannya, kini ia menatap Sakura lekat-lekat sambil memegang tangannya.
"Kamu Sakura apakah kamu pernah jatuh cinta?"
Suasana berubah jadi hening, Sakura dan Fidel hanya berbalas pandangan.
"Apa seorang budak sepertiku masih pantas untuk jatuh cinta pada orang lain tuan?"
"Jatuh cinta itu hak dan kebebasan untuk semua orang tanpa pandang buluh Sakura, entah dia seorang budak atau seorang raja sekalipun, jika dia jatuh cinta tak ada yang bisa melarang perasaannya meski pada akhirnya tidak semua orang yang kita cintai dapat kita miliki"
"Apa tuan sendiri pernah jatuh cinta?"
"Pernah"
"Pada siapa? pasti gadis itu sangat cantik dan pintar"
"Tentu, dia adalah cinta pertamaku"
"Wah wanita itu pasti beruntung sekali"
"Bukan dia yang beruntung tapi aku yang beruntung memilikinya, cinta pertamaku itu adalah ibuku"
Sakura merasakan sejuk dalam hatinya, ada kelegaaan karena yang dicintai Fidel bukan wanita seperti yang di pikirkannya, juga ternyata Fidel adalah seorang anak yang begitu menyayangi ibunya.
Fidel memutar tubuhnya menghadap Sakura, tangan Sakura ia letakkan kembali pada pucuk kepalanya, meminta agar di elusnya kembali, Fidel memejamkan matanya perlahan.
"Tuan mau aku nyanyikan sebuah lagu?" tanyanya sambil kembali mengusap kepala Fidel dengan lembut.
"Memangnya kamu bisa bernyanyi?"
"Sedikit"
"Kalau begitu bernyanyilah, tetapi jika suaramu tidak bagus lebih baik kamu diam"
"Baik tuan" Sakura berdehem sambil mengetes suaranya, hati Fidel sebenarnya tergelitik, bibirnya menyunggingkan senyuman mendengar Sakura beberapa kali melatih suaranya, ia tak benar-benar serius meminta Sakura diam jika nyanyiannya kurang bagus.
Cause there's something in the way you look at me
it's as if my heart knows, you're the missing piece
you make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see, but there's something in the way look at me
Karena ada sesuatu dalam caramu memandangku
Seakan-akan hatiku tahu bahwa kaulah bagian yang hilang
Kau membuatku percaya bahwa di dunia ini aku bisa menjadi apa saja
Aku tak pernah tahu apa yang kau lihat
__ADS_1
Namun ada sesuatu dalam caramu memandangku
Song By Christian Bautista, The way you look at me
Suara merdu Sakura dan belaian lembut tangannya membuat Fidel terlelap dalam tidurnya, Sakura benar-benar membuatnya nyaman dan tenang.
Cukup beberapa lama Sakura membantunya tertidur, Sakura rasa sekarang waktunya untuk pergi ke kamarnya karena yang ia tahu Fidel tak mau di temani tidur olehnya, ia takut Fidel akan marah.
Perlahan ia mengangkat kepala Fidel dari pangkuannya dan menurunkan ke atas bantal. Ia sangat berhati-hati, Sakura mendorong tubuhnya agar sedikit demi sedikit turun dari ranjang. Ia telah berhasil menapakkan kakinya di lantai dan mulai melangkah perlahan.
Grep
Sebuah tangan menghentikan langkahnya, ia menoleh pada Fidel yang masih memejamkan matanya tetapi tangannya memegangi tangan Sakura.
"Jangan pergi, tetaplah di sini bersamaku" Fidel menarik tangan Sakura hingga ia ambruk kembali di ranjang. Tangan Fidel beralih mendekapnya, melingkarkan tangannya di tubuh Sakura, gadis itu hanya bisa terdiam pasrah tetapi sedikit syok, tubuhnya kaku tak dapat bergerak.
Sakura melirik pada Fidel yang memeluknya erat, matanya terpejam dan terdengar suara dengkuran kecil dari mulutnya. Sakura menghela napasnya panjang, jantungnya berdetak dengan kencang, sedikit saja jika kepala Fidel mendekati dadanya mungkin suara detak jantung Sakura akan terdengar olehnya.
Malam panjang itu bergulir dengan sepasang tuan pembeli dan budaknya yang tidur bersama atas kemauan tuannya dan ini untuk yang pertama kalinya.
Pagi hari suara alarm berdering dengan nyaring membangunkan pemuda yang masih terkantuk menekan tombol jam wekernya, ia kembali mengambil bantal dan memeluknya tapi tak lama kemudian ia tersadar dan langsung membulatkan matanya, ia ingat semalam tidur di temani Sakura tetapi gadis itu tak lagi ada di sampingnya.
"Haaahhh apa yang aku lakukan semalam, kenapa aku begitu agresif dan tidak tahu malu" sesalnya mengingat ia begitu ingin memeluk Sakura.
"Pasti gadis itu sekarang berpikir yang bukan-bukan tentangku, mungkin dia berpikir aku ini adalah dokter mesum? manager agresif? pemuda dengan pikiran kotor? lalu apa lagi ya? aaahhhh terserahlah!" Fidel membuang selimutnya. Ia akhirnya memilih mandi mendinginkan kepalanya.
Sakura sedang menyajikan makanan di atas meja, gadis itu bangun lebih awal dan bersemangat.
Fidel mendudukan dirinya di kursi, di depannya tersaji beberapa macam makanan.
"Selamat pagi tuan" sapa Sakura dengan senyuman manisnya.
"Iya, ekhem" wajah Fidel memerah mengingat hal yang dilakukannya pada budaknya ini semalam. "Menu sarapannya banyak sekali Sakura?"
"Apa terlalu banyak tuan?" Sakura memasak ayam goreng, mie goreng, sambal, sayur capcay, telur ceplok asam manis, cumi hitam dan minumannya kopi, susu, perasan jeruk dan air putih.
"Ini sih bukan banyak lagi"
"Iya ini terlalu banyak Sakura, lain kali masak sedikit saja tidak usah terlalu banyak menu"
"Baik tuan"
"Akan sayang jika tidak makan, kamu bekalkan separuh untukku makan siang nanti di kantor"
"Iya tuan" Sakura mengambil kotak makan dan mengisinya dari makanan dari atas meja.
Fidel telah sarapan dan bersiap memakai sepatunya, kemudian ia menenteng tas dan kotak bekalnya.
"Aku seperti anak TK atau suami istri pengantin baru ya" dia terkekeh bawaannya hari ini lumayan banyak.
Sakura menghampirinya sambil tersenyum, meminta jatah belaiannya. Fidel mengerti ia mengelus pucuk kepala sakura.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya Sakura" pamitnya.
"Iya tuan hati-hati" senyumnya semakin merekah.
Fidel menutup pintu dan beralih menaiki mobilnya, Sakura memandang kepergian Fidel dari jendela sambil melambaikan tangannya.
***
Fidel sampai di kantor dengan cepat, ia segera memasuki ruangannya dan memeriksa beberapa pekerjaanya melalui tablet.
Brakkk
Pintu terbuka lebar, di banting dengan cukup keras ke dinding. Tentu siapa lagi yang melakukannya jika bukan sang kakak yang jahil.
"Adikku sayang aku merindukanmu" Cakra melebarkan tangannya mendekati Fidel tapi adiknya itu menepis tangannya sebelum sampai padanya.
"Jangan menyentuhku!" Fidel bahkan tak memandang kakaknya.
"Kenapa? kamu takut tanganku ini kotor? tanganku bersih kok tadi hanya sehabis mengupil" jawabnya enteng. Fidel menggelengkan kepalanya.
"Haaahhhh" juga membuang napasnya.
"Kamu tidak mau di peluk olehku, maunya oleh Sakura ya, semalam kalian melakukan apa saja di kamarmu?" Cakra mengangkat-angkat kedua alisnya. Fidel langsung menatapnya tajam.
"Bagaimana kakak tahu aku dan Sakura semalam. .?"
"Hahaha, aku punya indera keenam"
Flashback
Cakra menempelkan kamera pengintai tepat di depan kamar Fidel saat mengunjungi rumahnya, ia begitu penasaran apa yang akan di lakukan adiknya pada gadis itu.
***
"Kak apa kau?" Fidel memikirkannya, tak percaya pada perkataan kakaknya, pasti ada sesuatu yang dia letakkan di rumahnya.
Cakra hanya tersenyum-senyum meledek adiknya. Melipat kedua tanganya sendiri di tubuhnya menggerayanginya dari tangan atas sampai tangan bawah.
"Aaaaaahhh dokter Fidel" ucapnya sambil mendesah.
Fidel meletakkan tablet dan meremas kertas yang ada di mejanya.
"KAKAAAAAAAAK!!!"
***
Hai selamat pagi
Semoga masih mau menunggu cerita abal-abal ini ya
Terima kasih 😘
__ADS_1