
Disebuah ruangan kantor seorang gadis cantik nampak tersenyum melihat sebuah figura di atas meja. Kemudian diambilnya figura yang kini tengah ia pandangi, ada rindu yang berlabuh.
Sungguh rindu hatinya, tidak menyangka bahwa akan ada pertemuan selanjutnya
dalam hidup mereka.
“Reza Hermawan.” Gumamnya, tesenyum melihat foto laki-laki gagah dengan senyumnya yang penuh kharisma.
Sedang asyik melihat tata ruangan yang rapih, tiba-tiba saja gadis cantik itu dikejutkan dengan suara seseorang dari balik daun pintu.
“April, kamu sedang apa diruanganku?”
Tidak menjawab pertanyaan dari Reza, April langsung menghampiri dan memeluk Reza.
Reza yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari April tentu saja kaget dan refleks mendorong tubuhnya April.
Deg..
Hati April bergetar, tentu saja ia sangat kecewa mendapatkan balasan perlakuan seperti itu dari Reza. April yang mendapatkan balasan yang tidak dia harapkan dari Reza, hanya terdiam berusaha tetap tersenyum dan
memperlihatkan bahwa semuanya baik-baik saja.
“Ehh, ma-ma-af April, aku sungguh terkejut.” Reza menyadari tindakannya pasti sungguh membuat april tersinggung.
“Iya Za tidak apa-apa, aku mengerti.” April berusaha menampilkan senyuman terindahnya.
Tenang April, tenang. Kamu harus tetap tersenyum. Kamu pasti bisa! April berusaha menenangkan dirinya.
__ADS_1
Reza yang pandai membaca situasi mengalihkan topik pembicaraan mereka. Setelah menarik kursi dan mempersilahkan April duduk Reza mulai menanyakan maksud kedatangan April di kantornya.
“Ada apa kamu kesini? Kenapa bisa sampai diruanganku?” Reza mulai bertanya.
“Aku mau bertemu dengan rekan kerja bisnisku Reza, dan ternyata tidak disangka bahwa kamu adalah rekan kerjaku.” April menjawab dengan penuh ketenangan berbeda dengan yang tersimpan dalam lubuk hatinya, sungguh perasaannya begitu senang.
“Oh benarkah? Bukankah proyek ini aku bekerja sama dengan pak Rey.”
April mencoba untuk sesantai mungkin, sejujurnya ia sangat gugup berbincang dengan Reza karena sudah lama sekali dia tidak mengobrol dengannya. Meskipun mereka pernah satu kampus ketika mereka lulus, mereka tidak pernah lagi bertemu bahkan saling bertanya kabar via telepon atau media sosial lainnya.
Pelan-pelan April menjelaskan mengapa proyek ini bisa jatuh ke tangannya serta alasan Pak Rey yang menjual sahamnya kepada kedua orangtua April.
“Oh seperti itu, jadi hari ini jadwal meeting pertama kita yah?” Reza bertanya lagi.
“Iya Za, maaf yah aku tadi masuk ke ruangan kamu karena sekretaris kamu menyuruhku untuk menunggu di ruangan kamu terlebih dahulu. Karena kamu belum datang jadi aku lihat-lihat ruangan kamu dan ternyata partner aku adalah kamu. Dan soal kejadian barusan aku minta maaf karena aku terlalu seneng banget bisa bekerja sama dengan kamu setelah sekian lama kita tidak pernah saling bertemu.” April mulai menjelaskan agar Reza tidak lagi merasa canggung dengannya, karena bagaimanapun ia akan lebih sering
Reza hanya tersenyum mengangguk.
Pukul sudah menunjukan 10.00 pagi mereka berdua segera memasuki ruangan meeting.
Sepanjang meeting berlangsung, April hanya menatap Reza penuh kagum.
Rezaku, kamu tidak pernah berubah. April larut dengan pikirannya sendiri.
Beberapa kali tatapan mata mereka saling bertemu.
April menjadi salah tingkah tetapi Reza tetap bersikap biasa saja.
__ADS_1
*****
Mereka saling berbincang karena masih ada banyak waktu sebelum meeting dimulai.
April mengeluarkan kotak bekal sarapan yang ia buat dirumah, lalu menyodorkan kepada Reza.
"Kita sarapan bersama?" Tawar April.
"Baiklah, karena kamu sudah sangat repot membuat ini maka akan aku makan."
Reza menerima tawaran dari April, karena dia tidak ingin menyinggung perasaan April yang sudah susah payah membuat masakan untuknya.
Reza melahap masakan rumahan buatan April, teman kuliahnya yang kini menjadi rekan kerjanya itu.
"Ummm,,, enak sekali masakan kamu."
Reza memuji masakan yang April buat karena memang masakannya enak dan sesuai dengan lidah Reza.
April tersenyum sangat senang.
"Kalau kamu mau nanti kapan-kapan akan aku buatkan lagi."
Mereka menghabiskan makanan mereka, hingga tangan Reza menyeka sisa makanan di bibir April. Reza melakukan hal itu karena refleks melihat wajah cantik April yang terlihat kotor.
Maya, sekretaris Reza tiba-tiba saja masuk keruangan atasannya itu tanpa mengetuk pintu dan tidak sengaja melihat adegan mesra itu.
"Ehh, hmm maaf pak saya lupa." Maya bergegas meninggalkan ruangan atasannya.
__ADS_1
"Haduuhhh, dasar bodoh." Maya memaki dirinya sendiri.