
Fidel mengangkat tubuhnya, ia melirik pada Sakura yang tadi ia ciumi dengan kasar dan memaksa.
"Aaahhhh maaf Sakura tadi aku khilaf dan emosi" Fidel menyesali perbuatannya, ia melihat dampak dari perbuatannya, rambut Sakura yang berantakan juga pakaiannya yang mulai turun hanya saja tak menampakkan tubuh bagian atas Sakura, jika saja tadi Cakra tidak datang mungkin Fidel sudah melakukan hal di luar batas.
Sakura bangun mendudukan dirinya, ia menarik dan membenarkan pakaiannya juga menyisir rambut dengan jarinya.
"Ini salahku tuan, bukan salah anda. Aku yang membuat tuan marah"
"Lain kali tidak usah minta di ajari berciuman lagi ya Sakura"
"Kamu di ajari sekali tadi sebenarnya langsung mahir Sakura, kalau mau berciuman langsung saja jangan bilang memintanya" gumam Fidel dalam hati sebenarnya ia masih mengharapkan.
"Baik tuan, saya juga berjanji tidak akan mengganggu tuan lagi" ucapnya sambil menundukkan wajahnya.
"Sekarang siapkan minuman untuk kakakku, air putih saja tidak usah buatkan minuman apa pun untuknya"
"Baik tuan" Sakura berdiri dan melangkah pergi, tak lupa ia juga menutup pintu kamar Fidel.
Cakra sedang duduk di ruang TV, ia memainkan game di ponselnya, Sakura menghampirinya dan meletakkan segelas air putih di meja depan Cakra, ia melirik sambil tersenyum menyeringai memandang Sakura. Kemudian ia mengambil minuman yang di taruh Sakura dan menenggaknya, tadinya ia bermaksud menghabiskan semua air di gelas tersebut tetapi begitu ia merasai, ia memandang gelas itu.
"Sakura memangnya di rumah seorang dokter yang cukup kaya ini tidak ada minuman lain? hanya segelas air putih?"
Sakura terdiam, ia tak tahu harus menjawab jujur ini perintah Fidel atau tidak.
"Sengaja, untuk kakakku minumannya tidak usah mewah-mewah air putih saja seharusnya sudah cukup kan" sahut Fidel menghampiri kakaknya. Sakura memilih pergi ke dapur tidak ingin mendengarkan percakapan pribadi majikannya.
"Tega sekali, aku lelah sehabis bekerja langsung mampir ke rumahmu dan hanya di beri air putih, dokter pelit"
"Aku kan sudah bilang kakak tidak usah ke rumahku lagi" Fidel duduk di samping Cakra.
"Kenapa? supaya aku tidak menciduk kalian seperti tadi ya?"
"Iya!!! eh maksudku kakak mengganggu ketentramanku" Fidel membuang wajahnya malu.
__ADS_1
"Kalau aku tidak datang tepat waktu, sudah habis Sakura itu olehmu" Fidel sadar dan sependapat dengan kakaknya.
"Benar juga sih, ternyata kedatanganmu kali ini ada hikmahnya juga kak"
"Lagi pula Fidel Sakura itu masih 16 tahun kamu bilang tidak boleh menyentuhnya sebelum berumur 17. Apa kamu lupa?"
"Iya kak aku lupa, aku juga tadi tak bermaksud menyentuhnya kok" Fidel jadi salah tingkah.
"Halah tidak menyentuh bagaimana kamu begitu bernafsu menciumnya dan tanganmu bermaksud melepas pakaiannya kan? Fidel adikku menahan hasrat untuk laki-laki itu sulit, ada mangsa di depanmu mustahil tidak kamu terkam"
Fidel tidak dapat berkilah, ia lupa belum mencari benda apa yang di letakkan kakaknya di rumah karena Cakra sampai tahu sedetail itu.
"Aku bukan singa kak"
"Bukan sih tapi kamu sama buasnya dengan singa, kalau kamu begitu penasaran kenapa tidak kamu tanyakan saja langsung pada Sakura kapan ulang tahunnya supaya kamu leluasa melakukannya" Cakra memberi solusi.
"Sakura bukan ******* kak, aku tidak berniat hanya mempergunakan tubuhnya demi kesenangan birahiku"
"Lalu kamu menganggapnya apa? pacarmu?" pertanyaan itu menghujam jantung Fidel, memang ia tak berniat buruk pada Sakura, tapi perasaannya juga ia tak yakin sebenarnya ia suka atau tidak pada gadis itu, ia hanya berniat menolongnya.
Diamnya Fidel kemudian menyadarkan Cakra.
"Aku rasa kamu mulai menyukainya"
"Suka? aku hanya menolongnya kak tidak lebih"
"Lihat saja nanti apakah kamu akan menyangkalnya terus 1 atau 2 bulan kemudian. Sudahlah aku mau pulang, di sini hanya di beri air putih tidak di beri snack atau makanan juga, aku hanya ingin mengantarkan kotak makan ini, jika Sakura memberikanmu bekal lagi bawakan lebih banyak untukku"
"Sudah kaya raya juga mau makanan gratisan terus" umpat Fidel.
"Terserah akulah, Sakura aku pulang ya" teriaknya pamit pada Sakura tetapi tak mendapat jawaban apa pun dari arah dapur.
"Sudah cepat pulang sana"
__ADS_1
"Iya ini juga mau pulang" Cakra melangkah pergi keluar.
"Dia ini memberi solusi yang bukan-bukan saja tapi omongannya ada benarnya juga sih, kapan ya Sakura berulang tahun?" Fidel memegang dagunya sambil berpikir.
"Hadeeehhh apa yang aku pikirkan!! kenapa aku mengikuti omongan kakakku yang tidak waras itu, sadar Fidel sadar!!" Fidel menampar-nampar pipinya pelan.
"Eh kemana gadis aneh itu dari tadi tak terdengar suaranya" Fidel berjalan menuju dapur mencari keberadaan Sakura.
Dia menemukannya Sakura sedang duduk di atas meja dan tangannya sibuk memegang sesuatu.
"Sedang apa Sakura?" tanya Fidel penasaran.
"Ini tuan, rupanya isinya bukan permen ya, lalu ini untuk apa?" Sakura mengangkat kond*m yang sudah ia buka kemasannya dan menarik-narik pengamannya yang sudah memanjang. Benda dari bahan plastik dan lemas itu seperti sebuah balon panjang dengan ujungnya yang berbentuk sedikit lancip.
Sontak Fidel merebutnya dari tangan Sakura.
"Aduh dari mana kamu mendapat ini Sakura?" tanyanya panik.
"Ini pemberian tuan Cakra, ia menaruhnya di atas meja dan ada tulisannya" Sakura memberi bungkus dan selembar kertas kecil.
"Untuk Sakura dan Fidel, pergunakan dengan baik ya, jangan terlalu cepat mengeluarkannya pelan-pelan saja, nikmati dengan seksama :)"
Fidel meremas kotak dan tulisan tersebut.
"Arrggghhh Awas kau kakkkkkkkk!!!
Sakura hanya memandang bingung ekspresi kemarahan Fidel.
Dari dalam mobil seorang lelaki beristri tertawa renyah.
"Hahaha pakai baik-baik Fidel"
***
__ADS_1
Cakra ga mati kutu ya jahilin dan manasin adiknya 😂😂
Ada yang mau punya kakak kaya Cakra?