
Fidel mengambil semua kond*m yang ada di hadapan Sakura, ia bergegas masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Fidel memeriksa salah satu pengaman yang tadi di tarik oleh Sakura.
"Kenapa bisa menjadi panjang sekali, biasanya ukurannya akan memanjang jika di pergunakan, apa di lakukan Sakura pada benda ini?" Fidel memegang pengaman itu menggunakan dua ujung jarinya memperhatikan dengan seksama. "Apa dia meniupnya ya?" Fidel masih berpikir sambil membayangkannya.
Setelah beberapa saat akhirnya Fidel meletakkan dua sisa pengaman yang masih utuh ke dalam nakas, sedangkan yang sudah memanjang tersebut akan di buangnya ke tempat sampah di dalam kamar.
"Mubazir juga ya tidak pakai, malah jadi mainan Sakura" Fidel tertawa sendiri mengingat kepolosan gadis yang tidak tahu fungsi dari pengaman ini.
"Kalau sudah cukup umurnya nanti baru aku jelaskan fungsi utama dari alat ini" niatnya dalam hati.
Hari sudah hampir malam, Fidel merasakan haus, tenggorokannya terasa kering. Ia memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil minum.
Letak dapur bersebelahan dengan kamar mandi, seseorang nampak keluar dari sana. Fidel memutar tubuhnya cepat, ia menerka Sakura pasti baru saja selesai mandi.
"Tuan apa ada yang tuan butuhkan?" tanyanya menyapa Fidel.
"A-aku mau mengambil minum rasanya haus" Fidel berjalan miring menghindari pandangannya dari Sakura. Gadis itu memperhatikan cara berjalan majikannya yang aneh.
"Kaki tuan kenapa? sakit?" Sakura muncul di hadapan Fidel yang menghindarinya.
"Akkkhh aku tidak apa-apa Sakura" jawabnya, tadinya ia kira Sakura hanya mengenakan seutas handuk untuk melilit tubuhnya, ternyata Sakura menggunakan baju handuk yang cukup panjang hingga tak memperlihatkan bentuk tubuhnya.
"Apa sih yang aku pikirkan, kenapa bayang-bayang Sakura mengenakan handuk saja yang ada di dalam otakku" gerutunya dalam hati
"Kalau tuan membutuhkan sesuatu panggil saja, aku ada di kamar"
"Iya" Sakura meninggalkannya, Fidel hanya bisa memandang langkah kaki budaknya, tepat di depan Sakura ada sedikit genangan air yang entah dari mana asalnya. Fidel mencoba mencegahnya dengan meneriaki Sakura. Ia bahkan sedikit berlari untuk menarik tubuhnya jika Sakura terpeleset karena menginjaknya.
Rupanya gerakan Fidel terlalu cepat.
"Sakura awas!!" Sakura menoleh pada Fidel tepat sebelum ia menginjak air itu, nahas justru Fidel yang tak bisa menahan diri. Ia menabrak Sakura dan ambruk.
"Awww!!" pekik Sakura di bawah tubuh Fidel.
__ADS_1
"Ma-maaf Sakura" Fidel membuka matanya memandang Sakura yang berada di bawahnya.
Baju handuk Sakura sedikit terangkat memperlihatkan paha dan bahu mulusnya membuat Fidel menjadi tidak fokus, ia menelan salivanya berat.
"Kenapa kamu indah sekali Sakura" puji Fidel dalam hati. Pejuangnya menegang di bawah sana, Hulk yang perkasa.
"Tuan" panggil Sakura.
"Iya" Fidel memandang gadis itu lekat menunggu apa yang akan di ucapkannya.
"Mau minta di ajari ciuman lagi? ayolah Sakura aku dengan suka rela akan mengajarimu" harapnya.
"Berat tuan"
"Oohhh maaf Sakura" Fidel berusaha mengangkat tubuhnya tetapi kakinya sakit untuk di gerakkan. "Aduh tunggu Sakura kakiku sepertinya keseleo" Fidel menjatuhkan tubuhnya lebih dalam menindih Sakura.
Fidel dapat mencium wangi cerry pada helaian rambut Sakura yang tepat berada di sampingnya, wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja. Pandangan mereka bertemu kembali, rasanya Fidel tak tahan melihat bibir mungil ranum milik Sakura yang seolah melambai ingin di sentuhnya, pikiran itu membuat Fidel kembali lupa diri, ia mendekatkan bibirnya mencoba mencium dan **********. Sepertinya Sakura juga tidak menolak, gadis itu mulai memejamkan matanya.
"Yesss ayo Fidel cium saja jangan malu-malu" teriak Cakra cukup keras.
"Ada apa sih kamu sampai histeris seperti itu?" tanya Gayatri sang istri menghampirinya.
"Lihat, dia ini sok bisa menahan diri padahal baru terjungkal jatuh sedikit saja sekarang maunya mencium Sakura, aku ajari dia tidak mau" Cakra memperlihatkan rekaman kamera yang terhubung langsung dengan keadaan di rumah Fidel.
"Kamu ini jahil sekali, sampai menaruh kamera pengintai di rumah Fidel"
"Biarlah, aku ingin tahu apa yang dilakukan Fidel pada gadis itu"
"Lalu kalau Fidel menyukainya apa kamu akan merestui mereka? gadis dengan identitas belum jelas asal usulnya"
"Aku tidak masalah Fidel mau menyukai siapa pun dan tidak memikirkan status sosialnya, asal mereka saling mencintai dan saling menjaga aku akan merestuinya"
"Sepertinya kamu sangat menyayangi adikmu sampai kamu menutup mata pada kehidupan pribadi gadis yang di cintai Fidel"
__ADS_1
"Yah aku harus menjaganya, itu amanat dari ayahku, dia satu-satunya adik yang aku miliki"
"Betul sih, tapi jika kamu setuju apa mungkin ibu juga akan setuju?"
"Itu dia, aku tidak bisa menebak bagaimana reaksi ibu nantinya. Tapi jika ibu tidak setuju aku bisa memberikan berbagai solusi agar ibu mau menyetujuinya yang penting kita lihat video kisah nyata 21+ ini dulu" Cakra memperhatikan ponselnya lagi, dia berbagi dengan Gayatri tetapi istrinya itu tidak mau melihatnya, rasanya malu melihat adegan panas orang yang di kenalnya.
Kembali pada Fidel, bibirnya dengan Sakura semakin dekat, ia bisa merasakan deru napas Sakura di wajahnya tetapi kemudian sekilas ia melihat pantulan cahaya kecil berkelap kelip di bawah lantai, Fidel mendongakkan kepalanya mencari pusat dari pantulan cahaya tersebut. Ia menjauhkan wajahnya tidak jadi mencium Sakura, perlahan ia bangun dan berjalan menuju sebuah lemari pajangan, ia meraba atas lemari tersebut dan memegang sesuatu. Iya kamera dengan ukuran kecil.
"Oh ini dia yang di letakkan kakakku" ucapnya mendekatkan kamera itu dengan matanya.
"Hai kak kau pasti mengharapkan bisa menonton film panas gratis kan dengan pemeran utamanya adikmu sendiri, sayang sekali sepertinya syutingnya harus di tunda. Kau tercyduk ka!!" Fidel merusak kamera tersebut.
Cakra yang melihat video tersebut malah tertawa terbahak-bahak.
"Aku ketahuan, hahahah. Rusak saja Fidel aku nanti akan meletakkan kamera yang baru di rumahmu dan sekalian kameranya mencapai seratus biji, biar saat kamu mandi pun aku bisa menontonmu" niat jahat Cakra di perhatikan oleh istrinya.
"Dia sudah gila" Gayatri menggeleng-gelengkan kepalanya, nasib punya suami seperti Cakra yang sekarang memasang wajah dengan aura jahat seperti di sinetron yang ada di Indosi*r.
Kembali ke kediaman Fidel, setelah merusak kamera tersebut, Fidel melangkahkan kakinya yang sedikit pincang ke kamar. Ia sempat menoleh pada Sakura.
"Bangunlah Sakura jangan tiduran di lantai terus" Sakura yang di tinggalkannya tadi rupanya tidak bergerak sedikitpun dan hanya memperhatikan Fidel.
"Lalu ciumannya tidak jadi tuan?" tanyanya polos.
"Tidak jadi, kakiku sakit" Fidel meneruskan menyeret kakinya yang keseleo.
Sakura bangun dan membenarkan baju handuknya.
"Padahal sedikit lagi malah tidak jadi" sesalnya.
***
Bersambung
__ADS_1